Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 04, 2015

I was done held the pain on past years due to the genesis accomplished events 
Now i open my eyes, and put everything to grow the hopes

A long time ago, things keep broken here
Deep inside
Fallen apart
Shattered into small pieces

There are still front years anymore..
Start from this point, i wish that i've never lose my heart.

Looks like my story still could keep continue
And for the next page, 
This vulnerable, fragile soul and self
Would shine invincible overcome the darkness all around.


Kamis, Agustus 27, 2015

Twenty Four

Tepat tahun ke 24 saya hidup di dunia.

Akhir-akhir ini dibilang sibuk juga nggak, cuma saya lagi terhanyut sama hobi baru saya. Itulah kenapa pas malem baru saya ngeh kalo hari ini adalah hari terakhir saya di samping angka 23.

Hidup masih begitu sulit untuk saya, justru inilah titik terendah saya. Saya kehilangan hampir semua hal yang dulu menyangga saya. Setiap hari juga masih terus berjuang dengan lapisan-lapisan rapuh beragam emosi. Tempat-tempat yang sebelumnya terasa nyaman-nyaman saja tiba-tiba menjadi sesak dan mencekik. Pada dasarnya saya bukanlah orang yang cocok menetap lama di suatu tempat. Terlebih di usia ini, saya seharusnya sudah mandiri dan pindah dari rumah tempat kelahiran saya.

Usia 23 kemarin merupakan usia tersulit, namun begitu banyak juga hal berharga yang saya dapat. Hal-hal dan nilai-nilai hidup yang hanya bisa didapat oleh orang-orang yang menempuh perjalanan seperti yang sudah saya lalui. Saya masih penakut, masih pengecut, masih seekor siput yang terlalu waspada dan langsung berlari ke dalam tempat amannya begitu merasa terganggu sedikit saja. Namun belum pernah saya merasa lebih mengenal diri saya sendiri seperti saat ini. I have flaws, of course. And i have soooo many rare good side too. Kekuranganku mungkin fatal, tapi kebaikanku sangat jarang dimiliki orang lain. Selama 23 tahun, akhirnya saya bisa memahami diri saya. Saya mengerti alasan-alasan dari setiap tindakan dan keputusan yang saya ambil, karenanya saya bisa mencegah diri saya terluka sedini mungkin. Saya mengerti apa yang saya rasakan, apa dan siapa tepatnya yang saya butuhkan untuk dipertahankan di sisi saya. Saya akhirnya bisa merasa nyaman dengan siapa saya dan apa yang saya miliki. Saya tidak pernah ingin jadi orang lain dengan berkah mereka masing-masing. Dan di titik ini, saya yakin bahwa saya sudah cukup. Yang paling penting, saya tahu semua hal yang menjadi "pelatuk" bagi saya.

So, that's means i've lost some things but gained lots of valuable things too, right?

Sudah pasti akan ada banyak kesedihan dan penderitaan yang menanti saya di depan sana seperti biasanya, but i've endured all this time. Banyak waktu dimana saya merasa akan berakhir, namun nyatanya saya masih bisa menulis ini. Namun, Tuhan memang adil. saya diberikan hal-hal istimewa yang tidak diberikan pada orang lain dalam perjalanan saya sampai saat ini. Bukankah itu cukup jadi alasan untuk saya tetap kuat? Untuk melihat kejutan indah apalagi yang sudah disiapkan untuk saya. Untuk melihat seberapa kuat saya sebenarnya, terjatuh dan lost everything namun selalu bangkit lagi dan memperoleh kado kejutan dari Tuhan sebagai hadiah saya. Untuk melihat akan jadi seperti apa saya nantinya. It should be worth, right??

Pukul 12.48 WITA. 27 Agustus 2015.



Selasa, Mei 26, 2015

In May Days

Mmm..Sudah lama banget ga nulis. Bahkan saya pun bisa disibukkan oleh dunia nyata yang sedang berusaha saya rengkuh sebaik-baiknya.

Jadi, banyak progress bulan ini. Tanggal 6 Mei kemarin saya sudah selesai ujian skripsi dengan nilai yang sangat memuaskan. Prosesnya cepet, ujian berlangsung nggak sampe setengah jam, sedikit sekali yang menanyakan argumentasi, kebanyakan hanya saran teknis penulisan saja. Saya sampe nggak percaya kalau itu ujian. Nggak kerasa. 

Sayangnya, saya nggak bisa ngejar wisuda bulan Juni. Saya insya allah akan mengikuti wisuda berikutnya September. Penyebabnya? Males ngerjain perbaikan. Hihihi. Saya sudah mengatakannya pada orang tua saya (Nunda wisudanya, bukan males perbaikannya) dan mereka OK saja karena toh saya masih terikat dengan kegiatan kursus sekitar empat bulan ke depan. 

Sekarang ini, saya sedang ada di Bandung, menginap di hotel Puri Tomat. Baru datang, sih. Besok konferensinya sudah mulai. Yang bikin saya agak lega adalah ternyata tempat penyelenggaraan konferensinya, di The Jayakarta Hotel, Suites, and Spa, itu di seberang jalannya Puri Tomat. Lebih dari yang bisa saya harapkan.

Akhirnya tiba juga saat ini, yang sudah saya nantikan selama tiga bulan terakhir ini. Banyak hambatan yang mewarnai perjalanan saya, masalah klasik sih: Uang. Saya baru tahu bahwa mahasiswa yang mengikuti acara-acara seperti ini tenyata harus mengatasi masalah keuangan sendiri. Cari dana sendiri, bikin proposal sendiri, kalau perlu pakai uang pribadi meski membawa nama kampus dan nama fakultas. Tapi, alhamdulillah semuanya bisa teratasi. Tidak banyak sih, malah bisa dibilang sangat pas-pasan banget. Dukungan orang tua dan dosen pembimbing membuat saya merasa begitu bangga dan senang pada mereka. Terutama pada kedua orang tua saya yang punya satu suara jika menyangkut pendidikan anak-anaknya. Tidak apa-apa kita di rumah makan seadanya, rumah jelek belum diplester atau dikeramik, perabotan rumah pun seperlunya saja, asal anak-anak bisa sekolah. Kalau perlu ngutang. Yang penting pendidikan lancar.

Saya agak merasa seperti berdelusi bisa kembali ke tanah Jawa secepat ini. Akan saya ceritakan esok, insya allah. Saya harus memaksa diri beistirahat supaya fit mengikuti konferensi esok.


Rabu, April 08, 2015

Am I A Bad Person?

Dua puluh tiga tahun lebih sudah cukup lama bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri, apalagi aku, tipe orang introvert yang suka menyelami diri sendiri. Aku sadar terlalu banyak kelebihan yang Tuhan berikan kepadaku. Diantaranya; Aku cukup bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah, mudah beradaptasi, mudah belajar, punya keingintahuan yang tinggi, cukup cerdas, punya selera musik yang bagus, punya hobi yang baik, dll. Terlalu banyak, sehingga sulit rasanya menghitung semua itu.

Jadi, yang ingin ku ketahui adalah...

"Am i a bad person for feeling this way? For wanting to die soon?"

Kalau dibilang aku selalu merasa tertekan dan putus asa karena aku ini tidak bersyukur, sudah jelas bukan itu masalahnya. Aku tidak pernah menuntut kepada Tuhan untuk memiliki apa yang dimiliki orang lain, karena aku sudah tahu bahwa aku hebat dengan caraku sendiri, aku diberkahi dengan caraNya sendiri. 

Aku mungkin tidak memiliki apa yang dimiliki orang kebanyakan, tapi sungguh itu bukan masalah bagiku. Depresi, kemarahan, kekecewaan dan kepahitanku ini bukan datang dari penyesalan, bukan juga dari menginginkan. Mungkin memang jalan masa lalu yang ku lalui menjadikanku orang yang seperti sekarang ini, tapi sungguh tidak pernah terpikir untuk menginginkan kembali ke masa lalu dan merubah sesuatu. Meskipun masa laluku itu penuh rasa sakit dan kegelapan-kegelapan yang ku yakin akan membuat orang lain menjadi gila, bagiku semuanya sudah lewat. Ya, sudah pasti aku masih menangisinya, masih meratapi takdirku, tapi....aku tidak lagi menginginkan menjadi orang lain yang bebas dari semua ini. Ada juga satu dua hal yang masih ku mimpikan. Tapi intinya... aku bukan orang yang tak bersyukur.


