Sabtu, Desember 28, 2013

Influenza


Hari ini aku sakit influenza hari pertama. Kepala pusing nggak karu-karuan, telinga dan tenggorokan sakit, dada sesak karena saluran nafas tersumbat, dan sekujur badan ngilu-ngilu. Cuaca di Palu akhir-akhir ini emang bikin banyak penyakit. Panas tapi lembab, berangin dan menusuk tulang meski di tengah hari. Mungkin ini emang sindrom penyakit musim hujan, ya ?

Influenza. Aku pernah baca di suatu buku yang membahas tentang bencana-bencana manusia paling mengerikan. Di zaman dulu, saat belum ditemukan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit ini, orang-orang merendam kaki mereka di dalam bak berisi cairan [ semacam ] minyak kayu putih yang hangat beruap dan melumuri tubuh mereka dengan lemak untuk menjaga agar tetap hangat. Tapi, meski begitu tetap saja influenza merupakan salah satu penyakit paling mematikan zaman dahulu. Kalau tak salah, pernah ada satu kota yang penduduknya meninggal semua gara-gara penyakit ini. Flu kan memang mudah sekali menyebar dan berjangkit, ya..

Aku bukan tipe orang yang suka mengeluhkan penyakit pada orang lain termasuk keluargaku. Jadi, aku hanya meminta adikku mencarikan jahe ke warung-warung penjual sayur terdekat [ yang, ngomong-ngomong, tidak dapat ] dan membelikan tisu gulung [ a.k.a tisu toilet ] di mini market. Jangan ketawa atau jijik soal tisu toilet itu, ya. Ada orang yang hanya mau membeli tisu-tisu mahal yang wangi untuk menyeka [ maaf ] ingus saat flu. Katanya aneh banget masak tisu buat toilet dipakein buat muka ? Prinsipku sih lain. Orang cuma buat flu aja kok pake acara beli tisu yang mahal padahal toh fungsinya sama dan kita tetap tak dapat mencium wanginya. Lagian banyak warung makan yang menggunakan tisu toilet di atas mejanya. Nah, lho. Lebih parah, kan ? Tisu mahal emang kemasannya lebih keren dan gaul sih, gambar kartun-kartun lucu gitu. Jadi pantas aja dibawa jalan dan dikeluarkan di manapun. Kalo tisu toilet jelas cuma gulungan bunder aja gitu. Yang bagusan dikit itu tisu toilet yang ada gambar-gambarnya. Tapi tetep aja sama, nggak ada bungkusnya. Kelemahannya tisu toilet sih, dia memang lebih kasar daripada tisu yang wangi. Jadi, kalo nggak hati-hati bisa melukai wajah. Contohnya ya aku sekarang ini. Di bawah hidungku berasa sakit dan agak lecet setelah seharian dilap dengan keras pake tisu toilet. Ngomong-ngomong, segulung tisu toilet yang dibelikan tadi pagi, malam ini udah habis lho. Untung orang di rumah masih punya sisa-sisa tisu wangi. :D

Source : Pinterest


I Am Not A Copaser

Just a random bubbling in sleepless night.

Source : Pinterest

Ada beberapa teman dan orang yang sudah mengenal saya sejak lama, paling tidak dari SMP dan SMA, tidak mempercayai bahwa tulisan-tulisan yang saya posting di facebook adalah hasil karya saya sendiri.

" Alah, aku tahu. Pasti copas kan ?,"

Peww.. Emang saya segitu nggak ada tampang sebagai [ calon ] penulis kah ?

Tapi, teman-teman kuliah saya percaya-percaya aja lho.
Entah mungkin karena aura melankolis saya baru terasa pas kuliah. Aura galau gitu, aura jenius juga kali [ ngarep ??? ], jadi saya ditasbihkan sebagai penulis oleh teman-teman kampus meski saya belum menelurkan satu karya pun yang layak [ dalam arti diterbitkan oleh penerbit ]
Yaahh..Mereka tahu tulisan saya dari status-status dan catatan-catatan saya di jejaring sosial. 

Dari SMA saya sudah suka menulis meski tulisannya nggak ada tujuan. Mau jadi cerpen, lagu, atau novel, nggak pernah kepikiran. Saya suka aja menggoreskan tinta di kertas putih. Bawaan saya kemana-mana tuh pulpen dan [ minimal ] secarik kertas. 
Soalnya kan saya dulu masih labil dan polos, sampai nggak tahu kalau ada sebuah profesi yang namanya penulis. Tulisan saya dulu pun masih berupa menggubah sedikit-sedikit dari puisi atau lagu karya orang lain supaya lebih mengena di hati dan keadaan yang sedang saya hadapi. Zaman saya sekolah wajib dulu kan belum ada yang namanya jejaring sosial, jadi biar nulis sebanyak apa juga paling cuma satu dua orang terdekat yang tahu, itupun kalau dikasih tahu. :D

Sekarang sih, saya ingin terus menulis saja. Kalau bisa punya novel yang diterbitkan dan dibaca orang banyak. Itu salah satu resolusi saya di tahun 2014 lho. Supaya teman-teman saya dari masa lalu nggak nuduh saya sebagai copaser lagi. Nyebelin lho dibilang kayak gitu ?? Udah capek-capek mikir dan ngetiknya, eh di bawahnya cuma di-comment : " Copas, ya ?," -_-"

Uh, ya. Saya sedikit-sedikit merasakan tak enaknya di-copas. [ Alah, sok banget saya belum jadi apa-apa juga udah ngaku-ngaku ada yang nge-copas tulisannya ]. Tapi ini beneran loh. Nggak usah jauh-jauh deh, kadang adek saya repost status saya di dinding fb-nya tanpa melalui fitur ' share ' dari dinding saya. Dan karena adik saya itu orangnya lebih sosialis dibanding saya, jadinya banyak yang nge-like & nge-comment. Begitu saya tahu dan saya teriakin, eh dianya cuma ketawa-ketawa aneh. Nggak apa sih, orang adek sendiri. Tulisan saya juga masih sangat jauh dari kata layak. Tapi tetep aja nggak enak gitu apalagi kalo yang plagiat itu nantinya adalah orang-orang yang tak dikenal. Kejadian lain yang pernah saya alami dan bikin saya nggak mood seharian terjadi di lembaga jurnalistik kampus yang saya ikuti. Yah, bukannya saya sombong sih. Mungkin karena saya termasuk senior disitu, jadi tulisan berita saya agak lebih baik dibanding anggota-anggota lain. Akhirnya karena kepribadian perfeksionis akut saya, kadang berita-berita yang ditulis crew lain [ yang saya anggap kurang bagus & malu-maluin nama lembaga ] saya edit sedemikian rupa hingga hampir 80 %. Tentu saja nama editor tak dicantumkan di bagian kredit berita, meski hampir dapat dikatakan bahwa saya yang menyusun berita seluruhnya, tetap saja nama mereka yang diletakkan disana. Rasanya agak nggak rela gitu kadang-kadang. He..He..He.. Nah, suatu ketika saya diberi tugas oleh Pimpinan Redaksi untuk menyusun berita tentang penerbitan terbaru kami untuk dimasukkan ke dalam situs web fakultas. Setelah saya berjuang hampir tiga jam, jadilah 1,5 halaman berita dan langsung saya serahkan ke Pemred itu. Esoknya, [ kebetulan kami lagi ngumpul-ngumpul online berjama'ah dengan crew-crew lembaga lain ], ada seorang anggota yang menanyakan tentang berita untuk web itu. Pemred lembaga saya menjawab sudah selesai. Saat ditanya siapa yang membuat, dengan bangganya Pemred bilang " SAYA " [ Bahkan hingga dua kali, karena sang penanya bertanya lagi sebab dia kurang mendengar jawaban dari pertanyaan pertama ]. Dan saya ada disitu, duduk manis menunggu IDM saya selesai men-download.

