Jumat, Februari 28, 2014

So, About That Island..

Jadi, pengumuman penentuan penempatan lokasi dan kelompok KKN sudah ditempel tadi pagi.

Aku ditugaskan ke daerah Banggai Kepulauan, tepatnya di desa Labuan Kapela Banggai Selatan.

Source : Here

Yah, sesuai ekspektasi.

Menurut informasi, dari 76 orang peserta KKN dari Ekonomi, 50% ditempatkan di pulau itu. Memang bupatinya yang meminta langsung. Keren, kan ? Udah ngebayangin turun dari kapal bakalan disambut dengan pesta rakyat dan dikalungi bunga. 

Halah, ngayal.

Begitu tahu bakal disana selama 2 bulan ke depan, aku langsung browsing dong. Nyari info tentang kabupaten baru itu. Terutama tentang potensi, hasil, dan kekayaan alamnya. Biar bisa mengira-ngira dari sekarang program kerja apa yang mau dibuat.

Intinya, produk utamanya adalah hasil pertanian berupa Ubi dan Jagung, serta hasil laut berupa ikan. Dan...Yang paling bikin aku exciting adalah potensi pariwisatanya.

Menurut Wikipedia, Banggai Kepulauan terdiri dari gugusan pulau-pulau sedang dan kecil berjumlah 121 buah. Panorama alamnya memikat dan masih belum terjamah. 

Oh, God. Itu benar-benar mendebarkan. 

Aku sudah membayangkan akan membantu mempromosikan pariwisatanya lewat internet.

Jadi berasa kayak Ikal di novel Laskar Pelangi.

Can't Wait..!!!!


Kamis, Februari 27, 2014

About KKN

Ini hari ke-4 pembekalan KKN. Besok diarahkan untuk pembekalan sesuai disiplin ilmu di fakultas masing-masing. Hari sabtu pelepasan. Hari senin sampai selasa sudah dikirimkan ke lokasi-lokasi KKN.

Source : Pinterest

Ada beberapa teman yang bercerita bahwa mereka sudah meminta kepada pihak P2WKKN selaku pelaksana kegiatan KKN agar ditempatkan di kampus, atau paling tidak di seputar wilayah Kota Palu saja dengan alasan masing-masing. Bahkan ada  seorang tetangga dari FKIP yang berstatus sebagai peserta KKN juga, sudah diuruskan orangtuanya untuk KKN di dekat kompleks perumahan kami saja. PKL di salah satu SMA di dekat rumah. Beberapa teman seangkatan yang sudah lebih dahulu mengikuti KKN di semester antara kemarin juga banyak yang menyarankanku untuk minta lokasi di kampus saja. " Supaya gampang urusan proposalnya " Kata mereka. Itu alasan yang benar, mengingat proposalku juga belum ada kemajuan sama sekali. Apalagi kalau aku berencana saat semester ini usai, harus sudah selesai ujian proposal juga. Yang berarti selama dua bulan ke depan seharusnya aku sudah selesai proses bimbingan yang tidak mungkin bisa terlaksana bila ditempatkan di lokasi di luar Kota Palu.

Tapi, entah kenapa aku ingin sekali agar ditempatkan di lokasi yang jauh dari sini. Kalau perlu di Banggai Laut, lokasi KKN terjauh yang perjalanannya menempuh waktu sehari semalam dan harus menyeberangi selat. Para pemateri pembekalan sudah mengatakan bahwa disana, masyarakatnya tidak mengenal yang namanya fasilitas MCK. Kamar mandi mereka adalah sungai, jadi seperti pemandian umum. WC tak dikenal, jika ingin buang hajat biasanya mereka langsung ke laut atau lari ke semak-semak dan menggali pasir seperti kucing.

Aku dilahirkan di kota, seumur hidup menempuh pendidikan di berbagai kota selain kota kelahiranku. Tak heran bahwa meski aku tercatat sebagai putra kelahiran Sulawesi, tak ada satupun yang ku ketahui tentang daerah ini. Dari hal mendasar saja seperti rute-rute jalan. Apalagi yang sudah besar seperti kebudayaan dan bahasa asli. Untuk dikatakan sebagai orang Jawa juga tidak bisa. Meski kedua orangtuaku asli orang Jawa, karena dibesarkan di Sulawesi maka budaya Jawanya juga kurang. Jadilah aku dan adik-adikku ini sebagai contoh kegagapan antara dua budaya yang jauh berbeda. Ha..Ha..Ha.

Hanya sekali aku pernah tinggal di desa. Saat itu aku baru lulus SMA dan ditugaskan ke daerah Lampung, Kalianda Selatan guna melaksanakan tugas sebagai Mubalighot. Daerah tempatku bertugas benar-benar minus. Listrik sebagai kebutuhan utama belum masuk, yang mengakibatkan perkembangan tempat itu juga tertinggal. Aku ingat nama desanya adalah Desa Budi Lestari. Hidup dalam kegelapan, secara harfiah, selam kurang lebih 8 bulan. Orang-orang desa situ juga sering bilang " Kasian banget ya mbak ini, ditugaskan disini. Di Lampung, Provinsi paling rendah dalam hal perkembangan daera se-Indonesia, di Kalianda yang jadi kecamatan terminus se-Lampung, dan di desa ini lagi, yang statusnya sebgai daerah tertinggal, desa termiskin di Kalianda ". Jadi, tempat paling miskinnya yang paling miskin. Istilahnya, sudah jatuh tertimpa tangga pula. 