Minggu, Maret 29, 2015

Can The Lonely Take The Place of You

Kadang-kadang saya masih suka ngestalk fb dia, mantan terindah saya yang udah menempuh hidup baru itu. Kadang-kadang lho, nggak sering. Dua bulan sekali aja nggak mesti. Saya nggak ada niat buruk kok, udah kebiasaan soalnya ngestalk dia. Masih percaya nggak percaya. Sakit nggak sakit.

Berhubung sibuk sama skripsi, udah sekitar 3 bulan lupa nggak mampir ke fb  dia. Terakhir dapet kabar kalo istrinya udah hamil anak kembar. Pas main lagi ke fb dia dua hari lalu, ahh... ternyata udah ada tuh dua bayi kembar. Usianya udah hampir setahun. Cewek. Nama yang dia kasih keren, perpaduan nama modern dan nama arab. Imut banget. Dan... mata mereka itu mata bapaknya.

Senang rasanya.

Terus sedih.

Karena saya udah unfriend dia pas tahu dia udah nikah dulu, makanya saya cuma bisa liat kabar itu aja yang ada di timelinenya.

Saya kayak nggak sadar abis itu. Kayak robot. Suer saya sedih banget. Sedih buat diri saya sendiri yang susah banget move on. Itu dua hari lalu, dan sampe sekarang rasanya saya justru makin sedih. 

Dari hasil ngestalk kemarin itu, dapet juga info kalo dia menetap di dekat SMA kami dulu (Karena kebetulan rumahnya juga deket sekolah). Saya ada rencana mau ke Bandung mei nanti, insya alloh. Dan saya pengin mampir ke sekolah, siapa tahu bisa ketemu dia. Saya ingin liat dia pas momong anak kembarnya bareng pasangan hidup yang dipilihnya. Saya punya perasaan bahwa dengan begitu saya bisa benar-benar mengikhlaskan. Atau malah saya bakal makin terpuruk, ya?

Akhir-akhir ini kabar pernikahan teman-teman saya menyerbu dari segala penjuru. Tiap buka FB atau tiap gabung sama orang-orang, kayaknya selalu ada aja foto-foto pernikahan, atau kabar si ini mau ngelamar si itu. Dan semalam, salah satu sahabat karib saya, yang sudah bersama-sama dengan saya sejak SMA hingga kuliah sekarang ini, akhirnya juga menikah. Tadi ketemu sama bapak ibunya habis ijab qabul. Saya tambah sedih. Saya merasa tertekan. Kenapa orang-orang begitu cepat menikah? Karena sahabat karib saya ini sekarang lagi sama-sama dalam proses menyusun skripsi. Minggu lalu dia tak membalas SMS saya dan saya asumsikan dia sedang sibuk dengan urusan pernikahannya yang saya rasa tak akan bisa diganggu gugat hingga kira-kira sebulan setelah resepsi pernikahan. Padahal saya berencana ujian skripsi bulan depan dan seperti ujian proposal kemarin, saya ingin minta bantuan dia untuk membantu saya. Tapi saya rasa itu tidak mungkin sekarang. Saya juga tidak yakin bisa menemui sahabat saya dengan bebas di rumahnya seperti dulu, malahan saya tidak yakin dia tinggal dimana sekarang.

Sungguh saya tidak berpikiran picik. Saya bahagia untuk semua teman saya yang sudah menikah sementara saya masih terlalu takut untuk menuju arah itu. Memikirkannya saja saya tidak sanggup. 

Apapun alasan saya, saya tahu saya belum siap. Tapi terkadang saya merasa ditinggalkan. Sepanjang hidup saya, jalan yang saya miliki selalu berbeda dengan jalan teman-teman saya. Saya tidak bilang jalan saya itu buruk. Justru jalan hidup saya itu menakjubkan karena berbeda dari yang lain. Saya tidak mengeluh. Faktanya saya suka sendirian, orang lain membuat saya terkuras. Tapi, saya juga makhluk sosial yang terkadang, terkadang sekali, saya tidak ingin sendirian.

Saya begitu sedih. Setelah begitu lama tidak meledak, tadi malam tangis saya pecah di atas motor dalam perjalanan pulang yang membuat saya harus memutar kembali untuk menenangkan dan merapikan sisa tangisan saya karena tak ingin keluarga saya di rumah melihat kehancuran saya. Tidak perlu saya jabarkan semua perasaan saya semalam, yang jelas rasa sendirian adalah salah satunya.

Saya sibuk sekali akhir-akhir ini. Judul skripsi saya lolos seleksi di konferensi internasional dan saya harus buat full papernya tanggal 25 kemarin. Belum lagi skripsi saya. Saya hanya tidur sedikit minggu ini. Berpikir dan berpikir. Saya mendapati saya bisa melupakan segalanya kalau saya sedang sangat fokus. 

Pengalihan. Itulah tepatnya yang saya butuhkan. 

Saya membaca kata-kata mutiara yang bilang bahwa jika kamu sudah sibuk dengan pemenuhanmu sendiri, kamu tidak akan mencari pemenuhan dari orang lain.

Inilah jalan saya: saya selalu ingin membuat penelitian untuk forum internasional. Inilah kunci  pembuka jalan saya, dan masih banyak konferensi yang ingin saya ikuti. Inilah pemenuhan saya. Sehingga saya tidak perlu menggapai-gapai orang lain untuk bisa memenuhi kehampaan.

Tetap saja, saya sedih.. 

"Bila nanti esok hari, kau temukan dirimu bahagia. Izinkan aku titipkan kisah cinta kita, selamanya....." -Demi Cinta, Kerispatih"

"Dancing slowly in the empty room, can the lonely take the place of you, i sing my self a quiet lullaby, let you go and let the lonely in" -The Lonely by Christina Perri



Sabtu, September 06, 2014

Sad Ending

Source : Pinterest

Di ujung jalan ini
Aku menyadari
Kau takkan kembali

Fakta yang butuh ribuan hari untukku menyadarinya
Menerima bahwa tak ada akhir yang menyandingkan kita
Karena benang itu telah putus jauh di pertengahan awal dulu

Tak terelakkan
Masa telah memaksaku menerima penyelesaiannya
Bahwa 
Tak ada kita ke arah manapun aku mencari
Dan inilah
Akhir mimpi pertamaku



Minggu, Agustus 31, 2014

Newest.

Oke, aku dapet ide baru untuk nulis novel.
Tentang cewek yang terobsesi banget sama vampire, dan heronya ketua OSIS.
Dan genrenya comedy romance...

Senin, Agustus 11, 2014

Deep Dream

Source : Pinterest

Pernahkah kamu bermimpi sesuatu yang sangat sangat sangat indah, sehingga kamu meneteskan airmata ketika terbangun ? Kamu begitu menginginkannya hingga terasa menyakitkan, tapi di saat bersamaan kamu sadar bahwa itu cuma mimpi ? Kemudian perasaan menginginkan itu harus dipaksa memudar, yang pada akhirnya meninggalkan jejak berupa kehampaan besar dalam hatimu ?.

Pernahkah kamu terbangun dari tidur, lalu sesaat lamanya lenyap dalam distorsi. Ketika mimpi yang baru saja kamu tinggalkan terasa lebih nyata ketimbang kenyataan itu sendiri ?

Minggu, Agustus 03, 2014

Half Reality, Half Fiction

Source : Pinterest

Biasanya aku tidak suka mengkritik selera orang lain-terutama selera musik.

Kalau ada jenis musik yang ku benci, maka itu adalah musik disko. Dan metal. Rock, bisa ku nikmati beberapa tergantung dari lirik dan seberapa jelasnya penyanyinya membunyikan kata-katanya. Intinya, aku benci musik keras yang berdentam-dentam.
Semua itu terdengar bertambah buruk sepuluh kali lipat di telingaku yang baru bangun tidur singkat setelah begadang semalaman-begadang berarti begadang, tidak tidur sepicing pun hingga hari beranjak terang. Musik diciptakan untuk menjadi penghiburan, menjadi penenang untuk hati yang lelah dari kerasnya dunia nyata. Karena itu, musik haruslah lembut. Aku tidak mengerti mengapa orang membuat musik keras semacam musik disko. Siapa yang bisa merasakan ketenangan saat musik yang keras dan menyayat telinga-dan dalam kasusku, kesabaranku ? Boleh ku beri tahu sesuatu tentang penelitian tentang musik keras yang tidak sengaja ku baca saat di bangku kuliah, bahwa penikmat musik keras lebih borpotensi, berapa persen tepatnya aku lupa, untuk melakukan kekerasan dibandingkan penikmat musik lain. Mungkin karena penikmatnya bukan bertujuan untuk relaksasi, tapi sekedar pelengkap untuk kegiatan lain yang menjadi pilihan utama melepas penat-berjoget.