Gitu, deh. Saking jengkelnya saya langsung berbenah dan pulang dengan terlebih dulu menjuteki Pemred itu. Mau protes ? Nggak lah. Kelihatannya konyol banget, cuma berita kecil gitu aja kok pake mau berdebat.  Yang lain juga nggak begitu peduli siapa penyusun beritanya [ Biasalah, jiwa anak kuliahan yang rata-rata copaser ]. Tapi, abis itu saya janji sama diri sendiri nggak akan segitu gampangnya membantu siapapun dengan tulisan saya lagi. Hanya pada kasus-kasus khusus dimana hal itu menurut saya akan berpengaruh besar pada satu aspek yang saya libatkan dalam hidup saya.

Soalnya saya mulai mengerti dan mengalami sulitnya proses menulis itu [ Aciyaa...Bahasaku... ]. Menulis adalah sebuah kerja kreatif, dan kerja kreatif selalu memerlukan lebih dari sekedar bakat untuk menghasilkan sesuatu yang bagus. Jadi, saya mulai menghargai pengarang-pengarang dan penulis-penulis dalam bidang apapun. Setidaknya saya mulai dari hal kecil. Kalau ada tulisan dari orang lain yang saya kutip mentah-mentah meski hanya sebaris dua baris atau bahkan hanya judulnya sekalipun, saya akan mencantumkan darimana saya mendapatkan tulisan itu. Lagian, nggak bangga banget gitu kan kalo ada yang muji tulisan kita habis-habisan padahal tulisan itu cuma hasil copas ? Huu..Nggak banget deh. Mudah-mudahan saya bisa secepatnya menembus dapur penerbit mayor dengan novel atau cerpen yang bagus. Eh, itu resolusi kedua tahun depan lho. 

Sekedar tahu saja, saya punya banyak resolusi ambisius untuk tahun depan. Dan, seumur-umur baru tahun ini saya bikin resolusi untuk tahun baru. :D

Jumat, Desember 27, 2013

Alter Ego [ II ]

Singkirkan dulu lapisan-lapisan ego dan harga diri konyolmu itu.
Berhentilah berpura-pura bahagia, perhatikan dulu semua ucapanku ini
Apakah kamu merasa menyesal ? Adakah sesuatu yang membuatmu ingin kembali ke masa itu dan memperbaikinya lagi ?
Tergantung jawabanmu apa.
Setelah itu kita lihat apa yang dapat kita lakukan untuk memperbaikinya, membuat segalanya lebih bisa kamu terima.
Ingat ini, apapun yang terjadi di masa lalu, tak ada sedikitpun yang dapat dirubah di hari ini, ataupun di hari-hari setelahnya.
Tapi setidaknya, dengan mengetahui secara pasti perasaanmu yang sebenarnya, maka kita bisa menyusun pondasi-pondasi baru untuk menopang dirimu dan masa depan yang akan kamu lewati.
Tak apa, sekarang kita kembali ke titik nol. Mengulang segalanya, jangan pikirkan tentang waktu-waktu yang telah terlewatkan, orang-orang yang terabaikan karena obsesi sepihak dari masa kanak-kanakmu.
Percayalah, masih ada yang dapat dilakukan. Selama kamu masih ingin melanjutkan hidup, selama jiwamu masih terikat di ragamu, akan selalu ada hal yang patut diperjuangkan.
Oh iya, tak apa menangis. Bahkan, menangislah sekarang, yang lama. Keluarkan airmata sebanyak-banyaknya. Hanya saja, pastikan satu hal. Seberapapun sedih atau jatuhnya dirimu, jangan pernah menyerah untuk hidup dan mempercayai esok hari.

Source : Pinterest

# Don't Regret, Don't Look Back...

Rabu, Desember 25, 2013

A Happy Night

Makan malam berupa seporsi bakso urat yang sangat lezat di warung langganan.

Setelah itu ke toko buku di mall untuk melihat-lihat koleksi, dan ternyata ada jejeran buku obralan berharga 10k/buku. Memang sih, rata-rata novel-novel terjemahan yang udah jadul banget. Ada yang kertasnya udah kuning. Ada yang tulisannya gila kecil amat terus mepet banget pula, kayak pake mesin ketik. Terus genrenya kalo nggak horror, ya thriller. Tapi, akhirnya aku meemukan beberapa chicklit dengan harga obralan yang sama. Hmm, penampakannya sih kayak barang second hand. Ha..Ha..Ha. Nggak masalah kok. Asal itu buku terjemahan dengan genre-genre favoritku, apa aja boleh. Lagian harganya miring gila.. 10k/buku ? Di tempat lain mungkin biasa, tapi di kota ini hal itu adalah luar biasa.

Nyamanlah dengan dirimu sendiri, maka dunia juga akan nyaman denganmu.

Ho..Ho..Ho. Sejak dulu, aku kurang suka jalan-jalan ke mall. Kalau maen ke mall di kota manapun, tujuanku cuma satu : Toko Bukunya. Kalo lagi mood, maka tujuan kedua adalah Game Center-nya. Lagian dari penilaian sepintasku di waktu-waktuku jalan ke mall [ yang jarang terjadi ], pengunjung-pengunjung [ terutama sejoli ], cuma mau mejeng doang. Kan nggak enak tuh kalo datengnya sendirian ? Padahal aku tipe orang yang lebih suka pergi kemana-mana sendirian. Plus aku paling males kalo keluar rumah nggak ada tujuan yang pasti di kepala.

Di toko buku, mondar-mandir nggak jelas sambil baca-baca dan ngeliatin buku satu per satu sendirian berjam-jam sih oke aja [ asal nggak nekat ngebuka sampul plastik bukunya ]. Hmm.. Aku suka banget aroma khas tumpukan buku-buku baru. Nggak tergantikan deh. Mungkin karena sejak kecil udah terbiasa sama buku, maka aroma itu kayak udah tertanam kuat di otakku. Aroma yang langsung bikin tubuhku rileks dan rasa nyaman datang, sama kayak sensasinya aroma bakso panas [ buatku ]. Hi..Hi..Hi.

Intinya, malam ini aku sedang bahagia. Bukan rasa bahagia semu dari sensasi Manic, tapi bahagia yang normal dan timbul dari rasa senang. 

Source : Pinteret

# My Long Journey To That Future...

Selasa, Desember 24, 2013

Blindly Light

Fase depresi memang mengerikan. Baru fajar tadi aku mengalaminya. Ibu membangunkanku untuk sholat shubuh dengan sedikit membentak karena memang sholat shubuh berjamaah di masjid sudah usai. Aku bangun seketika dengan perasaan dan kebutuhan yang kuat untuk menyakitinya. Tentu saja itu tak mungkin, mau dikutuk jadi batu apa ? Tiba-tiba, perasaan itu berubah menjadi keinginan yang kuat untuk menyakiti diri sendiri. Well, gimana sih rasanya melukai dirimu sendiri ? Apakah itu akan membuatku merasa terbebaskan ? Seberapa banyak yang diperlukan untuk mencapainya ? Rasa terbebaskan itu ?

Selama sholat sampai pulang lagi, pikiranku masih begitu gelap. Ku pikir, tidur lagi adalah satu-satunya jalan keluar. Aku kembali berbaring di tempat tidur dan menarik selimut, menutup mata sambil berdoa dengan putus asa " Tuhan, tolong biarkan aku tidur. Jangan biarkan aku mengacaukan apapun. Lelapkan aku, dengan begitu aku pasti baik-baik saja saat terbangun nanti,". Dan yah, aku membuka mata saat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi lewat sedikit. Perasaan itu sudah hilang.

