Tampilkan postingan dengan label Stay Strong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stay Strong. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 04, 2015

I was done held the pain on past years due to the genesis accomplished events 
Now i open my eyes, and put everything to grow the hopes

A long time ago, things keep broken here
Deep inside
Fallen apart
Shattered into small pieces

There are still front years anymore..
Start from this point, i wish that i've never lose my heart.

Looks like my story still could keep continue
And for the next page, 
This vulnerable, fragile soul and self
Would shine invincible overcome the darkness all around.


Kamis, Agustus 27, 2015

Twenty Four

Tepat tahun ke 24 saya hidup di dunia.

Akhir-akhir ini dibilang sibuk juga nggak, cuma saya lagi terhanyut sama hobi baru saya. Itulah kenapa pas malem baru saya ngeh kalo hari ini adalah hari terakhir saya di samping angka 23.

Hidup masih begitu sulit untuk saya, justru inilah titik terendah saya. Saya kehilangan hampir semua hal yang dulu menyangga saya. Setiap hari juga masih terus berjuang dengan lapisan-lapisan rapuh beragam emosi. Tempat-tempat yang sebelumnya terasa nyaman-nyaman saja tiba-tiba menjadi sesak dan mencekik. Pada dasarnya saya bukanlah orang yang cocok menetap lama di suatu tempat. Terlebih di usia ini, saya seharusnya sudah mandiri dan pindah dari rumah tempat kelahiran saya.

Usia 23 kemarin merupakan usia tersulit, namun begitu banyak juga hal berharga yang saya dapat. Hal-hal dan nilai-nilai hidup yang hanya bisa didapat oleh orang-orang yang menempuh perjalanan seperti yang sudah saya lalui. Saya masih penakut, masih pengecut, masih seekor siput yang terlalu waspada dan langsung berlari ke dalam tempat amannya begitu merasa terganggu sedikit saja. Namun belum pernah saya merasa lebih mengenal diri saya sendiri seperti saat ini. I have flaws, of course. And i have soooo many rare good side too. Kekuranganku mungkin fatal, tapi kebaikanku sangat jarang dimiliki orang lain. Selama 23 tahun, akhirnya saya bisa memahami diri saya. Saya mengerti alasan-alasan dari setiap tindakan dan keputusan yang saya ambil, karenanya saya bisa mencegah diri saya terluka sedini mungkin. Saya mengerti apa yang saya rasakan, apa dan siapa tepatnya yang saya butuhkan untuk dipertahankan di sisi saya. Saya akhirnya bisa merasa nyaman dengan siapa saya dan apa yang saya miliki. Saya tidak pernah ingin jadi orang lain dengan berkah mereka masing-masing. Dan di titik ini, saya yakin bahwa saya sudah cukup. Yang paling penting, saya tahu semua hal yang menjadi "pelatuk" bagi saya.

So, that's means i've lost some things but gained lots of valuable things too, right?

Sudah pasti akan ada banyak kesedihan dan penderitaan yang menanti saya di depan sana seperti biasanya, but i've endured all this time. Banyak waktu dimana saya merasa akan berakhir, namun nyatanya saya masih bisa menulis ini. Namun, Tuhan memang adil. saya diberikan hal-hal istimewa yang tidak diberikan pada orang lain dalam perjalanan saya sampai saat ini. Bukankah itu cukup jadi alasan untuk saya tetap kuat? Untuk melihat kejutan indah apalagi yang sudah disiapkan untuk saya. Untuk melihat seberapa kuat saya sebenarnya, terjatuh dan lost everything namun selalu bangkit lagi dan memperoleh kado kejutan dari Tuhan sebagai hadiah saya. Untuk melihat akan jadi seperti apa saya nantinya. It should be worth, right??

Pukul 12.48 WITA. 27 Agustus 2015.



Rabu, April 08, 2015

Am I A Bad Person?