Musik pilihanku ? Pop mellow. Jenis yang bisa dinikmati setiap saat tanpa membuat telinga sakit. Baik sebagai teman membaca buku, belajar, minum teh, berjalan-jalan, jogging, atau pengantar tidur.

Itulah sebabnya aku tidak suka diskotik. Tempat itu menduduki nomor-nomor awal dari tempat yang paling tak ingin ku kunjungi kembali. Yang menjadi alasan diriku dilabeli sebagai “ cewek nggak asyik “ di bangku kuliah, dan di kantor setelahnya.

Alasan utamanya mungkin karena tingkat toleransiku yang sangat rendah kalau boleh dibilang hampir tidak ada. Aku yakin di planet ini bukan aku saja yang benci jenis musik keras. Hanya saja, orang lain memilih diam dan mengikuti alur, dalam hal ini, ikut mejeng di diskotik dan memaksa diri mendengarkan musik keras dan berdentam yang sebetulnya bukan kegemarannya, daripada berkelahi dengan penggemar musik itu yang bisa mengakibatkan dirinya terkena masalah. Sedangkan diriku memilih jalan ekstrem, seperti selalunya. Menolak mentah-mentah ajakan ke diskotek karena aku tidak suka musiknya yang menyebabkan diriku kehilangan prospek mendapatkan teman yang lebih banyak dan memperluas lingkup pergaulan. Mengunci diri di rumah, dengan musik mellow kebanggaanku, membaca buku, dan itulah kurang lebih definisi kebahagiaan versiku.

Benar-benar khas “ cewek nggak asyik “.

Bagaimanapun rasa tidak sukaku, semua itu mesti ku tekan saat ini.

Aku sedang berada di toko buku bekas. 

Minggu, Juli 20, 2014

Why It Had To Be Her ???

Dari sinar matanya saja, aku sudah yakin kalau dia orang yang membosankan.
Yang tidak ada hal spesialnya, mungkin karena fisiknya saja yang terlihat lumayan.
Aku yakin tidak ada riak atau gelombang berarti yang bisa membuat hidupmu seru & menyenangkan.
Biasa, biasa, terlalu biasa.
Seperti wanita kebanyakan lainnya.
Penampilannya pun benar-benar tak mencolok.
Sesuatu yang kamu bisa dapatkan dimana saja.
Jadi, kenapa kamu memilih wanita itu untuk jadi pendampingmu ?
Kenapa ?
Aku mengharapkan seseorang yang tidak biasa, istimewa, outstanding, atau apalah...untuk ada di sisimu.
Setidaknya biar aku puas, bahwa orang yang kamu pilih itu sebanding denganku.
Biar aku lega, karena tahu kamu mendapatkan orang yang ku anggap pantas.
Jadi, kenapa ?
Kenapa ?

Selasa, Juli 15, 2014

Last Dream Of You

Source : Pinterest

Kali ini, kita berbicara. Kita berhadapan dan saling bertukar argumen. Entah mengapa di sana pun aku masih teringat tentang situasi kita hari-hari ini. 

Lucunya, kau membantahku. Aku tidak begitu ingat tentang kata yang kita lontarkan satu sama lain. Satu-satunya hal yang membekas adalah bahwa kau ingin bersamaku, tak peduli alasan apapun yang ku ucapkan untuk menahanmu, untuk mengingatkanmu bahwa saat ini kita tak mungkin bersama, kau tetap bergeming.

Ternyata dunia mimpi tidurku masih milikku. Tak terbayangkan bila di dunia itu pun aku masih harus merasakan kepahitan. Terutama, kepahitan dari kisah kita yang tak berujung.

Sialnya, aku menangis ketika terbangun. 

Sudah lama sejak aku bermimpi tentangmu. Sudah begitu lama aku berpura-pura bahwa kau hanyalah tokoh fiksi dalam buku yang ku baca, kasus khusus dimana aku begitu terpengaruh oleh alur kisahmu.

Saat-saat ini, mengingatmu hanya berarti satu bagiku, kehampaan luas dan gelap. Bukannya aku tidak tahu seberapa besar bagian hatiku yang kau tempati begitu lama, yang dengan sendirian kau kuasai. Bukannya aku tidak sadar kalau aku ini begitu bodoh, tidak tahu kapan harus berhenti.

Gadis yang pintar adalah gadis yang tahu persis kapan apa dia harus terus maju, dan kapan dia harus menyerah dan melepaskan.

Sayangnya, aku tidak sepintar itu. Apalagi jika itu menyangkut dirimu.

Ada batas yang tipis antar impian dan khayalan, hanya sebatas pengetahuan apakah keinginan itu mampu diraih atau tidak. Jika terus berusaha jatuh bangun mencoba menggapai sesuatu yang dimengerti betul bahwa sesuatu itu tidak akan pernah tergenggam dalam telapak tangan, disitulah titik kejatuhan yang mungkin akan jadi penyesalan sepanjang usia.

Apakah kau impianku ? Atau khayalanku ? Atau impian yang entah sejak kapan berubah jadi sebatas khayalan masa remajaku ?

Seberapa besar aku mencintaimu ????? 

Current Mood : Deeply Mad
Current Song : Samsons__Di Ujung Jalan

Selasa, Juni 17, 2014

Ending..

Ketika aku memutuskan bahwa aku akan melepasmu untuk kemudian menjumpaimu di sebuah ujung jalan.
Aku berlari dengan sekuat tenaga, ku rentangkan tangan selebar-lebarnya.
Tak peduli kerikil yang menceracah di telapak kaki, angin yang tak bersahabat, maupun pandangan sinis dari dunia
" Aku harus terus berlari, aku harus berani mengambil setiap tawaran yang disodorkan hidup untukku. Aku ingin jadi sempurna, supaya bisa menjadi seseorang yang sepadan dengannya. Tak peduli dia tidak memintaku untuk bisa melakukan apa pun. Aku hanya ingin merasa pantas berdiri di sampingnya, tidak jadi beban baginya, bahkan menjadi wanita yang akan jadi kebanggaannya,"

Kini, di ujung jalan itu.
Di tepi mimpi yang dipaksa berkesudahan, 
Aku menggenggam seluruh cerita dari semua perjalananku, memeluk erat segala harap dan kenangan.
Airmataku berlinangan dan tetesannya tertiup angin ke tempat yang jauh.

" Aku tidak akan menyesali apapun." Teriakku ke angkasa
Dadaku bergetar oleh ribuan rasa yang berdesak untuk diraba oleh hati, begitupun kedua tungkaiku, goyah bersama detik-detik yang terlewati dalam lepasnya kisah yang sudah menguatkan diriku selama bertahun-tahun lamanya.
Ada sesuatu yang terasa hilang dengan cepat dari keberadaanku.
Meninggalkan kekosongan dan ruang hampa yang terus meluas.

" Terima kasih atas ceritanya. Terima kasih atas semangat, kehidupan, rindu, kekuatan, ketegaran, dan segala hal darimu yang menjadikanku tetap mampu hidup hingga detik ini. Karenamu aku menemukan alasan, satu-satunya hal yang paling ku butuhkan di dunia ini." Bisikku parau, mencoba membahasakan trilyunan rasa yang mengancam akan membah pertahanananku.

Jadi, inilah sudah akhirnya.
Seperti ini saja.

Source  Pinterest


Kamis, April 24, 2014

The Flower Of Sleep

Mimpi bertemu jodoh mungkin adalah salah satu dari sedikit mimpi paling absurd yang pernah ku alami. Dan firasat sesudahnyalah yang paling membuatku terpana. Tahu kan kalau firasatku ini merupakan salah satu senjataku ? Sesuatu yang kuat yang sering menyelamatkan dan menuntunku ? Nah.. firasatku ini sungguh kuat. Lucu, ya ?

Source : Mangafox's Facebook

Sialan. Dan orang yang masuk yang menjadi objek mimpiku itu adalah orang yang baru dua kali ku temui.

Sial.

Dan ku akui aku agak tersanjung dengan cara orang itu menatap dan memperlakukanku selama dua kesempatan itu.

Sial.

Lagipula dia termasuk tipe favoritku.

Sial.

Sial.

Aku selalu punya perasaan bahwa jodohku berada di seberang lautan. Karena..aku tidak bisa merasakan sedikitpun firasat itu di tempatku berpijak. 

