Kamis, Januari 09, 2014

A Suddenly Idea..

Tiba-tiba dapet ide cerita novel yang menohok banget. Barusan aja melintas di kepala. Aku nggak begitu pintar menjabarkan dengan persis apa yang ku pikirkan, tapi aku akan berusaha.

Jadi gini :

Tokoh utamanya ada satu cewek ( A ) dan dua cowok ( B & C ).

Cewek A dan cowok B adalah teman semasa SMA. A jatuh cinta pada B sejak SMA, tapi tak berani mengungkapkannya. Dia terus saja memelihara perasaannya bahkan sampai mereka lulus. B ini adalah tipe cowok yang berwibawa dan berjiwa pemimpin, karena itu di masa sekolah B termasuk cowok yang banyak dikagumi orang karena memegang jabatan-jabatan penting di organisasi sekolah [ tapi dia bukan tipe pangeran yang gantengnya selangit dan sok-sok cool gitu. Dia dikagumi karena aura kepemimpinannya ].

Nah, sampai lulus SMA pun A tetap tak berani mengungkapkan perasaannya pada B. Ia tipe perempuan yang pasrah dan sangat mempercayai takdir. Ia yakin takdirnya kelak akan bersua dengan takdir B. Sejak lulus SMA, A berusaha keras melakukan banyak hal untuk membuat dirinya sepadan dengan B. Meski mereka tak pernah bertemu lagi sejak kelulusan karena berbeda kota tempat tinggal, tapi A tetap dengan naifnya percaya bahwa B adalah jodohnya.

7 tahun kemudian....

A mendapat kabar bahwa B sudah menikah. A sangat shock, ia tiba-tiba kehilangan arah di tengah perjalanan yang selalu dipercayainya akan berujung pada B. A berubah menjadi perempuan yang pendiam dan penuh kehampaan, hidup dijalaninya dengan perasaan depresi. 

Lalu, datanglah cowok C yang menyelamatkan hidupnya dari jurang keputusasaan.

Awalnya A selalu menolak perasaan C, merasa bahwa dirinya terlalu gelap dan rusak untuk seorang yang baik seperti C. Lama kelamaan, dengan kesabaran C, A luluh dan mereka akhirnya berpacaran.

Tak berapa lama kemudian, datang lagi kabar bahwa istri B meninggal saat melahirkan. A tersentak dan kembali tenggelam dalam masa lalunya yang belum terselesaikan. Ia merasa ini adalah kesempatan kedua yang diberikan Tuhan padanya untuk kembali berada di sisi B dan melakukan hal yang semasa SMA tak dapat diperbuatnya, memperjuangkan cintanya. Lalu, A meninggalkan C dan segera pergi ke kota tempat tinggal B untuk menemui dan menemaninya.

Inti ceritanya gitu, sih. Kesannya gelap, nggak ? Aku belum mikirin endingnya gimana tuh. Ah, aku mau banget jadiin ide itu ke dalam novel. Tapi kayaknya bakalan jadi novel tebal banget, euh. 

Ayo atuh, cepetan diselesaiin bikin proposalnya supaya bisa bikin novel :D

Source : Pinterest

Salam insomnia selalu..

Rabu, Januari 08, 2014

The Espressologist, A Novel By Kristina Springer


Judul : The Espressologist
Judul Asli : The Espressologist
Pengarang : Kristina Springer
Penerjemah : I Gusti Nyoman Ayu Sukerti
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Qanita
Tebal : 291 halaman
Diterbitkan pertama kali : Januari 2012
Format : Paperback
Target : Semua Umur
Genre : Novel
Serial : -
Beli di : Tb. Ramedia       

Ini sampul edisi terjemahan Indonesia yang ku punya :           
                            
Source : Here

Blurbs :

Aku Jane Turner, seorang barista. Sekarang aku lebih dikenal sebagai Espressologist--Orang yang bisa menjodohkan orang lain sesuai dengan kopi favorit mereka. Semua orang di kota membicarakanku, mereka yang belum punya pasangan datang padaku. dan tiga host TV ternama mewawancaraiku. Keren, kan ?

