Rabu, Oktober 09, 2013

The Normal Me..

Source : Pinterest

Hari ini saya bersemangat sekali dan saya tahu penyebabnya, yaitu karena jaringan wi-fi di kampus yang sudah hampir tiga minggu nggak jalan karena kabelnya putus, hari ini mulai lancar lagi. Meskipun kecepatannya belum begitu normal, sih. Tapi, dengan begitu nafas hidup saya nyambung lagi. He..he..he..


Mau bukti ? Dari tadi maghrib saya konsentrasi membuat SK Kepanitiaan & Kepengurusan baru lembaga kampus yang mana saya jadi sekretarisnya. Habis itu ngutak-ngatik judul proposal [ rencananya insya alloh mau saya konsultasikan perdana ke dosen wali kamis besok lusa. Mudah-mudahan lancar dan barokah. Amiiinnn...]. Terus buka-buka jurnal-jurnal akuntansi nasional untuk nyari penelitian terdahulu dan bikin pemetaannya. Sekarang saya nge-blog. Semangat sekali, kan ?


Inilah diri saya yang normal, yang paling saya sukai. Saat saya terlihat duduk tenang mengikuti suatu kegiatan, namun dalam kepala sangat sibuk menyusun rencana untuk lebih dari tiga hal yang berbeda. Ha ? Iya, contohnya saat saya kelihatan duduk tenang selama dua jam menyimak kuliah dosen, ketahuilah bahwa pikiran dan sebagian nyawa saya tidak disitu. Saya menyusun kalimat demi kalimat untuk novel saya, memikirkan tentang metode-metode efektif yang kira-kira dapat membantu saya mengajar murid-murid TPA tempat saya mengabdi, membongkar dan memasang kata-kata dalam berbagai judul proposal. impian masa depan, hal yang saya ingin posting dalam blog saya malam nanti, anime-anime baru yang kira-kira seru, dan banyak hal lainnya. Dari luar saya kelihatan tenang dan konsentrasi kuliah banget, padahal mah nggak. :D

This is the normal me.. Mudah-mudahan saya bisa seterusnya bersemangat, full energi, dan banjir ide seperti saya yang biasanya, seperti sekarang ini. Karena, diri saya yang seperti ini selalu membuat saya jadi orang yang sedikit ceria, positif, baik, dan saya merasa dapat melangkah kemanapun, menjadi apapun yang saya mau di masa depan..

Source : Pinterest

Senin, Oktober 07, 2013

The Veil...

Source : Google Images

Ini cerita uneg-uneg yang sebenarnya sudah mengganjal di hati saya sejak lama, namun baru menemukan ujungnya kemarin siang. Ini tentang hijab, atau biasa disebut jilbab.

Kemarin siang saya tidak sengaja melihat tayangan infotainment di salah satu stasiun televisi swasta. Infotainment itu menayangkan tentang Ibunda Vicky yang mengunjungi anaknya di penjara bersama dengan adik perempuan Vicky dan salah satu personel Trio Macan yang saya tidak tahu [ dan tidak peduli ] siapa namanya. Yang membuat hati saya bergolak adalah personel Trio Macan itu yang mengenakan jilbab. Jilbabnya ketat membalut leher, dengan baju ala artis yang juga ketat melekat di tubuhnya. Dia yang sehari-hari pekerjaannya mengumbar diri dan goyangannya di depan umum tiba-tiba jadi mengenakan jilbab saat tahu akan masuk infotainment. Menyebalkan.

Sekarang jilbab memang sedang trend di kalangan perempuan yang [ mengaku ] islam. Saya tidak tahu sejak kapan tepatnya trend ini mulai. Mungkin sejak bermunculan desainer-desainer wanita islam dengan hasil rancangan masing-masing yang mendobrak pakem busana muslim konvensional. Kalau dulu, busana muslim identik dengan hal yang tidak gaul, tidak bersinar, model dan warna bajunya pun plain, standar, nggak neko-neko, jadi orang-orang, terutama remaja putri hanya mau memakainya saat acara-acara keagamaan dan lebaran. Itu pun kadang bukan busana muslim melainkan hanya celana panjang, kaos panjang, dan jilbab yang disampirkan sekenanya, outfit yang tak pantas disebut busana muslim, melainkan hanya jadi-jadian, setelan biasa yang dipaksakan supaya kelihatan menutup aurat.