Saat ini aku sedang duduk sendirian di ruangan sekretariat lembagaku di kampus. Saat ini sedang minggu tenang sebelum UAS. Jadi, bisa dibayangkan betapa lengang dan sepinya kampus. Tadi ada ketua lembagaku yang menemaniku karena dia juga kebetulan sedang ada rapat dengan BEM. Tapi dia sudah pulang 2 jam lalu.

Dan aku sedang mengalami fase Manic saat ini.

Manic juga sama mengerikannya. Saat ini tubuhku sedang dilanda rasa panas oleh ide-ide dan pikiran gila yang berloncatan silih berganti. Makanya aku menulis ini, supaya aku bisa memikirkan kata-kata sulit dan dengan begitu aku dapat mencegah diriku melakukan perbuatan gila seperti membenturkan kepala di dinding. Rasanya begitu penuh energi, motivasi, optimisme, dan semangat yang menuntut untuk dikeluarkan. Bagaimana bisa, sedangkan hal yang ku inginkan hanyalah duduk menonton animanga di youtube ? Karena itu, selain menulis disini, dari tadi aku memenuhi dinding facebook dan timeline twitterku dengan ocehan-ocehan yang mungkin terlalu bersemangat. Itu tidak mengurangi sensasi Manic, tapi cukup membuat otakku sibuk. Mengabaikan perasaan dan keinginan untuk meloncat, terbang, dan menari habis-habisan yang mulai merasuki anggota-anggota gerakku. Juga berusaha mengabaikan lagu riang yang membuat hatiku serasa mau pecah oleh antusiasme.

Bagaimanapun, aku tetap lebih menyukai Manic daripada depresi. Aku bisa menulis dan bercita-cita sangat muluk dan tumpang tindih. Itu lebih baik daripada hanya terbaring putus asa di tempat tidur, dilingkupi perasaan depresi dan tak berguna, melawan keinginan menyakiti diri sendiri.

Kemarin pagi aku sedang merasa plain, datar. Menjelang sore, entah mengapa tiba-tiba depresi mengurungku lagi hingga malam hari. Susah sekali rasanya mau bangkit dari tempat tidur. Untuk mengatasinya, sehabis shalat isya aku pergi ke toko buku dan menghabiskan waktu hampir satu jam membaca-baca blurbs novel-novel terjemahan dan akhirnya membeli satu buku. Setelah itu, aku masuk ke dalam Manic. Aku melipat baju dan mengatur lemari sambil mendengarkan musik di handphone dengan headset. Setelah selesai, aku browsing tentang seluk beluk menjadi penerjemah buku. Ide tentang menjadi translator itu begitu merasukiku hingga aku tak bisa tenang dan duduk diam. Aku baru bisa tidur pukul tiga dini hari. Makanya sholat shubuhku terlambat.

Dan sekarang Manic lagi. Selama ini aku lebih sering mengalami depresi ketimbang Manic. Masih saja pikiran tentang menjadi penerjemah buku menggangguku. Aku main ke blognya para penerjemah dan editor buku dan mendapati diriku begitu antusias terhadap profesi itu. Di dalam otakku sudah ada rencana ingin melanjutkan kursus bahasa inggrisku yang sudah selesai setahun lalu, bahkan aku ingin sekali melanjutkan ke jenjang pendidikan S2 jurusan sastra inggris. Ah, itu bukannya impian yang tak mungkin. Hanya saja itu masih begitu jauh. Lagipula itu bertentangan dengan cita-citaku yang biasa yaitu menjadi auditor publik. I guess, cita-cita utamaku, pekerjaan yang akan menjadi profesi pokokku adalah auditor publik. Pekerjaan sampinganku selain itu adalah aku ingin jadi penulis, desainer busana, produser film, fotografer, jurnalis, dosen, pianis, illustrator anime, pemandu wisata, programmer, wiraswastawan, dan sekarang ditambah lagi menjadi penerjemah.

Gila, kan ? Tak apa kan menulisnya disini ? Biar sedikit tercurahkan rasa meledak-ledak ini.

Ah ya, aku juga jadi tak habis pikir mengapa aku begitu depresi kemarin-kemarin hanya karena patah hati ??

Source : Pinterest

Scene ( IV )

PoV : ARISA

Maaf karena menunjukkan diriku yang seperti ini di hadapanmu. 

Aku tahu kau sangat terkejut. Meski tak ada sepatah katapun terlontar darimu tentang perbuatan bodohku ini, tapi aku bisa tahu dari matamu bahwa kau seperti tersentak. Dan parahnya, aku dapat melihat sedikit keraguan terpancar dari sisa-sisa senyuman yang terlukis di bibirmu. Akan lebih baik bila kau memakiku, sungguh. Setidaknya, itu bisa menghilangkan perasaan bersalahku walau sedikit. Ah, bercanda. Sebenarnya aku lebih senang jika kau langsung meninggalkanku begitu saja. Dalam hidupmu yang sempurna, semua yang ku lakukan ini tak pernah terbayangkan sedikitpun, kan ? Seharusnya kau tadi berbalik pulang saja, berpura-pura bahwa yang kau lihat hanyalah delusi karena kelelahan. Dengan begitu, kau bisa terus berdiam dalam kesempurnaanmu. Setelah itu, kau bisa melupakanku dengan alasan hilang dilibas waktu. Tapi, tidak. Meski dengan segala ketidakpercayaan, kau justru memilih menghampiriku dalam jalan satu arah itu, menarikku kembali dengan paksa, dan dengan begitu aku bisa tetap hidup dan sekarang malah berpura-pura tidur agar tak perlu bicara denganmu. Tak ada jalan kembali dari ini.

Aku juga tahu, kau mulai takut. Kau mulai berpikir bahwa kau tiba-tiba terjebak dalam sesuatu yang tak dapat kau tangani. Ah, kalau ada sesuatu yang ku kenal dengan pasti darimu itu adalah sifat baikmu pada perempuan. Bukan hanya baik, tapi sifat itu seperti sudah tertanam otomatis dalam dirimu. Menjadi satu dengan keberadaanmu. Tentu saja secara refleks kau akan memilih untuk menyelamatkanku alih-alih berpura-pura mengalami delusi.Mungkin saja sekarang kau sudah mulai menyesali tindakanmu tadi. 

Aku mengintip dari sela-sela bulu mataku. Kau sedang berdiri di depan jendela, menatap keluar sambil melipat kedua tangan di depan dada. Sekali-sekali kau berbalik ke arah kasur tempatku berbaring untuk kemudian menarik nafas frustasi. Iya, aku tahu kau frustasi. Karena kau menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan keras. Aku hafal itu. Karenanya sekarang aku memilih untuk tetap berakting tidur. Aku belum siap dan belum ingin mendengar ucapan apapun darimu.

Meskipun, akan berapa lama lagi kau berdiri di situ ? Mungkin ini sudah hampir dua jam, aku sudah ingin menggerakkan anggota-anggota gerak tubuhku yang mulai kesemutan. Tidakkah kau haus dan ingin membeli sesuatu di warung ? 

Source : Pinterest

# A Novel ( Plan ( anymore -_-')) by Me

Senin, Desember 23, 2013

Scene ( III )

" Tuh, kan ? Itu menyakitkan. Akui saja kalau itu menyakitkan," Kataku sambil menyenggol pelan lengan Arisa yang berdiri di sampingku. Tak ada jawaban, aku menoleh untuk melihat reaksinya. Jangan-jangan dia malah sudah pingsan lagi.

Ternyata tidak. Arisa tetap diam, bahkan seperti tak pernah terjadi apa-apa. Sedotan di mulutnya, dan matanya terpaku pada sesuatu yang sepertinya tertulis di ujung notebook ariel-nya. Ia tidak mengacuhkanku sama sekali. 

Astaga, ini orang. Cueknya keterlaluan.

" Ris, dengerin dong omonganku nih. Kamu kok cuek bebek gitu, sih. Ini menyangkut kehidupanmu lho. Menyangkut hubunganmu dengan Gavin. Apa nggak apa membiarkan dia deket gitu dengan cewek lain ? Di depan publik lagi. Ayo dong, Ris. Lakuin sesuatu. Kalo perlu kita samperin terus labrak dia, aku bakalan bantuin kamu, deh. Atau aku panggilan satpam aja dulu ? Buat jaga-jaga kalau dia balik ngamuk," Desakku.

" Nggak usahlah, Pris. Nyari ribut aja. Itu kan haknya Gavin mau deket sama siapa aja. Bukan berarti kita bakalan nikah pada akhirnya nanti, kan ?," Jawab Arisa. Bahkan dia tidak menatapku sama sekali.

Source : Pinterest

Sabtu, Desember 21, 2013

Alter Ego

Source : MangaFox Facebook

DASAR BODOOOOHHH !!!!!!!!!!!!!!

Apanya yang " Melanjutkan Hidup " ???

Bagian mana dari dirimu sekarang ini yang bisa dikatakan melanjutkan hidup ??


Kamu memang tidak melakukan apapun untuk mengakhiri jiwamu atau menyakiti dirimu sendiri.
Tapi, kamu tak lagi punya harapan, impian, atau motivasi sama sekali.
Kamu tidak lagi ingin memperjuangkan apapun
Kamu mengutuki nasibmu di setiap helaan nafas
Setiap kali membuka mata, kamu kecewa karena kamu sebenarnya sangat berharap untuk lenyap. 
Tak pernah ada dari semula.

Kamu hanyalah selongsong kosong tubuh dengan jiwa yang hampir seluruhnya mati.

Jadi, bagaimana bisa kamu dengan beraninya berjanji untuk melanjutkan hidup ???


Source : Pinterest

Jumat, Desember 20, 2013

At The Very Bottom Of Everything. A Film By Paul Augusta

" Apa yang kau temukan saat kau telah mencapai dasar segalanya ??

Jawabannya...Awal dari pendakian yg amat panjang..

Sialnya, kau harus jatuh dulu.

Jatuh dan terus jatuh..Sampai kau tak yakin lagi apakah ada dasar di bwah sana ?

Hingga akhirnya kau mnghantam dasar itu.

Dulu mereka menyebutnya Manic Depresi. Sekarang mereka menamainya Bipolar Disorder.

Apapun namanya tetaplah mengecilkan. 
Ia akan lenyap, kalau aku juga lenyap..!!

Bayangkanlah...Hidup tanpa senja atau fajar. Hidup dalam keterangan yang membutakan.
Dan kegelapan yang melemahkan, tak ada antara. 
Dimana kamu terus menerus diseret menaiki bukit & mengarungi lembah tanpa akhir.

Itu hidupku..Itu adalah penyakitku.
Aku akan bercerita bagaimna aku bisa sampai di dasar segalanya.
Bagaimana aku memutuskan untuk tinggal diam di dasar sana, dan tak lama kemudian mulai mendaki ke atas.

Dan sampai detik ini aku masih terus mendaki.
Ceritaku adalah caraku untuk mengurai benang-benang kusut dalam hidupku.
Dan mencari titik awal kejatuhanku... "


Kalimat diatas adalah petikan dari trailer film At The Very Bottom Of Everything. Ini termasuk film lama, tayang pada tahun 2009. 

Film ini merupakan semacam otobiografi dari sang sutradara, Paul Augusta. Paul merupakan pengidap Bipolar Disorder yang sempat dirawat di sanatorium. Film ini menceritakan kisahnya di tempat itu.

Saya baru menonton trailernya. Itu saja sudah membuat saya meneteskan airmata karena saking tersentuhnya terutama dengan narasi yang saya tuliskan di atas. Menurut beberapa resensi, film yang menggugah ini sangat membuka mata masyarakat banyak tentang apa dan bagaimana sebenarnya penyakit Bipolar Disorder itu. Tentang apa tepatnya yang dirasakan oleh ODB ( Orang Dengan Bipolar ). 

Sayangnya, saya tidak dapat menemukan link downloadnya dimana-mana. Mungkin karena ini memang tidak diedarkan di tanah air ? Memang pendanaan film ini berasal dari sebuah yayasan di Jerman sana. Jadi, meski sutradara dan pemain-pemainnya orang Indonesia, tetap saja pemutarannya dilakukan di negeri sana.

Ini link trailernya. Maaf saya tidak dapat menyertakan videonya. Karena laptop saya hang kalau dipakai mendownload, silakan lihat sendiri ke youtube.

" The Scariest thing is when you realize that no one can save you except yourself "

Source : Pinterest

Kamis, Desember 19, 2013

Back To That Darkness

Kumohon, diriku..
Jangan lagi jatuh ke jurang gelap itu
Jadilah kuat
Tak apa menangis, karena menangis merupakan salah satu bentuk kekuatan
Tapi, setelah itu tolonglah kembali seperti biasanya.

Source : Pinterest

Rabu, Desember 18, 2013

My Fiction Scene #1

“ Langitnya indah.” Katamu seraya menudingkan telunjuk ke angkasa.

Aku terbengong-bengong. Responmu itu memotong segala argumentasi hebatku tentang masalah akuntansi yang kau ajukan semalam. Itu reaksimu atas segala penjelasan ilmiah yang ku kuliahkan tanpa henti sedari tadi ?

Tentu saja pilihanku hanyalah mendongakkan wajah ke arah yang kau tunjuk. Memang indah. Tapi, apakah sepenting itu ? Lebih penting daripada teori-teori kesejahteraan ekonomi dari negeri antah berantah yang ku lahap berjam-jam tadi pagi demi bisa melenyapkan senyum kemenanganmu setiap kali aku kalah berdebat darimu ?

“ Oke.. Langitnya indah. Tapi, bagaimana pendapatmu tentang pandangan ekonomi kapitalisme ala Marx ? Bagaimana fleksibilitas sistem akuntansi untuk mendukung atau menolak teori itu ? Jawablah. Apa yang terjadi di langit saat ini tak penting.” Cecarku, mungkin agak terlalu bersemangat.

Kau tak menyanggah rentetan debatku.

“ Tentu saja penting,” balasmu tanpa memalingkan wajah. “ Ini bulan desember kan ? Jarang sekali di bulan-bulan penghujan seperti ini langit sangat bersih dan awan begitu terang,”. Sekarang kau menutup kedua matamu tanpa bicara lebih banyak.

Ada sesuatu tentang ekspresimu saat itu yang membuatku bungkam. Mungkin karena aku tak pernah melihatmu sedamai itu sebelumnya ? Atau karena pantulan teduh matahari yang membalikkan sinar di wajahmu ? Apa karena senyum kecil kebahagiaan yang tak kunjung lenyap dari bibirmu ?

Aku meletakkan gelas aqua yang dari tadi ku pegang ke samping tubuhku. Ku selonjorkan kedua tanganku ke belakang dan mendongak ke arah langit, mengikuti tingkahmu.

Angin laut berhembus perlahan. Aah, cerah sekali langitnya. Namun, anehnya tidak menyilaukan pandangan.
Apakah gumpalan awan itu yang disebut Altocumulus ? Atau Cumulus ? Cumulonimbus? Entahlah.

Dan disitulah kita. Duduk tenang tanpa sepatah kata pun selama setengah jam berikutnya.