Semua orang yang datang padaku akan segera mendapatkan pasangan. Aku jamin 100 %.

Lalu bagaimana denganku ? Apa aku sudah punya pasangan ?

Sayangnya, belum. Tapi, setidaknya sekarang aku sudah menemukan targetku--cowok keren dan baik hati yang jadi pelanggan nomor satuku. Yah, walaupun kopinya bukan jodoh kopiku, kurasa aku bisa melakukan sedikit penyesuaian dengan kopi favoritku. Rencana ini pasti berhasil. Dan ku harap keberuntungan biji kopi berpihak padaku.

Sinopsis :

Percayakah kalian jika dikatakan bahwa kalian bisa menemukan jodoh kalian yang cocok hanya dengan melihat kopi kesukaan masing-masing ? Ide ini kedengaran agak absurd, ya. Tapi itulah yang menjadi keahlian Jane Turner, seorang barista muda yang bekerja di kedai kopi Wired Joe's. 

Jane adalah seorang mahasiswa senior di sebuah SMA. Karena bosan dengan kehidupan sekolahnya, ia justru memilih lebih menekuni pekerjaan paruh waktunya di Wired Joe's. Hari-harinya yang seru di tempat itu dikelilingi oleh pelanggan-pelanggannya yang ceria, Derek, sang manajer wilayah berusia 30-an yang terobsesi menjadi kontestan ajang pencarian bakat penyanyi rock, dan teman-temannya sesama barista Wired Joe's ; Sarah, Em [ yang juga sahabat Jane ], dan Daisy.

Tapi, Jane punya rahasia. Diam-diam ia mempelajari segala macam jenis kopi yang dipesan pelanggannya. Semacam tebakan gitu deh. Kalau melihat seseorang, hanya dari penampilan luarnya saja dia sudah tahu kopi apa yang akan dipesan orang itu sebelum orang yang bersangkutan memesannya. Tak lama kemudian, Jane juga mendapati bahwa ternyata ia dapat menjodohkan [ mak comblang ] dua orang hanya dengan melihat kopi favorit mereka. Pasangan pertama yang dijodohkannya adalah temannya sendiri, Simone [ kopi favoritnya Medium Dry Cappuccino ] dengan cowok bernama Gavin [ kopi favoritnya Medium Iced Vanilla Latte ].

Melihat kecocokan diantara Simone dan Gavin, Jane mulai percaya diri untuk menjodohkan teman-teman maupun pelanggan-pelanggannya. Dan semuanya ternyata berhasil, pasangan yang disatukannya selalu cocok satu sama lain. 

Tapi bagaimana dengan Jane sendiri ? Ia yang menyukai Non-fat Iced No Whip Mocca ternyata belum punya pasangan. Bukannya tidak ada orang yang disukainya sih, ada cowok pelanggan tetapnya yang bernama Will [ kopi favorit : Five-shot Espresso Over Ice ] yang ganteng minta ampun [ bahasa Jane ] yang matanya berwarna biru gelap. Selain itu ada Cam, cowok yang menjadi teman satu grupnya di salah satu pelajarannya [ Cam, kopi Favorit : Toffe Nut Latte ]. Jane menjodohkan Cam dengan Em, sahabatnya [ kopi favorit : Coffe Hot Chocolate ] yang baru saja diputuskan oleh pacarnya. Awalnya Jane sempat ragu bahwa mereka berdua bisa menjadi cinta sejati, mengingat kopi favorit mereka yang sebetulnya tidak terlalu cocok, namun bukannya tidak mungkin mereka bisa saling mengisi satu sama lain untuk sementara. Cam menerima suruhan Jane untuk mengajak Em keluar dengan ogah-ogahan.