Dua puluh tiga tahun lebih sudah cukup lama bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri, apalagi aku, tipe orang introvert yang suka menyelami diri sendiri. Aku sadar terlalu banyak kelebihan yang Tuhan berikan kepadaku. Diantaranya; Aku cukup bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah, mudah beradaptasi, mudah belajar, punya keingintahuan yang tinggi, cukup cerdas, punya selera musik yang bagus, punya hobi yang baik, dll. Terlalu banyak, sehingga sulit rasanya menghitung semua itu.

Jadi, yang ingin ku ketahui adalah...

"Am i a bad person for feeling this way? For wanting to die soon?"

Kalau dibilang aku selalu merasa tertekan dan putus asa karena aku ini tidak bersyukur, sudah jelas bukan itu masalahnya. Aku tidak pernah menuntut kepada Tuhan untuk memiliki apa yang dimiliki orang lain, karena aku sudah tahu bahwa aku hebat dengan caraku sendiri, aku diberkahi dengan caraNya sendiri. 

Aku mungkin tidak memiliki apa yang dimiliki orang kebanyakan, tapi sungguh itu bukan masalah bagiku. Depresi, kemarahan, kekecewaan dan kepahitanku ini bukan datang dari penyesalan, bukan juga dari menginginkan. Mungkin memang jalan masa lalu yang ku lalui menjadikanku orang yang seperti sekarang ini, tapi sungguh tidak pernah terpikir untuk menginginkan kembali ke masa lalu dan merubah sesuatu. Meskipun masa laluku itu penuh rasa sakit dan kegelapan-kegelapan yang ku yakin akan membuat orang lain menjadi gila, bagiku semuanya sudah lewat. Ya, sudah pasti aku masih menangisinya, masih meratapi takdirku, tapi....aku tidak lagi menginginkan menjadi orang lain yang bebas dari semua ini. Ada juga satu dua hal yang masih ku mimpikan. Tapi intinya... aku bukan orang yang tak bersyukur.


Kamis, Maret 05, 2015

They Are Really F**k

Source : Pinterest

Dan kepada orang-orang ini, baik yang ku kenal atau tidak, yang ku ingat atau tidak.. 

Penjaga fakultas yang sudah mengenal dan melihatku selama lebih dari empat tahun namun setiap kali bertemu diriku yang dikatakannya hanyalah ,"Kurangi makan nasi...,", " Bocor itu banmu soalnya terlalu besar yang naik,"..dan lain-lain semacam itu... 

Seorang dosen akuntansi syariah yang beberapa kali menyebutku "gajah" dan bertanya apa saja yang ku makan sambil tertawa-tawa di depan seluruh kelas

Seorang pemilik toko kelontong di pasar yang baru sekali ku berbelanja di tokonya dan yang dia tanyakan adalah " Makan apa kau? Saya pingin tahu karena saya lihat besar badanmu,"

Pegawai administrasi surat menyurat fakultas yang membicarakan berat badanku " Kalau ini tidak lari dari 110 ini....," seakan-akan aku tidak ada disitu.

Orang-orang yang dengan serius bertanya padaku bagaimana cara menggemukkan badan atau bercanda tentang berat badanku..

Dan semua yang wajah dan perkataannya tidak bisa ku ingat persis namun yang tertinggal di hatiku hanyalah kesan buruk dan perasaan terluka..

"FUCK YOURSELF"
Memangnya fisik kalian lebih baik dariku?

Penjaga fakultas itu kakinya pincang sebelah, hitam, jelek, selalu berpenampilan seperti gelandangan. Dosen itu wajahnya seperti kambing dengan jenggot panjang. Pemilik toko itu wajahnya buruk. Pegawai administrasi itu pendek dan hanyalah seorang pegawai rendahan...

Lain waktu, jika ada lagi yang berkomentar atau berlelucon tentang berat badanku aku akan berbicara dengan orang lain dan pura-pura tidak mendengar atau melihat mereka. Toh, mereka itu sampah.

Dan pada beberapa orang yang keterlaluan, aku akan bilang dengan percaya diri dan mengangkat kepala," Hei, memang tubuhku gendut, tapi apa kalian lebih baik dariku? Dan asal kalian tahu, boleh saja badanku besar, karena aku bisa pastikan tubuh itu digunakan untuk menampung otak dan hati yang besar yang menghasilkan pemikiran-pemikiran dan jiwa yang besar pula,"

Yeah, Fuck yourself, people !!!!


