Kamis, Juni 26, 2014

Review Novel It Had To Be You Karya Susan Elizabeth Phillips

Source : Here
No Buku : 019/TF/F/NS/2014

Judul : It Had To Be You-Antara Cinta Dan Benci
Judul Asli : It Had To Be You
Pengarang : Suzan Elizabeth Phillips
Penerjemah : - ( Udah ngebolak-balik bukunya, tetep nggak dapet nama penerjemahnya )
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 511 Halaman
Diterbitkan pertama kali : -
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Kontemporer Romance
Serial : Chicago Stars
Beli di : Tb. Ramedia Palu

Kisah dibuka dengan pertemuan dua tokoh utama-Phoebe Somerville & Dan Calebow- di acara pemakaman Ayah Phoebe. Phoebe dianggap sebagai “ buah busuk “ dalam keluarga. Ia sudah melarikan diri dari rumah sejak usia remaja. Hanya demi kewajiban seorang anak ia mau mendatangi acara ini bersama sahabat karib yang berakting sebagai pacarnya, Victor. Di acara pemakaman yang sakral ini, Phoebe masih tetap menunjukkan pemberontakannya pada ayahnya di liang lahat, dengan berdandan berlebihan seperti perempuan jalang dan membawa seekor anjing pudel yang mengacaukan upacara pemakaman itu.

Tak puas menghina Phoebe saat masih hidup, setelah mati pun ayah Phoebe masih berusaha menyusahkannya dengan wasiat aneh yang diberikannya pada Phoebe & seorang anaknya lagi, Reed. Wasiat itu terutama menyangkut sebuah klub American Football ternama yang mana ayahnya adalah pemegang saham utama, Chicago Stars. Inti dari surat wasiat itu adalah mengalihkan kepemilikan Chicago Stars pada Phoebe, setidaknya sampai tim itu memenangi kejuaran AFC ( semacam kejuaraan bergengsi untuk Amrican Football ). Jika tidak berhasil menang, kepemilikan tim itu akan diambil oleh oleh adik bajingannya, Reed, dan ia sendiri akan memperoleh uang seratus ribu dolar. Oh, ada syarat tambahan lagi, ia bisa menerima uang itu dengan syarat ia harus hadir setiap hari di kantor klub.

Tak mau harga dirinya diinjak-injak oleh ayahnya yang sudah meninggal, Phoebe menerima wasiat tersebut. Padahal ia sama sekali buta mengenai seluk beluk American Football. Hal inilah yang memicu ketidaksukaan & ketidakpercayaan Dan Calebow, pelatih klub Chicago Stars. Melihat Penampilan Phoebe yang berlebihan saja, ia sudah jengkel. Ia sangat tidak yakin perempuan seperti Phoebe bisa menangani klub yang mempunyai nama besar & suporter setia seperti Chicago Stars. Belum lagi klub itu berada di zona degradasi ( istilah dalam sepakbola ) karena penampilannya yang buruk, kontrak para tiga pemain utama yang hampir habis, kontrak stadion yang juga sudah hampir mendekati batas waktu, dan manajemen yang kacau karena tidak ada pegawai yang kompeten. Keadaan diperparah dengan keputusan Phoebe yang memecatnya. Untung saja Viktor berhasil mendamaikan mereka berdua.

Dan Calebow sendiri bermasalah dengan mantan istrinya, Valerie, yang merupakan seorang politikus. Hubungan mereka itu cinta-benci. Meski sudah bercerai, Dan & Valerie masih berhubungan baik bahkan sering tidur bersama. Masalahnya dengan Valerie adalah, ia sengaja memilih bercerai dengan Dan untuk menunjukkan kesan sebagai perempuan yang tak tersentuh & suci kepada publik, sementara di balik layar ia adalah penggemar seks ekshibionis ( benar nggak ya istilah ini ? ). Kegemarannya ini hanya diketahui oleh Dan, sehingga hanya Dan lah yang bisa memuaskannya.

Di lain pihak, Phoebe, punya trauma pada seks. Saat remaja ia pernah diperkosa oleh teman Reed yang ditaksirnya. Sayangnya, sekeras apapun usahanya menjelaskan kejadian itu pada Ayahnya, Ayahnya tetap tak percaya bahkan menganggapnya pendusta yang hanya ingin cari-cari perhatian. Kejadian itu, ditambah dengan penindasan Reed, membuatnya kabur dari rumah di usia 15 tahun. Sejak itu, ia tidak pernah sekalipun menjalin hubungan cinta dengan seorang pria manapun. Ia menutupi statusnya dengan pura-pura pacaran dengan seorang pelukis homo yang usianya jauh di atasnya, Arturo.

A Librariant Job, Source : Pinterest
Just An Intermezo :D

Seiring berjalannya waktu, terbukti bahwa ternyata Phoebe adalah seorang direktur handal. Ia pandai melobi & mengatur tim. Juga punya cara yang unik dalam mempromosikan klubnya & menaikkan semangat permainan. Hubungannya dengan Dan pun perlahan membaik. Bahkan, mereka memutuskan untuk  berpacaran. Masalahnya adalah Phoebe tetap tidak mau tidur dengan Dan ( Padahal, yang kayak gini ini di luar negeri udah jadi hal yang wajib bagi para pasangan, baik yang sudah terikat sumpah pernikahan atau belum ). Phoebe juga tak mau menjelaskan alasannya, sehingga membuat hubungannya dengan Dan sering memburuk.

Selain itu, konflik lain dalam buku ini adalah ayah salah sorang mantan pemain Chicago Stars yang dipecat karena kecanduan obat & minuman keras. Pemain ini akhirnya meninggal karena kecelakaan. Ray Hardesty, ayah pemain ini, menganggap bahwa kematian anaknya merupakan salah Dan Calebow yang memecat anaknya dulu. Ia berusaha membalas dendam pada Dan dengan cara apapun, termasuk dengan menyakiti orang-orang yang disayangi Dan.

Di akhir cerita, terungkaplah kebenaran atas rahasia kelam masa lalu Phoebe. Iya, rahasia yang dia diperkosa itu. Ternyata pelaku pemerkosaan itu bukan hanya orang yang disangkanya dulu.

Aku lumayan suka buku ini. Terutama pada karakter dua tokoh utamanya. Phoebe, yang cerdas dan bermulut tajam, namun menyembunyikannya di balik penampilan wanita jalangnya. Ia juga tipe perempuan yang sebenarnya sangat rapuh karena latar belakang kehidupannya, namun kuat karena berhasil menjalani hidupnya. Dan Calebow juga tipe Bad boy emosional.

Komedinya, lumayan dapet. Terutama karena tingkah polah Phoebe yang tak terduga dalam upaya memperbaiki Chicago Stars. Aku juga suka hubungan antara Dan-Valerie yang aneh.

Entah sempat baca dimana, buku ini adalah seri dari Chicago Stars. Apa iya toh ? Karena kalau ada buku lainnya, aku juga ingin baca. Sepertinya sih, seri Chicago Stars itu berkisah tentang orang-orang di dalam klub itu. Jadi, di buku ini menceritakan tentang kisah Phoebe & Dan, di buku lain mungkin beda orang lagi.


Untuk cerita, rating dariku adalah :


Aku suka sampulnya, berwarna dasar putih & gambarnya adalah sebuah kasur, peluit, dan bola rugby. Menurutku, sampulnya sederhana tapi elegan, selain itu juga menggambarkan konflik-konflik dalam buku yang disajikan dalam buku ini, yaitu tentang American Football & seks. Karena itu, untuk sampul ku kasih rating : 


Uh, oh. Ngomong-ngomong, aku udah kehabisan buku fisik nih. Rencana beli online lagi. Mudah-mudahan besok udah bisa transfer.


Minggu, Juni 22, 2014

My Anime Watching List Spring 2014 And Waiting List For Anime Summer 2014

Ahh..senangnya. Musim baru akan mulai sebentar lagi. Dan bagiku, ini hanya berarti dua hal : Pertama, habisnya anime-anime favorit musim ini, dan yang kedua, semua anime itu akan digantikan lagi oleh anime-anime baru yang tak kalah kerennya di musim depan, Summer 2014. Kebanyakan anime sekarang mempunyai episode yang pendek-pendek, rata-rata 12 episode. Kalau nggak salah, ini buat menghemat anggaran biar nggak terbuang percuma setelah animenya terlanjur digarap. Jadi gini, rumah produksi anime menggarap sebuah anime hanya untuk satu musim saja, atau maksimal dua musim ( 24 episode ). Jika ternyata anime itu banyak penggemarnya, setelah istirahat minimal satu musim, maka dibuat lagi season duanya. Begitu seterusnya. Kan kasihan kalau sudah buat anime +/- 50 episode dan ternyata kurang digemari. Wah, rugi bandar tuh. Biaya pembuatan anime kan sama sekali nggak murah. Untuk satu episode aja, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp. 900.000.000 #NelenLudah.