Jane juga punya musuh, namanya Melissa. Cewek itu menyebutnya dengan panggilan Tukang-Macarin-Sepupu, karena pernah memergoki Jane menggandeng sepupunya sebagai teman kencan di pesta Homecoming [ Itu usul ibu Jane, karena Jane belum punya pacar ]. Sejak itulah Melissa selalu mengolok-olok Jane di setiap kesempatan.

Karier Jane sebagai Espressologist semakin bersinar setelah Derek, manajer Wired Joe's membuat event khusus Espressology bagi para pelanggan yang ingin mencari jodoh. Karena kesuksesannya, salah satu acara TV terkenal datang dan meliput serta mewawancarai sesi espressology Jane.

Di lain pihak, Jane dilema karena cintanya pada Will. Will menunjukkan tanda-tanda jelas kalau ia juga menyukai Jane. Namun, ternyata kopi favorit Will tidak cocok dengan kopi favoritnya, namun ia meyakinkan dirinya bahwa hal itu tak berarti apa-apa dan ya...ia bisa merubah pilihan kopinya. Jane berniat menjodohkan dirinya dengan Will di akhir sesi wawancara TV, saat ia diminta untuk menjodohkan sepasang pelanggan yang hadir di Wired Joe's langsung di tempat. 

Namun, ketika telah tiba saatnya, Melissa justru tiba-tiba mengajukan diri untuk dijodohkan [ Kopi favoritnya : Nonfat Latte ]. Jane yang panik karena didesak akhirnya terpaksa mengakui kalau pasangan yang cocok yang sesuai dengan kopi favorit Melissa adalah Will. Ia menjodohkan mereka, dan ketika kamera televisi pergi untuk meliput pasangan baru itu untuk kencan pertama mereka , Jane berlari sambil menangis. Ia dikejar dan ditenangkan oleh Cam, yang kemudian tiba-tiba menciumnya. Sialnya, Em yang menganggap dirinya berpacaran dengan Cam melihat semua kejadian itu dan kemudian mendiamkan Jane.

Pada akhirnya, Em yang sudah berbicara dengan Cam memaafkan Jane. Melissa juga berterima kasih karena telah menjodohkannya dengan Will, ia akhirnya berbaikan dengan Jane dan memberinya akses untuk bisa diterima belajar di sekolah fashion impian Jane. Dan.....Cam pun akhirnya jadian dengan Jane..

Spoiler abis, la..la..la.. #Lari-Lari Cantik. Biarin, orang bukunya udah terbit dua tahun lalu juga. 

Pendapatku sih, buku ini adalah semacam teenlit rasa barat. Soalnya ceritanya ringan, konfliknya nggak berat, dan agak menye-menye. He..He..He.

Yang saya suka dari novel ini adalah banyaknya resep kopi-kopi ala Wired Joe's. Kopi ala Starbucks gitu, saya suka menganalisis resepnya sambil membayangkan bagaimana jadinya. Terus ada gambaran-gambaran kepribadian yang dilambangkan dengan kopi-kopi itu. kalau menurut penjabarannya sih, sepertinya kopi yang cocok dengan profil saya adalah Small/Medium Zebra Moccha : Pintar dan kritis, tipe orang seperti ini suka mencoba sesuatu yang nggak biasa& memiliki jiwa petualang. Kreatif dan humoris, karakter yang menyenangkan. Berpenampilan standar--bukan seorang bintang rock, tapi juga bukan pekerja kantoran yang serius. 

Ngaku-ngaku, nih.

Yah, saya SUKA SEKALI kopi. Beneran deh. Saya pecinta kopi sejati. Tapi, kopi yang suka saya minum itu yang rasa Moka. Yang dijual rencengan harga seribu/bungkus itu, ada juga yang beli 2 gratis 1. :D. Sejujurnya saya belum pernah sekalipun nyobain minum kopi di kafe atau kedai yang ternama gitu. Denger-denger sih harganya mahal, nyampe 30.000-an/ gelas. Mending uangnya dikumpulin buat beli buku baru. Terus budaya minum kopi di kafe belum jadi hal yang lumrah di kota sini. Jadi, ya beli yang rencengan aja. Kalo itu sehari aku habis 2 bungkus.

Nah, ada tiga alasan kenapa saya milih beli buku ini pas kapan itu :

1. Harga

He..He..He. Soalnya saya ke toko bukunya nggak pas awal bulan, jadi ya anggarannya terbatas. Dan harga buku ini yang cuma 50K lebih berapa ribu gitu jelas menggoda mata saya.

2. Judul

Karena saya penggemar kopi, makanya saya tertarik dengan ceritanya yang, pada ekspektasi awal saya, akan menceritakan tentang kepribadian seseorang dilihat dari kopi favoritnya. Dan ternyata tebakan saya betul.

3. Sampul

Sampulnya yang ungu terong itu keren banget. Ungu adalah warna favorit saya selain pink. Kesannya mewah gitu.

Lah, kok jadi ngelantur kesana kemari. 

Untuk novel The Espressologist ini, aku kasih rating :

Cerita :


Sampul :




Selasa, Januari 07, 2014

When I Cried..

Seminggu setelah aku mengetahuinya merupakan saat-saat yang terberat
Aku mati rasa, tubuhku berjalan dan beraktivitas hanya digerakkan oleh kekuatan kebiasaan
Pergantian waktu tak lagi berarti, celoteh keseharian dari sekitarku seperti hanya delusi
Indraku seperti bukan lagi milikku,
Mendengar
Meraba
Melihat
Merasa
Seakan bukan diriku yang melakukannya

Di suatu malam di hari kelima, aku menangis dengan cara yang belum pernah ku lakukan sebelumnya
Aku menangis hingga tubuhku bergetar di luar kendali sampai berjam-jam kemudian
Aku menangis hingga dadaku serasa luluh lantak
Aku menangis hingga kesadaranku hampir teralih
Dan aku berteriak sekencang-kencangnya
Namun, karena ini diriku..
Maka aku menangis dan berteriak tanpa suara
Membekap wajahku sekuat-kuatnya dengan selimut
Berharap dunia di luar kamar ini tak perlu mengetahui kejatuhanku

Kegelapanku tak memudar
Kekosongan yang bermula dari perutku jugatak sedikitpun mengecil
Namun setidaknya aku bisa mengekspresikan sesuatu,
Mengeluarkan kesakitanku
Karena jika aku tak menangis sedikitpun, atau tak terjatuh sedalam ini
Maka berarti kisah-kisah yang ku tangisi itu menjadi tak berarti

Aku akan menangis lagi
Lagi
Di waktu-waktu di masa depan, mulai dari saat itu.
Aku masih akan menangis dalam kebisuan.

Source : Pinterest

# Mimpi Abadi..

Minggu, Januari 05, 2014

Alter Ego ( III )

Source : Here

Sabarlah, sayang. Kamu percaya takdir, kan ? Kamu percaya bahwa Dia Yang Maha tahu mempunyai rencana yang lebih baik untukmu, kan ?

Aku percaya. Sangat percaya. Tapi aku tak dapat menahan kekecewaan ini. Rasa sakit ini begitu memuakkan. Dan aku benci sekali karena membiarkan impianku dikacaukan oleh orang lain

Yaa..Tenanglah. Pasti semua ada alasannya. Bukan kali pertama ini saja kan rencanamu tertunda ? Dan apakah ada sesuatu yang buruk setelah itu selain kesempatanmu yang datang terlambat ? Biasanya kan justru karena tertundanya keinginanmu itulah kamu mendapatkan hal-hal baik yang tak akan didapat seandainya saja keinginanmu terkabulkan di saat kamu mengharapkannya.

Aku tahu itu. Aku yakin ada sesuatu yang lebih baik yang menungguku di depan nanti. Kenapa aku yang begitu menginginkan sesuatu justru tak memperolehnya. Hanya saja tetap rasanya sangat menyesakkan. Aku tak dapat menahan rasa kecewa ini lebih lama lagi. Kenapa harus orang lain yang menghentikan rencanaku ? Dan kenapa....kemarin mereka tak mempercayai keyakinanku ? Kenapa ? Padahal aku yang mengalami dan mengetahui keadaanku sendiri. Kenapa mereka malah menjegalku dengan alasan-alasan bodoh padahal mereka tak tahu apapun ?

Memang menyebalkan. Tapi, mau bagaimana lagi ? Mungkin itulah cara Tuhan menunda rencanamu. Pikirkanlah, seandainya kamu berkeras pergi dengan keadaan dirimu yang sekarang ini, yakinkah kamu bahwa kamu sanggup menjalani hari-hari ini ? Berbeda dengan 3 tahun lalu. Sekarang kamu benar-benar sendirian, kejiwaanmu juga tak stabil, kamu seperti layangan putus yang terseret kemanapun angin bertiup. Kamu yakin kamu sudah sanggup seandainya, dan kemungkinan besar, bertemu dan menghadapi masa lalu-masa lalumu sendirian disana ? Sanggupkah kamu sendirian bertahan menerima bahwa segalanya telah berubah ?

Benar. Aku juga sudah memikirkannya berkali-kali. Aku yakin aku tak sanggup jika harus berhadapan langsung dengan gelombang masa lalu yang hadir dengan semua perubahan-perubahan menyakitkan saat sekarang. Aku benci karena aku tak tahu harus merasa atau bersikap seperti apa. Aku benci karena ragu. Aku yang biasanya begitu meyakini diriku, dan kini aku begitu bimbang dihadapkan pada impianku. Pada resiko dan konsekuensi yang sudah ku tak acuhkan sekian lamanya ini. Tapi, ini begitu menyakitkan. Sangat menyakitkan. Aku tidak bisa mencegah kejatuhanku karena kekecewaan dan kemarahan pada hal-hal yang tak dapat ku ubah.

Kamu hanya harus latihan mengendalikan benangmu agar dapat terkait dengan sendirinya ke atas bumi. kamu tak bisa mengandalkan orang lain untuk membantu mengendalikan benangmu itu. Berusahalah, jadilah kuat. Ini bukan jadi kali terakhirnya kekecewaan menghantam dan menjatuhkanmu dengan telak. Akan ada begitu banyak hal menyakitkan yang akan kamu jumpai di depan.

Ya. Memang sejak aku kehilangan benang yang mengikatku di bumi selama enam tahun terakhir ini, aku merasa seperti layangan putus. Atau seperti spons emosi negatif. Begitu mudahnya aku terombang-ambing dan menyerap segala bentuk emosi-emosi gelap yang silih berganti. Sungguh aku sangat kecewa karena rencanaku kali ini tertunda. Dan senang rasanya jika aku bisa menyalahkan seseorang atas keadaan ini. 

Jangan. Kalau kamu tak mau jadi baik, maka jangan jadi jahat juga. Lakukanlah hal-hal yang biasanya kamu lakukan untuk menenangkan dirimu. yakinlah, walau itu tak dapat menyelamatkanmu dengan seketika, setidaknya kamu bisa bertahan dan tetap hidup di dunia..

 
Source : Here

# Even, i wanna scream out loud !! Very loud !!

2014's Resolutions

Ah, Lagi-lagi nggak bisa tidur.
 
Source : Here

Tapi ini belum jam 2 sih, buatku waktu segini ini belum bisa dikatakan nggak bisa tidur.

Jadi, kapan batasnya ? Sekitar jam 3 lah. Kalo masih nggak ngantuk juga, baru itu namanya nggak bisa tidur.

Laptopku masih di bengkel, mungkin sekitar hari selasa atau rabu minggu depan baru bisa jadi. Insya Allah. Tadi teknisinya bilang masih sibuk banget gitu. Huuu..Nggak perlu juga kali ngasih alasan sibuk ma pelanggan. Jadinya sekarang ini pake laptop ibuku. Nie laptop kosongnya kalo pas lewat tengah malem gini. Kalo siang ya rebutan giliran antara Ibu ma tiga orang adekku yang semuanya hobi nonton. Berhubung aku udah difasilitasi laptop ma modem sendiri, biarpun lagi rusak, ya tetep lah harus tahu diri gitu. Biasanya juga aku marah banget kalo ada orang pake-pake laptopku nggak izin. Pelit, ya ? He..He..He. Laptop tuh bagiku udah kayak diary atau kamarku. Laptop tu isinya pribadi banget, bisa mencerminkan karakter dan diri seseorang. Apalagi nggak kayak kebanyakan pengguna laptop usia muda lain yang [ mungkin ] isinya banyakan tugas-tugas kampus atau film-film, laptopku tuh isinya random dan bener-bener aku banget deh. Disana ada tulisan-tulisanku, lagu-lagu favoritku, catatan harianku, dan segala macam hal yang jadi kesukaanku.

Uhhmm..Postingan  kali ini jadi random bubbling aja, ya. Aku lagi Manic nih. Jadi lagi banyak energi dan pikiran yang butuh disalurkan. Dan berhubung pas tahun baru kemarin aku belum punya kesempatan untuk nulis resolusiku tahun ini, makanya sekarang aku mau pamer resolusi aja.

Hmm..Sejujurnya selama hidup, baru pergantian tahun ini aku ingin buat resolusi. Resolusi itu apa, sih ? In my opinion, resolusi itu adalah rencana target gitu. sebenarnya nggak mesti tahun baru juga buatnya. Tapi, pergantian tahun itu memang jadi momentum. Saat istimewa dimana kita bisa melihat kembali apa-apa saja yang sudah kita capai dalam perjalanan yang sudah kita lewati, plus melihat dan mendaftar pencapaian-pencapaian yang harus kita kejar setelahnya.
 
Source : Here


Dan inilah resolusiku untuk tahun 2014 ini :

1. Menjadi Sarjana

Tahun ini pokoknya harus jadi sarjana. Kalo menurut hitungan angkatanku, paling cepet lulus ya sekitar bulan maret. Paling lambat ya akhir tahun. Jelas aku nggak bisa nargetin yang cepet, soalnya aku KKN aja baru mau turun februari besok. Proposal juga masih abu-abu. Yah, mudah-mudahan lah diberikan kelancaran.


2. Menyelesaikan Menulis Minimal Dua Novel Dan Tiga Cerpen


Betul. Yang penting diselesaiin dulu. Ada sebuah pepatah yang mengatakan begini " Perbedaan penulis dan pengkhayal adalah penulis menuliskan apa yang dikhayalkannya dan pengkhayal hanya mengkhayal menulis,". Jleb ya. Sebenarnya aku nggak kekurangan ide pokok buat bikin novel. Di laptopku ada kira-kira tujuh draft novel dan tiga kerangka cerpen yang semuanya setengah-setengah nggak selesai. Kekuranganku ya seperti itu. Gampang bosan, kurang bisa fokus, dan hobi ngeloncat-loncat dari satu ide ke ide lain. Ini sebenarnya pembawaan dari BD. Ah, Nggak boleh nyari kambing hitam. Pokoknya harus selesai minimal dua novel. Cerpen juga. Aku baru belajar buat cerpen nih.

Masalah diterbitkan atau nggak, belum akan ku jadikan target. Sambil jalan aja dulu. Tapi aku tetap akan berusaha mengirimkan draft-draft tulisanku ke penerbit-penerbit. