Jumat, November 29, 2013

Crossroad

I can't stand this. I even do not start anything yet. Why ? Why ? Why ?
Help. I am so tired for no reason. I feel like drifting away somewhere.

How ? How ?
I do not want to throw every single thing. I love for being me. I like my world. 

Is the time has coming ? Am i in the crossroad now ? Between teenager and adult world. I don't really wanna grow up. I just already enjoying my youth. Always too late. Everything is always coming late.

I am so afraid to walk forward, i am so comfort in my place now. But the time won't waiting someone, include me. I have to choose. That " adult things " will pick me up soon. God, i am too nervous, too afraid to face everything in future. DARK !

Is really doesn't matter if i stay like this ? Ah, i do not actually know how i feel. Never. Maybe i just need a big warm hug from someone ? No. Make sure to me that everything is gonna be OK. 

I am lost again. I don't know about my ways at all.. What am i supposed to do first ? I am so mess. 

Source : Pinterest

Live My Life..

I feel like if i don't grab something solid to hold, i'll break into pieces..

Source : Pinterest

Hal yang paling membuatku bahagia dan bersemangat, juga adalah sesuatu yang selalu membuka jurang depresi dan gunungan dari seluruh rasa sakit. Begitu, kan ? Karena hal itu benar-benar berharga, benar-benar menyita perhatian dan kepedulian, maka akan ada banyak hal menyedihkan dan menyengsarakan yang menjegal di pertengahan jalan. Namun dari situ akan terlihat, bukan ? Seberapa kuatnya obsesi dan keinginan atas sesuatu itu. Bagaimana diriku bisa bertahan menghadapi semuanya sampai akhir ? Saat merasa terpojokkan, all alone, tak ada satu pihak pun yang berdiri di sisiku, mempertanyakan keinginanku. Bagaimana aku bisa terus melangkah, mengabaikan tatapan mencela dan komentar-komentar bullshit. Bagaimana ?

My whole body starts aching, my mind get onto darkness slowly, my heart is like a dead button...

No question. Sedari dulu aku melangkah pada jalan yang ku percayai, selamanya akan begitu. Dan ku pikir tak ada seorang pun di dunia ini yang berhak mempertanyakannya. Proses, memang. Kenapa begitu sulit rasanya untuk berurusan dengan orang lain ? Kenapa tak ada yang mendukung atau setidaknya mendorongku dari belakang ? 

Source : Pinterest

Maybe, if i can switch this pain onto tears, this heavy feeling will be lighter. It's a simple way, anyway. But, i can't just do that. I can't. Don't you dare to judge me that i look never do something to get myself better. I always do that, people. I attempt too hard to get myself in brighter spot. But i can/t.

Kalimat pesimis dan negatif. Tak seharusnya aku berada di tepian seperti ini. Ada impian yang ku perjuangkan, sesuatu yang benar-benar ingin ku lakukan, setidaknya itu mungkin akan jadi senjata andalanku di hadapan Tuhan. " God, i do my best to finish this project ". Ini sesuatu yang aneh, sebenarnya. Aku diharapkan menangani sesuatu yang mana aku benar-benar bertolak belakang. Aku orang yang hancur berantakan. Dimanapun waktu-waktuku berjalan tak sempurna, dan kemungkinan besar segala sesuatu di depan yang belum ku ketahui mempunyai kesimpangan yang sama.

Sometimes i really think i can't stand this trashy burden anymore. I hate the world, i hate my past, present and future, i curse my breath, i hate for being exist in this world.

And... I do hate myself for being so weird and desperate like this.

Aku sudah memakan sebatang cokelat, karena aku pernah membaca di suatu tempat bahwa makanan ini bisa merangsang dan meningkatkan hormon bahagia dalam tubuh. Biasanya ini berhasil mengusir kabut-kabut kecil yang mengganggu di kepalaku. Tapi kali ini tidak. Aku terus terus dan terus terjun menuju kubangan itu.

Source : Pinterest

Why am i too easy to get annoying ? I always keep distance from people, hope that their bullshit everything doesn't effect to my own world. Yeah, i have my little world. I personally think that every person in this life once must have at least one secret side like that to run away. The reality is so real. But as a human, we are given a lofty imagination ability to survive against the pain. Pretend is not that difficult. 

Aaahh.. Kadang ku pikir aku takkan pernah menemukannya. Aku tahu Tuhan tidak kejam, takdirNya pun juga telah ditulis sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mungkin Tuhan menilaiku lebih tinggi, mungkin Dia telah mempersiapkan tempat dan orang yang istimewa untukku. Tomorrow never knows.

Why does the laughing of people around makes me so sick ? I hate them. Why i just stuck in this dark hole, lost of gateaway, lose of everything, at the very bottom, and can't laugh with them ? I really a sinner. How pity am i. I walk to my dead land slowly, force by this suffering.

And i am about to cry now.

Menggerakkan jari jemari, memperhatikannya dengan teliti. Dengannya merasakan udara, merasakan kenyataan, kepahitan dan kegetiran yang tiada tara. STUCK ! Live my life. Welcome to my darkness. Dalam kepalaku begitu berisik, dalam rongga dadaku begitu penuh. Ada keretakan yang semakin meluas seiring malam melarut. 

I WILL FIGHT. I WILL STAND BY MY FOOT ALONE. MY GOD, MY DEAR, PLEASE LOOK AT ME.

P.s : God, don't punish me. I swear i might be just too tired recently.

Source : Pinterest

# Kenapa perasaanku tidak menjadi lebih ringan ? It's just two days, and i felt so bad.

Selasa, November 26, 2013

Wall And Alone !

( Aku membangun dinding ini dan setiap hari aku menangis karena tak dapat melewatinya )
Source : MangaFox


( Berhenti menanyai dirimu kenapa setiap orang dalam hidupmu melukaimu,
Dan tanyalah dirimu sendiri mengapa kau membiarkan mereka )

( Terkadang sendirian itu lebih baik, Tak ada seorangpun yang dapat melukaimu )

# Forever Alone

Senin, November 25, 2013

You And My Tears

Source : Anime Sakurasou no Pet na Kanojo

Aku memutuskan !
Bahwa ketika mengingatmu, tak kan ada airmata yang mengalir.
Jika dahulu senyumanmu adalah keajaiban kecil yang dikirimkan Tuhan untuk menarikku dari ruang hampa, maka akan seperti itulah nilaimu untukku selamanya.
Sepertinya Tuhan belum mencabut namamu dari pusat asa yang memancangku tetap di bumi, sebuah kekuatan kecil namun terus berakar hingga getarnya masih terasa setelah begitu lama.

Aku memutuskan !
Bahwa kali lain airmata ini mengalir untukmu, maka itu adalah airmata bahagia.
Dan jika takdir kita tidak terpaut sampai sang Pemilik Kehidupan mengambil kembali apa yang jadi miliknya dari kita berdua, maka berarti aku tidak akan pernah lagi menangis untukmu.

Karena dapat mengenangmu saja adalah sebuah anugerah, bagaimana aku dengan kebodohan dan keanehanku mencoba begitu keras, tak kenal lelah untuk sekedar sapa atau kerlinganmu.
Dan bagaimana kau membalikkan badan untuk menyembunyikan tawamu dariku.

Source : Anime Red Data Girl

Pun di malam-malam sulit saat tak dapat memejamkan mata, memikirkan tentang bagaimana seharusnya cerita-cerita berakhir, dan rindu yang tak tertahan seakan meremas-remas di dada, memampatkan ruang menjadi kedap udara, memaksa mimpi berubah jadi kelabu. I will not cry !!!