Source : Pinterest

Aku juga baca di suatu website bahwa Pemerintah Jepang sekarang menaruh perhatian khusus pada anime sebagai salah satu media yang dapat mempromosikan kebudayaan Jepang ke seluruh dunia. Makanya, Pemerintah Jepang membuat program subsidi bagi studio-studio produksi anime. Di berita yang ku baca itu, Pemerintah Jepang menanggung 60% biaya pembuatan anime. Tujuannya untuk menggalakkan produksi anime baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Kali ini, aku mau sharing tentang anime-anime yang masuk dalam watching listku musim ini. Check this out :

Mekaku City Actors

Inti ceritanya tentang sembilan orang anak dan remaja yang mempunyai kekuatan luar biasa. Ciri khusus mereka adalah mata yang merah seperti mata ular. Seluruh anime ini berkisah tentang perjalanan dan usaha mereka menguak misteri tentang kekuatan-kekuatan tersebut. Seperti darimana asalnya, bagaimana mereka bisa memperolehnya, dan lain-lain. Tidak ada tokoh yang ditonjolkan secara khusus dari kesembilan orang itu. Semuanya mempunyai porsi dan peran cerita yang sama. Setiap episode dikisahkan bergantian dari sudut pandang masing-masing tokohnya.

Alur ceritanya sungguh tak terduga. Selain kesembilan orang itu, ada lagi beberapa tokoh penting yang muncul belakangan dan mereka nantinya akan berperan penting dalam kelanjutan ceritanya.

9 Tokoh Utama Mekaku City Actors

Yang paling ku suka dari anime ini adalah lagu-lagunya.

Sebenarnya pembuatan anime ini adalah salah satu dari proyek besar yang diberi nama Kagerou Project. Jadi, kisah anime ini dibuat dalam beberapa versi yang saling mendukung dan melengkapi plot satu sama lain. Ada versi manga, light novel, lagu, dan....anime. Dikatakan, kalau ingin lebih memahami seluruh cerita Mekaku City Actors, kita harus melihat/mendengar juga dari media lainnya. Itulah yang disebuat Kagerou Projects.

Mungkin karena itulah, aku yang cuma menonton animenya memang berasa kurang puas. Ada beberapa perkembangan cerita yang masih ku rasa kurang masuk akal. Alurnya terlalu cepat. Terlalu banyak tokoh menjadikan penampilan karakter-karakternya kurang maksimal.

Dan untuk artnya, aku cuma punya satu komentar : Pegel-Pegel Senam Leher. :D. Khas studio anime ini sih, entah kenapa anime-anime yang mereka buat selalu saja penuh dengan adegan senam leher.
Kayak gini nih :
Salah Satu Adegan Senam Leher. Masih Banyak Lagi Yang Kayak Gini

Ryuugajou Nanana no Maizoukin

Ini adalah anime pertama musim ini yang ku download. Pastinya tertarik karena artnya yang luar biasa.

Tokoh utama, Yama Juugo, baru pindah ke pulau Nanae, pulau khusus pelajar untuk melanjutkan studi SMAnya. Dia ngekos di sebuah tempat yang ternyata ada kuntilanak cantiknya. Dan kuntilanak itu tinggal di kamarnya.

Nama mbak kunti itu Nanana [ ampun, susah banget ngucapinnya ]. Kunti penggemar puding dan video game ini menceritakan bahwa sepuluh tahun lalu, dia mati terbunuh di kamar ini. Makanya, dia hanya bisa tinggal di kamar itu saja dan nggak bisa keluar kemanapun.

Lalu, setelah beberapa kejadian, Yama Juugo memutuskan untuk mencari koleksi Nanana guna menemukan pembunuh Nanana. Koleksi Nanana adalah harta kepunyaan Nanana yang tersebar di seluruh Pulau Nanae. Bentuknya macam-macam, dan masing-masing memiliki kekuatan dahsyat. Karena kekuatannya, banyak yang mengincarnya. Namun, harta ini sulit ditemukan. Selain karena letaknya yang tersembunyi, untuk mendapatkannya juga harus melalui jebakan-jebakan mematikan yang dibuat untuk melindungi benda itu.

Lalu, Yama masuk ke klub Petualang bersama detektif SMA yang moe, Tenshai, dan asisten Trapnya, Daruku [ Oh, sial ].

Mbak Kunti Cantik, Yama Juugo, Detektif Kawai, Dan Asisten Trap

Maka, keseluruhan cerita anime ini berkisah tentang usaha mereka dalam bersaing untuk memperebutkan dan menemukan koleksi Nanana. Dilengkapi intrik, pertarungan, aksi, dan kompleksitas cerita yang memadai.

Anime ini tamat di episode 11. Tapi, ceritanya belum tamat karena belum diketahui siapa pembunuh Nanana. Dan ada tokoh baru yang juga akan menjadi saingan klub petualang. Maka, sudah dipastikan akan ada season duanya.

No Game No Life.

Dua Hikkikomori bersaudara, Sora [ 18 tahun ] dan Shiro [ 11 tahun ]. Mereka berdua adalah NEET, tidak pernah sekolah, hidup sehari-hari hanya dihabiskan untuk bermain game. Dalam dunia game, mereka berdua adalah legenda bernama Kuhaku. Kuhaku telah menaklukkan sejumlah besar game bahkan mengalahkan pemain-pemain yang melakukan kecurangan game.

Suatu ketika, setelah selesai memenangkan sebuah pertarungan game lagi, datanglah sebuah email pada mereka yang berbunyi " Apakah kalian dua bersaudara pernah merasa terlahir di dunia yang salah ?"

Mereka menjawab email itu dan ditantang bermain catur. Disinilah aku mulai sangat terpaku pada anime ini. Sora dan Shiro itu sangat ngat ngat cerdas. Para jenius yang salah tempat di dunia ini. Shiro sudah memenangkan program catur yang didesain untuk mengalahkan para Grandmaster selama dua puluh kali berturut-turut. Dia sempat kesulitan memenangkan pemainan catur ini. Namun, dengan dibantu oleh Sora, akhirnya mereka menang.
Sora & Shiro, Pasangan Incest Jenius

Ternyata yang menantang mereka itu adalah seorang dewa permainan berwujud anak kecil bernama Tet. Sora dan Shiro ditarik masuk ke sebuah dunia buatan Tet. Di dunia itu, hukum tertinggi adalah permainan yang diatur dalam Sepuluh Sumpah. Segala sesuatu diatur dan diputuskan dengan permainan.

Di dunia Tet tersebut dihuni oleh 16 ras berbeda, dintaranya elf, flugel [ semacam malaikat ], werebeast, dan manusia yang disebut sebagai ras Imanity. Dari 16 ras, hanya manusia yang tidak dapat merasakan atau menggunakan kekuatan sihir. Karena itulah, mereka ditempatkan dalam urutan terendah dalam sistem kasta ras.

Begitu tiba, mereka langsung dihadapkan dengan pertarungan untuk memperoleh jabatan raja Imanity. Setelah mengalahkan pemain terkuat yang ternyata berbuat curang, mereka berdua dinobatkan menjadi raja Imanity.

Setelah menjadi raja, masalah-masalah baru pun muncul. Wilayah Imanity ternyata sangat kecil dan hanya tersisa satu kota saja. Imanity terancam musnah oleh ras-ras lain. Maka, benang cerita utama dari anime ini adalah perjuangan Sora dan Shiro untuk mendapatkan kembali kehormatan dan kekuasaan Imanity.

Awalnya, aku sama sekali tidak tertarik menonton anime ini. Menurutku, artnya berantakan. Pun tidak ada kisah romantis yang terdengar memikat hati. Karena komentar-komentar positif dan antusiasme para otaku mengenai anime ini di medsos, akhirnya aku mendownloadnya pada saat anime ini sudah berjalan lima episode.

Dan, ternyata aku sudah terpaku sejak menonton episode awalnya. Lupakan artnya. Jalan ceritanya sungguh jenius. Ku pikir, game yang menjadi pokok ceritanya adalah game komputer saja. Ternyata, semua jenis game ada. Bahkan permainan batu-gunting-kertas pun dibahas dari sisi perhitungan matematis dan ilmiahnya.
Tak berlebihan rasanya kalau aku menganggap anime ini adalah anime terbaik musim ini. Saat postingan ini ditulis, anime No Game No  Life sudah tayang 11 episode. Berarti tinggal satu episode lagi. Dan melihat reaksi para penggemar serta perjuangan Kuhaku yang masih panjang, sudah dipastikan anime ini bakalan ada season duanya.

Mahouka Koukou no Rettousei ( The Irregular At Magic High School )

Kisah cinta incest, sang kakak Shiba Tatsuya dan adiknya Miyuki Tatsuya yang diterima di sekolah sihir SMA 1.

Di dalam SMA ini, terdapat sistem kasta sihir yang tak tertulis. Kasta tertinggi disebut Bloom, yaitu siswa-siswa yang mendapatkan nilai tinggi dalam ujian masuk berupa praktek sihir. Yang terendah adalah Weed, yang diposisikan sebagai cadangan untuk mengisi bangku kosong. Para Weed mempunyai keterampilan sihir yang sangat rendah, bahkan ada yang tidak punya. Selama bertahun-tahun para Weed menerima penindasan oleh Bloom dan menerima perlakuan yang berbeda dari sekolah.