Tapi, meski sangat berat, aku bisa bertahan disana. Bahkan lumayan betah. 

Source : Pinterest

Ada serunya bertempat di desa. Karena status sebagai orang kota yang membuat masyarakat desa penasaran sekaligus menghargai kita. Dan, banyak sekali hal yang dapat dilakukan karena memang kehidupan di desa masih sangat banyak perlu perbaikan dalam berbagai bidang.

Program kerja apa yang dapat dilakukan jika KKN di kampus ? Paling banter ya penghijauan, atau kebersihan.

Kalau di Kota, orang-orangnya tidak bisa dikejutkan lagi. Kan sudah modern. Segala macam ada. Tingkat pendidikan juga tinggi. Sikap apatis dan keras kepala, juga sok pintar pati banyak. Apalagi Palu ini adalah daerah rawan konflik yang sering sekali terjadi di pinggiran kota. Serem.

Jadi, aku terima aja mau ditempatkan dimana. Katanya pengumuman pembentukan kelompok dan lokasinya kalau nggak sore ini ya besok sore. 

Kalau memang Tuhan mengatur bahwa aku harus segera menyelesaikan studiku, berarti aku akan ditempatkan di Kota. Kalau Dia menghendaki aku menambah pengalaman, aku senang-senang aja ditempatkan di desa. Di Banggai Laut sekalipun.

Apalagi, yang sangat aku perlukan sekarang adalah mengalihkan depresiku. Cara satu-satunya adalah dengan pergi sejenak dari rumah dan juga kompleks tempat tinggalku. Oh, juga aktivitas harianku. 

Meski antisosial, aku suka bertemu dan berkomunikasi dengan orang-orang baru. Yang ku benci itu harus bersosialisasi dengan orang-orang yang sudah lama dikenal, sudah saling mengetahui " kartu " masing-masing. Sudah men-judge dan menilai sesuai keinginan mereka sendiri.


Rabu, Februari 26, 2014

More

Kali ini aku sedikit lebih percaya diri. Aku bisa melakukan ini.

Satu irisan lagi.

Sama sakitnya, bahkan lebih sakit dari tadi pagi karena yang ini agak lebih dalam.

Source : Pinterest

Ternyata
Aku masih kurang berani.
Tapi hasilnya, kalau dua irisan tadi pagi butuh seharian untuk menampakkan bekasnya, maka yang ketiga ini langsung membekas. Ada sedikit darah yang merembes.

Ngilu.

Dan sakit.

Ku letakkan cutter itu, berpakaian lalu keluar untuk membeli keperluanku.

Seperti biasa, selanjutnya hanya ada aku dan diriku.

Aku berpikiran untuk menambah satu irisan lagi setibanya di rumah.

Sakit dari irisan ketiga itu memudar, digantikan oleh emosi dan sakit dari dalam diriku. Sama sekali tak ada rasanya. Jelas aku kurang dalam, hingga sakitnya dapat terkalahkan oleh perasaan dari diriku.

Source : Pinterest

Berikutnya, aku akan mencoba lebih dalam lagi.

Dan aku yakinkan. Bahwa dengan setiap irisan yang ku torehkan ke kulitku, aku akan jadi semakin kuat. Aku melakukan ini bukan karena aku berniat menyakiti diriku. Ini justru untuk membebaskanku. Supaya kesakitan dalam diriku agak teralih dengan rasa sakit  dari fisikku. Aku ingin lihat seberapa dalam aku harus menekan cutter hingga rasa sakitnya bisa menandingi kepedihan di sisi dalamku. Kesakitan melawan kesakitan. Aku mau tahu seberapa besar rasa sakit yang dapat ku tanggung. Torehan-torehan ini akan jadi bukti tentang rasa sakit yang ku hadapi. Tentang semua kegelapan yang dengan gagah berani ku tantang. Segala perih yang ku coba taklukkan. Tentang kemenanganku. Bahwa setiap irisan adalah keinginanku untuk terus hidup.

Karena dengan inilah semuanya agak terasa lebih ringan.

Itu untuk suatu saat nanti. Entah kapan, aku juga tidak berharap saat itu akan tiba. Mungkin aku akan mati lebih dahulu.

Untuk saat ini, aku butuh satu irisan lagi.

Stay Strong


Selasa, Februari 25, 2014

On My Own

MangaFox's Facebook Account

Ketika hari-hari berjalan begitu gelap dalam pandangan
Sulit rasanya untuk percaya bahwa suatu saat akan ada hal baik yang datang
Tidak mudah yakin kalau semua ini suatu saat akan berakhir begitu saja

Dan kala aku tertawa dalam kesedihanku, menangis karena kalut dan takut
Semua pintu tertutup, semua jalan terblokir, tak ada orang lain yang menawarkan perlindungan

Sepertinya kebahagiaan hanyalah sebuah dongeng dalam kisah putri-pangeran yang ku sukai kala aku lebih belia
Dan dongengku sudah lama mati

Perhaps..
Forever i will always be
On My Own...


Sabtu, Februari 22, 2014

Open Up The Curtain

Pada akhirnya, semua hanyalah tentang bagaimana kita berkompromi dengan kehidupan.

Source : Pinterest

Bagi seorang yang mengaku antisosial, berusaha menghindari segala bentuk sosialisasi dan hubungan yang tak begitu dibutuhkan, ada saatnya perlu membuka tirai dunia kecil itu. 