Betapapun aku ingin melihatmu, ingin berbicara denganmu, ingin merangkum kekuatan hidup dari matamu, aku tidak akan menangis.
Aku akan berdoa. Karena saat ini, mendoakanmu adalah satu-satunya caraku untuk mencintaimu.

Karena mencintaimu itu begitu menyakitkan,
Namun anehnya juga sungguh membahagiakan.

Meski aku tak melihatmu, percayalah bahwa aku masih tetap menyukaimu, lho.

Source : Anime Kotonoha no Miwa ( Taman Harfiah )

# Because I believe that i can heal myself

Minggu, November 24, 2013

Desperate Of Confession

Source : Anime Chuunibyo Demo Koi Ga Shitai

Ketika kamu putus asa ingin mengatakan pada seseorang bahwa kamu mencintainya,
Namun, bagaimanapun kamu berusaha, bibirmu hanya membuka dalam sebentuk kata tak sempurna tanpa suara
Ketika kamu putus asa ingin menyampaikan perasaan pada orang kamu cintai,
Namun hanya dengan menatap matanya, benakmu mengabur dan segala bahasa yang berputar di kepalamu lenyap tak bersisa
Ketika luapan rasamu menuntut untuk disalurkan, namun kamu tak bisa menemukan caranya
Bahwa dialah pusat duniamu, pusat hidupmu, koordinat mimpi-mimpimu, segala hal baik yang kamu tahu.
Dan kamu hanya bisa memeluknya dengan airmata, berharap dia menyadari apa yang kamu rasa.

Source : Anime Mirai Nikki 

Tentang.....

Seberapa besar kamu  mencintainya
Seberapa lama kamu menunggunya
Seberapa sering kamu mendoakannya
Seberapa ingin kamu memilikinya
Seberapa berarti dirinya untukmu

Source : Anime Tokyo Ravens

Dan betapa kamu ingin menjelaskan,

Bahwa mencintainya.......
Begitu menyakitkan..
Juga membahagiakan..

Source : MangaFox


Anime : Chuunibyo Demo Koi Ga Shitai

# Aku ingin sekali bertemu denganmu.......

Iron Man : Original Vs Animation

Source : Pinterest

Jadi, sekarang saya lagi nonton Iron Man. Pokoknya, this is iron man full day. Soalnya saya berhasil dapet link downloadnya Iron Man versi anime. Iya, versi anime, tokoh-tokohnya sama dengan Iron Man The Movie Hollywood Version, jalan ceritanya aja yang agak beda. Well, this an anime, after all. Anime Iron Man ini tayang satu season atau 13 episode. Sebagai penggemar berat Iron Man, saya tentu saja ingin melihatnya. Awalnya saya tahu kalau Film ini dibikin anime tuh dari pinterest. Follow Board saya di Pinterest kan cuma anime-anime board aja. Nah, ada beberapa gambar anime Iron Man dan Wolverine. Waktu itu saya pikir itu cuma sekedar art doang. Tapi, pas beberapa hari lalu saya maen ke website download anime berbahasa inggris, saya melihat Iron Man di daftar anime. Butuh dua hari untuk saya berhasil mendownload ke 13 episodenya, kan saya ngedownloadnya gratisan pake wi-fi kampus. Hohoho #TawaPecintaGratisan.

Karena ini anime, jelas saja produsernya adalah studio anime Jepang. Mungkin mereka membeli hak untuk menganimekan Film Box Office ini. Ga tahulah, masalah teknis kayak gitu mending googling sendiri aja, ya ? Makanya bahasanya memakai bahasa Jepang, Setting tempatnya pun Jepang, pokoknya semuanya Jepang. Cuma Tony Stark aja yang masih orang Amerika.

Di versi anime ini, ceritanya berawal dari Tony Stark yang berkunjung ke Jepang untuk memantau proyek pembangunan stasiun Arc yang ditujukan Tony untuk membantu mewujudkan perdamaian dunia. Stasiun ini nantinya akan berguna sebagai pembangkit energi yang bersih dan ramah lingkungan. Untuk membantu proyek ini, Tony juga membangun sebuah tiruan baju besi Iron Man-nya, yang diberi nama Dio sebagai pemberian untuk masyarakat Jepang.

Suatu hari Dio mengamuk dan lepas kontrol, ia menyerang para pilotnya dan melarikan diri. Ternyata ia di-hack oleh organisasi teroris bernama Zodiac. Di akhir episode pertama, Dio yang telah diisi oleh orang dari Zodiac bertempur langsung dengan Iron Man Tony, lalu melarikan diri. Disinilah diperkenalkan musuh yang akan menjadi lawan Tony selama anime ini. Zodiac, dengan senjata-senjatanya yang berupa robot-robot canggih yang nama dan bentuknya disesuaikan dengan 12 Zodiak. Dio bersama pilotnya berhasil melarikan diri.

Dio

Di versi anime ini, pasangan Tony bukanlah Pepper seperti di filmnya. Melainkan seorang ilmuwan sekaligus kepala lab #23 yang bertanggung jawab atas stasiun Arc Jepang, namanya Dr. Tanaka, nggak inget siapa nama lengkapnya... :D. Disini Pepper hanya berperan sebagai sekretaris biasa yang bertugas membantu Tony dari kantor pusat di Amerika. Aahh..Padahal salah satu yang membuat saya sangat suka menonton Iron Man adalah hubungan cinta yang aneh antara Tony-Pepper.

Dr. Tanaka

Tony-Tanaka

Daaannn...Inilah kali pertama saya lebih menyukai film yang dibintangi manusia ketimbang anime, beneran deh. Pemeran Tony Stark yang asli, Robert Downey jr merupakan salah satu bintang film Hollywood yang paling saya senangi aktingnya. Beliau ini cocok banget memerankan orang jenius yang freak dalam kepintarannya. Tahu film Sherlock Holmes yang dibintanginya, kan ? Sumpah keren banget aktingnya. Saya benar-benar bisa merasakan kejeniusan yang tiada tara digabungkan dengan kegilaan serta keanehan yang lucu. 

Ini nggak ada hubungannya. But, FYI, my most favourite types of boy is like Tony Stark that roled by Robert Downey himself. Seru aja kayaknya punya pasangan aneh kayak gitu. Saya nggak keberatan kok dengan hidup yang agak tidak biasa. Kayak di film kedua dan ketiga Iron Man, dimana Pepper sudah kehabisan akal menghadapi Tony yang semakin bertambah gila dan aneh. Menarik, kan ? Ketimbang pasangan yang tenang, nyaman dalam kotaknya, dan senang hidup dalam ketenangan dan keteraturan. Itu pasti membosankan. Duh, ngelantur apa lagi saya ini. :D


Balik lagi ke alasan saya lebih prefer versi manusianya Iron Man. 

Alasan saya selalu lebih memilih menonton anime alih-alih live action dan drama seperti kebanyakan orang adalah karena raut muka dan bahasa tubuh anime lebih interaktif. Soalnya kan itu gambar digital, jadi ekspresinya bisa dianeh-anehkan sesuka pembuatnya dan kita jadi bisa tertawa karena melihat itu. Kalau live action, reaksi penonton sepenuhnya tergantung pada aktor dan aktris pemerannya. Kalau aktingnya nggak bagus, ya nggak bagus juga filmnya. Ada beberapa anime favorit saya yang sudah diproduksi live action-nya. Saya pernah mencoba menonton satu dan ternyata sama sekali tidak lucu meski banyak teman-teman saya yang merasa itu bagus. Yah, mungkin ini hanya soal selera masing-masing.

Jadi, yang membuat saya lebih suka versi manusia film Iron Man ketimbang versi animenya adalah :
  1. Pasangannya Tony Stark di anime version bukan Pepper, tapi orang lain. Sudah dijelaskan diatas. 