Source : Here


Source : Here

Saya bukannya sombong atau pamer. Saya dibesarkan dalam lingkungan keagamaan yang kuat dan ketat. Seorang perempuan yang sudah memasuki masa akil balig [ ditandai dengan mulai mendapat menstruasi ] maka haram hukumnya untuk menampakkan auratnya kepada lawan jenis yang bukan mahramnya. Dalam hal ini hanya boleh tidak berjilbab di depan Ayah, Kakak/Adik kandung laki-laki, Kakek, Saudara sesusuan laki-laki, Ipar laki-laki, dan paman. Selain itu tidak boleh. Jadi, melepas kerudung hanya dilakukan di dalam rumah. Keluar dari pintu rumah, meski hanya di teras atau di halaman, harus sudah memakai pakaian yang menutup aurat.

Saya ingat waktu saya pertama kali memakai jilbab, yaitu saat mulai masuk SMP. Sebenarnya saya baligh saat kelas dua SMP, tapi untuk membiasakan supaya tidak malu atau canggung nantinya, maka saya mulai berjilbab sejak mengenakan seragam SMP. Waktu itu, dalam satu angkatan hanya ada tiga orang perempuan yang berjilbab, satu sekolahan totalnya ada sekitar lima orang. Saya ingat pandangan aneh dan olok-olokan teman-teman, terutama laki-laki yang suka menjahili saya. Saya dipandang berbeda namun tidak selalu dalam arti yang baik. Ejekan seperti " Botak, kutuan, sok alim, sok suci " dll sudah sering saya terima. Kadang mereka tidak mau mengikutsertakan saya jika berencana melakukan hal yang melanggar aturan seperti bolos, nongkrong, dll dengan kalimat " Eh, kamu nggak boleh ikut, soalnya kamu kan pake kerudung,". Kadang saya juga merasa ada beberapa teman yang menyepelekan dan memandang saya sebelah mata karena jilbab saya. Tuntutan lingkungan sekitar atas budi pekerti dan adab pun lebih kuat pada saya yang berjilbab. Tapi, tidak semuanya cerita sedih lho.


Source Of Two Pictures Above : Google Images

Waktu itu, model dan warna kerudung formal [ segi empat ] itu sangat terbatas dan biasa sekali. Warnanya hanya terbatas pada hitam, krem, merah tua, biru tua, dan warna-warna tua lain yang identik dengan emak-emak serta dipenuhi dengan hiasan bordiran kuno di kedua sisinya. Pokoknya, nggak keren sekali lah. Untuk anak sekolah, ada semacam kerudung yang bordirannya berwarna lebih cerah. Cara memakainya pun sederhana. Cukup dilipat membentuk segitiga dan disemat dengan peniti di leher. Selesai. Mencari baju muslim kasual atau semi-formal pun sangat susah. Saya ingat saat saya bersama Ayah saya berkeliling pasar dan toko-toko hanya untuk mencari sepotong baju untuk menghadiri acara perpisahan SMP. Sama sekali tidak dapat.

Dunia dewasa pun tidak kalah menyulitkan bagi perempuan berkerudung waktu itu. Banyak perusahaan yang tidak membolehkan karyawan wanitanya berpakaian muslim dengan berbagai macam alasan yang kebanyakan dibuat-buat. Sanksinya tidak main-main, kehilangan pekerjaan meski kinerjanya baik. Berfoto untuk segala macam kartu identitas juga punya aturan aneh, yaitu jilbab tidak boleh menutup telinga. Jadilah waktu itu foto-foto di KTP dan SIM ibu saya begitu aneh, dengan jilbab yang diselipkan di belakang telinga hingga kedua daun telinga kelihatan keluar. Adakah alasan logis di balik aturan itu ? Saya tidak dapat memikirkan satu pun alasan yang masuk akal.

Sebenarnya terima kasih yang sebesar-besarnya harus diajukan kepada para desainer wanita muslimah itu. Karena mereka lah saat ini baju muslim dan jilbab sudah tak dianggap aneh. Mereka menciptakan setelan-setelan dengan warna-warna cerah dan model yang agak rumit khas anak muda. Selain itu, mereka juga berinovasi dengan jilbab. Yang sebelumnya hanya diketahui satu cara untuk mengenakan jilbab, sekarang sudah ada ratusan cara mengenakannya. Bahkan setiap acara punya model kerudung sendiri. Untuk ke kampus lain modelnya, begitu pun untuk jalan-jalan, ke masjid, ke pesta, pernikahan, ulang tahun, rekreasi, dan sebagainya. Namanya pun bukan hanya jilbab, hijab, atau kerudung lagi. Sekarang kerudung punya model dan nama-nama keren berbau western seperti scarf, peafowl, tierack, dsb. Semua hal itu menyebabkan para perempuan yang [ mengaku ] islam berlomba-lomba mengenakan pakaian muslimah supaya dikatakan gaul.

Artis-artis di televisi juga. Pakaian muslim menjadi pakaian wajib yang dikenakan saat menjadi terdakwa di persidangan, ataupun saling hujat dan mengumbar aib di infotainment.

Pada saat saya pertama kali masuk bangku kuliah, hanya sekitar 20 % perempuan beragama islam di angkatan saya yang berkerudung. Tiap semester baru mulai, angka itu meningkat. Dan akhirnya sekarang pada semester tujuh, seluruh perempuan beragama islam di angkatan saya telah berkerudung dengan caranya masing-masing. 



Source Of Three Pictures Above : Google Images

Apakah itu hal yang buruk ? Saya tidak bisa menjawabnya. Menutup aurat adalah KEWAJIBAN bagi setiap perempuan muslim. Jika saya mencela mereka, berarti saya sama dengan mengentahkan peraturan agama. Saya hanya tidak suka jika mereka berkerudung karena ikut-ikutan mode. Kenapa tidak dari dulu saat hijab masih merupakan jenis penampilan minoritas ? Kenapa baru sekarang berani mengenakannya saat dunia fashion wanita sudah mengakui pakaian syar'i ? Bukti ? Kenapa mereka hanya mengenakan jilbab saat di kampus, namun saat nongkrong atau di luar rumah kembali ke habitat dan penamilan semula ? Kenapa ?

Kesannya saya iri dan dengki begini sih. Sama sekali tidak. Saya harap orang-orang itu selamanya akan terus berhijab, meski suatu saat trend fashion Indonesia sudah berganti kiblat bukan lagi ke arah yang syar'i. Dan saya mohon kepada mereka, hargailah jilbab yang kalian kenakan itu. Kalian tidak dituntut untuk jadi perempuan solehah sempurna seperti Khadijah, misalnya. Tapi setidaknya kontrollah sedikit perilakumu, jangan mabuk-mabukan, merokok, berteriak-teriak, pergaulan bebas, narkotika, dan sejenisnya. Saya menyatakan seperti itu karena saya sudah banyak melihat langsung teman-teman saya yang berkerudung hanya mengikuti trend, namun mereka masih rajin melakukan semua hal di atas. 


Source Of Two Pictures Above : Google Images

Untuk para artis, mohon jangan mengenakan jilbab hanya saat jadi pesakitan atau berdebat di infotainment, namun saat manggung atau mentas pakaiannya tak ubahnya wanita nakal.