Jumat, Februari 27, 2015

The Strongest Pole

Ini tentang keinginanku menjadi sukarelawan untuk menolong orang-orang yang mengidap mood disorders, korban pelecehan seksual, atau korban kekerasan anak.....

Source : Pinterest

Aku tidak akan bisa menyelamatkan orang lain jika aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Bertahan hidup saja tidak cukup. Aku harus memiliki harapan, yang mana itu adalah sesuatu yang begitu mewah bagiku sekarang. Sebelum aku membantu orang lain untuk merelakan, menerima, memaafkan, dan melupakan, aku harus bisa melakukannya terlebih dahulu. Tidak ada hal baik yang bisa ku berikan pada orang lain jika aku sendiri belum menemukan hal baik itu.

Terutama, aku belum punya cukup kekuatan untuk menciptakan tiang yang bisa ku pegang agar tidak terseret. Penderitaan dan kejadian orang lain akan sangat mempengaruhiku. Dan kecenderunganku untuk merasa bertanggungjawab atas berbagai macam hal, akan membuatku terseret arus gelap karena aku akan merasa tidak bisa menolong mereka. Ya. itu juga alasan mengapa saku memperkecil lingkunganku. Istilahnya, membatasi perimeter. Aku memilih siapa-siapa yang bisa terlibat denganku sehingga paling tidak aku memiliki kendali atas kejadian-kejadian yang mungkin saja terjadi. Dengan begitu, aku bisa menyaring informasi apa yang ku terima, menakarnya sesuai dengan kemampuanku. 

Contohnya, saat menonton berita saja, ketika melihat nasib orang lain yang begitu buruk, atau melihat orang-orang yang begitu jahat dan tidak ada yang bisa menghukum mereka, aku akan begitu marah. Aku putus asa dan mulai menyalahkan diriku kenapa tidak bisa berbuat sesuatu. Pada akhirnya semua berujung sama : Keputusasaan.

Jika aku terlibat dengan kejadian orang lain yang pasti kurang lebih banyak yang sama seperti kejadianku sementara aku belum tersembuhkan, pasti itu akan jadi pelatuk yang meledakkan peluru berisi rasa sakit. Malah, aku mungkin akan menyeret orang yang seharusnya ku tolong itu dalam jurang penderitaanku sendiri. Tidak ada yang akan terselamatkan.

Keinginanku begitu kuat. Aku tidak mau ada orang lain merasakan seperti yang ku rasakan. Rasa sakit dan amarah ini. Sendirian lagi. Aku tidak mau ada anak-anak korban pelecehan seksual, kekerasan, dan bullying yang hidup dengan melihat neraka di depan matanya. Aku tidak mau ada orang-orang terkucilkan yang dianggap gila dan aneh oleh lingkungannya hanya karena mereka mengidap sesuatu yang tidak bisa mereka kendalikan. Mereka diabaikan karena orang lain tidak bisa menandingi mereka. Mereka diremehkan karena sesuatu yang tidak bisa mereka kendalikan. Padahal justru orang-orang inilah pejuang yang sesungguhnya, orang-orang brillian dengan ide-ide hebat dan kekuatan tak terlihat. Mereka inilah yang harus dijaga. 

Jadi, mungkin yang harus ku lakukan pertama kali saat ini adalah mencari bantuan profesional.


Kamis, November 20, 2014

...