Singkat cerita, Miyuki diterima sebagai salah satu Bloom, sedangkan Shiba harus pasrah ditempatkan sebagai Weed karena nilai ujiannya praktiknya yang rendah.

Meski hanya sebagai Weed, belakangan diketahui ternyata Shiba sangat baik dalam teknik sihir.

Jadi, sihir dalam anime ini bukan sekedar sim salabim abrakadabra. Untuk menggunakan sihir yang terdapat dalam tubuhnya, seseorang harus mengeluarkannya dengan bantuan alat yang disebut CAD. Nah, Shiba ini sangat handal dalam hal mereset atau mengkalibrasi CAD, yang mana kemampuan itu sangat jarang dimiliki oleh para siswa.

Yang Ini Incest Picisan, Seragam Sekolahnya Unyu Abis

Dan, meski kekuatan sihir Shiba rendah, namun ia mempunyai teknik bertarung yang baik sehingga dapat mengalahkan siswa-siswa Bloom yang bahkan punya kekuatan sihir lebih besar darinya. Hal ini membuat Ketua Osis SMA 1 tertarik untuk merekrutnya sebagai salah satu naggota OSIS bersama Miyuki.

Episode-episode awal, berkisah tentang usaha Shiba dan Miyuki untuk melawan pemberontak Weed yang tidak puas dengan perlakuan yang mereka terima dari pihak sekolah maupun para Bloom. Ternyata, pemberontakan ini didalangi oleh sebuah organisasi anti sihir internasional.

Alur ceritanya sangat lambat, dan jujur saja, aku sudah hampir kehilangan minat menontonnya. Musim lalu, aku sempat baca Screen Shoot komiknya dan berpikir bahwa anime ini akan lebih menyoroti soal perkembangan hubungan antara Shiba-Miyuki. Tapi ternyata, kisah mereka hanyalah pemanisnya saja. Benang utama ceritanya adalah tentang sihir dan teknik-tekniknya.

Banyak penjelasan panjang dengan istilah-istilah rumit dalam anime ini. Yang bikin aku suka hanya desain model seragam sekolahnya yang girlie banget, kayak dress pesta. :D. Belum tahu apakah aku akan menyimpan anime ini secara permanen dalam anime listku. Bahkan aku belum tahu apakah akan menontonnya sampai selesai.


Gokukoku no Bryndhilr

Sebenarnya aku lumayan suka anime ini, lebih seru dua kali lipat lah daripada MHK. Tapi, aku nggak kuat sama Gore-nya, juga ketragisannya. Jadi, aku berhenti download di episode 8, filenya juga ku hapus dari flashku. Aku mau nunggu sampai animenya tamat dulu, baru nonton maraton sampai habis. Aku kan gitu, nggak kuat nonton yang sedih-sedih, ntar jadi kebawa mimpi. :D

Makanya, maaf kalau aku nggak nyebut nama tokohnya disini, soalnya lupa, plus lagi males googling.

Intinya tentang para penyihir. Tapi penyihirnya bukan yang pake sapu terbang dan bawa tongkat itu. Penyihir disini adalah cewek-cewek pembunuh yang mendapatkan kekuatannya dari laboratorium. Ada yang punya kekuatan melihat masa depan, menghancurkan apapun, memutar waktu, menembus jaringan internet, memotong, dll. Sayangnya, eksperimen laboratorium itu juga dilakukan dengan kejam dan membahayakan tubuh mereka.

Setiap penyihir punya hernes di tengkuknya. Jika dicabut, para penyihir akan meleleh dan mati. Yang lebih mengerikan di dalam hernes itu tinggal sesosok makhluk menjijikkan semacam alien berwarna hijau.

Tokoh utama anime ini cowok, punya masa lalu yang belum selesai. Saat kecil, ia pernah berteman dengan seorang cewek bernma Kuroneko [ cuma ini nama yang ku ingat ]. Koneko sangat percaya dan terobsesi pada alien. Kuroneko sering menunjukkan bintang pada tokoh utama. Suatu hari, ketika Kuroneko mengajak tokoh utama untuk melihat keberadaan alien secara langsung, terjadi kecelakaan dan Kuroneko meninggal.

Di masa kini, ada cewek pindahan baru di kelas bernama Kuroha Neko. Tokoh utama terkejut karena wajahnya mirip dengan wajah teman kecilnya, Kuroneko. Karena perasaan bersalah yang dipendamnya sejak kematian Kuroneko, tokoh utama jadi penasaran cewek anak baru ini.

Bla bla bla dan bla bla bla akhirnya ketahuan bahwa Kuroha Neko ini adalah seorang penyihir yang sedang melarikan diri bersama sahabatnya Maria, penyihir yang lumpuh akibat eksperimen laboratorium.

Para penyihir ini, setiap jam harus minum obat khusus bernama Obat Penunda Kematian. Jika setelah lima jam tidak minum, kulit mereka akan mulai mengelupas dan mengeluarkan darah di sekujur tubuh. Tiga jam berikutnya tubuh akan mulai meleleh dan mereka akan mati dengan sangat menyakitkan.

Perjuangan mereka bertiga yang pertama adalah mendapatkan pasokan obat itu dari pabrik obatnya langsung. Banyak darah, tusukan , dan tubuh-tubuh yang hancur. Iiih, nggak kuat aku.

Mungkin minggu depan anime ini tamat, saat itu baru aku akan mendownloadnya.

The Comic Artist And His Assitants

Sesuai judulnya, menceritakan keseharian seorang seniman manga, Aito, dan dua tiga orang asisten serta seorang editornya yang keempat-empatnya cewek cantik. Aito ini pengarang manga echi dan terobsesi pada celana dalam. Keempat cewek diatas sering jadi korban tingkahnya.

Jangan salah, anime ini nggak porno kok. Masih wajar banget lah untuk ukuran anime masa kini. :D

Para Asisten Cantik "Objek" Si Mangaka

Dengan durasi tayang sekitar 15 menit per episode, untunglah, cukup mengcover aspek komedi yang ingin ditonjolkan dalam anime ini. Aku sendiri berhenti menontonnya di episode lima, kurang suka sama alur ceritanya yang kayak gini. Kadang-kadang, ini yang kurang ku sukai dari anime bergenre gabungan antara Echi, Comedy, Harem. Seringnya humornya menjadi terlalu murahan dan sama sekali tidak memperhatikan ceritanya.

Pendapatku, cukuplah dengan satu komentar dari ibuku tentang anime ini saat selesai menonton tiga episode awalnya " Picisan ".

Soredemo Sekaii Wa Utsukushii ( Still World Is Beautiful )

Satu-satunya anime bergenre Shoujo musim ini.

Mengisahkan tentang sebuah kerajaan yang berhasil menguasai hampir seluruh dunia bernama kerajaan matahari. Sesuai namanya, di kerajaan ini langit selalu cerah dan matahari selalu terik sepanjang waktu. Tidak pernah hujan sama sekali. Suatu hari rajanya mengirim surat pada Kerajaan kecil yang hampir tidak dipandang dua kali bernama kerajaan hujan. Ia meminta salah satu dari empat putri mahkota kerajaan itu untuk menjadi permaisurinya. Setelah melalui undian yang konyol, diputuskan bahwa yang akan menikah dengan raja matahari adalah sang putri bungsu, Nike.

Dalam perjalanannya menemui raja matahari di istananya, ia sempat dirampok. Setelah melalui beberapa kejadian tidak mengenakkan lain, akhirnya ia dapat bertatatapan dengan sang raja matahari yang termasyhur namanya itu, Raja Livius II.

Betapa terkejutnya Nike Karena Raja Livius ternyata hanyalah seorang anak kecil yang sombongnya ampun. Ucapan pertamanya pada Nike adalah : " Datangkanlah hujan, aku sudah bosan dengan matahari,". Tentu saja Nike marah dan akhirnya dia dipenjara. Berkat kekuatannya, ia dapat meloloskan diri.

Pada akhirnya, Livi dan Nike memang saling jatuh cinta. Tapi, untuk bersatu mereka menemui banyak sekali hambatan. Mulai dari sifat Livi yang egois, pencemburu, dan keras kepala. Belum lagi soal perbedaan usia dan tinggi badan mereka. Masalah asal usul Nike yang dianggap kurang pantas untuk menjadi ratu sebuah kerajaan besar seperti kerajaan matahari, orang-orang yang tertarik pada Livi maupun Nike, dan di episode-episode terakhir, Keluarga Nike di kerajaan hujan yang berusaha memutuskan pertunangan Livi dan Nike karena takut Livi akan memanfaatkan kekuatan memanggil hujan milik Nike untuk hal-hal yang salah.