Source : Pinterest

# It's Just A Fiction...Fiction..

Selasa, Desember 17, 2013

Still Not Ok..


I always carry on the dreams i had with you
In that farewell day, in the crowd of strangers, i ran after you with all my desperate
At the moving car, you never looked back. I guess my shout was not so loud enough to reach you

If i could return back to our past and told you that i love you

Would you laugh ?
Would that change our reality today ?


Source : Pinterest

Senin, Desember 16, 2013

Fairy Tale

Kalimat-kalimat fiksiku mengering
Dongengku sudah resmi mati, dengan cara yang menyakitkan.
Wajar jika untuk saat-saat ini aku tak ingin peduli terhadap dongeng orang lain.
Setidaknya sampai beberapa tahun ke depan.


Source : Pinterest

# Dan sepertinya postingan dengan label Rindu dan You akan hilang sama sekli dari blogku untuk waktu yang tak dapat dipastikan.

Minggu, Desember 15, 2013

Shout Out Loud !

Dalam manga, anime, dongeng, novel, atau film apapun..
Saat kamu sedang di ambang hidup dan mati, lalu memanggil sekuat-kuatnya nama seseorang yang kamu cintai dengan putus asa
Maka orang itu akan datang menarikmu kembali ke tempat terang.

I guess..
It's only happen in fiction.
And my reality is just already be too real now.
And there is no one will come to me..
Never..

Source : Pinterest

Sabtu, Desember 14, 2013

Then..

Dan air mata tidak bisa berhenti mengalir
Setiap sendi gerakku lunglai
Kekuatan dan kehampaan bergantian datang dan pergi dengan cepat dalam diriku

Apakah aku sudah lebih kuat ?
Apakah aku mampu ?
Jalan di depanku menggelap. Satu-satunya cahayaku memilih menerangi dunia orang lain.
Aku tidak bisa lagi melihat apapun.

Aku bahkan tak tahu apa yang harus ku lakukan.
Segala yang ku impikan dan ku perjuangkan selama ini terasa hilang arti.
Tak ada artinya.
Karena tujuanku telah hilang dalam gelap.

Hal pertama yang ku lakukan, meremove pertemanan dengannya di jejaring sosial.
Aku berpikir, begitu aku mampu pergi, hal yang berikutnya ku lakukan adalah membuang semua catatan tentangnya.
Yang tak mungkin adalah melupakan.
Apakah mungkin aku bisa melupakan ?

Aku tak bisa melihat esok, tanggal 14 desember.
Ada apa besok ? Bagaimana aku menjalani hari-hari ke depan ?

JIKA INI MIMPI, TOLONG BANGUNKAN AKU SEGERA.

Hello And Goodbye


All i wanna say is in this song.
I can't thinking even a single word anymore..


Source : Here


Fall Down

Baiklah.
Hari ini aku dapat kabar kalau dia sudah menikah akhir november kemarin.
Baiklah.
Ini waktunya.
Melepaskan semua.

Oh, sial.
Kenapa di saat-saat seperti ini sih ?
Baiklah.
Ternyata dia sudah memotong benang takdir.
Ternyata bukan dia.

Baiklah.
Baiklah.
Aku pikir firasat burukku yang dulu sempat ku rasakan dengan kuat itu benar.
Aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi.

Allah,
Kuatkan aku.

Jumat, Desember 13, 2013

Our Farewell Day

And your warming smile has save me million times
Even i think to did not say good bye till the very end
Because, that time.. I believed that if i follow what my heart says, 
You can look my desperate ekspression on my whole teary face.
So i decided to take all of this pain, it doesn't matter if it'll freeze my heart soon.
I knew that both of us can't take a properly story forever. So i returned you to your existence supposed to be. Let's make a promise and a good memory instead of sadness. If we can meet each other someday in someplace, let's tie our little finger, OK ??


( Dan senyuman hangatmu telah menyelamatkanku ribuan kali
Bahkan aku berpikir untuk tidak mengucapkan selamat tinggal sampai saat terakhir
Karena, waktu itu... Aku percaya bahwa jika aku mengikuti kata hatiku
Kau dapat melihat ekspresi putus asa di seluruh wajahku yang penuh airmata
Jadi, aku memutuskan untuk mengambil seluruh rasa sakit ini, tak masalah jika itu segera akan membekukan hatiku
Aku tahu bahwa kita berdua tak dapat mempunyai cerita selamanya yang layak. Jadi aku mengembalikanmu ke tempat keberadaanmu yang seharusnya
Ayo buat sebuah janji dan kenangan yang indah ketimbang kesedihan.
Jika suatu hari kita bisa saling bertemu lagi di suatu tempat, ayo satukan jari kelingking kita, ya ?? )


Source : Pinterest

# Dan kau tak akan pernah tahu seberapa besar aku merindukanmu..

Kamis, Desember 12, 2013

Broken By Secondhand Serenade

Source : Pinterest

Akhir-akhir ini aku lagi suka sama band asal California yang terbentuk pada tahun 2007, Secondhand Serenade. Sebenarmya sejak dulu sukanya, buktinya banyak banget lagu-lagu mereka di playlist handphoneku. Tapi, aku cuma kenal dan suka sama lagunya yang berjudul " Fall For You ". Aku suka lagu barat, tapi cuma yang pernah ku dengar dan suka aja. Kalau untuk nyoba-nyoba dengar lagu-lagu yang belum pernah didengar itu agak malas. 

Nah, sekitar dua minggu lalu aku kan iseng aja ingin ndengerin lagu-lagu di playlist yang belum pernah ku dengarkan. Sekalian pengen menghapus beberapa lagu yang udah ga sesuai seleraku, lagu-lagu yang ku masukkan cuma karena waktu itu lagunya lagi ngetrend. Nyoba ndengerin lagunya Secondhand Serenade, kalo nggak salah waktu itu yang judulnya " Take Me With You ". Eh, aku kaget, ternyata kok lagunya enak banget. Pas ku puter lagu-lagu band ini yang lain, ternyata aku suka semua. Akhirnya dari situlah aku mulai ngedownload lagu-lagu mereka yang lain. Ah, semua lagunya menyentuh hati. Aku kalo putar musik sukanya keras-keras, kurang nyaman kalo pake headset. Nah, pas itulah ada salah satu adik tingkatku di LPM yang menghampiriku dan bilang kalau dia juga suka banget sama Secondhand Serenade dan memperlihatkan koleksi lagu-lagunya di laptopnya. Dia juga merekomendasikan lagu-lagu Secondhand Serenade yang menurutnya paling enak. 

Lagu yang dibawah ini judulnya BROKEN ( Rusak ). Aku ambil liriknya dari sini. Terjemahannya kredit dariku sendiri, maaf ya kalo berantakan. Ini salah satu dari empat lagunya Secondhand Serenade yang paling sering ku putar.

In the moonlight
Your face it glows
Like a thousand diamonds
I suppose

Dalam cahaya bulan
Wajahmu bercahaya
Laksana seribu berlian,
Ku kira

And your hair flows like
The ocean breeze
Not a million fights
Could make me hate you

Dan rambutmu melambai seperti
Angin samudra yang sepoi-sepoi
Jutaan pertengkaran
Tak akan sanggup membuatku membencimu

You're invincible
Yeah, It's true
It's in your eyes
Where I find peace

Kau tak terkalahkan
Ya, benar
Di matamu
Dimana ku temukan kedamaian

Is it broken?
Can we work it out?
Let's light up the town, scream out loud !


Rusakkah itu ?
Bisakah kita memperbaikinya ?

Ayo terangi kota, berteriak sekeras-kerasnya !

Is it broken?
Can we work it out?
I can see in your eyes
You're ready to break
Don't look away.