    Tony-Pepper

  2. Ceritanya lebih simpel dan kadang saking sederhananya sampai membuat saya gemas. Penyelesaian   konflik di Iron Man versi anime lebih mudah, terlalu banyak dibantu oleh kebetulan.
  3. Tidak terlalu ditampilkan kecanggihan teknologi yang dikuasai oleh Tony. Padahal saya suka sekali kalau menonton Tony sedang berinteraksi dengan program komputer kecerdasan buatan sekaligus teman dan sahabat yang paling dipercayai dan diandalkannya, Jarvis. Bisa gitu sebuah komputer secerdas dan se-serbabisa itu. Sudah begitu komunikasi mereka berdua sering mengundang tawa, antara Jarvis yang kaku terprogram dengan gaya Tony yang sarkastik. 

    Tony dan Jarvis

  4. Iron Man versi anime lemah dan naif nggak kira-kira. Nyebelin. Tony Stark dengan obsesinya soal world peace yang disampaikan dengan cara agak nggak masuk akal. Udah gitu gampang banget dikalahin ma musuhnya untuk nggak berapa lama kemudian bangkit kembali dengan anehnya.
  5. Ada satu tokoh tambahan di Iron Man versi anime yang saya nggak suka. Namanya Nanami, seorang reporter dari sebuah harian terkemuka di Tokyo. Dia ini stalker-nya Tony. Selalu berusaha agar bisa mewawancarai Tony. Dan memang hanya dia ini wartawan yang diperlakukan khusus oleh Tony, dianggap sebagai temannya. Tapi anehnya, Nanami selalu saja diceritakan kebetulan berada atau lewat di tempat terjadinya kekacauan yang dilakukan oleh robot-robot Zodiac. Atau Nanami kebetulan selalu bertemu dengan Tony saat Tony sedang kesulitan untuk kemudian membantunya. Kebetulan...kebetulan....kebetulan. 

    Nanami

  6. Entah kenapa saya merasa lebih "dapet" feel saat menonton yang versi manusia. Versi anime begitu kaku. Nggak tahu kenapa, ya ? Apa memang dibuat supaya tidak ada ekspresi/poker face, ataukah memang studio animasinya yang tidak berhasil mengadaptasinya ?
  7. Nggak ada humor. Blas. Padahal versi aslinya penuh dengan humor cerdas yang timbul dari interaksi Tony yang sarkastik dengan Pepper, Jarvis, Kolonel Rhodney, dan tokoh-tokoh lain.
  8. At last but not last, Tony Stark-Robert Downey jr lebih guuanteengg. Keren, euy. Apa ya ? Belum nemu kalimat untuk menggambarkannya. Versi anime ? Aneh. Saya nggak bisa dapet kesan lain tentang sifat Tony Stark-anime kecuali dia adalah orang naif, kaya, dan baiknya kayak dewa. Bahkan nggak kelihatan kalau dia tuh seorang pembuat senjata jenius yang lulus dari  MIT di usia 19 tahun. 

    Tony Stark-Anime Version

    Tony Stark-Original Version Roled By Robert Downey Jr
Saya nggak begitu mengerti juga sih. Mungkin kekurangsukaan saya pada versi anime ini disebabkan karena ceritanya yang simpel itu. Di versi asli, ceritanya lebih rumit dan kompleks, penyelesaian konfliknya masuk akal, dan meski di akhir film ketiga versi asli saya sempat berpikir " Lho, udah gitu aja musuhnya mati ?,", tapi saya masih merasa masuk akal.

Mungkin karena segmen pasar anime ini memang untuk anak-anak dan remaja sehingga ceritanya dibuat sesederhana itu ? Hanya sekedar cerita tentang pertarungan klise biasa, bagaimana seseorang pahlawan melawan kejahatan untuk menyelamatkan dunia. Masuk akal sih karena nggak mungkin kan anak remaja dikasih cerita tentang rumitnya kepribadian dan sifat Tony ?

Eh, sebenarnya saya baru menonton sembilan ( 9 ) episode. Saya sudah merasa nggak tahan sebenarnya, tapi karena saya mengaku sebagai penggemar Tony Stark, ya saya usahakan jabanin sampe habis :D


Jumat, November 22, 2013

Dancing In The Sky..

Ku jejakkan kakiku dengan mantap ke anak tangga selangkah demi selangkah. Meski begitu, pikiran dan sekitarku menggelap. Sensasi yang dapat ku rasakan hanyalah kemarahan dan kebencian yang melilit erat dadaku hingga organ pernafasanku seolah mati rasa.

Kenapa kau tinggalkan aku, Konoha ?

Krieeekk...

Ku dorong pelan pintu atap itu. Aku selalu merasa terganggu dengan bunyi derit itu sebelumnya. Dalam bayanganku, bunyi itu seolah suara tawa ejekan dan hinaan dari orang-orang brengsek yang hidup dengan bahagia di sekitarku.

Kalau begitu, Konoha...

Atap berlumuran sinar matahari seperti selalunya. Tempat ini kosong dan sepi. 
Yang bisa ku lakukan hanyalah...

Tanpa ragu ku jejakkan kakiku menaiki dinding pengaman atap yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak dipasangi kawat seperti sekolah-sekolah lain. Angin pagi seketika menerbangkan rambutku. Ah, damainya. Aku tak pernah tahu sebelumnya bahwa angin dari tempat ini begitu terasa menenangkan. Keramaian siswa-siswi kelas sebelah yang sedang bertanding voli di lapangan olahraga terasa begitu jauh dari pendengaranku. Aku menatap pemandangan yang terbentang di depan mata, hanya terlihat hamparan langit seluas mata memandang. Entah mengapa beban berat di hatiku terasa mulai berkurang. Aneh, ya ?

Krieekk..

Ah, itu dia. Malaikatku. 
Aku berbalik padanya.

" MIU...." 

Konoha menjerit memanggilku. Dia berlari ke arahku sambil menjulurkan tangan. Seolah-olah itu bisa menggapaiku, mencegahku dari keputusanku. Seolah itu berarti. Wajah Konoha mengerut penuh kesedihan, matanya dipenuhi permohonan, bahkan suaranya kedengaran takut. Itu bagus, sayang. Teruslah memohon seperti itu.
Semuanya berputar dalam gerakan lambat. Konoha masih terlalu jauh dari tempatku. Lagipula, apa yang bisa dilakukannya ?

Menyakitimu...
Biar kau rasakan sakitnya....
Sehingga kau takkan pernah bisa lupakan aku kan ?....
Perasaan ini..

" Kau takkan pernah mengerti." Kataku, berharap terdengar kejam dan jahat. Ah, sebenarnya aku tak perlu berusaha, dari awal aku memang seorang gadis yang kejam dan jahat. 

Aku tersenyum padanya, senyuman paling manis yang pernah ku berikan kepada orang lain. Senyuman yang tak pernah ku tampakkan kepada siapapun kecuali Konoha. Aku ingin dia melihat betapa cantiknya senyumanku, betapa tidak terbebaninya diriku, dan betapa tidak menyesalnya aku.

" MIU..." Konoha masih terus menjerit seakan seluruh hidupnya bergantung pada responku atas panggilannya itu.

Ku rentangkan kedua tangan, lalu perlahan ku jatuhkan diriku ke bawah, menuju kesolidan tanah di bawah sana.
Ini terlalu lambat, seberapa tinggi sebenarnya gedung sekolah ini ? Ku arahkan mataku ke langit. Ada seekor burung putih yang terbang di atas sana. Aku jadi ingat, betapa dulu aku menyukai burung, berharap bisa seperti mereka. Impian yang kekanakan.