Yang ini pasangan Pedofil, Raja Matahari & Putri Hujan

Secara keseluruhan, aku sangat suka anime ini. Terutama, aku paling suka karakternya Livi. Dia ini tipe anak yang harus menjadi dewasa sebelum waktunya. Menjadi anak selir dari raja sebelumnya. Sheila, ibunya, satu-satunya orang yang dikasihinya dan menjadi pusat hidupnya, dibunuh saat ia masih kecil. Di usia muda, ia harus naik takhta. Banyak kontroversi dan pemberontakan atas naik takhtanya, juga kesedihan karena ibunya yang meninggal, menjadikannya anak yang keras, jahat, licik, dan sangat egois. Di tangannya, wilayah Kerajaan Matahari meluas sampai mencakup setengah bagian bumi. Tapi ternyata, seiring perkembangan cerita, terlihat bahwa di balik semua sifat buruknya, ia adalah seorang laki-laki yang lembut, perhatian, rela berkorban demi orang yang disayanginya, dan kuat. Bener-bener tipe lelaki idamanku. #Ngooookk..

Sesuai tradisi, untuk memanggil hujan, seseorang dari kerajaan hujan harus menyanyikan sebuah lagu. Dan lagu ciptaan Nike yang menjadi lagu sisipan anime ini, sangat menyentuh di hati.

Ada beberapa episode yang sempat membuatku begitu tersentuh hingga meneteskan air mata. Artworknya benar-benar indah. Yang menjadi kekurangan anime ini menurutku adalah, alur penyelesaian konfliknya yang kurang maksimal. Jadi, umpamanya konflik yang dibangun udah oke banget, mencekam banget, eh.. ternyata penyelesaiannya juga gampang banget. Sampe mikir " Ha, udah gitu aja ?,". Namanya aja genre shoujo kali ya, jadi yang difokuskan adalah kisah cinta para tokoh utamanya. Satu lagi yang sangat mengganjal hatiku, Kenapa juga si Livi ini harus diceritakan sebagai seorang anak kecil ? Menghancurkan imajinasi banget deh. Kayak pedofil, dong. Perkiraanku, Si Livi ini seumur anak SMP dan Nike seumuran anak SMA. Aduh, cuma itu aja sih yang kurang sreg. :D

Selain tujuh di atas, sempat juga nambah dua anime lagi yang genrenya sama-sama romance, yaitu :

Isshukan Friends

Tentang seorang cewek tertutup yang punya penyakit amnesia nggak jelas. Setiap hari senin, ingatan cewek ini akan terhapus. Sehingga, ia memilih tidak berteman dengan seorang pun lagi.

Bokura Wa Minna Kawaisou

Tentang kehidupan sehari-hari di sebuah kos-kosan yang berisi penghuni yang aneh-aneh. Tokoh utamanya cowok, naksir teman sekelasnya yang kutu buku. Cowok itu kaget banget pas tahu bahwa apartemen yang ditinggalinya adalah milik orang tua cewek gebetannya itu. Selain mereka berdua, ada lagi laki-laki paruh baya yang mesum, cewek masokis yang pemabuk, dll.

***
Dua anime yang ku sebut terakhir cuma ku tonton dua episode. Entah kenapa rasanya kurang semangat nontonnya. Padahal genrenya itu kesukaanku lho. Apalagi yang Isshukan Friends juga ada dramanya. Rencananya nanti hari sudah tamat dua-duanya baru mau aku download dan nonton sekaligus.

Jadi, dari sekitar kurang lebih 30 judul anime baru yang tayang musim ini, aku hanya mengikuti 9 anime di atas. Itupun, satu sudah ku drop dari watching list dan satu lagi berada di zona degradasi :D. Beberapa musim terakhir ini, memang setiap musim rata-rata aku hanya mengikuti sekitar 6-8 judul anime. Musim ini banyak anime action dengan menampilkan tokoh-tokoh cewek yang moe. Moe memang masih dianggap menjadi daya tarik utama sebuah anime. Terutama karena kebanyakan otaku anime adalah laki-laki. Sayangnya, aku kurang suka genre action. Jadi, nanti kapan-kapan lah kalau akau ada ilham nonton anime-anime action musim ini dan musim-musim sebelumnya.

Dari tujuh judul yang aku ikuti di atas, Aku menobatkan Anime No Game No Life dan anime Soredemo Sekaii Wa Utsukushii sebagai anime terfavoritku musim ini. Selamat ya…Mudah-mudahan ke depan makin banyak anime-anime keren macam begitu.

Selain anime musiman di atas, ku juga menonton sekitar 4-5 anime musim kemarin-kemarin. Ada juga tiga movie yang entah dari musim kapan. Musim duren kali, ya ? Hehehe.

Tapi, untuk musim Summer 2014 yang akan dimulai sekitar dua minggu lagi, aku mungkin akan mengikuti lebih dari sepuluh judul anime. Karena anime musim depan kebanyakan adalah season lanjutan dari anime-anime favoritku sebelum ini. Selain itu, ada satu anime genre YAOI. Hahaha. Udah lama nggak nonton genre itu. Yaoi memang punya daya tarik sendiri untuk cewek-cewek. Kalau cowok punya Echi, kalo cewek punya yaoi. :D

Ini judul-judul anime yang rencananya akan ku nontum musim depan :
  1. Ao Haru Ride [ Comedy, Drama, Romance, School, Shoujo ]
  2. DRAMAtical Murder [ Action, Sci-fi, Psychological ]
  3. Free ! Eternal Summer [ Sports, Comedy, School, Slice Of Life ]
  4. Gekkan Shoujo Nozaki-kun [ Comedy, Romance, School, Shounen ]
  5. Glasslip [ Slice Of Life ]
  6. Kuroshitsuji : Book Of Circus [ Comedy, Demons, Fantasy, Shounen, Supernatural ]
  7. Love Stage !! [ Comedy, Yaoi, Gender-Bender. Shounen-Ai ]
  8. Persona 4 The Golden Animation
  9. Psycho-Pass New Edit Version [ Action, Sci-Fi, Police ]
  10. Rokujouma no Shinryakusa ?! [ Comedy, Romance, School, Supernatural ]
  11. Sword Art Online II [ Action, Adventure, Fantasy, Game ]
  12. Tokyo ESP [ Action, Fantasy, Supernatural, Seinen ]

Penasaran dengan sinopsis cerita 12 anime di atas ? Sudah banyak kok di internet. Salah satunya disini. Atau kita nonton aja sama-sama selama beberapa bulan ke depan. Nyoookkk....

Rabu, Juni 18, 2014

Give A Name

Aku baru memulai proyek menulis novel lagi nih. Selain konsep untuk novel ini, ada sekitar sembilan ide tema lagi yang sudah hampir kelihatan bentuk-bentuk ceritanya. Bahkan ada beberapa yang sudah selesai ku tulis 1-2 bab. Tapi, selalu terhenti di tengah jalan. Soalnya, aku ngerasa kisahnya nggak aku banget. Dalam artian, aku belum punya inspirasi mengembangkan cerita-cerita itu supaya lebih 'berat'. Selera bacaanku memang novel-novel yang begitu semua ; padat isi dan bahasa, melankolis, dalem, berat, gelap, dan kalau bisa agak melodramatis. Yang mana semuanya ku dapatkan dari novel-novel terjemahan.

Source : Pinterest

Mungkin harusnya aku memulai dengan menulis yang ringan-ringan semacam teenlit gitu, ya. Kalau sudah bisa tembus, baru mencoba menapak ke tingkat penulisna yang lebih tinggi lagi.

Ah, jadi bingung lagi deh.

Pokoknya, hal yang ingin ku sampaikan di postinganku kali ini adalah : NAMA. Yeah, Nama. Aku nggak begitu kreatif bikin nama. Selalu aja stuck disitu. Iri rasanya kalo lihat review-review yang membahas novel-novel yang namanya keren-keren, nama zaman sekarang banget deh, pokoknya. Kok aku nggak bisa ya bikin nama yang indah kayak gitu ?

Novel yang pertama kali ku tulis juga nama tokoh utamanya aneh. Heroinenya namanya Kana, lengkapnya Kana Ananda Sukma. Yang heronya Dariansyah Bimantara, panggilannya Darin. Apa banget coba. Namanya nggak kreatif gitu. Huahahaha.

Di beberapa artikel kepenulisan, disebutkan bahwa pemilihan nama tokoh ikut berperan penting dalam membentuk bayangan sosok tokoh dalam kepala pembaca. Aku sangat setuju hal itu. Misalnya, lagi baca novel yang tokoh utamanya diceritakan keren, jago main basket, cool, perfect, tapi namanya Abdul Latif, atau Ahmad, Tukul, atau sejenis itu, Hancur deh gambaran tokohnya. Yang ada di benak pembaca mungkin sosok-sosok yang sebelas dua belas sama Dul di sinetron Si Dul Anak Sekolahan. :D. Bagi sang empunya nama yang kebetulan tersebut di atas, ini hanya kebetulan belaka dan tidak didasarkan atas kesengajaan.