Matahari dunia luar begitu hangat dan terik, Wangi tanahnya begitu khas. Bau udara, hujan, laut. Lanskap langit, lautan, dan perbukitan. Semuanya nyata. 

Dunia kecil yang biasa kau diami disinari oleh impian dan obsesimu. Sekali-sekali, tak apa merasakan kenyataan. Karena inilah penghantarmu ketika dilahirkan.

Aku penasaran, apakah semuanya masih akan terasa semenyenangkan ini bila aku tidak pernah memutuskan untuk berpindah dari dunia nyata ??

# Salam Dari Dunia Paralel

Jumat, Februari 21, 2014

The Only Thing I Need Right Now Is A Pensieve

Tahu tidak, benda apa yang paling ku butuhkan saat ini ?

PENSIEVE.

Pensieve In Harry Potter, Source : Here

Penggemar Harry Potter pasti tahu ini. Ini adalah sebuah peralatan sihir milik Albus Dumbledore, kepala sekolah Hogwarts. Pertama kali muncul kalo nggak salah inget di buku ke-4.

Jadi, Pensieve ini digambarkan berbentuk baskom terbuat dari batu yang ada semacam cairan sihir di dalamnya. Gunanya untuk melihat secara visual pemikiran-pemikiran kita. Caranya ? Dengan tongkat sihir dan teknik tertentu, kita menarik pikiran yang kita inginkan keluar dari kepala kita lewat pelipis. Pikiran itu nantinya keluar dalam bentuk seperti sehelai benang transparan. Kita tinggal memasukkan benang itu ke dalam cairan di pensieve dan..saksikanlah pemutaran film pemikiran kita. Benang-benang pikiran itu juga dapat disimpan dalam botol-botol kaca kecil. Untuk merasakan sensasi yang lebih nyata, kita bisa mengalami lagi [ sebagai pengamat ] kenangan-kenangan yang telah kita lewati. Caranya ? Ya setelah benang berisi ingatan kenangan itu dicelupkan ke pensieve, kita tinggal memasukkan wajah kita ke baskom batu itu. Dan taraaa,,,.

Dumbledore When Using Pensieve, Source : Here

Aku sulit sekali berfokus pada satu ide. Ku pikir, itulah mengapa walau dengan otak lumayan seperti ini, aku jarang sekali sukses dalam suatu bidang tertentu.

Pikiran dan ideku melompat-lompat seperti kodok kepanasan. Satu demi satu menyambar silih berganti. Suatu saat aku begitu terpaku dengan satu pemikiran, dan saat berikutnya aku sudah tertarik pada hal lain dan melupakan yang lama. 

Sisi baiknya, karena aksi otakku itulah, aku jadi mempelajari banyak hal yang sedang tercetus dalam kepalaku. Aku bisa jadi orang nyambung diajak ngobrol apa aja dan siapa aja. Musik ? Olahraga ? Geografi ? Astronomi ? Agama ? Politik ? Pokoknya meski tidak ahli, setidaknya aku dapat menjadi kawan bicara yang terlihat cukup cerdas.

Kekurangannya sudah ku sebutkan di atas. Aku jadi sulit fokus dan memusatkan perhatian pada satu hal. Semua ide datang berkejaran seperti banjir di kepalaku dan aku tidak bisa memilahnya satu demi satu. Aku juga tak dapat memilih ide besarnya, mengambil apa yang sedang ku butuhkan dan mendorong sisanya ke belakang. It's Difficult.

Dan itulah kenapa sulit bagiku menyelesaikan proposal ini. Sejak awal pengajuan judul aja, aku sudah ribet sendiri sama banyaknya topik yang ingin ku ambil. Sekalinya udah beres, sekarang terputar-putar di banyaknya kalimat dan pembahasan yang menyentuh topik ini sehingga tidak tahu harus memasukkan yang mana.

Bingung.

Aku selalu saja seperti ini.

Source : Pinterest

Terkait dengan Pensieve ini, Albus Dumbledore berkata : " Terkadang kita butuh untuk mengeluarkan pikiran-pikiran kita dan melihatnya dari sudut pandang lain ".

Yeah, I know exactly what do you mean, Professor..


Kamis, Februari 20, 2014

Block

Source : Pinterest

Baru bulan kedua dari tahun ini, dimana aku beresolusi untuk menulis blog setiap hari, dan hasilnya udah berantakan.

Akhir-akhir ini rasanya malaaass sekali menulis.

Tahu kok sebabnya. Karena awal februari kemarin aku jatuh sakit setelah itu sibuk dengan kegiatan asrama, sehingga sampai 10 hari lebih tidak menulis. Karenanya semangat menulisnya perlahan luntur. Itulah. Kalau sesuatu yang baik itu perlu dijadikan kebiasaan agar bisa terus berjalan.

Bukannya tidak ada ide. Orang seperti aku ini tidak pernah kehabisan ide. Di draft blogger saja ada sekitar lima postingan yang setengah jadi. Belum lagi cerita dan curhat dadakan, ide-ide cerita, puisi, lagu, dsb. Cuma...Malas rasanya merunutkannya dalam bentuk tulisan.

Kalau berhasil dapet " feel " buat nulis, pasti langsung modyar tuh semangat di tengah jalan. Dulu, aku mngatasi ini dengan cara memaksa menulis, dan ternyata berhasil. Tapi untuk kali ini, lagi nggak enak rasanya maksa-maksa diri sendiri.