"When deep injury is done to us
We never recover until we forgive
Forgiveness doesn't change the past
But it does enlarge the future..."
(Mary Karen Read)

Selasa, November 11, 2014

Lyric And Translation Of "Baby Don't Cut" By B-Mike

Source : Pinterest

She's only 17, her whole life's ahead of her.
Gadis itu masih berumur 17 tahun, hidup terbentang di hadapannya.
She hates school because the people there discredit her.
Ia benci sekolah karena orang-orang disana merendahkannya
Her boyfriend tries to show her that's not how it seems.
Kekasihnya mencoba menunjukkan padanya bahwa semua tak seperti kelihatannya
But everyday she just gets lowered with her self-esteem.
Namun setiap hari harga diri gadis itu semakin rendah
He let's her know that every night will have a brighter day,
Kekasihnya membiarkannya untuk tahu bahwa setiap malam akan memiliki hari yang lebih cerah
She even tried to overdose and take her life away.
Gadis itu bahkan mencoba overdosis dan membuang hidupnya
She's feeling hopeless there just sitting down beside her bed,
Dia merasa putus asa, duduk di sisi tempat tidurnya
Then he takes his hand and places it beside her head.
Lalu sang kekasih mengangkat tangan dan meletakkannya di samping kepala si gadis.

He tries to hold her but with every touch she still resists,
Kekasihnya mencoba memeluk gadis itu, namun setiap sentuhannya ditolak
And then he sees the scars that bury deep within her wrists,
Lalu kekasihnya melihat luka-luka yang tercetak dalam di pergelangan tangan si gadis
She's feeling numb, he tries to beg and plead and ask her, "Why?"
Gadis itu mati rasa, kekasihnya terus memohon dan bertanya padanya, “Mengapa?”
She says this way she has control of the pain she feels inside.
Si gadis bilang inilah caranya mengontrol rasa sakit dalam dirinya
He's asking her, "How long it's going since you've felt this way?"
Sang kekasih bertanya “ Berapa lama sudah kau merasa seperti ini?”
Because you got me here, just feeling so damn helpless."
Karena kau membuatku merasa benar-benar tak berguna disini."
She says, "It's been a while. I guess I needed better luck."
Si gadis berkata “Sudah beberapa lama.  Sepertinya aku butuh keberuntungan yang lebih baik.”
And then he screams at her and tells her, "Baby, never cut!"
Lalu sang kekasih berteriak pada si gadis,”Sayang, jangan mengiris,”

Nobody seems to get you, you feel you're on your own,
Kelihatannya tak seorangpun cocok bersamamu, kau merasa sendirian
But listen, pretty lady, you don't have to be alone.
Tapi dengarlah wahai gadis cantik, bahwa kau tak harus sendirian
So, baby, don't cut, baby, don't cut.
Jadi, sayang jangan mengiris. Sayang, jangan mengiris.
You can do anything, just promise baby you won't cut.
Kau bisa melakukan apapun, berjanjilah bahwa kau tak akan mengiris.
I know your heart is hurting, you think the road has end,
Ku tahu hatimu sakit, kau pikir jalan telah berakhir
You may just feel that blade you're holding is your only friend
Kau mungkin merasa bahwa silet yang kau pegang adalah satu-satunya kawanmu.
But baby don't cut, baby don't cut.
Tapi sayang, jangan mengiris. Sayang, jangan mengiris.
You can do anything, just promise baby you won't cut.
Kau bisa melakukan segala hal, berjanjilah bahwa kau tak akan mengiris.

The next day at school she's feeling better than the day before.
Hari berikutnya di sekolah, si gadis merasa lebih baik daripada kemarin
Even cracked a couple smiles as she walked the corridor.
Dia bahkan merekahkan senyuman saat berjalan di koridor
But all that seemed to end: she dropped her books when she walked into class.
Namun semua itu cepat berakhir: bukunya jatuh ketika masuk kelas
And every student in the room just seemed to point and laugh.
Dan setiap siswa di ruangan hanya menudingnya sambil tertawa.
She couldn't take it anymore, she sent her boy a text.
Dia tak mampu menahannya lagi, dikirimnya pesan pada kekasihnya
She said, "I love you with my body, heart and soul to death."
Si gadis bilang,” Aku mencintaimu dengan seluruh tubuh, hati, dan jiwaku sampai mati.”
He thought nothing, typed "I love you", then he sent it.
Kekasihnya tak memikirkan apapun, mengetik “ Aku mencintaimu”, lalu mengirimnya.
By "death" he didn't know that she had literally just meant it.
“Sampai mati”, sang kekasih tidak tahu bahwa gadisnya benar-benar memaksudkannya seperti itu.