Novel yang akan ku tulis ini agak suram. Tentang kisah cinta masa lalu, pertemuan kembali, perasaan yang terpendam, nasib yang tidak beriringan, dsb. Nama cewek tokoh utamanya Haruna, dipanggil Runa. Sahabatnya namanya Liliana, dipanggil Lili. Tokoh utama cowok namanya Billy. Sedangkan pasangannya si tokoh utama cewek, masih disebut dengan nama Mr. X. :D

Mungkin karena aku sangat jarang membaca novel Indonesia, jadi kekurangan ide buat bikin nama yang keren gitu. Habis, bukan my cup of tea sih.

Ayo cari-cari nama lagi. Sampe kepikiran mau browsing kamus-kamus nama gitu. :D


Terjemahan Novel The Perks Of Being A Wallflower [ I ]

The Original Cover Of The Perks Of Being A Wallflower Novel. 
Source : Here

BAB I

25 Agustus 1991

Dear friend,
Aku menulis padamu karena dia bilang kau akan mendengarkan dan memahami dan tidak akan mencoba untuk tidur dengan orang di pesta itu bahkan jika kau bisa. Tolong jangan mencoba untuk mengetahui siapa dia karena dengan begitu kau juga akan mengetahui siapa diriku, dan aku benar-benar tak ingin kau melakukannya. Aku akan menyebut orang-orang dengan nama-nama berbeda atau nama-nama yang umum karena aku tak ingin kau menemukanku. Dengan alasan yang sama, aku tak menyertakan alamat balasan. Aku tidak bermaksud buruk mengenai itu. Sungguh.

Aku hanya perlu mengetahui bahwa ada seseorang di luar sana yang mendengarkan dan mengerti dan tidak mencoba untuk tidur dengan orang-orang bahkan jika mereka bisa. Aku perlu tahu bahwa orang-orang seperti itu ada.

Aku pikir kau, dari semua orang, akan mengerti itu karena ku pikir dirimu, dari semua orang, hidup dan mengapresiasi apa maksudnya itu. Setidaknya, ku harap kau melakukannya karena orang lain mencarimu untuk mendapatkan kekuatan dan persahabatan dan, sesederhana itulah. Setidaknya itulah yang ku dengar.
Jadi, inilah hidupku. Dan aku ingin kau tahu bahwa aku merasa bahagia juga sedih, dan aku masih mencoba untuk mengetahui bagaimana itu bisa terjadi.

Aku mencoba berpikir tentang keluargaku sebagai alasan mengapa aku menjadi seperti ini, khususnya setelah temanku Michael berhenti tidak datang ke sekolah di hari terakhir musim semi dan kami mendengar suara Mr. Vaughn di pengeras suara.

“ Anak-anak, dengan menyesal aku memberi tahu pada kalian bahwa salah satu siswa kita telah berpulang. Kita akan mengadakan upacara peringatan untuk Michael Dobson selama jam pertemuan jum’at ini.”
Aku tak tahu bagaimana berita-berita menyebar ke seantero sekolah dan mengapa kabar-kabar itu seringkali benar. Mungkin saja awal mulanya di kantin. Sulit mengingatnya. Tapi, Dave si kacamata aneh menceritakan kepada kami bahwa Michael bunuh diri. Ibunya sedang bermain kartu bersama salah seorang tetangga dan mereka mendengar suara letusan senjata.

Aku tidak benar-benar mengingat banyak hal tentang apa yang terjadi sesudahnya kecuali kakak laki-lakiku yang datang ke kantor Mr.Vaughn di SMP-ku dan bilang padaku supaya berhenti menangis. Lalu, ia melingkarkan lengannya di bahuku dan mengatakan padaku untuk mengeluarkan semua hal itu dari sistemku sebelum Ayah pulang. Kemudian kami pergi makan kentang goreng di Mc Donald’s dan dia mengajariku cara bermain pinball. Bahkan, ia membuat lelucon bahwa karenaku dia dapat melewatkan sekolah siang dan bertanya padaku kalau-kalau aku ingin membantunya memperbaiki Camaro-nya. Ku pikir aku benar-benar berantakan, karena sebelum ini ia tidak pernah membiarkanku menyentuh Camaro-nya.

Dalam sesi bimbingan konseling, mereka meminta beberapa dari kami yang benar-benar menyukai Michael untuk mengatakan beberapa patah kata. Ku rasa mereka takut jika beberapa dari kami akan mencoba untuk membunuh diri kami atau sesuatu seperti itu karena mereka terlihat sangat bersungguh-sungguh dan salah satu dari mereka terus menyentuh janggutnya.

Si gila Bridget mengatakan bahwa terkadang ia memikirkan tentang bunuh diri saat sesi iklan selama menonton TV. Bridget terlihat bersungguh-sungguh dan hal ini membingungkan petugas bimbingan konseling. Carl yang baik pada setiap orang bilang bahwa dia merasa sangat sedih, tapi tidajk akan pernah bunuh diri karena perbuatan itu termasuk dosa.

Salah satu petugas bimbigan konseling ini melintasi keseluruhan kelompok dan akhirnya mendatangiku.

“ Bagaimana pendapatmu, Charlie ?”

Hal yang sangat aneh dari kejadian ini adalah fakta bahwa aku tidak pernah bertemu orang ini karena dia adalah seorang spesialis, namun ia tahu namaku walau aku tidak mengenakan label nama seperti yang mereka lakukan dalam diskusi terbuka.

“ ku pikir Michael adalah orang baik dan aku tidak mengerti mengapa ia melakukannya. Sebanyak apapun aku bersedih, aku rasa hal yang benar-benar menggangguku adalah tak mengetahui alasannya.”

Baru saja aku membaca lagi kalimat itu dan tak terdengar seperti caraku berbicara. Terutama di kantor itu karena aku masih menangis. Aku tidak pernah berhenti menangis.

Petugas konselor bilang bahwa dia curiga Michael punya “ masalah rumah” dan tidak punya seseorang yang dapat diajaknya bicara. Mungkin itulah sebabnya sehingga ia merasa sendirian dan bunuh diri.

Kemudian, aku mulai berteriak kepada petugas konselor bahwa Michael bisa berbicara padaku. Dan aku mulai menangis lebih keras. Petugas itu mencoba menenangkanku dengan mengatakan bahwa yang dia maksud adalah orang dewasa seperti guru atau petugas konselor. Tapi, perkataannya tak berguna dan kakak lelakiku secepatnya datang ke sekolah untuk menjemputku.

Selama sisa tahun itu, para guru memperlakukanku berbeda dan memberiku nilai-nilai yang lebih baik walaupun aku pikir aku tidak bertambah pintar. Sejujurnya, ku rasa aku membuat mereka semua cemas.

Upacara pemakaman Michael terasa aneh karena ayahnya tidak menangis. Dan tiga bulan kemudian, ia meninggalkan ibu Michael. Setidaknya itulah yang dikatakan Dave saat makan siang. Kadang aku memikirkannya. Aku penasaran apa yang terjadi di rumah Michael saat makan malam dan acara TV. Michael tidak meninggalkan satupun catatan atau mungkin orangtuanya tak membiarkan seorangpun melihatnya. Mungkin itulah “ masalah rumah “. Aku berharap aku tahu. Mungkin catatan itu membuatku lebih merindukannya. Atau menimbulkan rasa sedih.

Satu hal yang membuatku panasaran yaitu apakah aku punya “ masalah rumah “, namun kelihatannya banyak orang lain yang memilikinya lebih buruk lagi. Seperti saat pacar pertama kakak perempuanku mulai kencan dengan cewek lain dan kakakku menangis sepanjang minggu.

Ayahku berkata, “ Banyak orang lain memiliki masalah yang  lebih buruk.”

Dan ibuku hanya diam. Seperti itu saja. Sebulan kemudian, kakakku bertemu cowok lain dan mulai memutar lagu-lagu bahagia lagi. Ayahku tetap bekerja. Ibuku tetap menyapu. Kakak lelakiku tetap memperbaiki Camaronya. Seperti itu, sampai ia pergi untuk kuliah di awal musim panas. Ia bermain bola untuk negara bagian Penn tapi ia butuh musim panas guna memperoleh nilai yang pantas untuk bermain bola.

Aku pikir tidak ada anak emas dalam keluarga kami. Kami tiga bersaudara dan aku anak bungsu. Kakak lelakiku adalah anak sulung. Dia adalah pemain bola yang sangat baik dan mencintai mobilnya. Kakak perempuanku sangat cantik dan jahil pada cowok-cowok. Ia masih SMP. Sekarang aku memperoleh nilai A seperti kakak perempuanku dan itulah mengapa mereka membiarkanku.

Ibuku banyak menangis selama acara TV. Ayahku pekerja keras dan seorasng yang jujur. Bibi Helen dulu sering berkata bahwa ayahku akan jadi terlalu bangga memasuki masa krisis pertengahan usia. Membutuhkan waktu hingga sekarang untukku mengerti maksud perkataannya karena ayahku berumur empat puluh tahun dan tak ada yang berubah.