Aku selalu ingin orang yang bersamaku itu…tidak pernah berubah sinar matanya kala melihatku. Tidak seperti orang lain yang kebanyakan melihatku dengan pandangan kasihan, aneh, lucu, marah, merendahkan, atau bahkan berpura-pura aku tak ada. Aku ingin orang yang akan bersamaku..melihatku seperti apa adanya diriku, menganggapku berharga, tidak akan berubah caranya menatapku walau kabut apapun sedang melewati hati dan harinya. 

Hanya seperti itu.

Namun sungguh sulit luar biasa.

Jadi, tak perlu heran jika aku sering bertanya…Adakah seseorang untukku ?

Atau kali ini hanya cukup jadi bunga tidur saja untukku ??

Source : Pinterest


Sabtu, Januari 18, 2014

Lofty Place...

Source : Pinterest

Kampusku terletak di bukit tertinggi di Palu. Jalan menuju kesana naik turun mengikuti kontur daratan. Untung kondisi aspalnya mulus. Lurus, nggak ada belokan tajam, dan nggak berlubang-lubang. Jika melintasinya, rasanya dekat sekali dengan langit.

Tapi, karena bagusnya jalannya itulah sering sekali digelar balapan motor baik yang resmi maupun tidak resmi, terutama di akhir pekan. Kalo yang nggak resmi, kita sebagai pengguna jalan cukup menjalankan motor dengan hati-hati melipir dekat trotoar supaya tidak tersambar motor-motor yang sedang melaju. Kalo yang resmi biasanya diselenggarakan oleh salah satu perusahaan rokok ternama di negeri ini. Sebalnya, mereka menutup semua akses jalan ke kampus. Padahal, akhir pekan aku tetap ke kampus untuk urusan lembaga atau cuma untuk main saja. Ada sih, jalan lain. Tapi, aku nggak terlalu hafal jalan di daerah sini. Untuk mencapai jalan alternatif yang lain itu, aku perlu memutar melewati bukit-bukit dan lorong-lorong tikus yang kondisinya jelek. Nyasar kesana kemari, lewat jalan buntu, kuburan, lapangan bola, dan lain sebagainya sambil mengira-ngira arah mana yang benar. Melihat kota ini, kau tidak akan mengira bahwa ada satu daerah dimana lorong-lorong tikusnya tak ubahnya labirin. Untuk penduduk asli, mungkin itu tak masalah. Tapi bagi orang sepertiku yang meski lahir disini tapi untuk dikatakan sebagai putra daerah juga tidak cukup pantas, ini sangat menyebalkan. Perjalanan pergi yang sebelumnya hanya memakan waktu paling lama 25 menit, sekarang menjadi dua kali lipatnya. Apalagi bila keadaan tangki bensin benar-benar pas-pasan dan uang di kantong juga menipis, rasanya was-was sekali.

Dan dalam perjalanan itu, aku berkali-kali nyasar ke bukit. 

Indah sih, pemandangannya. Tapi sepinya benar-benar mencekam karena sebagian area bukit juga digunakan untuk lokasi taman pemakaman umum. Begitu menaiki bukit dan langsung berhadapan dengan jurang di bawah dan langit seluas mata memandang, benar-benar menggetarkan hati. Dalam artian negatif buatku.

Source : Here

Aku benci ketinggian, sungguh. Dalam arti harfiah maupun kiasan. Ketinggian membuatku merasa tidak nyaman, tidak aman, mual, dan siap terjatuh kapanpun dengan sangat menyakitkan. Aku lebih takut pada ketinggian ketimbang pada setan. Kau bisa mengusir dan menjauhkan makhluk halus dengan berdoa. Tapi ketinggian ? Hanya ada kedalaman di depanmu. 

Aku heran kenapa orang Palu suka sekali berkunjung ke bukit ini. Memang pemandangannya sangat bagus, tapi ini bukan tempat satu-satunya di Kota ini dimana kau bisa mendapatkan semua itu.

Source : Here

Seingatku, dulu aku bukan orang yang takut ketinggian. Aku juga tak pernah mengalami kejadian yang membuatku trauma akan tempat tinggi. Entah sejak kapan aku punya phobia ketinggian. Benar-benar tidak romantis. Aku tidak akan bisa berdiri merentangkan tangan bersama orang yang ku cintai di ujung kapal menikmati udara laut seperti Rose dan Jack dalam film Titanic. 

# Menunggu kru lain yang katanya mau menginap...



Senin, Januari 13, 2014

Pandora Box

Ku pastikan aku sudah menyembunyikan rahasia-rahasia itu dalam kotak pandora di sudut terdalam dan terjauh hatiku
Rahasia tentang apa dan bagaimana kegelapan tak berujung ini bermula
Rahasia tentang titik awal dimana aku jatuh dan tak dapat benar-benar bangkit kembali
Rahasia menakutkan dan menyakitkan tentang kisahku bersama seluruh rasa tak tertanggungkan itu

Dan yang ku lakukan saat ini hanyalah menanti seseorang untuk datang dan bersedia sepenuh hati bersamaku membuka tutup kotak itu, lalu menanggung beban atas segala sesuatu yang keluar dari situ.
Karena aku sudah mencoba membukanya sendiri.
Namun, aku selalu terjatuh di pintu ruangan tempat kotak itu ku letakkan, dan setiap kalinya terjerembab, maka awan gelap di dalam sana semakin pekat dan tebal
Aku tak bisa bernafas
Jadi, aku berpura-pura melupakannya, mengabaikan bahwa kotak itu pernah ada disana.

Sampai datang orang itu.
Akankah ???

Source : Pinterest

# Mengejar Matahari


Scene V

" Aku mencintaimu, Pras,"

Aku menoleh dengan cepat demi mendengar suara lirih itu, Kanya berdiri sekitar tiga meter di belakangku. Kepalanya menunduk, ia menggigiti bibirnya dan meremas-remas ujung kausnya. Airmata mengaliri  kedua sisi pipinya.

" Kanya ? Apa.....,"

" Aku mencintaimu, dasar bodoh. Kau tidak sadar ? Aku selalu mencintaimu," Jeritnya memotong ucapanku. Aku terhenyak. 

Selama kira-kira beberapa detik, aku hanya dapat termenung dalam keterkejutanku. Kanya tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya berdiri disana, sesenggukan sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


Minggu, Januari 12, 2014

The Judgement And The Mental Diseases

Source : Pinterest

Menghakimi orang secara sepihak, itu tanda bahwa kita tak mengerti.

Entah mengapa, kita ini sebagai manusia lebih senang berbicara. Bahkan tanpa diminta. Kita mengomentari setiap hal yang mungkin tak ada hubungannya dengan kita hanya karena itulah hal paling mudah yang bisa kita lakukan. Kenapa kita tak mendengarkan omongan orang sampai selesai baru setelah itu kita mengutarakan pendapat kita ? Kenapa kita tidak berusaha untuk tidak menghakimi apapun tentang orang lain sampai kita mengetahui betul alasan di balik tindakan seseorang ?

Kita hanya membicarakan apa yang kita pernah rasakan, sesuatu yang kita [ pikir ] memahami dengan benar. Kita menjatuhkan dan menekan orang lain agar sesuai dengan apa yang kita mau. Padahal, kejadian hidup kita tak ada yang sama dengan kejadian orang lain. 

Bukan maksud untuk sok puitis atau bahkan menggurui, lho. Aku juga terkadang suka nyolot sampai berbusa-busa, menghamburkan keinginanku atas orang lain, menghakimi seseorang yang bahkan tidak ku kenal dengan baik.

Ada alasan aku menulis tentang topik " menghakimi ini ". Aku pernah sekali menulis tentang hal tersebut, namun aku hanya menceritakan tentang penghakiman orang lain terhadapku. Ya, aku ini tipe orang yang lebih suka sendirian. Orang yang mengabaikan keramaian, tak peduli terhadap sisi-sisi mana orang banyak memilih. Dan, seperti layaknya orang yang memilih berbeda, aku sering jadi korban penghakiman sepihak dari lingkunganku.

Tapi, kali ini aku akan menceritakan pendapatku tentang menghakimi orang yang mempunyai gangguan kejiwaan. Di lingkunganku ada seseorang yang terkena gangguan jiwa, tapi anehnya dia masih sadar sebagai seseorang. Ngerti kan ? Dulu aku berpikir bahwa orang gila itu ya benar-benar tak sadar akan siapa dan dimana dirinya, benar-benar terputus dari dunia. Tapi orang ini, memang perilaku, emosi, dan kemampuan sosialnya bermasalah, tapi dia masih mengerjakan pekerjaannya dengan rajin dan beres pula. Aku biasanya menjauhi orang ini karena dia sering bicara dan marah-marah sendiri, juga sering meledak tanpa sebab. Begitupun orang lain berusaha tidak bermasalah dengannya.