Oh ya, dua hal lagi. Yang Pertama, kalau memang kamu berkerudung, tolong jangan meng-upload foto-foto tanpa jilbab atau bahkan hanya mengenakan tank top di media sosial. Dan yang kedua, kalau kamu berkerudung, tolong jangan biarkan rambutmu tergerai di luar pakaianmu sehingga terlihat dari luar kerudung, dengan alasan apapun. Mau panas kek, keringetan kek, basah kek, atau sekedar pamer rambut supaya dikatakan cocok jadi model iklan shampoo. Ikatlah rambutmu atau masukkan saja ke dalam baju. Niat menutup aurat nggak sih sebenarnya ??? *-*

Source : Here

Minggu, Oktober 06, 2013

Proposal...


Proposal Skripsi..
Momok yang menghantui semua mahasiswa tingkat akhir seperti saya.

Okelah, sebenarnya saya belum sepenuhnya terjun dalam kengeriannya proposal skripsi sih. Soalnya saya baru semester tujuh dan sedang dalam tahap memikirkan judul untuk proposal. Sudah hampir dua bulan kegiatan perkuliahan mulai aktif. Tapi, belum ada satu pun konsep yang saya punya.

Bukannya saya tidak punya ide. Ide itu sangat banyak. Bahkan saya sudah punya ide mau meneliti tentang apa sejak semester lima. Ketika teman-teman saya mengeluh tidak punya ide proposal untuk mata kuliah Seminar Akuntansi, saya malah pusing memilah ide mana yang ingin saya wujudkan dalam bentuk draft proposal.

Dulu, awal pertama kali membuat tugas proposal untuk mata kuliah Metodologi Penelitian, saya mengambil judul tentang daya tahan hidup koperasi syariah dibandingkan dengan koperasi konvensional. Lalu, untuk tugas dosen kedua, saya memilih untuk meneliti tentang preferensi nasabah bank syariah dan bank konvensional. Ya, saya pilih syariah waktu itu. Karena saya pikir belum banyak dilakukan penelitian dalam bidang itu. Pun dosen pembimbing konsentrasi syariah baik. He..he...he..

Semester enam, saya mengajukan judul tentang seluk beluk keuangan Badan Kesejahteraan Masyarakat ( BKM ) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) untuk mata kuliah Seminar Akuntansi. Lagi-lagi alasan saya karena belum banyak penelitian dilakukan dalam dua topik tersebut. Susah men, nyari penelitian terdahulunya. Tapi kemudian, saat saya presentasi, dosen mata kuliah itu mengatakan bahwa akar masalah yang saya ajukan tidak ada. Proposal saya hanya mencari data kemudian menjelaskannya dengan rinci, tidak membuktikan atau memecahkan masalah apapun. Setelah itu saya jadi agak malas melanjutkannya karena tiba-tiba saya merasa kalau itu kurang menarik.


Ide berikutnya adalah mengenai Green Accounting dan Sustainability Reporting. Saya masih sangat penasaran dengan dua topik itu, namun selama hampir satu semester saya memikirkan akan dibawa kemana topik-topik itu, kepala saya malah macet. Apalagi dua topik itu termasuk isu yang masih aktual dalam bidang akuntansi, sehingga masih agak sulit mencari Kerangka teori maupun penelitian terdahulunya.

Pertimbangan saya dalam menyusun proposal mulai berubah. Kalau sebelumnya saya hanya mempertimbangkan tentang orisinilitas dan kebaruan ide, sekaramg saya juga memikirkan tentang cara memperoleh data. Meski saya ini wartawan kampus, saya agak malas kalau harus mondar-mandir kesana kemari mencari dan mewawancarai orang-orang yang tak dikenal hanya untuk memperoleh data. Apalagi saya agak kurang supel bergaul, maka metode perolehan data dengan wawancara dan kuesioner saya ragukan. Lebih baik saya mengambil data yang bisa didapat tanpa perlu bergantung pada orang lain.

Maka untuk kali ini saya mengambil topik tentang indeks harga saham yang datanya bisa didapat hanya dengan browsing ke website BEI & BEJ.

Masalah berikutnya adalah saya tidak tahu menahu tentang dunia saham. 