Bibi Helen adalah orang favoritku di seluruh dunia. Dia adalah saudara perempuan ibuku. Dia mendapat nilai A saat remaja dan dia selalu memberiku buku untuk dibaca. Ayahku bilang bahwa buku-buku itu sedikit terlalu tua untukku, tapi aku menyukainya. Jadi, ayah hanya mengangkat bahu dan membiarkanku membaca.
Bibi Helen tinggal bersama keluargaku selama beberapa tahun terakhir hidupnya dikarenakan sesuatu yang buruk terjadi padanya. Tak seorangpun memberitahuku apa itu meski aku selalu ingin tahu. Saat aku berumur sekitar tujuh tahun, aku berhenti bertanya tentang hal itu karena dulu aku selalu bertanya seperti kelakuan anak-anak dan bibi Helen mulai menangis tersedu-sedu.

Itulah alasan ayahku menamparku sambil berkata “ Kau menyakiti perasaan Bibi Helen  !”. Aku tak ingin menyakitinya, jadi aku berhenti bertanya. Bibi Helen bilang pada ayahku untuk tidak memukuliku di depannya lagi dan ayahku membalas bahwa ini adalah rumahnya dan dia akan melakukan apapun yang diinginkannya dan ibuku hanya diam, begitu juga kakak lelaki dan perempuanku.

Aku tidak ingat selebihnya karena aku mulai menangis keras dan setelah beberapa saat, ayah menyuruh ibu membawaku ke kamarku. Tak lama kemudian, ibu minum beberapa gelas anggur putih dan menceritakan padaku apa yang terjadi pada saudaranya. Beberapa orang melakukan hal yang lebih buruk daripada aku. Mereka benar-benar melakukannya.

Seharusnya aku tidur sekarang. Ini sudah sangat larut. Aku tak tahu mengapa aku menulis sebanyak ini untuk kau baca. Alasan aku menulis surat ini adalah karena sekolah SMA-ku dimulai besok dan aku benar-benar takut pergi kesana.

Salam sayang,

    Charlie
***

7 September 1991

Dear Friend,
Aku benrar-benar tak menyukai SMA. Kantinnya disebut “ pusat nutrisi “, yang mana itu sangat aneh. Ada seorang cewek bernama Susan di kelas bahasa inggris lanjutanku. Di SMP, Susan sangat menyenangkan. Dia menyukai film, dan kakaknya Frank membuatkannya rekaman lagu-lagu hebat dan dia membaginya bersama kami. Namun, selama musim panas kawat giginya dilepas, dia jadi sedikit lebih cantik dan tinggi, payudaranya juga mulai tumbuh. Sekarang, ia bertingkah sedikit tuli di gang sekolah, terutama saat ada cowok-cowok. Ku pikir itu menyedihkan karena Susan tak terlihat bahagia. Sejujurnya, dia tidak suka mengakui bahwa dia masuk di kelas bahasa inggris lanjutan, dan dia tidak menyapaku lagi di gang.

Saat Susan berada di pertemuan bimbingan konseling tentang Michael, dia bilang bahwa Michael pernah berkata padanya bahwa dia adalah gadis tercantik di seluruh dunia, berkawat gigi, dan semacamnya. Lalu, Michael memintanya untuk “ keluar dengannya “, yang mana adalah perkara besar di sekolah manapun. Mereka menyebutnya “ berkencan “. Mereka berciuman dan berbicara tentang film, dan Susan sangat merindukan Michael karena Michael adalah teman baiknya.

Hal itu lucu, karena di sekolahku cewek dan cowok normalnya tidak berteman baik. Tapi Michael dan Susan tidak. Sama seperti Bibi Helen dan aku. Maaf. Aku dan Bibi Helen. Itu adalah satu hal yang k pelajari minggu ini. Itu, dan lebih banyak lagi tanda baca.

Aku lebih banyak diam sepanjang waktu, dan hanya seorang anak bernama Sean yang benar-benar menyadari keberadaanku. Sean menungguku setelah pelajaran olahraga dan mengatakan hal-hal yang tidak dewasa seperti bagaimana ia akan memberiku sebuah “ Swirlie “, yang berarti seseorang memasukkan kepalamu ke dalam toilet lalu menyiramnya untuk membuat rambutmu melayang ke segala arah. Sean terlihat tidak senang dan aku mengatakan hal itu padanya. Lalu, Sean marah dan mulai memukuliku. Aku melakukan hal-hal yang diajarkan kakak lelakiku. Kakakku adalah seorang petarung hebat.

“ Incarlah lutut, tenggorokan, dan mata.”

Dan aku melakukannya. Dan aku benar-benar melukai Sean. Lalu aku mulai menangis. Kakak perempuanku harus meninggalkan kelas kehormatan seniornya danm engantarku pulang. Aku dipanggil ke kantor Mr. Small, tapi aku tidak mendapat hukuman apapun karena seorang anak melaporkan hal yang sebenarnya tentang perkelahian itu pada Mr. Small.

“ Sean yang memulainya. Itu adalah pertahanan diri.”

Dan memang seperti itu. Aku hanya tak mengerti mengapa Sean ingin menyakitiku. Aku tidak pernah melakukan apa-apa padanya. Aku sangat kecil. Itu benar. Tapi, ku rasa Sean tak tahu bahwa aku dapat berkelahi. Faktanya adalah bahwa aku bisa saja melukainya lebih buruk lagi. Dan mungkin seharusnya aku melakukan itu. Ku pikir akau mungkin akan melakukannya bila ia mengejar anak yang menceritakan kebenaran kepada Mr. Small, tapi ternyata Sean tak pernah mengejar anak itu. Jadi, semuanya dilupakan begitu saja.

Beberapa anak mentapku aneh di gang karena hanya aku yang tidak mnghiasi lokerku. Lagipula, akulah satu-satunya anak yang mengalahkan Sean dan tak dapat berhenti menangis setelah melakukannya. Aku pikir aku sangat emosional.

Suasana sangat sepi karena kakak perempuanku sibuk menjadi anak tertua di keluarga kami. Kakak lelakiku sibuk menjadi seorang pemain bola di negara bagian Penn. Setelah kemah pelatihan, pelatihnya berkata bahwa ia adalah tali cadangan dan setelah ia mulai mempelajari sistemnya, ia akan menjadi tali utama.

Ayahku sungguh-sungguh berharap kakak lelakiku segera menjadi pro dan bermain untuk tim Steelers. Ibuku bangga ia bisa masuk kuliah dengan gratis karena kakak perempuanku tidak bermain sepak bola dan tidak akan ada cukup uang untuk membiayai mereka berdua. Itulah mengapa ibu menginginkanku terus belajar dengan giat, jadi aku bisa mendapatkan beasiswa pendidikan.

Jadi, itulah hal yang akan terus ku lakukan sampai aku mendapat teman disini. Aku berharap anak yang dulu pernah melaporkan kebenaran itu akan jadi temanku, tapi ku pikir ia menjadi anak baik hanya karena melapor.

Salam cinta selalu,

      Charlie.
***

11 September 1991

Dear friend,
Aku tidak punya banyak waktu karena guru kelas bahasa inggris lanjutanku memberikan kami sebuah buku untuk dibaca. Dan aku suka membaca buku dua kali. Kebetulan, bukunya adalah To Kill A Mockingbird. Jika kau belum pernah membacanya, aku rasa kau harus melakukannya karena buku itu sangat menarik. Guru memberi kami tugas membaca beberapa bab dalam satu waktu, tapi aku tidak suka membaca seperti itu. Aku sudah setengah jalan sejak kali pertama.

Ngomong-ngomong, alasan aku menulis kepadamu adalah karena aku menonton kakak lelakiku di TV. Normalnya, aku tidak terlalu suka olahraga, tapi ini adalah peristiwa penting. Ibuku mulai menangis, dan ayahku melingkarkan lengannya di leher ibu, dan kakak perempuanku mulai tersenyum. Itu aneh karena kakak lelaki dan kaka perempuanku selalu bertengkar saat di rumah.

Tapi kakak lelakiku muncul di TV, dan sejauh ini, dia sudah menjadi berita utama di SMA-ku selama dua minggu. Aku sangat merindukannya, yang mana hal itu aneh karena kami tak pernah benar-benar saling bicara saat dia disini. Sejujurnya, kami masih belum banyak bicara.

Aku ingin memberitahukan padamu posisi apa yang dimainkan kakakku, tapi seperti yang ku katakan sebelumnya, aku ingin jadi anonim untukmu, ku harap kau mengerti.

Salam Cinta Selalu,

        Charlie
***

16 September 1991

Dear Friend,
Aku sudah menyelesaikan membaca buku To Kill A Mockingbird. Sekarang buku itu adalah buku favoritku sepanjang masa, tapi kemudian, aku selalu berpikir begitu sampai aku membaca buku lain. Guru kelas bahasa inggris lanjutanku memintaku untuk memanggilnya “ Bill “ saat kami tidak di kelas, dan beliau memberiku buku lain untuk dibaca. Beliau berpendapat bahwa aku punya kemampuan membaca yang baik dan mengerti tentang sastra, dan beliau ingin aku menulis sebuah esai tentang buku To Kill A Mockingbird.