Aaaahhhh...
Angin semakin keras menerpa. Namun anehnya terasa begitu lembut di kulitku. Inikah perpisahanku dengan dunia fana ?

Konoha..
Konoha..

Aku hanya ingin ada di sampingmu selamanya.

Lalu ku tutup kedua mataku.

Asakura Miu, Anime : Bungaku Shoujo Memoire

Bungaku Shoujo Memoire mempunyai tiga episode. Masing-masing episode menceritakan tentang Konoha [ Tokoh utama cowok anime ini ] dari sudut pandang tiga cewek yang masing-masing mempunyai hubungan dengan Konoha.

Tapi, aku paling suka POV Miu, yang merupakan episode kedua. Banyak orang yang tidak menyukai karakter tokoh Miu karena memang dia gadis yang jahat dan egois,

Tapi, aku suka banget sama latar belakang kehidupan Miu yang menjadikannya orang seperti itu. Penderitaannya dimulai sejak ia kecil.

Ayahnya berselingkuh dengan perempuan lain dan menjadikannya sering bertengkar dengan ibunya. Ketika itu terjadi, Miu yang masih kelas 1 SD hanya berdiam di kamarnya diantara tumpukan buku-buku, ia membaca dongeng-dongeng indah tentang kebahagiaan. Selama ada cerita yang bagus , maka ia, ibu, dan ayahnya pasti akan selalu bahagia, anggapnya.

Suatu ketika ayahnya minggat dari rumah, meninggalkan Miu berdua dengan ibunya. Ibunya begitu depresi karena itu, dan akhirnya menjadikan Miu sebagai samsak. Ibunya menyalahkan dan mencacinya karena menganggapnya sebagai penyebab kehancuran rumah tangga itu.

Miu juga dijauhi teman-teman di sekolahnya. Mereka menganggap Miu pembohong karena selalu menceritakan ha-hal aneh seperti pohon sakura yang bisa berbicara dan berkumpul dengan teman-temannya sesama pohon sakura di malam hari. Hanya satu orang yang datang mendekati Miu dan memaksa utuk meneruskan ceritanya, dialah Inoue Konoha. Miu awalnya cuek dan tak acuh terhadap kehadiran Konoha. meski akhirnya hatinya luluh karena hanya Konohalah yang mau mendengarkan kisah-kisah imajinasinya.
Miu kecil bersedia melakukan apapun untuk menjaga agar Konoha hanya mempedulikannya. Miu merusak boneka mainan dan membunuh burung kesayangan Konoha ketika masih kecil karena merasa perhatian Konoha padanya berkurang akibat kesenangan Konoha pada boneka buatan ibunya dan burung kesayangannya itu.

Suatu saat Miu menyadari bahwa dia sudah kehabisan bahan cerita, dia tak punya ide lagi tentang kisah-kisah ajaib untuk diceritakan pada Konoha. Miu memutuskan mengambil cerita dari buku-buku dongeng yang banyak berjejer di rak kamarnya. Semuanya dilakukannya untuk menjaga Konoha yang selalu haus akan kisah-kisah petualangan untuk tetap di sisinya.

Setiap kali Miu bertanya pada Konoha " Apakah kau menyukaiku ?," Konoha hanya diam dan tak menjawab. Miu tidak pernah bosan bertanya padanya namun selalu dijawab dengan respon yang sama.

Saat SMP, banyak gadis yang kelihatan tertarik pada Konoha. Akhirnya Miu juga memfitnah Konoha di depan gadis-gadis lain yang kelihatan mulai menyukai Konoha agar mereka membenci cowok itu. Jahat, ya ? Benar. Dia memang karakter antagonis yang sangat antagonis dan membuatmu ingin menamparnya.

Pada akhirnya, Konoha memang hanya berteman dengannya. Meski begitu cowok itu tetap tidak pernah menjawab pertanyaan Miu.

Suatu hari Miu bilang " Aku pamit pulang duluan. Aku sedang menulis novel baru untuk mengikuti sebuah kompetisi,".
Konoha selalu setia menyemangati dan memotivasi Miu.

Namun, waktu terus berjalan, dan Miu tetap tidak bisa menulis satu huruf pun, sekeras apapun ia berusaha. Ini semua karena ia sudah terbiasa bercerita dengan mencuri cerita orang lain [ plagiat gitu, tapi cuma diceritakan sama Konoha ]. Namun di hadapan Konoha, Miu selalu menceritakan tentang kemajuan novelnya.

Lalu pada hari H, Konoha mengantarkan Miu ke kotak pos untuk megirimkan paket draft novelnya.

Ketika pengumuman pemenang dimuat di koran, ternyata yang menang adalah Inoue Miu, dengan judul novel " Sama Seperti Langit ".
Apakah itu Miu ? Ternyata bukan. Itu adalah pen name Konoha yang ternyata diam-diam menulis novel lalu mengirmkannya ke panitia lomba menulis yang sama dengan Miu.
Teman-teman sekolahnya memuji-muji Miu karena menang lomba, tentu saja Miu mengamuk pada mereka.

Di dalam novel yang ditulis Konoha, ada sepotong percakapan yang sering dilakukannya dengan Konoha. Akhirnya Miu gelap mata. Ia mengkonfrontir Konoha, yang dengan pelan mengakui kalau memang dialah penulis novel itu.
Di ujung cerita, setelah konfrontir itu Miu memutuskan bunuh diri dengan terjun dari atap sekolahnya.

Adegannya bunuh dirinya Miu sangat keren. Kata-kata perpisahannya juga. Karena saking kerennya adegan ini, akhirnya ku buat ulang dengan gaya novel seperti diatas. Ah, pokoknya Miu keren.

Tahu nggak kenapa Miu bunuh diri ?
Itu semua untuk menyakiti Konoha. Konoha telah mengkhianatinya dengan menjadi penulis dan berhasil debut tanpa memberi tahu Miu. Padahal Miu-lah yang terlebih dahulu punya impian jadi penulis. Ternyata Miu tak pernah mengikuti kompetisi menulis itum berkas yang dimasukkannya ke kotak pos bersama Konoha tempo hari hanyalah buntelan kertas kosong tak ternoda tinta sedikitpun. Miu juga merasa bahwa tak seperti dirinya, Konoha punya kehidupan yang lebih menyenangkan, kehidupan yang akan tetap baik-baik saja meski tak ada Miu. Padahal bagi Miu, Konoha itu dunianya, satu-satunya miliknya.

Ah, susah dijelasin deh. Mending nonton aja sendiri.

Source : Pinterest
# Jam 1.14, berarti total dua hari aku nggak memposting sesuatu, ya ? Ah. Sudahlah..

Selasa, November 19, 2013

My Proposal Progress..

Waks. Kuota modem saya tinggal 15MB. Mana lagi kere pula..
Cerita apa ya hari ini ?

Oh iya, tadi pagi saya menghadap sekretaris jurusan saya untuk pengecekan dan administrasi judul proposal. Hasilnya ? Disuruh ganti pemetaannya. Hahaha. Emang sih sejak awal saya agak nggak yakin sama penelitian-penelitian yang saya cantumkan di pemetaan itu. Nomor pertama saja judul sebuah skripsi, padahal aturannya minimal tesis. Terus yang dua lagi agak nggak nyambung sih. Beliau bilang " Bagus ini judulmu, tapi pemetaanmu kurang. Tiga-tiganya ini nggak ada yang satupun langsung kena sama topikmu. Padahal ini nanti yang akan jadi penelitian terdahulumu,". Pas ku bilang " Agak susah dicari jurnalnya bu, karena belum banyak yang meneliti,". Beliau cuma jawab : " Ya, disitulah usahamu. Bagaimana caramu mencari jurnal-jurnal itu, kamu kan berani ambil penelitian ini berarti siap dengan konsekuensinya,".