Mulai saat ini saya harus mulai membaca & mencari tahu tentang saham dan cara menganalisisnya. Mudah-mudahan otak saya masih cling, nih. :D

Ada yang bilang kalau skripsi itu tidak perlu lah dibuat terlalu sempurna. Toh masih S1 ? Nanti kalau tesis atau disertasi baru habis-habisan mengerjakannya. Saya sangat tak setuju dengan pendapat itu. Saya suka meneliti, suka mencoba hal-hal baru, dan perfeksionis terutama menyangkut studi saya. Iya kalau yang bisa lanjut S2 & S3 ? Nah, kalo misalnya nggak bisa dan jenjang pendidikan terakkhir yang dienyam adalah bangku S1.. Bakalan nyesel banget deh kalo semua hal dikerjain setengah-setengah

Wish Me Luck, Ya....

Jumat, Oktober 04, 2013

High School

Hari ini semangat saya sudah lumayan naik lagi. Mungkin berkat asupan sepiring penuh batagor dan secangkir kopi moka panas tadi siang. Mungkin juga karena sore tadi saya membuka-buka buku agenda merangkap diary lama saya saat masih SMA. Ada catatan-catatan kecil tentang perasaan dan curhatan-curhatan saya waktu itu. Hmm.. Saya ini orang yang sentimentil, saya suka mencatat perasaan dan keadaan saya lalu menyimpannya dengan rapi untuk kemudian dibuka dan dibaca lagi bertahun-tahun kemudian. Sudah berapa lama ya, saya lulus dari SMA ? Saya lulus tahun 2008, berarti sudah hampir lima tahun saya keluar dari SMA.

Banyak orang bilang bahwa masa-masa SMA adalah masa yang paling indah dalam kehidupan manusia. Well, i definitely agree about that.

Tampak Muka Sebagian Kecil SMA Saya

SMA Saya Berada Dalam Lingkungan Yang Sama Dengan Masjid
Termegah Dan Terbesar Se-Kabupaten

Saya bersekolah di pulau orang lain, masuk di sekolah berasrama yang merangkap sebagai pondok pesantren. Jika saya ditanya, dimana titik balik terbesar dalam hidup saya, saya pasti tidak akan ragu menjawab : Saat SMA. Saya juga menganggap bahwa hidup dan jalan saya dimulai dari tempat itu.

Sehebat apa sih SMA-nya ? Sekolah almamater saya itu memang berbeda dengan SMA lain. Yang pertama karena merangkap dengan pesantrennya itu. Yang kedua, karena SMA itu merupakan SMA yang menampung siswa-siswi dari seluruh Indonesia, maka waktu itu saya mempunyai teman-teman dari beragam suku dan daerah di Indonesia. Ketiga, sekolah itu merupakan SMA swasta paling elit dan megah se-Kabupaten. Ah, pokoknya banyak deh bagusnya.

Gerbang Muka Di Masa Saya, Meski Kelihatan Jelek, Jangan Menilai Dari Sampulnya.
SMA Saya Itu SMA Terelit Se-Kabupaten, Lho..

Sebagian Tampak Muka


Saya menemukan separuh jati diri saya disana. Beberapa pengalaman paling menyakitkan juga saya alami di tempat itu, namun juga begitu banyak kenangan paling manis dan indah yang saya alami. 50 : 50 lah. 

Saya pernah menemukan cinta dan persahabatan disana, juga mengenal orang-orang hebat yang mengajarkan saya tentang mimpi-mimpi dan jalan untuk meraihnya. Begitu banyak pengalaman hidup selama tiga tahun yang mungkin hanya dapat dibandingkan dengan enam tahun hidup saya di tempat selain disana.


Kelas X1 IPS 2, Cewek Semua ? Memang DI SMA Saya, Kelas Cewek Dan Cowok Dipisah

Sebagian Kecil Tampak Samping, Saat Sedang Pulang Sekolah

\
Saya sangat berharap, suatu saat saya bisa bernostalgia bersama seseorang yang saya cintai dan temukan di tempat itu juga. Sungguh..