Aku memberitahukan hal ini pada ibuku, dan ibu bertanya padaku mengapa Bill tidak merekomendasikan supaya aku mengambil kelas tahun kedua atau kelas bahasa ingris junior. Dan aku bilang pada ibu bahwa pada dasarnya kelas-kelas itu sama hanya punya lebih banyak buku yang rumit, dan itu tak akan menolongku. Ibuku berkata bahwa ia tidak yakin dan ingin bicara pada bill selama sesi kelas terbuka. Lalu, ia memintaku membantunya mencuci piring, yang mana aku melakukannya.

Sejujurnya, aku kurang suka makan dengan piring, aku lebih suka makan dengan jari-jari dan serbet, tapi kakak perempuanku berkata bahwa hal itu berakibat buruk untuk lingkungan. Ia adalah anggota klub bumi di SMA-nya, dan disanalah ia bertemu cowok-cowok. Mereka semua sangat baik padanya, aku tidak mengerti kenapa kecuali bahwa kakak perempuanku memang sangat cantik. Dia sangat akrab dengan cowok-cowok itu.

Utamanya seorang cowok. Aku tidak akan memberitahumu namanya. Tapi aku akan menceritakan padamu segala hal tentang cowok itu. Dia punya rambut cokelat yang sangat indah, yang dipanjangkannya lalu diikat ekor kuda. Aku rasa dia akan menyesali hal itu saat dia melihat lagi hidupnya ke belakang. Dia selalu membuat kaset campuran untuk kakakku dengan tema-tema spesifik. Salah satunya diberi nama “ Daun-daun musim gugur “. Dia memasukkan banyak lagu dari The Smiths. Dia bahkan mewarnai sendiri sampulnya. Setelah film yang disewanya tamat dan dia pergi, kakakku memberiku rekaman itu.

“ Kau mau ini, Charlie ?”

Aku mengambil kaset itu, tapi aku merasa aneh karena ia membuatnya untuk kakak perempuanku. Tapi aku mendengarkannya.  Ada sebuah lagu berjudul “ Asleep “ yang ingin ku perdengarkan padamu. Aku bercerita pada kakakku tentang lagu itu. Dan seminggu kemudian, dia berterima kasih padaku karena saat cowok ini bertanya padanya tentang kaset itu, dia menceritakan hal-hal yang ku sebutkan tentang lagu “ Asleep “ dan cowok ini sangat tergugah dengan betapa berartinya lagu itu untuk kakakku. Aku berharap ini berarti aku akan baik dalam hal berkencan saat waktunya telah tiba nanti.

Aku seharusnya menyertakan diri dalam pelajaran juga. Itulah yang dikatakan Bill karena aku menulis sama seperti caraku bicara. Ku pikir itulah alasan Bill ingin aku menulis sai tentang To kill A Mockingbird itu.

Cowok yang naksir kakakku ini sangat menghormati orang tuaku. Karenya, ibuku sangat menyukainya. Ayahku berpendapat cowok itu lembek. Ku rasa itulah mengapa kakakku melakukan apa yang dilakukannya pada cowok itu.

Suatu malam, kakak mengatakan hal yang sangat mengganggu tentang bagaimana cowok itu tidak tahan terhadap gertakan saat ia berumur lima belas atau sesuatu seperti itu. Sejujurnya, saat itu aku sedang menonton film yang baru saja disewanya sehingga aku tidak memperhatikan pertengkaran mereka. Merek abertengkar sepanjang waktu, jadi aku menyadari bahwa setidaknya filmnya sesuatu yang berbeda, tapi ternyata tidak karena itu adalah sekuel.

Omong-omong, setelah kakak bersandar pada cowok itu sepanjang empat adegan film, kurang lebih sekitar sepuluh menit, cowoknya mulai menangis. Menangis sangat keras. Kemudian, aku pergi dan kakak menudingkan jarinya padaku.

“ Kau lihat. Bahkan Charlie bisa menahan penindasannya. Kau lihat.”

Dan wajah cowok itu benar-benar merah. Dia menatapku, lalu menatap kakakku. Kemudian menampar wajah kakakku. Dengan keras. Aku membeku karena aku tak percaya ia berbuat begitu. Memukul siapapun sama sekali tidak seperti dirinya. Dia adalah cowok yang membuat kaset campuran dengan tema-tema dan sampul-sampul berwarna buatan tangan. Sampai dia memukul kakakku dan berhenti menangis.

Bagian teranehnya adalah kakakku tidak melakukan apapun. Dia hanya menatap cowok itu dengan diam. Itu sangat aneh. Kakakku akan menggila bila kau makan jenis tuna yang salah, tapi sekarang ketika cowok itu memukulnya, dia tidak berkata sepatah kata pun.  Dia hanya melembut. Kakak memintaku pergi, yang ku turuti. Setelah cowok itu pulang, kakak bilang bahwa mereka “ berkencan “ dan tidak mengatakan apapun pada ayah dan ibu tentang yang terjadi.

Ku pikir cowok itu menahan gertakannya. Dan ku rasa itu membuatnya masuk akal.

Akhir minggu itu, kakakku menghabiskan banyak waktu dengan cowok ini. Mereka tertawa  lebih banyak daripada yang biasanya mereka lakukan. Jum’at malam, aku sedang membaca buku baruku, tapi otakku lelah dan aku memutuskan menonton TV. Aku membuka pintu ruang bawah tanah, dan disanalah kakakku dengan pacarnya, telanjang.

Cowok itu di atas tubuh kakakku, dan kaki kakak terbentang di tiap sisi dipan. Kakak berteriak padaku dalam bisikan.

“ Keluar, dasar mesum.”

Jadi, aku pergi. Hari berikutnya, kami semua menonton kakak lelakiku bermain bola. Kakak perempuanku mengundang cowok ini. Aku tidak yakin kapan ia pulang semalam. Mereka bergandengan tangan dan bertingkah semuanya membahagiakan. Dan cowok ini mengatakan sesuatu tentang betapa tim sepak bola terasa tak sama lagi sejak kakakku lulus, dan ayah berterima kasih padanya. Saat cowok ini pulang, ayah berkata bahwa dia sudah menjadi lelaki muda yang baik yang bisa membawa diri. Ibuku diam. Kakak menatapku untuk memastikan aku tidak mengatakan apapun. Begitu saja.

“ Ya.” Hanya itulah yang diucapkan kakak. Aku bisa membayangkan cowok itu di rumahnya, mengerjakan PR sambil memikirkan kakakku telanjang. Aku bisa membayangkan mereka bergandengan tangan dalam sebuah pertandingan sepak bola yang tidak mereka tonton. Aku bisa membayangkan cowok ini muntah di semak-semak dalam sebuah pesta. Dan aku bisa membayangkan kakakku bertahan dengan hal itu.

Dan aku merasa tidak enak tentang mereka.

Salam Cinta Selalu

      Charlie
***
18 September 1991

Dear Friend
Aku tidak pernah bercerita padamu bahwa aku punya kelas pertukangan, ya ? Nah, aku di kelas pertukangan, dan kelas itu adalah kelas favoritku setelah kelas bahasa inggris lanjutan Bill. Aku menulis esai tentang To Kill A Mockingbird semalam, dan menyerahkannya pada Bill pagi ini. Kami akan membicarakan tentang ini besok saat jam makan siang.

Intinya, ada seorang cowok di kelas pertukangan yang namanya “ Nothing “( bukan apapun ). Aku tidak bercanda. Namanya “ Nothing “. Dan dia riang. “ Nothing“ memperoleh nama itu saat anak-anak mengusilinya di SMP. Aku rasa sekarang dia senior. Anak-anak memanggilnya Patty padahal nama aslinya Patrick. Dan “ Nothing  “ berkata pada anak-anak itu “ Dengar, panggil aku Patrick, atau jangan panggil dengan nama apapun."

Jadi, anak-anak memanggilnya “ Nothing“.  Dan nama itu melekat. Dia adalah anak baru di sekolah distrik saat itu karena ayahnya baru menikah dengan wanita di distrik ini. Aku pikir aku akan berhenti membubuhkan tanda petik di nama“ Nothing “ karena itu mengganggu dan mengacaukan aliranku. Aku berharap kau tidak merasa ini sulit untuk diikuti. Aku memastikan untuk membuat perbedaan jika sesuatu muncul.

Jadi, di kelas pertukangan Nothing mulai menirukan guru kami, Mr. Callahan, dengan sangat lucu. Di abahkan melukis janggut kambing Mr. Callahan dengan semir. Lucu. Saat Mr. Callahan mendapati Nothing melakukan perbuatan itu di dekat sabuk peralatannya, dia justru tertawa karena Nothing tidak melakukan perbuatan menirukan yang usil. Itu hanya lucu. Aku harap kau ada disana karena itu adalah tawa terkerasku sejak kakak laki-lakiku pergi. Kakakku biasa menceritakan tentang lelucon semir, yang ku tahu itu salah, tapi aku mengabaikan bagian semirnya dan mendengar lelucon itu. Menyenangkan.