Hari ini, dari tadi pagi aku sibuk membaca dan memilih-milih jurnal-jurnal untuk keperluan proposalku.

Dan, ada lagi kompetisi menulis dari sebuah akun kepenulisan di facebook yang intinya " Buat cerpen sepanjang 1500-2000 kata tentang Valentine Day, pokoknya harus ada suasana suram dan gloomynya ". Hadiahnya pulsa 15 Ribu dan 2 buah buku bekas. Lumayan sih, pingin ikut. Aku baru tahu info itu semalam. Dan dari saat itu, sibuklah kepalaku mencari ide cerita. Masalahnya, tenggat waktu partisipasinya jam 23.59 malam ini. 

Sekian,



Senin, Februari 17, 2014

Time And Regret

Source : MangaFox's Facebook Account

Kau tahu, dari sekian banyak perasaan-perasaan gelap yang telah dikenal, perasaan apa yang paling menakutkan ?

Ya. Penyesalan.

Ku pikir, bagaimanapun baiknya kita bertindak dan berpikir sampai hari ini, tetap saja akan ada yang kita sesali di masa depan. Saat kita, di suatu titik tertentu, menoleh ke belakang, mengevaluasi apa yang telah kita jalani, dan bermunculanlah lubang-lubang kecil hidup. Sesuatu yang membuat kita ingin sekali menemukan mesin waktu, lalu melompat kembali ke masa itu, memperbaiki hal-hal yang kita anggap cacat.

Hanya saja, kita tidak akan tahu..
Bagian mana yang akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari ?

Apakah karena kita melangkah terlalu cepat, sehingga mengaburkan pandangan akan hal-hal berharga lain yang ditawarkan hidup pada kita ?
Atau karena perjalanan yang begitu lambat, hingga membuat kita tertinggalkan waktu ? Sendiri melihat dunia sudah begitu jauh di depan ?


Jadi, seperti apa seharusnya kita mengambil waktu, hak yang diberikan sama rata kepada seluruh makhluk hidup di dunia ?
Jalan apa, keputusan bagaimana yang harus kita ambil agar semua baik-baik saja ?

Siapa saja yang perlu terus kita jaga, kita perbaiki dan kita simpan dengan baik di sisi kita, atau siapa yang hanya akan lewat begitu saja di dalam buku cerita hidup kita ?

Apa yang berharga dan yang paling penting ?

Saat ini, kita tidak akan pernah tahu.

Source : Pinterest

Pun wejangan dan petuah dari mereka yang masanya telah mendahului kita, apakah akan sama hasilnya bila diterapkan pada jalan kita ? Bukankah setiap orang punya alurnya masing-masing ?

Mungkin tidak akan pernah ditemukan jawabannya.

Mungkin yang harus dilakukan hanya melaluinya saja. Berpikir tentang waktu-waktu, seharusnya saat inilah yang jadi tempat berpijak kita, bukan masa lalu, atau masa depan.

Karena ketidaktahuan membuat kita bodoh, dan kebodohan menjadikan kita salah, dan kesalahan menjadi pelajaran paling berharga yang disebut " Pengalaman ".

A Girl Who Can't Be Moved, 

Jumat, Februari 14, 2014

Save You By Simple Plan

Source : Mangafox's Facebook Account

Take a breath
I pull myself together
Just another step until I reach the door
You’ll never know the way it tears me up inside to see you
I wish that I could tell you something
To take it all away

Ambil nafas
Sambil ku tarik diriku
Hanya langkah lain hingga aku mencapai pintu
Kau tak akan pernah tahu bagaimana itu merobekku di dalam kala melihatmu
Ku harap aku bisa mengatakan sesuatu padamu
Untuk mengambil semua itu

Sometimes I wish I could save you
And there’re so many things that I want you to know
I won’t give up till it’s over
If it takes you forever I want you to know

Terkadang aku harap aku bisa menyelamatkanmu
Dan begitu banyak hal yang ku ingin 'tuk kau tahu
Aku tidak akan menyerah hingga itu berakhir
Jika itu mengambilmu selamanya, aku ingin kau tahu

When I hear your voice
It's drowning into whispers
You're just skin and bones
There’s nothing left to take
No matter what I do I can’t make you feel better
If only I could find the answer
To help me understand

Saat ku dengar suaramu
Tenggelam menjadi bisikan
Kau tinggal kulit dan tulang
Tak ada yang tersisa
Tak peduli apapun yang ku lakukan, aku tak dapat membuatmu merasa lebih baik
Jika saja aku  bisa menemukan jawaban
Untuk membantuku mengerti

Sometimes I wish I could save you
And there’re so many things that I want you to know
I wont give up till it’s over
If it takes you forever I want you to know

Terkadang aku harap aku bisa menyelamatkanmu
Dan begitu banyak hal yang ku ingin 'tuk kau tahu
Aku tidak akan menyerah hingga itu berakhir
Jika itu mengambilmu selamanya, aku ingin kau tahu

That if you fall, stumble down
I’ll pick you up of the ground
If you lose faith in you
I’ll give you checkup on through
Tell me you won't give up cause I’ll be waiting if you fall
Oh you know I’ll be there for you