MAK JLEBB !!

Kesannya saya kok pemalas banget sih. Ah, padahal niatnya cuma mau curhat siapa tahu bisa ngasih masukan atau solusi. Tapi dasar saya nggak mau kalah, ngomong lagi " Yang banyak artikel-artikel saja bu, bukan jurnal penelitian,". Beliau menangkis " Lho, artikel itu dari mana dasarnya kalo bukan dari jurnal penelitian ?,"

Ndlongop deh. 

Bukan maksudku begitu kali. Sebodo ah. Daripada dikatain sok pinter ntar. Mundur dulu.

Inilah susahnya mengambil topik yang masih lumayan fresh, jadinya belum banyak yang meneliti teorinya. Berjam-jam saya searching di internet dan dapat sih beberapa, tapi semuanya berbahasa inggris dan rata-rata itu artikel. Bahasa inggris bukanlah kendala terbesar saya. Tapi pas saya googling daftar-daftar jurnal di acuan literaturnya, ternyata semuanya jurnal berbayar. Weleh weleh.

Untung saja mood saya sedang baik. Bahkan sedang hypomanic, jadi saya santai-santai saja. Malah kalau bisa dibilang terlalu bersemangat. Wohoho. Besok saya mau menghadap beliau lagi. Ah, mudah-mudahan kali ini lancar dan tembus sampai ke lab supaya tinggal ngurusin SK Pembimbingnya. Amiiinn...

Source : Pinterest

# A Bowl Of Noodle And A Mug Of Hot Moccachino.

Senin, November 18, 2013

Confession



Saat akhirnya aku berhasil mengungkapkan perasaanku pada orang yang ku sukai, mungkin kalimatnya akan persis seperti itu..
Ah, ga kreatiff.....Tapi aku juga lebih senang cinta yang diungkapkan dengan keputusasaan, bukan dengan gombalan nggak mutuu.. Halah, ngomong apa to aku ini ? :D

Minggu, November 17, 2013

New Comer ( III )

God, can you just kill me please ?
How i supposed to choose one from this mountain of treasure ?



Lagi-lagi saya ke toko buku. Dan...kyaa..!! Raknya penuh banget. Banyak entry baru, padahal seminggu lalu rak-raknya sepi men.


Coba..coba, mana yang harus dipilih ? Mana yang beruntung [ aciyaaaaa.... ] dapat menggaet hati saya lalu saya bawa pulang ?? Parah ah. XD.

Antara saya dan toko buku itu punya hubungan cinta-benci. Saya selalu terobsesi kesana, sekali membawa pulang sebuah buku, pasti saya jadi kecanduan. Iya, saya orang yang kecanduan beli buku. Sekarang saya belum punya penghasilan sendiri, jadi belum bisa memuaskan hasrat nista ini. :D. Kalau sudah punya pekerjaan nanti, entahlah apa yang akan saya lakukan di toko buku. Mungkin saya akan kalap sampai-sampai managernya perlu memanggil keamanan untuk menenangkan saya.
Saya benciiiiii sekali karena...yaah, karena harus memilih satu diantara ratusan judul buku yang semuanya bikin saya pingsan penasaran.

Ah, saya benci hidup di kota ini. Saya mau tinggal di kota besar saja, dimana sering ada obral buku. Betapa saya iri dan dengki membaca blog-blog buku milik member BBI ( Blog Buku Indonesia ). Mereka sering cerita tentang obral buku. Dimana dengan uang RP 10.000 saja, sudah bisa membawa pulang setidaknya stau buku terjemahan. DI kota saya ? Boro-boro men. Komik yang ga terjual dan udah menghuni rak selama tujuh turunan pun harganya tetep dinaikin, sama rata dengan yang baru, Rp 18.500. Ah, sakit hati rasanya.


Daan...Saya tidak berhasil lagi membawa pulang buku seri Heather Wells dan Jessica Lynn Darling satu pun. Sebal. Saya lebih tergoda dengan buku lain yang lebih murah, genrenya fantasi remaja, daaaannn....tidak berseri. Huuu,,, Nggak kuat iman ternyata. Mudah-mudahan awal bulan, saat dompet saya agak tebelan dikit, saya bisa bawa pulang satu per satu buku-buku itu ke rumah. Aaaahh. 

Inilah buku yang berhasil menggoda saya :

Source : Here

Lupakan, saya bukan tertarik dengan deretan penghargaan yang berhasil digaet oleh buku ini. Saya pilih karena genrenya adalah genre kesukaan saya. Judulnya Lips Touch Three Times dan pengarangnya Laini Taylor. Inilah sinopsis di belakang buku : 

Seorang gadis ditaksir oleh pemuda yang sangat menarik di sekolah, yang mungkin akan mengantarkannya ke dalam kematian. Seorang gadis lainnya tumbuh tanpa pernah bicara akibat kutukan yang penuh dendam. Dan seorang gadis ketiga mengetahui bahwa hidupnya dikelilingi oleh makhluk-makhluk mengerikan.
TIGA GADIS..TIGA CIUMAN..TIGA CINTA YANG MENAKJUBKAN..

Btw,  menurut saya sampulnya agak mengerikan. Kalau diliat sekilas pas gelap-gelap, bikin muncul imaginasi aneh-aneh.

Last, saya juga baru sadar kalau ini juga terbitannya Ufuk Publishing House. 

Source : Pinterest

# Bahagianya hidup. :D



Sabtu, November 16, 2013

My Nerves is Getting A Break

Plain period, 
No brilliant or crazy ideas, no must-thing-to-do, no mood swing, no emotional volatility. Just a normal me. Like others girl in holiday night. 
( My Last Fb's Status )

Source : Pinterest

Selamat malam, duniaku. Selamat malam, kotakku..

Beberapa hari ini mood saya lagi datar nih. Ya nggak terus-terusan sih, cuma periode mood swingku dua hari terakhir ini sedang nggak banyak mengambil alih. Jangan pikir kalau pengidap Bipolar Disorder ( BD ) itu sepanjang menit, sepanjang waktu selalu berkutat dengan fluktuasi mood dan emosi lho. Ada juga periode plain seperti ini, datar tanpa merasakan apapun. Yah, untuk gampangnya sebut saja ini periode normal yang mengantarai dua kutub ekstrim emosi. Periode ini kadang menyelip diantara fase depresi dan manic yang menggila. Ini karena Tuhan maha adil, masih memberikan waktu istirahat kepada saraf-saraf pengidap BD yang selalu tegang. :D

Tapi, fase datar ini ada baik buruknya buat saya. 

Saat sedang mengalami manic, pikiran dan tubuh saya dipenuhi ide dan energi yang menuntut untuk dikeluarkan. Semangat untuk berkarya benar-benar menjadi. Banyak ide dan ilham brilian untuk diwujudkan. Novel yang pertama kali saya hasilkan, hanya butuh kurang dari satu bulan untuk menulisnya. Saya terus mengetik tidak peduli waktu dan tempat bahkan tak peduli meski mata dan kepala sudah berat, serta jari-jemari telah kesemutan. 

Sebaliknya, saat fase depresi sedang mengambil alih, rasanya tuh seakan menanggung seluruh beban di dunia. Seperti semua kesalahan ditudingkan ke wajah saya, semua ketidakberesan dialihkan paksa ke pundak saya. Seperti setiap tarikan nafas, langkah, dan kata begitu menyakitkan. Orang biasa mungkin tidak bisa membayangkan hal seperti ini. Namun, dalam masa seperti ini juga saya sangat lancar menulis meluapkan kegelapan yang sedang melanda saya. Bisa dilihat kalau kadang tulisan-tulisan saya sangat gelap dan sarkastik.