Source : Pinterest

Mengidap Bipolar, membuatku banyak mencari tahu tentang apa dan bagaimana gangguan mental ini. Dikatakan bahwa mengetahui tentang penyakit ini adalah salah satu cara untuk membuat pengidapnya merasa lebih baik. Aku sudah browsing kemana-mana, sampai akhirnya aku berselancar di situs Youtube. Dengan kata kunci " Bipolar Disorder ", maka banyak hasil pencarian yang bermunculan. Memang sih, semuanya berbahasa inggris. Aku hanya menonton video yang ada tulisan, bukan rekaman pembicaraan orang. Jadi, aku bisa mengerti sedikit banyak.

Dengan semua itu, aku tahu bahwa aku tidak sendirian di dunia ini. Banyak sekali orang yang juga mengalami hal yang sama, setiap hari terbangun dengan perasaan takut, mood apa yang akan menguasaiku hari ini ? Apakah Manic yang membuatku seperti terbang di atas awan tak berbatas ? Ataukah depresi ? Kejatuhan ke dalam kedalaman gelap tanpa ujung ?

Source : Pinterest

Tapi gangguan mental yang umum dikenal bukan hanya Bipolar Disorder. Masih ada Schizofrenia, kepribadian ambang, dan lain-lain. Nah, orang-orang pengidap Schizofrenia inilah yang sering diteriakin di jalan-jalan oleh anak kecil " Orang gila...Orang gila..,". Mereka mempunyai Waham, yaitu semacam halusinasi yang sangat mereka yakini bahwa hal itu benar terjadi. Karena waham itulah mereka berperilaku aneh, ada yang meyakini bahwa dirinya adalah seorang tentara pahlawan yang harus melindungi semua orang. Jadi, mereka bertingkah seperti tentara, kemana-mana membawa senjata [ mainan, tentu ], memakai topi tentara, dsb. Kalau gangguan kepribadian ambang, pengidapnya cenderung emosional, mudah marah, depresi tanpa henti, menutup diri, dll.

Meskipun Bipolar Disorder adalah penyebab tertinggi kematian yang disebabkan oleh bunuh diri, tapi aku masih merasa itu lebih baik ketimbang dua gangguan kepribadian lain diatas. Setidaknya, pengidap Bipolar masih sadar lahir batin, masih sangat manusia, tak ada yang salah kecuali mood swing yang ekstreme. Pengidap Schizofrenia banyak yang terputus dari kenyataan, hidup di dunianya sendiri. Pengidap Bipolar masih mampu hidup di masyarakat walau lebih sering menarik diri. Penderita gangguan kepribadian ambang merasa marah dan depresi terus menerus. Sedangkan pengidap Bipolar mempunyai periode Manic, yaitu di saat mood sedang sangat terlalu baik, ketika ini kami merasa sangat bahagia, optimis, bersyukur, sosialis, bersemangat, banyak ide, dan seterusnya. Disinilah kami betul-betul bisa produktif menghasilkan karya-karya hebat bahkan kalau bisa dibilang jenius. Banyak pelukis, ilmuwan, penulis, penyanyi, dan orang-orang hebat lain yang tercetak dalam sejarah diketahui mengidap Bipolar. Mau tahu siapa saja ? Silakan googling sendiri.

Inilah daftar dari beberapa video yang ku tonton di Youtube yang begitu menyentuh hatiku. Aku sampai menangis tersedu-sedu.


Daftarnya masih panjang, namun jika benar-benar ingin mengetahuinya, dipersilakan untuk mencari sendiri di Youtube.

Jika ada yang menonton semua daftar itu diatas, setidaknya kalian bisa mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang dirasakan oleh pengidap Bipolar.

Source : Pinterest

Kembali ke soal penghakiman sepihak tadi.

Banyak orang yang hidupnya selalu baik-baik saja, masalah terbesarnya adalah tidak mendapat nilai terbaik saat ujian, putus dengan pacar, tidak dapat mencapai target, dan bagi mereka itu adalah masalah yang sudah sangat besar. Dan orang-orang kebanyakan semacam ini, begitu melihat orang yang depresi, malah mengatakan, " Alah, gitu aja kok putus asa. Harusnya kamu itu bersyukur, karena masih banyak orang yang masalahnya lebih berat dibandingkan kamu,' atau " Berdoalah kepada Tuhan. Kamu orang beriman, kan ? Maka mengadulah kepadaNya. Jangan malah ingin meratap-ratap dan mau mati begitu,".

Tahu tidak bagaimana dampak kalimat seperti itu kepada [ khusususnya ] pengidap Bipolar ? Perkataan itu akan menjerumuskan kami ke jurang depresi lebih dalam lagi. Siapapun tahu tentang berdoa dan beribadah memohon pertolongan kepadaNya, semuanya juga tahu bahwa memang sudah seharusnya seperti itu. Tapi, bagaimana caranya untuk bangkit dan berdoa sementara kami sudah tidak memiliki keinginan hidup sama sekali ? Berdoa adalah untuk orang yang mempunyai harapan, dan kami, dalam kungkungan depresi kami, tidak memilikinya.

Atau, adakah yang menganggap bahwa orang-orang yang sering mengiris-iris pergelangan tangannya, minum obat dokter sampai overdosis, sering mengatakan ingin mati dan ingin bunuh diri, bahwa mereka melakukan semua itu untuk mencari perhatian ?

Ha..Ha..Ha. Tuhan, tolong ampuni orang-orang yang seperti itu. Berarti hidup mereka cukup bahagia.

Self-harm, atau menyakiti diri sendiri, pelakunya tidak ingin mencari ketenaran atau kurang perhatian kok. Beda ceritanya kalau mereka memang melakukannya di depan orang lain, itu memang cari perhatian. Tapi, kebanyakan melakukannya karena depresi. Praktek self-harm yang paling banyak dilakukan adalah mengiris pergelangan tangan dan paha. Mau tahu kenapa mereka melakukannya ?

Pernah merasakan kehampaan ? Kekosongan yang sangat, lubang besar, melayang tanpa beban, di dalam hatimu ? Tidak bisa merasakan apapun ? Terbiasa dengan gumpalan rasa sakit sehingga tak bisa merasakannya lagi ? Nah, jalan satu-satunya untuk kembali merasakan sesuatu adalah menyakiti diri sendiri, untuk meyakinkan bahwa tubuh masih bisa merasa sakit, meyakinkan bahwa masih ada darah yang mengalir di dalam nadi, tubuh yang didiami itu masih hidup.

Tidak pernah ya ? Tidak dapat membayangkan ? Syukurlah. Kau orang normal.

Source : Pinterest

Kalau ada seseorang yang mengatakan padamu bahwa dia ingin mati atau bunuh diri, jangan malah membentak, mengusir, mengabaikan, atau menasehatinya. Kau boleh merasa takut, tapi tolong jangan melarikan diri. Datangi saja orang itu dan ajak dia bersenang-senang, paksa dia untuk bangkit ke tempat terang yang biasa kau singgahi. Karena dia, begitu percaya padamu sampai bisa mengatakan rahasia gelap terbesarnya, menghubungimu saat dia berada di tepi jurang yang dalam. Dari semua orang, kaulah yang dipanggilnya. Dia butuh pertolongan, tapi tak dapat mengatakannya. Bunuh diri itu salah satu dosa besar, kan ? Maka kalau kau berhasil menyelamatkannya, betapa banyaknya pahala dan balasan kebaikan yang kau peroleh.

Tolong jangan menghakimi orang-orang yang bermasalah dengan kejiwaannya, betatapun mereka tampak begitu menggelikan, menyedihkan, aneh, dan menakutkan bagimu. Kau tidak tahu rasanya menjadi mereka dan berharaplah jangan sampai merasakan. Mereka tidak memilih untuk jadi seperti itu. Saat Tuhan menuliskan takdir setiap orang, kalau bisa semua manusia ingin mendapatkan tulisan takdir yang baik dan lurus, tapi ternyata tidak seperti itu kan ? Bukan kita yang menentukan. Apa yang baik bagimu belum tentu baik bagi orang lain. Apakah kau yakin bahwa jika kau mengalami hal yang sama, kau masih dapat bertahan seperti mereka ?

Tahu tidak bahwa kebanyakan faktor penyebab gangguan kejiwaan adalah genetik ? Sesuatu yang menyebabkan pengidap gangguan kejiwaan mempunyai struktur otak yang sedikit berbeda dari orang lain ? Pengidap Schizofrenia mempunyai ruang otak yang lebih besar. Kami pengidap Bipolar mempunyai kelainan dalam produksi cairan otak. Aku tidak tahu pasti apa nama ilmiah cairan itu. Kalau pada orang biasa, cairan itu berproduksi dengan normal, maka dalam otak pengidap Bipolar produksinya tidak teratur. Suatu kali sangat sedikit dan kali berikutnya sangat banyak. Ketika cairan otak itu menyusut, maka OdB [ Orang Dengan Bipolar ] jatuh dalam jurang depresi. Dan begitu cairan itu melimpah, maka mereka langsung masuk dalam periode Manic. 

Lihat ? Tidak ada yang salah dengan pengidap gangguan mental. Sama seperti tak ada yang salah dengan orang yang terlahir berhidung pesek, berjari 6, berambut merah, dsb.

Jika ada tanda-tanda seseorang mengidap gangguan mental, jangan abaikan, temanilah dan ajak untuk memeriksakan diri ke psikolog atau psikiater. Pertolongan yang dini akan mencegah semuanya bertambah buruk hingga tak tertolong lagi. Sudah ada obat-obatan khusus untuk gangguan mental.

Source : Pinterest

Tulisan ini ku buat untuk mengingatkan diriku sendiri untuk tidak berburuk sangka dan menghakimi keputusan yang diambil orang lain tanpa ku tahu pasti apa masalah dan motif mereka. Juga untuk membuatku sadar bahwa aku tak sendirian, banyak orang seperti ku di luar sana yang juga bertarung dengan diri mereka setiap hari, berjuang untuk tetap hidup, melawan suara-suara kegelapan dari dalam kepala, dan bertahan dari ayunan mood dan emosi yang naik turun.

Dan, suatu saat di masa depan, aku ingin sekali bergabung dengan komunitas yang berkecimpung untuk membantu orang-orang yang mengidap gangguan mental, kepribadian, dan kejiwaan. Mudah-mudahan aku diberi umur yang panjang dan kekuatan untuk hidup, sehingga meski aku juga tengah jatuh bangun bertarung dengan Bipolar, aku bisa membantu orang-orang dengan masalah yang sama untuk mempertahankan harapan dalam hidup. Amin Ya Robbal Alamin. 313x.


Jumat, Januari 10, 2014

Random-Manic-Thoughts

Source : Pinterest

Setelah browsing kemana-mana, aku tetap tak dapat menemukan data yang mendukung teoriku bahwa kafein bisa menyebabkan periode Manic terasa lebih berat. Sebenarnya, tidak ada makanan atau minuman yang bisa berpengaruh pada Bipolar, tidak seperti penyakit fisik yang pasti ada makanan/ minuman pantangan maupun anjuran.

Bipolar bukan penyakit fisik, namun akibatnya bahkan malah bisa lebih parah.

Kesimpulan yang bisa ku dapat, aku memang murni sedang dalam periode Manic. Dan kalau dihitung-hitung, ini sudah hari ke-4. Fakta ini baru bagiku lho, soalnya seingatku biasanya aku lebih sering depresi ketimbang Manic. Apapun yang ku lakukan, aku tidak bisa mengeluarkan diriku dari jurang depresi itu.

Ini bukan Manic pertamaku, tapi ini pertama kalinya periode ini sangat terasa sensasinya, pada tubuh maupun pikiranku.
Bisa dilihat, tulisan ini merupakan postingan ke-3 hari ini. Dan anehnya, di pagi hari tadi aku sempat merasakan depresi tapi hanya sesaat. Kemudian menjelang siang, beberapa kali terasa gejala depresi, aku bahkan menangis beberapa kali hari ini. Yang paling parah adalah depresi pertama yang muncul hari ini. Semuanya ku tumpahkan dalam postingan pertama di hari ini. Tapi semuanya itu seperti cuma sekedar emosi yang numpang lewat sebentar untuk kemudian moodku diambil alih oleh Manic. Jadi, beginilah sekarang keadaanku. 

Bersemangat, penuh energi dan ide, tak bisa diam, dan sangat optimis.

Hal tak biasa yang ku lakukan hari ini :

1. Ide pertama yang datang setelah shubuh adalah menginventarisasi dan menomori buku-buku koleksiku. Langsung ku buat rumusnya, bikin, kemudian diprint lalu digunting dan ditempelkan satu-satu ke punggung buku. Setelah hampir dua jam dan 10 buku selesai, dapat ide untuk menambahkan kategori serial pada sistem penomoranku. Akhirnya berhenti di buku ke-10.

2. Ide kedua datang saat di kampus, sedang ngobrol-ngobrol dengan ketua lembagaku, aku tiba-tiba punya ide untuk melaksanakan pelatihan Menulis Fiksi dengan mengundang narasumber dari salah satu penerbit major yang hanya minta ditanggungkan uang tiket pesawat. Ku paparkan rencana itu sedetail-detailnya kepada ketuaku.

3. Masih dalam momen yang sama, ketuaku mengingatkanku untuk mengirim pesan pemberitahuan untuk rapat redaksi kepada seluruh crew besok. Berita utama adalah tentang reuni Fakultas minggu depan. Dengan segera timbul keinginan yang sangat kuat untuk masuk dalam tim liputan dan ku ceritakan konsep beritaku kepada ketua lembaga. Melihatku yang terlalu bersemangat, ketua mengizinkanku untuk ikut meliput.

4. Di perjalanan pulang, datang cita-cita untuk membuat lagu dan menyanyikannya sendiri dengan petikan gitarku. Sudah membuat syair lagu meski baru jadi sepenggal, mencoba mencari nada vokal yang bagus untuk sepotong lagu itu.

5. Ketika mengajar anak-anak di TPA, entah bagaimana tiba-tiba sebuah ide datang dalam satu paket lengkap. Ide itu tentang membuat acara games, kompetisi, sekaligus evaluasi belajar untuk anak-anak. Segera ku tuliskan ide-ide pokoknya dalam kertas folio sepanjang 1 halaman penuh. Setelah pulang, ku paparkan keinginanku pada tendik-tendik lain dan semua menyetujuinya.

6. Timbul keinginan yang sangat untuk memposting di blog. Jadilah tulisan yang di posting tepat sebelum postingan ini.

7. Membuat kembali sistem penomoran buku yang salah tadi pagi. Membuka label yang terlanjur ditempel.

8. Tiba-tiba muncul rasa ingin membuat pembatas buku. Begini, tidak semua buku yang ku beli menyertakan bonus pembatas buku di dalamnya. Sebenarnya ini sudah rencanaku sejak lama, namun setiap kali membuka Ms. Word tiba-tiba langsung hilang mood. Malam ini aku sangat menginginkan membuat itu, lalu aku browsing Bookmark D-I-Y di Pinterest dan membuatnya. Sudah jadi dua dari sembilan.

9. Ingin menulis di blog lagi. Maka jadilah postingan ini.

Itulah ringkasan Random-Manic-Thoughtsku pada hari ini. Seperti yang ku bilang di awal, sempat juga ada depresi. Tapi itu tidak begitu mengganggu dan hanya terasa sebentar saja.

God...Please save and bless me !!!

# Say That You Glad To Be Life


Kamis, Januari 09, 2014

A Suddenly Idea..

Tiba-tiba dapet ide cerita novel yang menohok banget. Barusan aja melintas di kepala. Aku nggak begitu pintar menjabarkan dengan persis apa yang ku pikirkan, tapi aku akan berusaha.

Jadi gini :

Tokoh utamanya ada satu cewek ( A ) dan dua cowok ( B & C ).

Cewek A dan cowok B adalah teman semasa SMA. A jatuh cinta pada B sejak SMA, tapi tak berani mengungkapkannya. Dia terus saja memelihara perasaannya bahkan sampai mereka lulus. B ini adalah tipe cowok yang berwibawa dan berjiwa pemimpin, karena itu di masa sekolah B termasuk cowok yang banyak dikagumi orang karena memegang jabatan-jabatan penting di organisasi sekolah [ tapi dia bukan tipe pangeran yang gantengnya selangit dan sok-sok cool gitu. Dia dikagumi karena aura kepemimpinannya ].

Nah, sampai lulus SMA pun A tetap tak berani mengungkapkan perasaannya pada B. Ia tipe perempuan yang pasrah dan sangat mempercayai takdir. Ia yakin takdirnya kelak akan bersua dengan takdir B. Sejak lulus SMA, A berusaha keras melakukan banyak hal untuk membuat dirinya sepadan dengan B. Meski mereka tak pernah bertemu lagi sejak kelulusan karena berbeda kota tempat tinggal, tapi A tetap dengan naifnya percaya bahwa B adalah jodohnya.