Bahwa jika kau terjatuh, tersandung
Aku akan mengangkatmu dari dasar
Jika kau kehilangan kepercayaan dalam dirimu
Aku akan memeriksamu untuk dapat melaluinya
Katakan padaku bahwa kau tak akan menyerah, karena aku akan menunggu saat kau jatuh
Oh, kau tahu aku akan ada disana untukmu

(Ahahaha)
If only I could find the answer
To take it all away

Jika saja aku dapat menemukan jawaban
Untuk mengambil alih semua itu

Sometimes i wish i could save you
And there’re so many things that I want you to know
I wont give up till it's over
If it takes you forever I want you to know
(Oooh)
I wish I could save you
I want you to know
(Ohohh)
I wish I could save you (ohh)

Terkadang aku harap aku bisa menyelamatkanmu
Dan begitu banyak hal yang ku ingin 'tuk kau tahu
Aku tidak akan menyerah hingga itu berakhir
Jika itu mengambilmu selamanya, aku ingin kau tahu
(Oooh)
Aku harap aku bisa menyelamatkanmu
Aku ingin kau tahu
(Oooh)
Aku harap aku bisa menyelamatkanmu...

Source Of English Lyric Is From Here

video
Source : Here

Lagu ini berasal dari sebuah band asal Montreal, Kanada yang terkenal banget. Aku pertama kenal Simple Plan pas SMP, lupa kelas berapa. Waktu itu kayaknya mereka baru ngeluarin album terbaru. Dan, sama seperti jutaan penggemar lain di dunia, aku begitu terhipnotis dengan lagunya yang berjudul Welcome To My Life, Shut Up, dan Breaking The Habit. Waktu itu, karena belum ada internet, aku cuma tahu tiga lagu itu aja.

Balik lagi ke lagu di atas, judulnya Save You atau dalam Bahasa Indonesianya, Menyelamatkanmu. Lagu ini ada di album ketiga mereka yang bertajuk Simple Plan. 

Kalo dari lirik dan video musiknya, jelas lagu ini mereka tujukan bagi para penderita kanker di seluruh dunia. Band ini memang concern banget dalam isu kanker. Kalau nggak salah, mereka punya sebuh yayasan amal yang khusus didirikan untuk membantu dan mensupport para penderita kanker. Dalam liriknya, diungkapkan betapa mereka begitu trenyuh melihat perjuangan para penderita kanker dalam bertahan hidup. Bahwa jika bisa, ingin sekali rasanya ikut menanggung rasa sakit dari kanker itu. Ingin meringankan beban penderitaan mereka, ingin menyelamatkan mereka dari kanker tersebut.

Terasa banget rasa ketulusan dari lagu ini.

Mereka yang mempunyai orang-orang tercinta yang mempunyai penyakit-penyakit kronis mematikan pasti mengerti rasa seperti itu. Mereka berharap kalau mungkin, pindahkan saja penyakit itu pada diri mereka agar tak perlu melihat orang-orang pemilik hati itu menderita.

Aku sangat suka lagu ini. Pertamanya denger dari laptop temen yang katanya dia, ngefans banget sama Simple Plan. Pertama nggak ngeh, tapi pas didengar baik-baik dan dihayati, ternyata liriknya betul-betul ngena. 

Ini salah satu mood songku saat depresi atau manic sedang tinggi-tingginya. Terasa agak ringan sedikit pas dengerin lagu ini. Aku jadi percaya bahwa ada seorang di luar sana yang suatu hari akan datang dan menyelamatkanku dari segalanya. Dan keyakinan seperti itu sungguh melegakan, tahu bahwa entah kapan dan bagaimana, aku yakin aku bisa membagi beban ini, mengeluarkan kegelapan dari dalam hati, otak, dan diriku, lalu membaginya dengan seorang yang dengan rela dan ikhlas menerimanya.

Percaya ??

Break,

Kamis, Februari 13, 2014

Experience Is My Best Teacher

Melihat kesibukan mahasiswa-mahasiswa tingkat bawah yang bergerombol ngurusin KRS dan KHS.

Ingat masa-masa sebelum ini.

Source : Pinterest

Ditanya-tanya sama mereka tentang mata kuliah-mata kuliah, sistem SKS, jadwal, kode mata kuliah, dan sebagainya. Senang-senang aja sih diminta konsultasi. Senang bisa membantu.

Aku dulu sendirian mengurus semuanya, tidak ada tempat untuk bertanya karena aku hanya datang, selesaikan urusan, lalu pulang. Sibuk dengan dunia sendiri. Apalagi saat semester-semester awal. Parah banget individualitasku. Di semester empat, baru aku berusaha mengurangi sedikit demi sedikit anti sosialku. Karena sifat itu membawa kerugian untukku di beberapa aspek. Salah satunya, ya..Salah program kuliah karena semuanya ku ambil berdasarkan intuisiku semata, tidak bertanya-tanya atau konsultasi dengan teman lain.

Jadi, aku cukup senang berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan yang lain. Supaya mereka mudah mengambil keputusan, tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah ku perbuat.

Apa aku menyesal karena sekarang berada di posisi ini ? Jauh dari teman-teman seangkatanku yang lain ? Berbeda jalan meski menuju arah yang sama  ?? TIDAK ! Aku yakinkan...TIDAK !!