Jejeran Kantin Di Luar Gerbang, Sore Hari. Ketika Anak Sekolah Berganti Kostum 
Menjadi Anak Pesantren


Masjid Kebanggaan Kami


Ngomong-ngomong, tadi awalnya saya bukan niat cerita tentang sekolah SMA saya , lho... :D

Kamis, Oktober 03, 2013

Quiet,,,

Source : Pinterest

Akhir-akhir ini aku banyak merelakan dan melepaskan. Namun anehnya perasaanku begitu tenang.

Diriku yang sebelumnya adalah sosok yang keras dan tak mau kalah, tak suka dikalahkan, diremehkan, diacuhkan, ataupun dikesampingkan. Aku juga tak akan membiarkan orang lain menyakitiku tanpa pembalasan. 

Tapi, belakangan ini aku merasa berbeda. Aku membiarkan seorang seniorku mencandaiku " gendut " , dan aku hanya menanggapinya tertawa. Aku membiarkan seorang dosen menyebut caraku bertanya sebagai " Bahasa kanak-kanak " hanya karena bicaraku sedikit rumit dan penarikan kesimpulan major minorku kacau, lalu aku hanya tertawa sedikit. Aku membiarkan seorang adik kelasku yang jadi ketua panitia mengabaikan perkataanku hanya untuk mendengarkan orang lain terlebih dahulu, dan aku hanya diam lalu mengulanginya kembali saat dia berkata " Kakak bilang apa tadi ?,". Aku tidak marah, merasa dendam, ataupun tersakiti. Padahal aku yang biasanya akan langsung mengamuk seperti macan yang terluka ketika ada sedikit saja tanda pengabaian padaku. Aku merelakan semua kejadian itu melewatiku, seperti bukan aku yang jadi subjeknya.

Apakah karena aku bahagia ? Tidak juga. Perasaan tenang ini tidak tepat disebut begitu. Aku hanya dapat membayangkan sebuah danau yang tenang dalam dadaku.

Atau mungkin ketenangan ini seperti tenangnya laut sebelum badai hebat datang ? Entahlah.

Selain itu, beberapa hari ini aku tidak mood melakukan apapun. Rasa malasku menjadi-jadi. Komitmen untuk rutin menulis blog setiap hari, semangat membaca tumpukan teenlit dan mulai menulis novel, dan mencari data dan jurnal-jurnal untuk proposal yang sudah mendesak sedang hilang entah kemana. Bahkan menonton dan mendownload anime yang biasanya jadi hal yang paling ku sukai pun sudah hampir seminggu tak ku kerjakan. Kemana kehidupanku yang biasa ? Mana individualitasku yang begitu hidup dan sibuk sendiri ?

Ketenangan ini hal buruk. Meski terkesan jahat dan cuek, sejujurnya aku suka diriku yang biasa. Yang meledak-ledak, yang bersemangat, yang tegar, yang apatis, dan yang selalu menahan luka. Karena semua itu membuatku merasa hidup sebagai seorang manusia. Aku bisa lancar menulis apapun, gila membaca, tertawa keras, dan senang menonton film justru jika hatiku sedang diliputi kesedihan dan mencoba untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Sebenarnya, aku jadi curiga pada diriku yang menunjukkan potensi menjadi seorang masokis. Aku begitu hidup dan menggeliat bebas justru saat hatiku sedang retak dan butuh penyembuhan.

Kalau seperti ini, hati dan diriku memang aman-aman saja. Namun, otak dan rasaku ikut hibernasi entah dimana. Aku merasa hidup di sebuah balon transparan yang dalam sebuah film digunakan untuk mengkarantina orang yang tidak punya kekebalan tubuh supaya orang itu tidak terserang penyakit dari luar. Aku hidup dalam balon itu, melihat berbagai alur kehidupan orang lain di sekelilingku. Dunia menyadari keberadaanku, namun aku merasa bukan menjadi bagian dari semua itu.