Rusakkah itu ?
Bisakah kita memperbaikinya ?
Aku bisa melihat di matamu

Kau hampir retak
Jangan berpaling

So here we are now
In a place where
The sun blended
With the ocean thin.
So thin, we stand
Across from each other

Jadi, disinilah kita sekarang
Di tempat dimana
Matahari berpadu

Together we'll wonder
If we will last these days
If I asked you to stay
Would you tell me
You would be mine?

Bersama kita bertanya-tanya
Jika kita akan bertahan hari-hari ini
Bila kau memintanu untuk tinggal
Maukah kau bilang padaku
" Maukah kau jadi milikku ?,"

And time
Is all I ask for
Time
I just need one more day
And time

Dan hanya waktulah
Yang aku minta
Waktu
Aku hanya butuh satu hari lagi
Dan waktu

You've been crying too long
Time
And your tears wrote this song
Stay

Kau sudah menangis terlalu lama
Waktu
Dan airmatamu telah menuliskan lagu ini
Tinggal

In the moonlight
Your face it glows

Dalam cahaya bulan
Wajahmu bercahaya

Is it broken?
Can we work it out?
Let's light up the town, scream out loud !


Rusakkah itu ?
Bisakah kita memperbaikinya ?

Ayo terangi kota, berteriak sekeras-kerasnya !

Is it broken?
Can we work it out?
I can see in your eyes
You're ready to break
Don't look away.


Rusakkah itu ?
Bisakah kita memperbaikinya ?
Aku bisa melihat di matamu

Kau hampir retak
Jangan berpaling

Menurutku, lagu ini menceritakan tentang seorang laki-laki ( Anggap saja begitu, secara yang nyanyi kan laki-laki ) yang ingin nembak seseorang yang sudah lama dicintainya. Cowok ini udah kenal sangat akrab dalam waktu yang lama sama tuh cewek. Jadinya dia udah tahu betul gimana kehidupan cewek itu. Dan cewek yang dicintainya itu punya kehidupan yang sulit ( Kata lain dari tak bahagia ). Cowok ini ingin sekali menghibur dan menguatkannya, ia bisa melihat bahwa cewek ini sudah lelah dengan hidupnya. Bingung antara rasa cinta, sayang, sedih, dan iba, alih-alih nembak, cowok ini malah mengajaknya ke tepi pantai di sore hari. Dia tidak mengucapkan satu kata cinta pun, ia hanya ingin membuat cewek itu merasa lebih baik.

Keren, ya ? Menyentuh banget memang lagunya. 

Secondhand Serenade, Source : Here

# Terbuat dari apa ?

Rabu, Desember 11, 2013

New Comer ( V )

Ini adalah sambungan cerita dari posting saya tentang novel Size 12 Is Not Fat Either disini. Saya waktu itu beli 2 novel. Saya baru sadar di perjalanan pulang bahwa yang saya beli itu dua-duanya karya Sensei Meg Cabot. Nggak masalah sih, saya memang penggemar karya-karya beliau.

Selain novel seri ketiga Heather Wells itu, saya membeli novel lanjutan Abandon ( baca disini ). Saat membeli novel pertama dulu itu, saya kurang memperhatikan bahwa ternyata novel ini berseri. Saya sering cerita tentang keengganan saya membeli novel-novel seperti itu. Bukan masalah uang, tapi saya takut mati penasaran karena tidak bisa menemukan seri selanjutnya. Jadi, saya sudah pasrah begitu tahu bahwa Abandon novel berseri.

Dan ajaibnya, saya menemukan buku seri lanjutannya. Banyak pula. Hampir otomatis dan histeris saya langsung menarik bukunya dari rak tanpa berpikir. Judulnya seri kedua ini Underworld.

Ngomong-ngomong, saya baru tahu kalo cerita singkat di belakang buku itu namanya bukan sinopsis, tapi Blurbs. Jadi, ini cover depan dan blurbsnya Underworld :

Source : Here

Pierce Oliviera dibawa oleh John Hayden ke alam yang temaram, tempat jiwa-jiwa yang berpulang menunggu sebelum bertolak mengarungi perjalanan akhir mereka : Underworld.

John mengatakan itu demi melindungi Pierce dari kaum Fury yang bertekad membalas dendam pada cowok itu. Tetapi mungkin John punya rencana lain.

Dan meski menyadari dirinya mungkin aman di Underworld, Pierce tahu orang-orang yang dikasihinya di luar sana terancam bahaya. Bisakah Pierce meyakinkan John untuk melepaskannya demi menyelamatkan seorang anggota keluarganya ? Dan apakah harga yang diminta John ternyata terlalu tinggi bagi Pierce ?

Intinya cerita novel ini adalah remake dari Mitologi Yunani dewa kematian Hades dan istrinya Persephone. Menurut Mitologi, Hades yang penguasa dunia bawah ( dunia orang mati ) menculik gadis yang dicintainya, Persephone, dari dunia atas. Di dunia bawah itulah, Persephone memakan buah delima yang membuatnya menjadi penghuni dunia itu selama-lamanya tanpa bisa kembali lagi ke duni atas. Ibu Persephone, Demeter, yang juga kebetulan adalah dewi pertanian dan kesuburan menolak untuk menumbuhkan tanaman-tanaman di atas bumi hingga putrinya dibebaskan. Akhirnya Hades setuju untuk mengizinkan Persephone kembali ke dunia atas selama 6 bulan dalam setiap tahun. 

Kalo dalam cerita Abandon versi Meg Cabot itu, Hades ditokohkan sebagai John Hayden, cowok yang seharusnya mati dua abad lalu di sebuah kapal. Ternyata, karena dosa yang diperbuatnya, dia malah bangun sebagai dewa kematian.

Kemudian Persephone adalah Pierce Oliviera. Gadis kaya raya yang pada suatu hari tewas karena tergelincir di kolam renang rumahnya dalam suhu udara dibawah nol saat mencoba menyelamatkan seekor burung yang tak sengaja tenggelam dalam kolam itu. Pierce bangun  dan mendapati dirinya di sebuah dunia gelap yang dihuni oleh dua barisan panjang manusia di depan dua buah kapal. Itu adalah Underworld. Apa ya istilahnya kalau di kebudayaan kita ? Pokoknya dunia setelah mati begitulah. Akhirat, mungkin. Karena dua kapal itu akan membawa penumpangnya ke dua tujuan berbeda. Satu ke tempat yang kita sebut surga dan satu lagi menuju tempat yang kita sebut neraka. 

Source : Pinterest

Singkat cerita, di buku Abandon diceritakan bahwa saat John Hayden melihat Pierce di barisan orang mati ( yang menuju ke surga ), ia membawa Pierce ke istananya untuk dijadikan permaisurinya. John ini sudah jatuh cinta pada Pierce sejak cewek itu berusia 2 tahun, ketika itu John bertemu Pierce di pemakaman kakeknya. Pierce sangat mencintai binatang, sehingga ia menangis saat menemukan burung yang terluka. John menyembuhkan burung itu. 

Tentu saja Pierce yang sudah berusia 17 tahun sekarang tak mau tinggal di tempat sesuram istana dewa kematian. Ia menyiram teh panas ke wajah John dan melarikan diri lewat sebuah gerbang tak terkunci. Tahu-tahu, ia sadar dan mendapati dirinya berhadapan dengan wajah ibunya dan paramedis. Ia meninggal selama 10 menit. Dan menurut dokter, ia selamat karena sebelum meninggal ia membeku terkena hipotermia sehingga mereka bisa mengejutkan kembali jantungnya. Tentu saja Pierce tak percaya, ia sudah mengalami sendiri bagaimana kematian itu.

Sejak itu, hidup Pierce selalu dikuntit oleh John, yang selalu datang di saat ia mengalami kesulitan atau hal yang membahayakan.

Peran antagonis di novel ini adalah kaum Fury. Kaum Fury adalah jiwa-jiwa penghuni neraka yang tak puas dengan tempat mereka. Mereka selalu berusaha menyakiti dan mencelakai John sebagai orang yang bertugas menempatkan mereka. Salah satu caranya adalah dengan membuat John jatuh cinta lalu mereka dapat menyiksa dan membunuh wanita itu sehingga John menderita. Karena itulah John selalu menguntit Pierce untuk menjaganya dari kaum Fury yang dapat merasuki manusia.

Di novel Underworld, menceritakan tentang kehidupan Pierce di dunia orang mati itu. Termasuk tentang Pierce yang mencoba menyelamatkan sepupunya dari incaran kaum Fury yang tak dapat menangkapnya. Diceritakan juga tentang masa lalu John Hayden, juga teman-temannya. Saya belum bisa cerita lebih banyak sih, soalnya saya baru baca setengah. Hehehe.

Sejujurnya, meski inti ceritanya tak terlalu rumit, menurut saya gaya penceritannya yang membuat kita gak mengerutkan kening. Well, setidaknya saya. Novel terjemahan memang kebanyakan seperti itu, sih. Tapi, yang saya suka dari Meg Cabot ini adalah ciri khas menulisnya yang kuat dari sudut pandang orang pertama. 

Dan ternyata, cerita ini belum habis di buku kedua ini. Soalnya barusan saya lihat cerita di lembar-lembar terakhirnya, masih menggantung. Duh, mudah-mudahan toko buku langganan saya itu update terus deh buku-bukunya.

Source : Pinterest

# Banyak Anime. Proposal penelitian, apa kabar, ya ?

Selasa, Desember 10, 2013

Early To Bed

Kau tahu bahwa bukan salahmu bila kau hanya setengah terjaga hari ini. Semalam kau tidur lebih cepat, berharap bahwa dengan begitu pagimu akan sama seperti yang lainnya, ceria dan berwarna dengan semangat menyongsong sesuatu yang baru. Kau selalu berpikir bahwa itulah yang membuat waktumu selalu kelabu. Ketika gelap dan semua makhluk berada di tepi keabadian, menyerahkan diri dalam impian dan kemayaan. Pikiran dan hatimu malah siaga, waspada dengan setiap rencana, pengharapan, dan kalimat-kalimat kosong di genapnya sisi diammu. 

Kau sudah mencoba tidur, ingin berkumpul dengan mereka yang kau sayangi. Tapi kau tersentak di tengah malam gulita, ketakutan dan kesedihan menyelinap dengan diam dari setiap sel tubuhmu. 
Kau tak punya pilihan selain duduk dan menyadarkan diri, susah payah kembali ke kenyataan. Mimpi burukmu yang barusan masih tertinggal lekat di daya ingatmu. Kau gemetaran, duduk memeluk kedua lututmu. Ingin bahwa hari sudah berganti. 

Kau tahu, bahwa tidak ada satupun yang menjadi kesalahanmu..

Kau sudah mencoba untuk berpindah ke tempat terang.

Namun, sekali lagi. Itu bukan salahmu karena sepertinya malammu memang lebih panjang daripada yang lain.

Source :  Pinterest

# Dan aku akan selalu ada disana..

Senin, Desember 09, 2013

Not OK

I am not OK.

Aku ingin berteriak-teriak sampai pita suaraku meradang, ingin menangis sampai kelopak mataku tak dapat lagi membuka. Menjerit di heningnya malam, mengisi hampa, menjadi satu-satunya riuh yang dapat menembus dinding beku ini.

I am not OK.

Seharusnya cukup aku saja yang kacau, nanti juga aku akan bangkit kembali. I am a very strong girl. Tak ada yang bilang " Letakkan saja batu besar yang kau paksakan untuk sendirian memikulnya ". Ah, memangnya ada yang mengerti ? Aku tak dapat membahasakannya dengan baik, mengungkapkan dengan cara yang mudah dipahami oleh orang lain. 

I am not OK. 
And sometimes i need a help.

Source : Pinterest

# Mungkin..Aku hanya mencari cara untuk melarikan diri ? Mencari jalan untuk menyalurkan rasa frustasiku ??

Minggu, Desember 08, 2013

Life Interest

Source : Pinterest

Sejak dulu saya adalah orang yang minatnya mudah sekali teralih oleh hal lain. Punya banyak ketertarikan pada segala macam bidang, tentu saja itu adalah hal yang sangat baik. Hidup jadi seru dan tak membosankan, karena akan ada segudang hal dalam perjalanan hidup yang menarik untuk dipelajari dan diperdalam. Itu akan membuat lupa pada kesedihan, lupa tentang kerikil-kerikil tajam yang berhamburan melukai telapak kaki.

Saat SMP, entah kenapa saya tertarik pada Filateli. Tahu apa itu ? Filateli adalah hobi mengoleksi perangko. Dulu, hobi ini ngetrend sekali. Saya lupa awal mula ketertarikan saya. Yang saya ingat, pada saat itu ada seorang teman saya yang sudah lebih dulu menekuni filatelis meski secara kecil-kecilan. Hebat, lho. Anak SMP sudah punya album perangko sendiri, hampir penuh pula. Yah, isinya perangko-perangko bekas surat biasa sih, nggak ada yang mahal atau antik seperti para kolektor profesional. Saat itu dia mengajak saya mengikuti sebuah acara bazaar Filateli di kantor pos daerah saya, saya ingat saya beli sebuah buku tentang seluk beluk menjadi filatelis pemula. Dan saya juga masih ingat kesan saya saat membaca buku itu. Menyenangkan. Sayangnya, saya lalu berhenti mendalami filateli. Sebagai anak kecil yang uang jajannya terbatas dengan ruang gerak terbatas pula, tentu saja sangat sulit mengumpulkan perangko-perangko. Apalagi rumah saya sangat jarang mendapatkan surat. Kalau tidak salah, saya sempat meminta ibu saya untuk membawa pulang amplop-amplop bekas surat berperangko di kantornya. Cara melepaskan perangkonya, amplop surat bekas itu dicelupkan perlahan ke dalam baskom air lalu ditunggu hingga perangkonya lepas sendiri. 

Masih di SMP, saya tiba-tiba tertarik pada basket. Saat itu ( dan mungkin sampai saat ini ) pemain basket adalah orang-orang elit dan paling keren di sekolah. Mereka dipuja dan dikenal siswa-siswa dari kelas 1 sampai kelas 3. Kebetulan, sahabat SMP saya merupakan salah satu pemain resmi tim bola basket putri sekolah. Dari dialah sedikit-sedikit saya belajar tentang teknik basket. Seperti lemparan-tiga-poin, cara mendribble bola, menangkap, melempar, berkelit, dan sebagainya meski hanya sepintas-sepintas. Saya tidak mungkin bergabung di tim basket sekolah karena keanggotaannya memang sangat terbatas, dipilih oleh guru olahraga, dan......saya berjilbab. Tapi saya cukup puas hanya denagn bermain sedikit-sedikit saat menemani sahabat saya itu latihan.

Masih di SMP lagi, entah dapat ide darimana tahu-tahu saya tertarik pada dunia jahit-menjahit. Begini-begini waktu SMP saya pernah ikut kursus menjahit dasar selama sebulan, lho. Dan saat itu di SMP saya ada guru biologi yang membuka pelajaran menjahit kecil-kecilan di sekolah. Jadi pada saat jam sekolah usai, beliau mengajarkan menjahit kepada murid-murid yang tertarik, tempatnya di Lab IPA. Saking seringnya saya kesana, guru itu jadi mempercayakan kunci lab satu-satunya pada saya. Saya ingat saya merasa menjadi orang yang sangat penting. Pemegang kunci lab yang dipercaya. Ha..ha..ha. Konyol sekali kalau ingat itu.