She ducked the next class, ran home into the bathroom.
Gadis itu membolos kelas selanjutnya, berlari pulang dan masuk ke dalam kamar mandi
Thought to herself she wouldn't break her promise that soon.
Berpikir bahwa dia tak menyangka dirinya melanggar janjinya secepat itu
One cut... two cuts... three cuts... four...
Satu irisan, dua irisan, tiga irisan, empat...
The blood just started dripping from the tub to the floor.
Darah mulai menetes dari bak mandi hingga lantai
Her boyfriend had a feeling in his stomach that he hated.
Kekasih gadis itu merasakan sesuatu yang dia benci di perutnya
He followed it right down to her house he never waited.
Dia mengikuti si gadis ke rumah yang tak pernah ditunggunya
The front door was open, he heard the water running.
Pintu depan terbuka, sang kekasih mendengar aliran air
He stormed into the bathroom and his heart just started gunning.
Dia menyerbu ke kamar mandi dan hatinya mulai tertembak

Nobody seems to get you, you feel you're on your own,
Kelihatannya tak seorangpun cocok bersamamu, kau merasa sendirian
But listen, pretty lady, you don't have to be alone.
Tapi dengarlah wahai gadis cantik, bahwa kau tak harus sendirian
So, baby, don't cut, baby, don't cut.
Jadi, sayang jangan mengiris. Sayang, jangan mengiris.
You can do anything, just promise baby you won't cut.
Kau bisa melakukan apapun, berjanjilah bahwa kau tak akan mengiris.
I know your heart is hurting, you think the road has end,
Ku tahu hatimu sakit, kau pikir jalan telah berakhir
You may just feel that blade you're holding is your only friend.
Kau mungkin merasa bahwa silet yang kau pegang adalah satu-satunya kawanmu.
But baby don't cut, baby don't cut.
Tapi sayang, jangan mengiris. Sayang, jangan mengiris.
You can do anything, just promise baby you won't cut.
Kau bisa melakukan segala hal, berjanjilah bahwa kau tak akan mengiris.

He puts her arm around his shoulder, he's just trying lean her back up.
Sang kekasih memeluk bahu gadis itu, mencoba mengangkatnya.
Yelling out her name as he lays her beside the bathtub.
Meneriakkan nama si gadis sambil menyangganya di sisi bak mandi
Feels his whole world just took a hit from a big avalanche.
Merasa seluruh dunianya runtuh karena longsoran besar
Screaming out so heavily, "Somebody call an ambulance!"
Berteriak begitu kuat “Seseorang tolong panggil ambulans!”
Feeling mad angry like somebody's led her onto this.
Merasa sangat marah karena semua orang telah membuat si gadis menjadi seperti ini
Her eyeballs are rolling, drifting out of consciousness.
Mata si gadis bergerak-gerak, mulai  hilang kesadaran
Thinking to himself why the hell did she just stop at will.
Sang kekasih berpikir mengapa si gadis berhenti berusaha
The tears just keep on rolling as they head to the hospital.
Airmata terus mengalir saat mereka menuju ke rumah sakit

Paramedics rush her in, the doctor calls emergency.
Staf medis segera menjemput si gadis, dokter memanggil gawat darurat
She's lost a lot of blood the place looks like a murder scene,
Si gadis kehilangan banyak darah, tempat itu terlihat seperti lokasi pembunuhan
An hour later, the doc walks over with a sour face,
Sejam kemudian, dokter berjalan keluar dengan wajah masam
And says, "Excuse me for the words that I'm about to say.
Dan berkata “Aku minta maaf atas apa yang akan ku sampaikan”
I'm sorry for your loss," the boy just starts collapsing.
“Aku turut berduka atas kehilanganmu” cowok itu terjatuh.
His own world, his own girl just took a crashing.
Dunianya, gadisnya baru saja hancur
Saying to himself that it's his fault and that he let it up.
Mengatakan pada diri sendiri bahwa semua salahnya 
"Baby, I thought you made a promise you would never cut."
“Sayang, ku kira kau telah berjanji bahwa kau tak akan mengiris"