Oh, tiba-tiba, kakak perempuanku meminta kaset “ daun-daun musim gugurnya “ kembali. Ia mendengarkan kaset itu sepanjang waktu sekarang.

Salam cinta selalu,

       Charlie

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Source : Pinterest

Oke, sebagai realisasi dari salah satu resolusiku tahun ini untuk menerjemahkan novel, maka pilihanku jatuh pada novel ini. " The perks of being a wallflower " karya Stephen Chbosky. Sepengetahuanku, buku ini belum ada versi terjemahan indonesianya.

Awal aku tahu novel ini tuh dari filmnya yang berjudul sama. Memang sudah lama aku mencari film itu, karena membaca di suatu tempat bahwa ceritanya tentang seorang remaja yang punya gangguan jiwa. Akhirnya bisa download sendiri, sih. Dan aku lumayan suka banget fiilmnya. Banyak quotes-quotes inspiratif, sinematografinya indah, dan akting para pemainnya sangat baik [ Ezra Miller....Kyaaa... . Kapan-kapan deh aku review filmnya [ kapan, ya ? ]

Berhubung ada peribahasa " Don't judge a book by its movie ", maka aku mencari novelnya.

Dan setelah ku teliti sekilas, bahasa inggrisnya tidak terlalu rumit. Mungkin karena ini semacam teenlit kalo di Indonesia. Buku aslinya nggak tahu berapa halaman. Tapi kalo di Ms. Word-ku, bisa jadi 192 halaman. Dan bab 1 yang ku terjemahkan di atas itu baru mencakup 12 halaman saja. 

Maaf kalau hasil terjemahanku di atas masih berantakan dan belum enak dibaca. Maklum,masih belajar. Kendala paling susahnya itu di idiom-idiom, soalnya aku paling males ngapalinnya. Lagian kamus mini idiomku entah tergeletak dimana sementara lampu kamarku ini sedang putus karena korslet. Kalau udah ada itikad menerjemahkan seperti ini kan lumayan ada niat mempersungguh nanti. 

See, ya....


Selasa, Juni 17, 2014

Ending..

Ketika aku memutuskan bahwa aku akan melepasmu untuk kemudian menjumpaimu di sebuah ujung jalan.
Aku berlari dengan sekuat tenaga, ku rentangkan tangan selebar-lebarnya.
Tak peduli kerikil yang menceracah di telapak kaki, angin yang tak bersahabat, maupun pandangan sinis dari dunia
" Aku harus terus berlari, aku harus berani mengambil setiap tawaran yang disodorkan hidup untukku. Aku ingin jadi sempurna, supaya bisa menjadi seseorang yang sepadan dengannya. Tak peduli dia tidak memintaku untuk bisa melakukan apa pun. Aku hanya ingin merasa pantas berdiri di sampingnya, tidak jadi beban baginya, bahkan menjadi wanita yang akan jadi kebanggaannya,"

Kini, di ujung jalan itu.
Di tepi mimpi yang dipaksa berkesudahan, 
Aku menggenggam seluruh cerita dari semua perjalananku, memeluk erat segala harap dan kenangan.
Airmataku berlinangan dan tetesannya tertiup angin ke tempat yang jauh.

" Aku tidak akan menyesali apapun." Teriakku ke angkasa
Dadaku bergetar oleh ribuan rasa yang berdesak untuk diraba oleh hati, begitupun kedua tungkaiku, goyah bersama detik-detik yang terlewati dalam lepasnya kisah yang sudah menguatkan diriku selama bertahun-tahun lamanya.
Ada sesuatu yang terasa hilang dengan cepat dari keberadaanku.
Meninggalkan kekosongan dan ruang hampa yang terus meluas.

" Terima kasih atas ceritanya. Terima kasih atas semangat, kehidupan, rindu, kekuatan, ketegaran, dan segala hal darimu yang menjadikanku tetap mampu hidup hingga detik ini. Karenamu aku menemukan alasan, satu-satunya hal yang paling ku butuhkan di dunia ini." Bisikku parau, mencoba membahasakan trilyunan rasa yang mengancam akan membah pertahanananku.

Jadi, inilah sudah akhirnya.
Seperti ini saja.

Source  Pinterest


Selasa, Juni 03, 2014

Z...Z...Z...Z...

Last night was one of those sleepless night.

Source : Pinterest

Malam tak dapat terlelap. 

Mengingat-ingat kembali tentang penyakit insomniaku ini, sepertinya bermula dari aku kelas 3 SMA. Saat itu, aku sudah pindah tempat tinggal dari pondok ke kos yang lebih ringan peraturan-peraturannya, termasuk soal jam tidur. Sehingga tidak ada paksaan mau tidur jam berapa pun. Ada satu malam yang paling ku ingat ketika menjelang try out dimana aku dipenuhi energi dan adrenalin yang luar biasa di tengah malam. Sehingga aku memutuskan mengambil buku cetak Geografi mulai dari kelas satu sampai kelas tiga dan membacanya semalam suntuk. 6 buku dan semuanya ku lahap habis. Hasilnya memuaskan. Karena besoknya memang dijadwalkan untuk try out Geografi, maka aku berhasil mendapat nilai try out tertinggi di sekolah.

Dan, semakin dipikir, memang kira-kira saat-saat itulah aku sering tak dapat tidur semalaman. Meski aku tak dapat mengingat satu persatu kejadian itu, apakah memang mataku yang tak dapat terpejam atau karena energi dan ide yang  melimpah ruah butuh penyaluran.

Aku yang sekarang tahu kalau di waktu-waktu itulah aku mengalami Manic. Memang tidak sesering sekarang.

Source : Pinterest

Belum lama berselang, waktu-waktu insomnia menjadi waktu yang cukup menakutkan bagiku. Itu ketika aku belum memiliki laptop atau novel-novel koleksi. Aku dari kecil suka sekali membaca, tapi dulu yang ku koleksi hanyalah komik yang jumlah halamannya sedikit serta singkat sekali waktu menamatkan membacanya. Jadi, aku menghabiskan malam-malam itu dengan menonton film Hollywood di televisi. Waktu itu, kalau sudah jam 10 malam, maka hampir semua stasiun televisi swasta akan menayangkan film barat.

Sleepless night used to be a scary time.

Aku takut gelap. Mengerikan rasanya menyadari bahwa hanya kita sendiri yang bergerak, bernafas, dan berfikir di luasnya ruangan. Mendadak semuanya jadi terasa mencekam, perasaan parno seperti sedang diawasi pun mulai muncul. Kadang, karena tak kuat dengan perasaan takut itu, aku memilih mematikan televisi lalu berbaring di tempat tidurku. Membolak-balikkan tubuh sebanyak aku berani, memikirkan masa-masa lalu dan masa depan, menunggu kantuk menyerang. Kadang aku membersihkan kamar atau bahkan berkreasi membuat kerajinan tangan.

Sekarang, semuanya terasa lebih ringan. Laptop tersedia, dan di dalamnya aku punya banyak hal yang ku sukai. Novel-novel atau komik elektronik, anime-anime dan film favorit, lagu-lagu, tulisan-tulisan, gambar-gambar desain, internet, dan banyak lagi. Novel-novel fisik juga sudah lumayan banyak. Jadi, aku bisa melewati malam dengan cukup sibuk. Akhir-akhir ini aku lagi suka sama novel-novelnya Dan Brown yang semuanya tebalnya lebih dari 600 halaman. Di hari-hari biasa, aku tidak akan punya konsentrasi dan ketenangan yang cukup untuk menamatkan novel-novel tersebut. Tapi, berkat insomnia, aku sudah berhasil menyelesaikan membaca kelima novel pertama beliau. Yang terakhir ku baca itu tadi malam, yang judulnya Deception Point. Aku membaca dari halaman yang terakhir kubaca yaitu 121 hingga tamat.

Source : Pinterest

Terkadang, saat Manic menyerang namun tubuhku terlalu lelah untuk menuruti pikiranku supaya tetap terjaga, aku memaksakannya untuk tidur juga. Dan hasilnya tidak baik. Aku jadi mengalami halusinasi menakutkan tentang kematian dan hari kiamat. Yang membuat tubuhku bergetar ketakutan hingga aku harus keluar dari kamar untuk melihat wajah-wajah tidur adik-adikku di kamarnya masing-masing. Hal itu membuatku kapok untuk memaksakan diri tidur sementara pikiran jelas-jelas punya keinginannya sendiri.

Yang buruk adalah, hariku setelah malam tanpa tidur. Aku jadi bad mood, sakit kepala, sulit konsentrasi, jantung berdebar-debar, mengantuk luar biasa, mudah marah, malas, sensitif, dll. Terutama bila malamnya sempat mengkonsumsi kopi. Itu benar-benar mengganggu keseharianku apalagi kalau aku harus sibuk menyelesaikan sesuatu di siang harinya.

Seperti sekarang. Sebenarnya senin kemarin adalah targetku untuk bimbingan proposal pertama kalinya. Namun, karena pengaruh insomnia itulah, perasaanku sekarang jadi tidak enak dan inginnya tidur saja.

Hooaaahhhmmmm...