Pengalaman itu benar-benar mahal harganya. Benar kalau dikatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Dan bagaimana cara mendapatkannya ? Tentu saja dengan mengalami sendiri kejadian itu. Bukan dengan menghindarinya karena peringatan-peringatan dan cerita dari orang lain yang sudah mengalaminya. Dengan begitu, perut akan kenyang dengan degala macam cerita. Yang sedih, senang, bahagia, mendebarkan, dan menakutkan. 

Selalu saja ada pengalaman dan cerita yang lebih baik dengan menjadi " BERBEDA " dari orang lain.....

Proud Of Being Different,


Rabu, Februari 12, 2014

Move On..

Source : Pinterest

Ada lagi seseorang dari masa laluku yang melangkahi gerbang suci itu.
Karena sudah sama sekali putus hubungan sejak kurang lebih tiga tahun lalu, rasanya sangat terkejut begitu melihat potret acaranya di facebooknya temennya temenku.
Rasanya agak menyesakkan. Bukan karena ada apa-apa sih, hanya saja rasanya baru kemarin aku memiliki perasaan itu, tertawa dan menangis, berdebar dan melayang karena orang itu.

Aku tidak mengerti.

Sebegitu cepatnyakah waktu sudah berganti ?
Kenapa orang lain begitu mudah untuk berpindah dari satu kejadian ke kejadian lain dalam hidupnya ?


Aku sama sekali tidak merasa berubah sejak hari-hari kemarin
Sepanjang yang bisa ku ingat, aku terus seperti ini.
Bagaimana orang bisa terus maju, meninggalkan berbagai kenangan dan peristiwa indah dan mengesankan di belakang punggung mereka ? Begitu saja ?

Hanya akulah yang tidak kemana-mana.
Terpaku pada titik yang sama, tempat yang sama, perasaan yang tak berubah.
Terjebak dan terpusar di sana tanpa henti

Sementara orang lain sudah berani melangkah meninggalkan titik itu, melanjutkan hidup ke depan..

Dari tempat yang sama,

Selasa, Februari 11, 2014

An Antisocial Being

Iya, kok. Aku ngaku. Aku emang orang lemah. 

Source : Pinterest


Aku nggak begitu suka orang lain. Aku nggak mau tingkah mereka menyakitiku, menyinggungku, baik secara sadar maupun nggak sadar. Aku benci rasa sakit ! Seakan rasa sakitku sendiri saja belum cukup, masa' mau membiarkan diri disakiti orang lain ?

Iya. Aku gampang sakit hati. Mudah marah, egois, perfeksionis, kasar, dan paling anti disakiti.


Karena itu, aku memilih berpaling dan menjauh dari orang lain. Mungkin saja tidak ada yang salah dengan mereka. Toh, tak ada manusia yang sempurna. Semua pasti punya kekurangan dan kelemahan.

Tapi, aku tak sekuat itu untuk menghadapi dan berdamai dengan kekurangan itu. Akulah yang mendorong orang lain pergi dariku, atau menarik diri sehingga otomatis mereka perlahan menjauh. 

Source : MangaFox's Facebook

Sebenarnya, apa definisi sebenarnya dari kekuatan ? Apakah dikatakan kuat karena mampu mengangkat beban yang berat ? Mampu melakukan sesuatu yang tak sanggup dilakukan orang lain dengan " gaya tubuh " sendiri ?

Ada yang bilang orang yang kuat adalah mereka yang mampu menahan amarah padahal mereka bisa untuk melampiaskannya.

Aku tidak menyangkal bahwa orang-orang yang senang bergaul di luar sana [ apa ya istilahnya ? Sosialita ? ] juga adalah orang yang kuat. Kenapa ? Karena mereka mampu untuk menghadapi kelemahan dan tingkah beragam orang lain. Menganggapnya suatu hal yang biasa, lalu tetap hidup dan beraktivitas seperti tak ada yang terjadi. 

Sedangkan orang sepertiku, yang anti sosial ?

Karena merasa tidak sanggup menghadapi rasa sakit dan penghakiman dari orang lain, aku malah memilih mundur dari lingkaran sosial. Sebisa mungkin menghindari segala macam bentuk hubungan antar manusia, bertingkah menyedihkan dengan berusaha menyelesaikan semua hal sendirian, karena tidak mau orang lain turut campur yang malah akan mengacaukan segalanya.

Dan yang paling menyedihkan, aku sangat nyaman dengan diriku yang seperti ini. 

Entah kenapa, rasaku tak terusik sedikitpun melihat orang-orang di sekelilingku melakukan kegiatan-kegiatan yang mereka anggap sebagai wujud " menikmati masa muda " yang tak jauh-jauh dari nongkrong, jalan-jalan, shopping, mejeng, wisata kuliner ke tempat-tempat makan baru, menjajaki hubungan dengan lawan jenis, membentuk geng, berkenalan dengan orang-orang tak dikenal dari tempat antah berantah lewat beragam jejaring sosial, berburu gadget dan kendaraan terbaru, dan lain sebagainya. Aku tak tahu mengerti mengapa aku tak menginginkan semua itu.

Aku tak tahu mengapa aku lebih suka diam di rumah, keluar hanya kalau benar-benar perlu, tujuan  jalan-jalan  terbanyak adalah toko buku dan toko kain, menyalurkan segala macam rasa lewat tulisan, tak merasa butuh dengan segala rupa gadget terbaru, mayoritas waktu luang dihabiskan di jagat maya, punya hobi-hobi yang nggak biasa, kesana kemari sendirian, berpakaian sesuai keinginan dan standar mode pribadi, dan teman sejatinya adalah buku dan internet.

Itu salah, tentu saja. Karena manusia adalah makhluk sosial, yang dimaksudkan untuk hidup dengan saling mengsisi satu sama lain. Tak bisa hidup sendirian selamanya, bagaimanapun, suatu saat butuh manusia lain untuk, yah, setidaknya mengantarkan dan mengurus tubuh yang tak bernyawa ke rumah yang abadi.



Tapi, bukankah juga bisa dikatakan kuat orang yang percaya pada dirinya sendiri, tak menggantungkan diri pada pikiran, pendapat, dan penghakiman orang lain, serta dapat melakukan segala hal sendirian ?

Hamba aneh,

Senin, Februari 10, 2014

Superchick - Crawl [ Carry Me Through ]

Source : Pinterest

How long will this take?
How much can I go through?
My heart, my soul aches
I don't know what to do
I bend but don't break
And somehow I'll get through
'cause I have you

Berapa lama lagi ini akan terjadi ?
Berapa banyak lagi yang dapat ku lalui ?
Hati dan jiwaku sakit karena merindu
Aku tak tahu apa yang harus diperbuat
Aku berbelok namun tidak patah
Dan entah bagaimana aku akan dapat melewatinya
Karena aku memilikimu

And if I have to crawl
Will you crawl too
I stumble and I fall
Carry me through 
The wonder of it all 
Is you
See me through

Dan jika aku harus merangkak
Akankah kau merangkak juga ?

Aku tersandung dan terjatuh

Angkatlah aku
Hal paling menakjubkan dari semua itu 
Adalah Engkau
Melihatku melaluinya

Oh Lord, where are you?
Do not forget me here
I cry in silence 
Can you not see my tears?
When all have left me
And hope has disappeared
You find me here

Oh, Tuhan, Dimana Engkau ?

Jangan lupakan aku disini

Aku menangis dalam kebisuan
Tak dapatkah kau melihat air mataku ?
Saat semua telah tinggalkanku
Dan harapan telah hilang
Kau menemukanku disini

And when I have to crawl
Will you crawl too
I stumble and I fall
Carry me through 
The wonder of it all 
Is you
See me through

Dan jika aku harus merangkak
Akankah kau merangkak juga ?

Aku Tersandung dan terjatuh

Angkatlah aku
Hal paling menakjubkan dari semua itu 
Adalah Engkau
Melihatku melaluinya

When everything I was is lost
I have forgot where you have not
When I am lost you have not lost me

Ketika seluruh diriku menghilang
Aku sudah melupakan apa yang tak kau lupakan
Saat aku hilang kau tak kehilanganku

You have not lost me

Kau tak kehilanganku

And if I have to crawl
Will you crawl too
I stumble and I fall
Carry me through 
The wonder of it all 
Is you
See me through

Dan jika aku harus merangkak
Akankah kau merangkak juga ?

Aku tersandung dan terjatuh

Angkatlah aku
Hal paling menakjubkan dari semua itu 
Adalah Engkau
Melihatku melaluinya

Aku lagi suka ma band ini. Info dari Wiki bilang kalau band ini berasal dari Chicago dan terbentuk di tahun 1999. Busyet, jadul abis ya.. Awalnya aku tahu lagunya pas searching-searching di Youtube tentang video-video Bipolar Disorder & Borderline Personality Disorder. Ada satu video yang menjadikan salah satu lagu Superchick yang lain, yaitu yang judulnya Stand In The Rain, sebagai backsoundnya. Karena bagus, aku akhirnya nyari video-video yang lain dan....hampir semuanya aku suka. Jadi, aku download beberapa. 

Source : Here

Masih menurut Wiki, aliran musik Superchick adalah Christian Rock dan Pop Punk. Nggak begitu ngeh juga apa maksudnya. Cuma kalau dari namanya sih, Christian Rock itu semacam musik rock yang lagu-lagunya khusus ditujukan kepada Tuhan, atau istilahnya rohani gitu lah. Yang paling jelas ya lagu di atas itu. 

Menurut analisisku sih, lagu itu tentang bagaimana seorang hamba bicara kepada Tuhannya untuk memohon pertolongan atas cobaan-cobaan hidup. 

Dalam keseharian, terkadang seseorang terlalu sibuk dengan diri dan urusannya, sehingga pada akhirnya, ia mendapati bahwa tak ada yang tersisa untuknya di ujung hari. Seseorang itu mulai lelah berjuang dan melewati cobaan dan ujian hidup dari Tuhan. Pada akhirnya, semuanya akan kembali kepadaNya, tempatnya segala permintaan dan pertolongan.

Suka banget denger lagu ini kalo lagi down, musiknya mellow banget deh. Kayak musik-musik jadul gitu, tapi sumpah enak banget. 

Menurut info Wiki, setelah mengalami hiatus dari tahun 2010, pada tahun 2013 Band ini secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah memasuki " Closing Chapter ". Ya, semacam bubar gitu deh, soalnya masing-masing udah punya kesibukan sendiri, dan setiap personil harus menulis cerita baru dalam hidupnya, kata salah satu personelnya.

Hmm..Aku sih orangnya nggak fanatik ama band tertentu. Asal yang lagunya ngena dengan aku, ya suka aja. Kadang ada band-band tertentu yang hampir semua lagunya jadi favoritku, kayak Secondhand Serenade, Evanescence, dan Simple Plan. Tapi tetep aja yang aku tahu tentang mereka ya cuma nama band sama judul-judul lagunya. :D


Senin, Februari 03, 2014

Rhapsody ??