Dalam kedua fase yang begitu berat itu, saya masih bisa berkarya. Terus menulis meski kadang sulit dimengerti maksudnya. Namun, di periode datar seperti saat ini, sulit rasanya menulis sesuatu. Segala macam ide sepertinya tenggelam entah di bagian otak mana. Tapi karena saya sudah berkomitmen untuk menulis blog setiap hari meski dalam bentuk apapun, maka saya tetap nge-blog. Biasanya dalam periode datar ini tulisan saya berkutat di masalah umum macam review, lagu anime, lingkungan sekitar, yaaahh.. yang seperti itulah. Itu sisi jeleknya. Sisi baiknya, tentu saja saya jadi lebih tenang, lebih mensyukuri hidup, dan normal seperti orang lain. Bahkan saya menertawakan kelakuan saya dalam fase manic dan depresi yang sudah saya lewati, " Kok bisa-bisanya ya saya melakukan hal seperti itu ? Stress cuma karena hal setidakpenting itu ?,".

Oh ya, kalau sedang dalam fase manic dan datar, saya menggunakan kata " saya " sebagai ganti orang pertama. Kalau dalam fase depresi sedang  menyerang, maka saya menggunakan kata " aku ". Pertimbangannya sih, " Saya " terdengar lebih informal, normal, terbuka, dan umum. Sedangkan " aku " lebih personal dan dalam.

Saya berusaha terus menulis di blog sebagai bentuk terapi untuk diri saya sendiri. Saat saya sedang berjuang dengan mood swing, atau sedang sangat marah dan sedih, kecewa, pokoknya segala macam bentuk emosi yang sedang saya rasakan, saya berusaha menuangkannya dalam bentuk kata. Itu cara saya menyalurkan uneg-uneg dan mengurangi kegelapan di hati saya. Saya tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga dan masyarakat yang ketat dalam hal norma dan peraturan. Ketidakberesan dan ketidaknormalan bukanlah hal yang pantas ditolerir. Tapi karena saya sudah terlanjur tidak beres dan tidak normal, maka saya memunculkan saya " yang asli " disini. Di balik segala topeng kesempurnaan yang saya kenakan di luar,  sesungguhnya saya benar-benar berusaha keras mengontrol diri agar tidak menyimpang dan mempermalukan keluarga " sempurna " saya. Itulah gunanya dunia maya, kan ? Agar kita bisa menjadi diri kita sendiri, tanpa khawatir dengan tuntutan dan pandangan sosial.

Source : Pinterest

# Nonton anime baru dari CLAMP, XXXHolic. 

Jumat, November 15, 2013

Yui-It's Happy Line

Source : Pinterest

Dare no tame ni ikite iru no?
Saenai hibi wo sugoshite
Who am I living for?
The cloudy days pass me by
Untuk siapa aku hidup ?
Hari-hari yang kelabu melewatiku

Yowasa mo itami mo dono kurai kanjiteru no?
How much weakness and pain do i feel?
Seberapa banyak kelemahan dan kesakitan yang ku rasakan ?

Tarinai kinou ni obore
Yume ni kaita kyou sorowanakutemo yeah yeah
Even if i am lost in an unsatisfying past
And today doesn’t live up to the day i pictured in my dreams, yeah yeah
Bahkan jika aku hilang dalam masa lalu yang tak memuaskan
Dan hari ini tidak berjalan seperti hari yang ku gambarkan dalam impianku, yeah yeah

Yoake mae no mabataku hoshi wa
Kiete itta no? Asu e itta no?
The stars that shine before dawn
Have they gone? Have they gone to tomorrow?
Bintang-bintang yang bersinar sebelum fajar
Sudahkah mereka pergi ? Sudahkah mereka pergi menuju esok hari ?

Tomorrow never knows
It's happy line
Esok tak 'kan pernah diketahui
Inilah kalimat bahagia

Nani wo shinjite ikeba ii?
Mienai hibi wo sugoshite
What should I believe?
As I spend these days I can’t see
Apa yang seharusnya ku percayai ?
Seperti aku menghabiskan hari-hari yang tak dapat ku lihat

Donna yoru wo mitemo mou kurai kao shinaide
No matter what night you’re seeing, don’t look so down anymore
Tak masalah malam seperti apa yang kau lihat, jangan terlihat begitu muram lagi

Daremo ga shiawase wo yobu egao
Miete iru no? Warawanakutemo yeah yeah
Everyone has a smile they call happiness
Can you see it? Even if you don’t smile, yeah yeah
Setiap orang punya senyuman yang mereka sebut kebahagiaan
Dapatkah kau melihatnya ? Bahkan jika kau tak tersenyum, yeah yeah

Asu e no omoi wo mune ni
Akai me wo mite
Waratte mita no
With my feelings for tomorrow in my heart
I tried to see it through rose-tinted glasses
And smile
Dengan perasaan di hatiku untuk esok hari
Ku coba melihatnya lewat kaca berwarna merah muda
Dan tersenyum

Tomorrow never knows
It's happy line
Esok tak 'kan pernah diketahui
Ini kalimat bahagia

Tarinai kinou ni obore
Yume ni kaita kyou sorowanakutemo yeah yeah
Even if i am lost in an unsatisfying past
And today doesn’t live up to the day i pictured in my dreams, yeah yeah
Bahkan jika aku hilang dalam masa lalu yang tak memuaskan
Dan hari ini tak berjalan seperti hari yang ku gambarkan dalam impianku, yeah yeah

Yoake mae no mabataku hoshi wa
Kiete itta no? Asu e itta no?
The stars that shine before dawn
Have they gone? Have they gone to tomorrow?
Bintang-bintang yang bersinar sebelum fajar
Sudahkah mereka pergi ? Sudahkah mereka pergi menuju esok hari ?

Tomorrow never knows
It's happy line
Esok tak 'kan pernah diketahui
Ini kalimat bahagia

Yui-Source : Here

Sebenarnya saya kenal lagu ini sudah agak lama. Dulu, karena belum akrab dengan internet, saya hanya menyukai musiknya saja. Tapi, setelah saya mencari liriknya di internet, saya jadi makin menyukainya. Oh, saya juga baru tahu bahwa Yui juga menyanyikan beberapa soundtrack anime yang saya suka, mungkin saya akan jadi penggemar Yui, nih. Lagunya bagus-bagus karena liriknya selalu mempunyai arti yang dalam tentang hidup dan berjuang.

Kalau lagu It's Happy Line diatas menjadi soundtrack dari sebuah film drama jepang yang dibintangi Yui sendiri. Kalau tak salah ceritanya tentang seorang cewek yang punya penyakit sangat langka, yaitu tak bisa terkena sinar matahari. Kalau terkena, fatal akibatnya untuknya. Oleh karena itu, sepanjang hari dia hanya mengurung diri di rumah dan baru dapat keluar saat malam. Terakhirnya dia meningga dunia. Saya juga belum pernah nonton filmnya sih. Kemarin ada yang punya, cuma saya ya agak malas kalau disuruh nonton live action gitu. Hehehe..

Lagu diatas menceritakan tentang harapan dan optimisme menyambut hari esok. Walau masa lalu serta hari-hari berjalan begitu menyakitkan dan ' unsatisfying ', jangan menyerah dan diam di tempat. Majulah, karena tak ada yang tahu bagaimana hari esok. Keren, ya ?

Dan, romaji serta terjemahan bahasa inggrisnya saya ambil dari sini. Adapun arti dalam bahasa indonesianya kredit dari saya sendiri.

Semangat !!!

