Sabtu, Desember 28, 2013

Influenza


Hari ini aku sakit influenza hari pertama. Kepala pusing nggak karu-karuan, telinga dan tenggorokan sakit, dada sesak karena saluran nafas tersumbat, dan sekujur badan ngilu-ngilu. Cuaca di Palu akhir-akhir ini emang bikin banyak penyakit. Panas tapi lembab, berangin dan menusuk tulang meski di tengah hari. Mungkin ini emang sindrom penyakit musim hujan, ya ?

Influenza. Aku pernah baca di suatu buku yang membahas tentang bencana-bencana manusia paling mengerikan. Di zaman dulu, saat belum ditemukan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit ini, orang-orang merendam kaki mereka di dalam bak berisi cairan [ semacam ] minyak kayu putih yang hangat beruap dan melumuri tubuh mereka dengan lemak untuk menjaga agar tetap hangat. Tapi, meski begitu tetap saja influenza merupakan salah satu penyakit paling mematikan zaman dahulu. Kalau tak salah, pernah ada satu kota yang penduduknya meninggal semua gara-gara penyakit ini. Flu kan memang mudah sekali menyebar dan berjangkit, ya..

Aku bukan tipe orang yang suka mengeluhkan penyakit pada orang lain termasuk keluargaku. Jadi, aku hanya meminta adikku mencarikan jahe ke warung-warung penjual sayur terdekat [ yang, ngomong-ngomong, tidak dapat ] dan membelikan tisu gulung [ a.k.a tisu toilet ] di mini market. Jangan ketawa atau jijik soal tisu toilet itu, ya. Ada orang yang hanya mau membeli tisu-tisu mahal yang wangi untuk menyeka [ maaf ] ingus saat flu. Katanya aneh banget masak tisu buat toilet dipakein buat muka ? Prinsipku sih lain. Orang cuma buat flu aja kok pake acara beli tisu yang mahal padahal toh fungsinya sama dan kita tetap tak dapat mencium wanginya. Lagian banyak warung makan yang menggunakan tisu toilet di atas mejanya. Nah, lho. Lebih parah, kan ? Tisu mahal emang kemasannya lebih keren dan gaul sih, gambar kartun-kartun lucu gitu. Jadi pantas aja dibawa jalan dan dikeluarkan di manapun. Kalo tisu toilet jelas cuma gulungan bunder aja gitu. Yang bagusan dikit itu tisu toilet yang ada gambar-gambarnya. Tapi tetep aja sama, nggak ada bungkusnya. Kelemahannya tisu toilet sih, dia memang lebih kasar daripada tisu yang wangi. Jadi, kalo nggak hati-hati bisa melukai wajah. Contohnya ya aku sekarang ini. Di bawah hidungku berasa sakit dan agak lecet setelah seharian dilap dengan keras pake tisu toilet. Ngomong-ngomong, segulung tisu toilet yang dibelikan tadi pagi, malam ini udah habis lho. Untung orang di rumah masih punya sisa-sisa tisu wangi. :D

Source : Pinterest


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

This is virtual world. Tapi, inilah tempat yang justru membuat diri kita bisa sejenak melepaskan topeng-topeng dan jubah kepalsuan di dunia nyata. So, this is the real me, yang tak pernah ku tunjukkan kepada kenyataanku. Mari saling berbagi dan bercerita tentang hidup. Feel free to leave your comment. I am not too creative to reply the comments. So, sometimes i don't reply it. But, Please believe that i definitely read your single comment and really appreciate it.