Nobody seems to get you, you feel you're on your own,
Kelihatannya tak seorangpun cocok bersamamu, kau merasa sendirian
But listen, pretty lady, you don't have to be alone.
Tapi dengarlah wahai gadis cantik, bahwa kau tak harus sendirian
So, baby, don't cut, baby, don't cut.
Jadi, sayang jangan mengiris. Sayang, jangan mengiris.
You can do anything, just promise baby you won't cut.
Kau bisa melakukan apapun, berjanjilah bahwa kau tak akan mengiris.
I know your heart is hurting, you think the road has end,
Ku tahu hatimu sakit, kau pikir jalan telah berakhir
You may just feel that blade you're holding is your only friend.
Kau mungkin merasa bahwa silet yang kau pegang adalah satu-satunya kawanmu.
But baby don't cut, baby don't cut.
Tapi sayang, jangan mengiris. Sayang, jangan mengiris.
You can do anything, just promise baby you won't cut.
Kau bisa melakukan segala hal, berjanjilah bahwa kau tak akan mengiris.

Lyric's source : From here...

----------------------------------------------------------------------------

Ada perasaan miris, marah, dan getir kalau mendengarkan lagu di atas. Ceritanya tentang seorang cowok yang gagal menyelamatkan hidup kekasihnya. Jenis musik yang digunakan adalah rap. Lagu ini benar-benar sukses menampilkan perasaan kedua pasangan kekasih itu. Si cowok benar-benar peduli pada depresi yang dialami kekasihnya, dia terus menghibur, memeluk, dan ada di sisi gadisnya setiap saat. Gadis itu adalah orang yang terkucil di sekolahnya, dan tempat itu merupakan sumber depresi terbesarnya. 

Sayang, cowok itu tak berhasil. Semua kasih sayangnya itu tak cukup untuk membuat gadisnya ingin terus hidup. Semua cinta yang diberikannya tak cukup melawan rasa sakit kekasihnya. Dan ketika si gadis memutuskan untuk benar-benar mati, cowok itu merasa benar-benar hancur berantakan.

Ah, aku suka lagu ini. Pertama dengar aku ternganga karena terpesona akan kuatnya emosi yang dihasilkan lagu ini. Apalagi ini rap, yang ku rasa cocok untuk dipakai menyampaikan melodi-melodi tentang kemanusiaan.

Dan, hasilnya adalah aku semakin ingin menjadi sukarelawan kesehatan mental remaja. Aku tidak sanggup memikirkan betapa banyaknya remaja-remaja di luar sana yang memutus paksa bentangan hidupnya yang masih sangat luas. Aku ingin menyelamatkan mereka. 


Senin, September 29, 2014

Before You Decide To Give Up


Source : Pinterest
Before you decide to give up, please think about :
  1. The books and mangas you want to read, and your goal to collect all of them
  2. The favorite or new animes and movies you want to watch
  3. The beautiful places around this world and your wish to visit them
  4. The clothes, accessories, handmade, and creativity you want to make and show it to the world
  5. The big personal library, full of books, that you want to build
  6. The story you want to tell to people, pull them into wonderful world of yours. The novels, articles, poems, reviews, and other great words  and incredible perspective of your beautiful mind. 
  7. The languages that you want to learn
  8. The challenging games you want to try
  9. Kutubussittah, nahwu shorof, qiro’at, and other religion knowledges you want to look for and spread it to make a better service for your creator
  10. The high-tech gadgets you want to have on your own
  11. The songs and musics you wanna write and sing it to people
  12. The delicious foods, freshing drinks, good snacks that you wanna try to eat.
  13. The people you want to save, you want to pull out of their darkness. 
  14. Your deepest hope to inspire others.
  15. All your big passions that you write down on your heart, still waiting for you to make it.
Source : Pinterest

See ? still so many reasons for you to give up now.
It doesn’t matter if your life feels like hell at all. It doesn’t matter if you fall down on the ground, surrounded by sadness and emptiness. All you need is stand up again and again in every single once. Stay strong ! Stay Alive ? Stay Happy ! See you in future, in the finish line.