Kamis, November 14, 2013

If

Andai dengan berlari aku bisa melepaskan diri dari kesakitan dunia. Andai dengan berteriak kepedihan yang fana dapat memudar. Andai dengan menutup mata segalanya bisa kembali seperti sedia kala. Andai dengan mengacuhkan daya ingatku bisa melupa. Andai dengan melangkah maka belenggu tak kasat mata terbuka dengan sendirinya.

Liar !

Ternyata kau tak cukup baik untuk mengorbankan sesuatu demiku. Ternyata reaksimu tak semanis sugesti katamu. Kau bohong. Kau tinggalkan semua jeritku berdarah di belakangmu.

Tetap saja akulah yang terbodoh. Lemah dengan kebaikan, tutur indah yang memujaku ke angkasa. Sebetulnya aku tahu bahwa tak ada yang boleh ku percayai, paham sekali bahwa rayumu hanya gurau murahan. Kasihan melihatku sendirian ? Penasaran dengan keberadaanku yang memucat diantara lainnya ? Aku mengerti itu semua dari matamu yang mengejekku.

Aau mungkin alasannya bukan karena aku perempuan, melainkan karena kelemahanku yang tak dapat menangani perbuatan dan ucapan yang manis ?

Source : Here

Rabu, November 13, 2013

Scene..

Ini perpisahan, aku sudah tahu sejak lama bahwa hari ini akan tiba. Dia sudah terlalu lama bersamaku, sesuatu yang tak pernah dapat dilakukan oleh orang lain sebelumnya. Aku maklum dengan semua yang sudah terjadi. Jadi, aku tak dapat terus-terusan bergantung padanya. Karena itulah, aku tak boleh lagi memberatkan langkahnya.

Kesadaran ini menyusup ke pemahamanku. Kenapa aku baru mengerti ?

Aku berdiri dari lantai ubin dingin itu. Ku kibas-kibaskan debu di celanaku dengan kedua tangan. Lalu ku hadapi dia. Aku harus menyelesaikan ini. Darin masih menunduk, sepertinya benar-benar merasa bersalah. Aneh sekali, kenapa aku justru ingin tertawa melihat pemandangan ini ? 

" Darin..," Panggilku sambil menjawil lengannya. Dia masih tak bergeming dalam posisinya. Ah, kau menjadikan ini sulit, sayang.
Aku berjongkok di hadapannya lalu meletakkan kedua tanganku di sisi-sisi wajahnya, Ku angkat wajah itu, dan matanya langsung berbenturan denganku. Hatiku bergetar seketika, namun semuanya masih terasa baik-baik saja. Setidaknya, amarahku tidak mengambil alih kali ini. Malahan, aku tak tahu kemana emosi itu bersembunyi.

" Kau tahu ? Aku selalu mencari cahaya itu. Kekuatan dari orang lain yang dapat membebaskanku dari beban itu. Saat pertama kali bertemu denganmu, aku sudah punya firasat " Oh, sepertinya inilah orangnya ". Sejak saat itu aku selalu menggantungkan diri padamu. Padahal itu keistimewaan yang tak seharusnya diperoleh seseorang sepertiku. Jadi, tidak ada masalah. Aku sadar posisiku dan posisimu. Jangan menampakkan wajah seperti itu. Aku tidak dendam atau marah padamu, lho. Kau boleh pergi kemanapun kau ingin, bersama dengan siapapun kau suka. Aku merelakannya. Terima kasih atas semua kenangan indah yang sudah kau berikan padaku. Aku sangat menghargainya. Tak akan ku lupakan."

Keheningan yang menusuk seakan berdering diantara kami menyusul pidato perpisahan dariku.Apa ku bilang ? Aku pandai mendramatisir keadaan. Aku mampu menyelesaikan semuanya dengan cara yang keren. Ah, aku ingin tertawa lagi. Bodoh.

I Desperately Want To Live !

Source : Pinterest

Ketika kematian terlihat tak begitu buruk. Gagak hitam bertengger di sepanjang jalan kelam yang ku lewati. Seakan memanggil nyawaku tuk kembali ke tempat segalanya bermuara. Hamparan kerikil hilang di bawah kakiku, dan aku terjatuh ke dalam dimensi hampa. Terjun bebas, ku lipat kedua tanganku ke dada, ku pejamkan mata. Dan hal-hal sepele yang semula begitu mengganggu, melintas pelan menjawil kesadaran. Aku sungguh muak dan takut dengan perjalananku. Di atas sana mentari masih bersinar tak peduli. Aku terus meluncur dengan cepat. Tujuan yang pasti, dasar jurang yang begitu jauh di bawah. Lagu perpisahan mendengung di tangkup pendengaranku, wajah-wajah bahagia mencekikku dengan suara tawa.

Aku ingin hidup.

Ku rentangkan tangan untuk menggapai kekuatan tersembunyi dalam hatiku. Ternyata aku tak begitu peduli tentang bagaimana takdirku mengalir. Hal-hal yang menyakitkan, saat-saat yang berat, dan amarah seperti besi panas yang memampatkan rongga pernafasanku. Aku masih tak begitu memahami, namun ku buka kelopak mata dan terangnya kenyataan seketika menghantam kematian jiwaku. Gagak itu bergegas pergi seolah dipecut seseorang. Dan kedua tungkaiku masih berdiri di tempat sebelumnya. Diantara pekikan kendaraan dan lalu lalang orang yang melintas di haribaanku. Inilah hidup, seberapapun aku coba mengerti, pada akhirnya aku hanya dapat termangu dengan bayangan keputusasaan mengelilingi diriku. Namun aku tetap ingin hidup.

Aku mati-matian ingin hidup.

Source : Pinterest

 # Current Mood : Plain
    Current Song : Hataraku Maou Sama's Soundtrack

Selasa, November 12, 2013

Today..

Akhirnya ketemu juga sama dosen waliku. Ada beberapa perubahan dalan struktur kalimat judulku. Apalah, yang penting tandatangan beliau sudah tercetak di form pengajuan judulku. 

Hari ini rasanya sangat beraaat sekali. Sebenarnya sudah beberapa hari, perkara judul itu sih. tapi hari ini tuh paling parah. Aku meletakkan semua harapan dan obsesiku di hari ini, sampai rasanya mau gila saking berharapnya supaya ketemu dosen waliku. Lihat kan ? Masalah seperti ini saja yang masih tergolong " normal " buat orang lain, sanggup untuk membuatku hampir gila. Beneran. Hampir gila.

Bisa membayangkan rasanya ada besi panas yang ditusukkan ke dalam otakmu dan di saat bersamaan hatimu diremas sekuat-kuatnya oleh tangan bertenaga besar tak tampak ? Seperti itulah yang aku rasakan tadi siang. Beberapa anggota lembagaku menjadi saksi betapa terlihat kacaunya aku hari ini. Begitu ada teman yang bilang " Eh, dosen walimu tadi masuk ke ruang ujian lho. Tungguin aja sini, bentar lagi juga ke luar,", Langsung beban 1000 kuintalku terangkat lebih dari separuh. Kepalaku mendingin, hatiku teredam, dan syarafku selamat kali ini. Begitu sudah ditandatangani, seluruh tubuhku rasanya ringan, seperti tidak pernah terjadi apapun. Dan lima menit kemudian ? Aku sudah duduk di atas sepeda motor untuk pulang sambil memikirkan cerita novel baru dan juga rancangan penelitianku. Bener-bener gila deh.