Source : Pinterest

Itu hanyalah sedikit cerita dari sebagian kecil hal yang sempat menarik perhatian saya. Kalau diingat-ingat memang sejak SMP itu saya sudah punya ketertarikan aneh-aneh yang tidak lazim untuk ABG seusia saya. Terutama hobi mengoleksi. Entah kenapa saya suka sekali mengoleksi sesuatu. Selain perangko, saya pernah mengoleksi kertas kado. Iya, kertas kado yang dijual di toko-toko itu. Saat lulus SMP. lemari saya penuh gulungan kertas kado. Pada akhirnya, ya...dibuang saja. Soalnya menyimpannya hanya diletakkan begitu saja di dasar lemari. Padahal perjuangannya lumayan lho. Setiap beberapa hari sekali saya rutin mendatangi satu toko kelontong terlengkap yang letaknya sekitar 1 KM dari rumah dengan berjalan kaki hanya demi membeli segulung kertas kado ( Harganya RP.500,- ).

How weird i am.

Udah, ya. Kapan-kapan saya lanjutkan lagi cerita tentang minat saya. Yang diatas itu hanya sekelumit kecil, masih banyak hal di SMP yang tidak teringat. Belum lagi saat SMA dan kuliah sekarang. Akan semakin panjang. 

Hmm.. Kadang saya bertanya, apa saya ini orang yang tak konsisten ? Menyukai dan mempelajari banyak hal namun tak ada satu bidangpun yang benar-benar dikuasai. Hah. Memang. I admit it.

# Tadinya mau cerita tentang Pelatihan Jurnalistik yang saya ikuti tiga hari belakangan ini. Kok mlah ga nyambung ya ??

Jumat, Desember 06, 2013

New Comer ( IV )

Bagaimanapun, awal bulan itu selalu agak lebih menyenangkan. Dalam kasus saya, soalnya uang jajan saya nambah sedikit dibanding yang mingguan. Jadi, bisa beli sesuatu yang agak mahal sedikit. Dan seperti biasa, saya membelanjakannya dalam bentuk buku.

Dan....Setelah dua bulan berhasil digoda oleh buku-buku lain, bulan ini saya berhasil membawa satu buku seri Heather Wells yang sudah lama sekali kepingin saya koleksi. Tapi pelan-pelan aja ya, soalnya uang juga sebagian besar masih minta sama orang tua. Jadi, kali ini saya membeli buku kedua dari total empat bukunya. Buku pertama saya sudah baca di tempat persewaan buku langganan saya dulu. Jadi, kalo mau beli ntar terakhir-terakhir saja pas tiga buku terakhirnya udah kebeli. Mudah-mudahan masih keburu. :D

Ini cover depannya. Judulnya Size 14 Is Not Fat Either, terjemahannya Ukuran 14 Pun Tidak Gemuk.

Source : Here

Dan ini sinopsis di belakang buku. Masih malas nulis review sendiri soalnya :P

Mantan bintang pop Heather Wells telah berhasil membiasakan diri dengan kehidupan barunya sebagai asisten direktur asrama di New York College, karir yang tidak memaksa tubuh ukuran rata-ratanya dengan busana mini. Dia bahkan bisa menerima dengan baik rencana pernikahan mantan pacarnya yang selebriti. Tapi dia jelas menghadapi kesulitan saat berurusan dengan masalah di dapur kafetaria asmara, tempat seorang pemandu sorak kehilangan kepalanya, pada hari pertama semester dimulai.

Dikelilingi mahasiswa yang histeris-dengan Ayah mantan narapidana yang tiba-tiba muncul dan menghujaninya dengan telepon yang tak diinginkannya-Heather menyambut kesempatan untuk menjadi detektif.....lagi. Jika kesibukan itu bisa mengalihkan pikirannya dari masalah pribadi-dan menyatukannya kembali dengan detektif swasta tampan pemilik rumah batu-pasir tempatnya tinggal-tidak ada masalah. Tapi jejak pembunuhan itu membawa dia memasuki dunia yang gelap. Dan jika tidak berhati-hati melangkah, tak lama lagi dia akan menyanyikan lagu kematiannya sendiri.

Well..mungkin sedikit informasi saja tentang inti cerita buku serial novel Heather Wells ini.

Buku ini diceritakan dari PoV Hetaher Wells, seorang mantan bintang pop yang sudah memudar masa keemasannya dan memiliki masalah dengan berat badannya yang berukuran 14 ( Kalo di Indonesia mungkin XL ). Dia menangkap basah pacarnya yang tinggal serumah dengannya, Jordan Cartwright, berselingkuh dengan artis pop lain yang sedang naik daun. Jordan ini adalah pewaris perusahaan rekaman besar. Karena perselingkuhan itu, Heather memilih meninggalkan rumah dan saat kebingungan mencari tempat tinggal, dia malah dihubungi oleh Cooper Cartwright, adik Jordan, yang menawarkan tempat tinggal gratis dengan syarat harus membantu pekerjaannya. Pekerjaan Cooper adalah seorang detektif swasta. Di kalangan keluarga Cartwright, Cooper adalah " buah busuk ". Ia bekerja dalam bidang yang sangat berbeda dengan anggota keluarganya yang lain, pun sifatnya sangat berbeda 360 derajat dengan mereka.

Dan, Heather jatuh cinta padanya. Cinta diam-diam yang tak pernah dikatakannya.

Hidden Love bukan merupakan fokus utama cerita serial novel ini. Inti utama kisahnya adalah pengalaman Heather menjadi detektif amatir untuk menangani kasus-kasus yang terjadi di gedung tinggal ( semacam asrama pondokan ) tempatnya bekerja. Iya, setelah tidak jadi bintang pop lagi, Heather melamar pekerjaan di rumah tinggal New Yok College dan mendapat jabatan sebagai asisten rumah tinggal itu.

Di buku pertama, Size 12 Is Not Fat, kasusnya adalah beberapa mahasiswi asrama New York College yang ditemukan tewas terjatuh dari atap lift. Orang lain, bahkan detektif yang menangani kasus ini sekalipun beranggapan bahwa kasus ini hanyalah bunuh diri atau kecelakaan biasa. Namun, Heather mencium indikasi pembunuhan dari kasus ini, yang tak dipercayai oleh orang lain seberapa keraspun ia berusaha menjelaskan. Pada akhirnya, Heather berhasil mengungkap kasus ini lengkap dengan pelakunya, meskipun ia sendiri hampir mati mengenaskan.

Kalau di buku kedua ini, kasusnya dimulai dari ditemukannya sebuah kepala yang terapung di dalam panci di atas kompor di ruang kafetaria kampus pada saat malam hari pertama kuliah. Kepala itu adalah milik seorang mahasiswi pemandu sorak yang populer dan terkenal.

Seperti ciri khas dari karya-karya Meg Cabot, sudut pandang ornag pertama yang digunakan untuk menceritakan kisah ini sangat kuat. Beliau memang ahlinya deh. Cara berceritanya itu enak, kadang agak sarkastik gitu. Hehehe.

Udah dulu, ya. Sebenarnya saya membeli dua buku yang dua-duanya merupakan karya dari sensei Meg Cabot. Tapi berhubung saya sudah terlalu lelah karena seharian ini mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik, maka cerita bukunya saya tunda saja dulu, ya.

Source : Pinterest

# Tak ada makanan yang lebih bisa melemaskan ketegangan urat syaraf dibandingkan semangkuk bakso panas yang enak ( menurutku ). Hehehe.