Source : Here

Lihat ? Aku juga mulai meragukan kewarasanku. My usual self, Please come back soon.. !!!

Source : Pinterest

# Current Song : Evanescence-Bring Me To Life..
   WAKE ME UP INSIDEEEEEEE....

Senin, September 30, 2013

Hermione Granger Wanna Be...

Aduh, hampir saja saya lupa memposting ini. Padahal saya sudah berencana mengikuti give away yang diadakan oleh pemilik blog ini sejak pertengahan September lalu. Namun, karena masih sibuk menyusun kata-katanya, saya malah lupa kalau hari ini sudah tanggal 30 september. :D

Jadi, temanya Give Away kali ini adalah " khayalanku ". Permintaannya adalah untuk menceritakan tentang khayalan masing-masing, baik itu khayalan logis maupun yang tidak sama sekali. Wah, asyik nih. Yang namanya berkhayal kan mudah sekali.

Jadi, karena saya suka membaca buku, maka hal yang sering saya khayalkan adalah bagaimana rasanya menjadi tokoh utama dalam sebuah buku. Pasti tahu Hermione Granger dari seri novel Harry Potter karangan J.K Rowling, kan ? Tujuh novel itu adalah novel terfavoritku dan belum ada novel yang bisa ngalahin sampai sekarang, lho. # Curhat.

Hermione Granger ini kan ceritanya cewek paling pinter seangkatannya. Udah gitu aku suka sifatnya yang tegas, cuek, nggak mau kalah, selalu ingin tahu, rela berkorban, dan lain-lain meskipun kekurangannya adalah nggak pandai dalam hal-hal ala cewek seperti masak dan dandan, agak kurang sabaran, dan sedikit perfeksionis . Aku ngebayangin gimana asyiknya jadi dia, udah hidup di dunia sihir, eh, paling pinter pula. Terus dia orangnya kuat dan berani mengambil resiko demi teman-temannya.


Source : Google Images, With Keyword : Hermione Granger


Bagian ceritanya dia yang paling aku suka tuh pas buku ketiga yang judulnya Harry Potter dan Tawanan Azkaban. Di seri itu diceritakan bahwa di Hogwarts Hermione mengambil semua mata pelajaran yang ditawarkan. Karena tidak mungkin untuk mengikuti semua pelajaran yang jamnya bertabrakan, maka Wakil Kepala Sekolahnya meminjaminya alat bernama Pembalik Waktu untuk membuatnya bisa kembali ke masa lalu supaya Hermione bisa mengikuti semua pelajarannya. Meski pada akhir cerita dia mengembalikannya, sih. Katanya dia stress dan nggak sanggup lagi menjalani tahun segila itu. Hahaha. Dasar. Andai saya yang saat itu jadi dia, nggak bakal saya kembalikan, tuh. Akan saya gunakan untuk kembali ke saat-saat ujian supaya saya sudah tahu soal apa yang akan keluar.LOL.

Source : Google Images, With Keyword : Hermione Granger

Saya suka tipe cewek model Hermione itu. Menurut saya, seorang cewek itu tak perlu pintar berdandan untuk menonjolkan kecantikannya. Tapi otaklah yang harus diisi dan digunakan supaya kecantikan seorang cewek itu terpancar keluar. # Ceilee bahasanya... :D


 “ Khayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea "

Sabtu, September 28, 2013

Posisi saya sekarang lagi di bawah tenda di pinggir pantai. Sudah dua hari ini kegiatan Diklat Penerimaan Anggota Baru LPM Produktif 2013-2014 berjalan. Berhubung adik-adik peserta yang baik sedang mengikuti materi, jadi saya sebagai panitia seksi segala hal mencoba menikmati waktu istirahat sejenak sebelum kami habis-habisan berdebat saat evaluasi kegiatan setelah ini. Aaahh.. Capek,,

Jadi, malam ini saya absen dulu, ya.... Hehehe...