Cells

Menunggu dosen wali ( lagi ). Entah dimana rimbanya beliau. Hal kecil seperti ini saja sudah cukup membuat moodku terjun bebas ga karuan. Akibatnya, jadi males mau ngerjain apapun apalagi yang berhubungan dengan ini. Dari dulu aku benci berurusan yang melibatkan dengan orang lain. Beri aku 100 soal akuntansi yang sulit, beri aku setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan dua malam tanpa tidur. Asal jangan suruh aku mengejar-ngejar orang lain atas suatu persoalan. Jangan. Aku nggak bisa. Aku nggak punya cukup kesabaran dan energi untuk menyelesaikannya.


# Anaknya bilang Ayahnya akan ke kampus hari ini. Setiap sel tubuhku berdoa....

Senin, November 11, 2013

Help Me !!

Source : Here

Sudah positif mengidap Bipolar Disorder, gangguan kejiwaan yang ditandai dengan fluktuasi mood dan naik turunnya emosi secara ekstrim dan tidak wajar.

Berarti aku gila dong ? Au' ah. Mungkin memang seperti itulah diriku terlihat dari luar.

Bipolar Disorder. Itu menjelaskan banyak hal padaku. Semuanya tentangku yang dulu ku anggap normal, ternyata itu tidak normal.

Moodku yang sering berubah dalam hitungan menit bahkan detik. Perasaan depresi, ingin bunuh diri, pesimis yang berlebihan. Ku pikir dulu aku hanya orang yang moody, tapi apakah mood seseorang memang bisa berubah sebegitu seringnya ? Dan kalau mood sudah jatuh, rasanya sulit sekali untuk bangun dan beraktivitas.

Itu juga menjelaskan tentang diriku yang sering sangat optimis, terlalu percaya diri, kadang bertindak keterlaluan tanpa memikirkan konsekuensinya. Sebelumnya aku selalu menganggap bahwa diriku yang normal adalah saat aku punya banyak ide di kepalaku, saat aku duduk diam mengerjakan sesuatu dan pikiranku melompat ke lima hal berbeda. Ternyata itu bukan tanda kenormalan, melainkan sebaliknya. Ku pikir aku hanyalah orang yang terlalu spontan. Tapi, bagaimana bisa sedangkan aku juga adalah seorang perfeksionis yang sangat terencana ?

Inilah jawabannya. Sesuatu tentang kepribadianku yang sangat membuatku penasaran selama ini. Betapa aku orang yang sangat pesimis namun juga orang yang sangat optimis, betapa diriku orang yang terlalu riang namun juga terlalu penyendiri. Ternyata seperti itulah Bipolar. Dua kutub kepribadian yang saling bertolak belakang.

Perfeksionis + Melankolis + Bipolar : Pemicu sempurna untuk mengambil jalan pintas menuju alam lain. Allah, tolong kuatkan aku. Aku tidak berdaya dibawah naik turunnya mood dan emosiku, aku takut pada diriku sendiri. Sejak dulu, sebenarnya. Bagaimana aku berjuang melawan hati dan otakku. Bagaimana aku ingin menyakiti diriku sendiri untuk membuat dua organ terpentingku itu diam sejenak dan menuruti kemauanku.

Allah, jaga aku. Selalu. Hanya Engkau yang ku percaya. Bantu aku menyembuhkan diriku sendiri, tolong aku. Kuatkan aku menjalani setiap detik dari hitungan waktuMu. Tolong aku. !!

Source : Here

Sabtu, November 09, 2013

New Comer ( II )

Lagi baca buku baru yang dibeli semalam nih. Judulnya Ballad : A Gathering Of Faery, karyanya Maggie Stiefvater sensei. Nggak tahu juga yang mana orangnya. Kayaknya seru deh. Ini sampulnya :

Source : Google Images


Dan ini ringkasan cerita di belakang buku :

James Morgan dianugerahi kemampuan bermain musik yang luar biasa. Itulah yang menarik perhatian Nuala, sesosok peri pencuri jiwa yang membangun lalu memakan energi kreatif manusia sampai mereka mati. James punya cukup banyak alasan untuk takut kepada peri. Namun, ketika dia dan Nuala berkolaborasi dalam sebuah komposisi musik yang sangat indah, James mulai menaruh hati pada Nuala. Ketika Hallowen hampir tiba, James harus bertempur melawan Ratu Peri yang jahat untuk menyelamatkan hidup Nuala dan jiwanya sendiri.

Gimana ? Kedengaran menjanjikan ? Aku sudah baca sampai halaman 50-an dan kesanku sejauh ini : Masih ringan. Latar tempatnya di sebuah sekolah musik. Bandingkan dengan Abandon yang baru lima lembar membacanya saja, saya sudah agak kebingungan dengan alur cerita yang maju-mundur. Kalau dari sampulnya, mungkin ini memang ditujukan untuk remaja SMA. Kalau seperti itu memang cocok lah  kadar ceritanya.

Aku nahan-nahan nih bacanya. Soalnya tujuan utamaku beli buku ini semalam adalah nemenin aku ke acara Dies Natalis LPM. Acaranya mulai ntar sore sampai besok siang. Tempatnya di pantai. Kalau ada acara-acara seperti ini, wajib hukumnya buatku bawa laptop buat nemenin. Tahu kan kalau aku agak canggung kalau disuruh terus menerus kumpul-kumpul ma orang lain ? Tapi, kali ini si Lappy akan ku tinggal di rumah saja. Habis kasian dengan harddisknya yang udah mulai keluar suara-suara aneh, mungkin karena faktor usia dan perlakuanku yang kelewatan. 

Jadi, semalam aku nekat ke toko buku meski diguyur hujan. Sebelum laptop, teman setiaku kan memang buku. Namun, baru kali ini juga beli dua dalam jangka waktu kurang dari dua minggu. Padahal, dompetku menjerit-jerit lho. Ha..ha..ha. Tapi nggak apa lah. Biar nggak mati gaya di pantai ntar.

Source : Pinterest

Semalam, aku agak dilema antara dua buku. Satunya buku ini, dan satunya lagi buku tentang sihir-sihir gitu deh. Setelah setengah jam menimbang-nimbang kayak orang milih tomat, pilihanku jatuh kepada buku ini. Alasan yang pertama adalah karena lebih tebal, alasan kedua karena lebih murah 3000 perak, dan alasan terakhir adalah karena buku ini tinggal stok satu-satunya dan buku pilihan lain itu masih ada lima. Yah, ditunda dulu lah sampai pembelian berikutnya ( Insyaallah minggu depan, nunggu uang jajan mingguan cair dulu ). :D

Setelah dibuka, ternyata mungkin ketebalan sebenarnya buku ini juga nggak beda dengan yang satunya tadi. Buku ini lebih tebal karena tulisannya yang lebih besar dan jarak antar baris juga lebih longgar. Kalau disuruh memilih, aku lebih suka buku yang seperti ini, nggak terlalu dempet-dempet kayak Abandon kemarin itu. Soalnya, novel terjemahan, apalagi yang fiksi fantasi dan urban romance biasanya kan cerita dan bahasanya rumit. Jadi, kalau tulisannya juga terlalu dekat, bikin otak cepat lelah ( menurutku sih ).

Niatnya buku ini ku baca di pantai ntar. Tapi, dasar aku yang nggak bisa nahan penasaran, akhirnya baca juga. Semalam ku batasi diri sampai 20 halaman saja. Eh, pagi tadi aku nggak bisa nahan godaan dan malah baca sampai halaman 50. Masih ada 399 halaman lagi. Sekarang bukunya ku masukin ke tas, supaya nggak manggil-manggil. He..he..he..

Ngomong-ngomong, ini terbitan dari Ufuk Publishing House. Baru kali ini juga tahu nama penerbit ini. Mungkin baru ? Atau memang akunya yang kurang gaul di dunia perbukuan, ya ? nggak heran deh kalao itu. :D

Source : Pinterest

# Bawa Apa Nanti Ya ????