7 tahun kemudian....

A mendapat kabar bahwa B sudah menikah. A sangat shock, ia tiba-tiba kehilangan arah di tengah perjalanan yang selalu dipercayainya akan berujung pada B. A berubah menjadi perempuan yang pendiam dan penuh kehampaan, hidup dijalaninya dengan perasaan depresi. 

Lalu, datanglah cowok C yang menyelamatkan hidupnya dari jurang keputusasaan.

Awalnya A selalu menolak perasaan C, merasa bahwa dirinya terlalu gelap dan rusak untuk seorang yang baik seperti C. Lama kelamaan, dengan kesabaran C, A luluh dan mereka akhirnya berpacaran.

Tak berapa lama kemudian, datang lagi kabar bahwa istri B meninggal saat melahirkan. A tersentak dan kembali tenggelam dalam masa lalunya yang belum terselesaikan. Ia merasa ini adalah kesempatan kedua yang diberikan Tuhan padanya untuk kembali berada di sisi B dan melakukan hal yang semasa SMA tak dapat diperbuatnya, memperjuangkan cintanya. Lalu, A meninggalkan C dan segera pergi ke kota tempat tinggal B untuk menemui dan menemaninya.

Inti ceritanya gitu, sih. Kesannya gelap, nggak ? Aku belum mikirin endingnya gimana tuh. Ah, aku mau banget jadiin ide itu ke dalam novel. Tapi kayaknya bakalan jadi novel tebal banget, euh. 

Ayo atuh, cepetan diselesaiin bikin proposalnya supaya bisa bikin novel :D

Source : Pinterest

Salam insomnia selalu..

Minggu, Januari 05, 2014

2014's Resolutions

Ah, Lagi-lagi nggak bisa tidur.
 
Source : Here

Tapi ini belum jam 2 sih, buatku waktu segini ini belum bisa dikatakan nggak bisa tidur.

Jadi, kapan batasnya ? Sekitar jam 3 lah. Kalo masih nggak ngantuk juga, baru itu namanya nggak bisa tidur.

Laptopku masih di bengkel, mungkin sekitar hari selasa atau rabu minggu depan baru bisa jadi. Insya Allah. Tadi teknisinya bilang masih sibuk banget gitu. Huuu..Nggak perlu juga kali ngasih alasan sibuk ma pelanggan. Jadinya sekarang ini pake laptop ibuku. Nie laptop kosongnya kalo pas lewat tengah malem gini. Kalo siang ya rebutan giliran antara Ibu ma tiga orang adekku yang semuanya hobi nonton. Berhubung aku udah difasilitasi laptop ma modem sendiri, biarpun lagi rusak, ya tetep lah harus tahu diri gitu. Biasanya juga aku marah banget kalo ada orang pake-pake laptopku nggak izin. Pelit, ya ? He..He..He. Laptop tuh bagiku udah kayak diary atau kamarku. Laptop tu isinya pribadi banget, bisa mencerminkan karakter dan diri seseorang. Apalagi nggak kayak kebanyakan pengguna laptop usia muda lain yang [ mungkin ] isinya banyakan tugas-tugas kampus atau film-film, laptopku tuh isinya random dan bener-bener aku banget deh. Disana ada tulisan-tulisanku, lagu-lagu favoritku, catatan harianku, dan segala macam hal yang jadi kesukaanku.

Uhhmm..Postingan  kali ini jadi random bubbling aja, ya. Aku lagi Manic nih. Jadi lagi banyak energi dan pikiran yang butuh disalurkan. Dan berhubung pas tahun baru kemarin aku belum punya kesempatan untuk nulis resolusiku tahun ini, makanya sekarang aku mau pamer resolusi aja.

Hmm..Sejujurnya selama hidup, baru pergantian tahun ini aku ingin buat resolusi. Resolusi itu apa, sih ? In my opinion, resolusi itu adalah rencana target gitu. sebenarnya nggak mesti tahun baru juga buatnya. Tapi, pergantian tahun itu memang jadi momentum. Saat istimewa dimana kita bisa melihat kembali apa-apa saja yang sudah kita capai dalam perjalanan yang sudah kita lewati, plus melihat dan mendaftar pencapaian-pencapaian yang harus kita kejar setelahnya.
 
Source : Here


Dan inilah resolusiku untuk tahun 2014 ini :

1. Menjadi Sarjana

Tahun ini pokoknya harus jadi sarjana. Kalo menurut hitungan angkatanku, paling cepet lulus ya sekitar bulan maret. Paling lambat ya akhir tahun. Jelas aku nggak bisa nargetin yang cepet, soalnya aku KKN aja baru mau turun februari besok. Proposal juga masih abu-abu. Yah, mudah-mudahan lah diberikan kelancaran.


2. Menyelesaikan Menulis Minimal Dua Novel Dan Tiga Cerpen


Betul. Yang penting diselesaiin dulu. Ada sebuah pepatah yang mengatakan begini " Perbedaan penulis dan pengkhayal adalah penulis menuliskan apa yang dikhayalkannya dan pengkhayal hanya mengkhayal menulis,". Jleb ya. Sebenarnya aku nggak kekurangan ide pokok buat bikin novel. Di laptopku ada kira-kira tujuh draft novel dan tiga kerangka cerpen yang semuanya setengah-setengah nggak selesai. Kekuranganku ya seperti itu. Gampang bosan, kurang bisa fokus, dan hobi ngeloncat-loncat dari satu ide ke ide lain. Ini sebenarnya pembawaan dari BD. Ah, Nggak boleh nyari kambing hitam. Pokoknya harus selesai minimal dua novel. Cerpen juga. Aku baru belajar buat cerpen nih.

Masalah diterbitkan atau nggak, belum akan ku jadikan target. Sambil jalan aja dulu. Tapi aku tetap akan berusaha mengirimkan draft-draft tulisanku ke penerbit-penerbit. Mudah-mudahan ada yang tembus.

 
3. Mendapat Penghasilan Dari Minat Jurnalistikku

Aku udah sering cerita kan kalau aku punya ketertarikan yang sangat besar dalam bidang jurnalistik dan sudah mengikuti UKM Lembaga Pers Mahasiswa tingkat fakultas. Tapi, namanya aja ekskul ya kita nggak dibayar di dalamnya meski bagaimanapun usahanya. Tapi, ada kesempatan yang terbuka lebar untukku dapet penghasilan sedikit-sedikit dari Jurnalistik. Yaitu, koran universitas. Yups, apalagi koran universitasku itu mulai tahun ini udah punya target mau menaikkan intensitas penerbitannya yang awalnya hanya sebulan sekali menjadi sebulan dua kali. Dan, kalau ku lihat model-model beritanya sih nggak susah-susah amat, ya. Rata-rata berita seremonial.

Lumayan lho honornya. Untuk satu berita dihargai mulai dari Rp. 25.000 s/d Rp. 75.000 tergantung panjang dan isinya. Puisinya temenku aja yang [ menurutku ] biasa banget bisa tembus redaksinya dan dapet bayaran Rp. 30.000. Sebenarnya bukan soal bayarannya yang jadi prioritas utamaku. Aku cuma pengen tahu seberapa sih nilai kemampuan jurnalistikku dihargai dengan angka. Apakah cukup bagus untuk dapet bayaran yang tinggi ? Atau rata-rata aja ?

 
4. Membaca Dan Memiliki Novel Terjemahan Minimal 50 Eksemplar

Udah dari bulan Agustus 2013 lalu aku keranjingan beli novel. Biasanya sih cuma minjem gratisan atau nyewa. Tapi, diitung-hitung jatuhnya mahal juga, udah gitu kalo lagi kepengen baca ulang novel-novel favoritku ya jelas nggak bisa. Jadi, biarpun harganya novel terjemahan tuh mahal banget dan di kotaku sini nggak pernah ada sale, aku usahain beli aja. Sekarang aku baru punya 13 eksemplar. Dan yaa..harus terjemahan dong. Selain itu, dengan membeli hasil karya seorang penulis menunjukkan cara kita menghargai karyanya.

Kalo dihitung-hitung antara pengeluaran dengan pemasukan bulananku, per bulan maksimal aku cuma bisa beli sekitar 3-4 novel. Makanya ini masih berkaitan dengan resolusi nomor 3-ku. Kan lumayan tuh kalo ada dua beritaku yang dimuat dengan, hitunglah dikasih honor rata-rata Rp. 50.000, maka aku udah bisa beli satu buku di luar anggaran yang biasa.

 
5. Bisa Main Gitar

Di lembagaku, banyak yang jago gitar. Nanti aku mau minta diajarin. Soalnya sejak aku nonton anime Nodame Cantabile yang inti ceritanya tentang musik, aku jadi tergerak buat belajar main musik sendiri. Aku juga pengen menyanyikan lagu ciptaanku sendiri, lagu yang aku banget gitu. Suaraku juga nggak jelek-jelek amat kok. Cuma perlu latihan ambil nada aja. Terus aku orangnya juga cepet belajar apalagi kalo lagi niat bener. Buat apa bisa main gitar ? Ya pengen bisa nyanyi sendiri aja pokoknya.

Source : Google Images

6. Menerjemahkan Berita Tiga Eksemplar Majalah Dan Satu Buku Berbahasa Inggris.

Ini sih berkaitan dengan keinginanku menjajaki profesi penerjemah buku yang sepertinya sangat menyenangkan. Diagnostic Test TOEFL-ku dapet skor 535, aku seneng denger lagu berbahasa inggris, suka baca buku terjemahan, dan nggak punya masalah kalo harus nonton film atau anime yang cuma ada subtittle bahasa inggrisnya. Itu semua udah bisa jadi modal dasarku untuk mulai mencoba profesi penerjemah, kan ?

7. Menekuni [ Lagi ] Dunia Fashion Designer

Di profilku aku nulis kalo hobiku adalah fashion designer, kan ? Ya. Aku suka banget merancang baju. Udah tiga tahun aku tekuni mulai dari jadi mahasiswa. Awalnya sih, alasannya karena susah banget nyari baju yang pas buat badanku yang nggak bisa dibilang kecil ini. Apalagi fashion identityku adalah rok. Di kota ini susah banget nyari rok yang modelnya keren dan muat dengan badanku. Akhirnya aku nyoba-nyoba beli kain sendiri ke toko terus lihat-lihat model rok di majalah remaja yang kemudian aku modifikasi agar sesuai untuk muslimah. Akhirnya keterusan deh. Apalagi penjahitnya tuh tetanggaku yang anak SMK jurusan menjahit. Jadi, gampang kalo mau konsultasi masalah model dan desainnya. Ditambah, karena masih penjahit amatir jadi dia bersedia dibayar murah. He..He..He.

Puncak kreativititasku sebagai perancang busana tuh pas semester 4-6. Tiap bulan aku menjahitkan sekitar 2-3 rok dengan kreasiku sendiri. Untuk baju aku nggak bikin lagi. Soalnya penjahit pribadiku [ Alaaahh ] diatas belum bagus kalau menjahit baju, lagian di kotaku ini masih banyak dijumpai baju yang seukuranku. Waktu itu, kalo ke toko buku aku pasti ngeborong majalah-majalah fashion remaja.

Semua rok hasil desainku baru aku pakai sendiri saja sih. Jadi, aku nggak pernah beli rok atau kerudung buatan toko, semua yang ku pakai adalah hasil desainku sendiri. Tapi, sudah banyak teman-teman maupun orang-orang di sekitarku yang memuji hasil desain dan pilihan corak serta warna kainku. Dulu, tiap kali pake rok baru langsung disamperin terus dipegang-pegang sambil ditanya-tanya dimana beli kain dan harganya bla bla bla.

Sayang, fashion creativityku itu berhenti di semester 7 kemarin. Alasan utamanya karena aku cuma ambil satu mata kuliah. Jadi, nggak ada kebutuhan harus pake baju yang berbeda tiap hari. Karena itu tahun ini aku mau mendesain bajuku lagi. Tapi, sepertinya pertama-tama aku harus cari penjahit pribadi yang murah dulu. Soalnya tetanggaku yang merangkap jadi penjahit amatir pribadiku udah mondok dan nggak nerima jahitan lagi. Huuu... Mudah-mudahan aku juga bisa menampilkan potret hasil kreasi desainku itu di blog ini.

 
8. Menulis Di Blog Setiap Hari

Ini sih sebenarnya udah ku lakukan dari pertengahan tahun 2013 kemarin. Kalo lagi nggak ada hambatan khusus [ kayak laptop yang lagi bermasalah ], aku pasti nulis tiap hari. Bahkan kadang sampe 2-3 postingan dalam sehari. Tapi, yah kadang masih ada bolongnya juga sih. Karena itu tahun ini harus full. Minimal jumlah postingan sama dengan jumlah tanggal. Kalo nggak sempet atau bolong-bolong karena hambatan khusus kayak sekarang, ya mesti ditambal dengan menulis dobel atau tripel saat udah bisa.

Banyak manfaat yang udah ku rasakan dari menulis blog. Meski bisa dilihat kalo postingan-postinganku masih seputar curhat sih. Manfaatnya kerasa banget kalo pas nulis novel atau cerpen, tulisan jadi lebih tertata baik dari segi ide maupun bahasa, penggunaan tanda baca lebih tertib, dan bagus untuk terapi jiwaku.

 
9. Bikin Blog Buku Dan Aktif Di GoodReads

Ini baru angan-angan juga, sih. Aku pengen bikin blog kedua yang khusus untuk blog buku dan gabung di grupnya BBI ( Blogger Buku Indonesia ). Soalnya BBI nggak mau nerima blog yang nggak mengkhususkan dalam bidang buku sih.

Aku suka banget maen-maen ke blognya anggota BBI. Disana ada review buku dan challenge-challenge yang berhubungan dengan buku. Aku jadi bisa milih buku yang sesuai seleraku karena baca review-review mereka. Aku juga pengen memperkenalkan apa yang ku baca dengan mereview buku-buku koleksiku. Kalo perlu ikutan reading challenge. Ih, pokoknya keren deh. Tapi untuk ini aku perlu nyiapin tekad yang kuat. Soalnya aku tuh paling males disuruh nulis panjang-panjang, apalagi review yang notabene harus nonton atau baca ulang film dan bukunya. Ingat review anime Angel Beatsku yang nggak selesai-selesai ? Belum lagi tumpukan buku baru yang belum ku inventarisir di blog ini.

Mengenai Goodreads, Errr...Udah punya akun disana sejak lama, sih. Cuma nggak pernah dibuka, username dan passwordnya aja udah lupa. Langkah pertama sih mungkin harus belajar cara make GoodReads dulu, ya. Hi..Hi..Hi.

 
10. Memperbaiki Dan Meningkatkan Segala Hal Dalam Hidupku

Yang ini sih umum, ya. Kayak tentang murid-murid yang ku ajar di TPA. Aku harus lebih rajin dan peduli lagi sama mereka, lebih sabar menghadapinya. Juga lebih termotivasi untuk membuat mereka jadi lebih baik. Terus soal ibadahku mudah-mudahan bisa lebih rajin lagi. Perkara-perkara remeh macam cuci motor,bersihin kamar, nyuci, masak, dan berhubungan dengan orang lain juga supaya lebih meningkat rajinnya.

Source : Google Images

Sebenarnya mungkin tahun 2014 ini bakalan jadi tahun yang berat buat aku. Soalnya aku udah kehilangan orang yang selama ini jadi tujuanku untuk menjalani hari demi hari. Seseorang yang jadi sumber inspirasi, pengharapan, kenangan, tawa, dia yang pertama kali mengenalkanku pada mimpi-mimpi yang tinggi, dunia serta orang-orang baru yang belum pernah ku ketahui, orang yang jadi tujuan doa, panggilan, obsesi, dan motivasiku selama enam tahun terakhir. Pendeknya, orang itu adalah hidupku. Benang yang mengikatku tetap di bumi dan tegar menjalani hidup. Sejak mendengar kabar bahwa dia sudah menikah, bukan hanya sekali dua kali aku mempertanyakan arti hidup yang sudah ku jalani. Tidak hanya sekali dua kali aku ingin menyerah dan menghadap Tuhan lewat jalan pintas.

Dan, yaahh..Semua itu pasti masih belum akan berakhir. Belum lagi Bipolar Disorderku yang semakin menjadi-jadi saja.

Aku hanya berharap, bahwa dengan postingan ini, malam ini, yang menjadi bukti bahwa aku ingin terus hidup, aku masih menginginkan banyak hal, aku masih mau melangkah, maka Tuhan akan memberiku kekuatan tak terhingga untuk terus berdiri menapaki waktu. Tak peduli seberapa jatuhnya aku, maka kekuatanNYA akan menopangku untuk bangkit dan bangkit lagi setiap kalinya. Amiiinn...313x.

Source : Here

# Ah..Sekarang sudah jam 4:04. Berarti aku benar-benar tak bisa tidur malam ini...