Pada akhirnya, aku membiarkan mimpi itu berkelana bebas ke tempat dia selayaknya berada.
Bukan jilid albumku yang disinggahinya
Do'a yang dahulu tak pernah terputus, semuanya semakin mengaburkan hal-hal yang tak seharusnya berubah.
Jika kesempatan kedua itu benar ada di dunia, bisakah bait demi bait prosa dari penghujung ini menjadikan segalanya terang ?

[ Bilangan Bulan Bancakan Satire Koheren Blantika Sokongan Dangkal Pungguk Srikandi Citra Sekelebat Bonggol Rupa Kancah Kumparan Sakti Kisruh Fatamorgana Handai Ongkang Jingkrak Enggrang Todong Bahas Maya Rombak Pikat Prima Kijing Dadu Bingkai Ujung Jauh Temali Alih Adu Balak Tobong Dongkrak ].


Minggu, Februari 02, 2014

Chikungunya Disease..

Snack yang tersisa ada dua plastik  : 

Di plastik pertama ada sebungkus besar Malkist Roma rasa Abon dan 2 dari 4 keping Slai O' Lai rasa Anggur yang dibelikan ibuku tadi pagi untuk membantuku minum obat.

Plastik kedua berisi sebungkus besar biskuit Tim Tam rasa susu cokelat.yang ku beli di UB menjelang isya tadi. Sebenarnya tadi dibeli juga dengan sebungkus bolu Oreo dan sebotol kecil susu kedelai dingin. Dua makanan dan minuman yang disebut terakhir sudah lenyap ke perut.

Makanan-makanan yang tersisa untuk bekal asrama Ibnu Majah 3 beberapa hari ke depan saja. Tadi beli cuma karena pengen beli aja, pas mau makan, ternyata ga begitu selera.

Sudah 3 hari ini aku kena sakit chikungunya. Baru tahu siang ini juga sih kalau aku sakit itu. Di hari pertama sakit, pikiran-pikiran buruk berkecamuk di otakku : Sakit apa aku ini ? Kenapa sulit sekali berdiri ? Apakah karena sakit yang disebabkan berat badanku ? 

Selera makanku juga mulai hilang. Bukan tidak bisa makan saking tidak nafsunya seperti saat aku kena demam berdarah. Bisa makan tapi sedikit dan terpaksa untuk minum obat.

Di hari kedua sakitnya semakin bertambah : Tapi sudah mulai mengkonsumsi obat-obatan, dalam hal ini obat sejuta umat untuk segala penyakit : Parasetamol. Minum 2 butir dan belum ada perubahan sama sekali.

Hari ketiga sekaligus hari ini : Ibu menebak bahwa aku terkena chikungunya. Siang tadi Ibu ke apotik dan mmbelikanku obat racikan [ Bukan yang bermerek ] khusus untuk penyakit itu. Minum dua kali dan langsung terasa khasiat obat itu. Padahal pagi dan siang tadi saat baru minum obat itu sekali, aku sudah berada di antara sadar dan tidak sadar, beberapa kali hampir jatuh pingsan. Alhamdulillah sekarang udah sangat enak.  Tadi ba'da maghrib aku mampir ke salah satu warung bakso langganan. Aku sangat lapar karena dalam tiga hari terakhir, hanya sekitar dua piring nasi yang masuk ke perut. Aku pesan bakso urat, berharap nafsu makanku sudah kembali. Apa yang terjadi ? Begitu suapan pertama masuk mulut, rasanya hambar dan aneh. Biasanya tidak begini. Entah karena campuranku yang kurang enak atau memang lidahku yang belum normal. Akhirnya bakso itu cuma ku makan pentol dan mienya saja.

Mudah-mudahan besok sudah bisa sembuh total.

Dan yahh..Sejak sakit beberapa hai lalu, aku belum menulis blog lagi. Selain kuota modem habis, aku juga terlalu kesakitan untuk berpikir menulis. Untung postingab bulan januariku udah sampe 33. Jadi nggak nulis 2 hari nggak masalh. Postingan bulan februari ini nih yang masih kurang 1, :D

Bagi yang belum tahu rasanya kena chikungunya, aku dapat menjabarkannya seperti ini : Yang kau rasakan pertama adalah rasa sakit bercampur ngilu yang terus bertambah di pergelangan tangan, pinggang, dan lutut ke bawah. Anggapan yang pertama tercetus di benak adalah kecapekan. Lalu jika belum ditangani , rasa sakitnya menjadi-jadi, seperti mengalir di pembuluh darahmu, kau mulai susah tidur karena sakit itu. Kemudian rasa sakit itu mulai menghantam kepalamu, kau mulai demam dan mengalami sakit kepala. Setiap denyutan rasa sakit datang, yang artinya hampir tiap beberapa detik, maka rasa sakit itu juga menghantam langsung ke kepalamu. Itulah yang menyebabkan kau merasa hampir hilang kesadaran. Selama beberapa hari, kau akan sangat sulit bahkan dalam kasus yang sudah parah, tidak bisa berdiri atau duduk. Karena lutut dan tanganmu tidak kuat menahan beban tubuhmu.

Dan percayalah, itu sangat menyakitkan.

Source : Pnterest

# Mengingatmu Kembali..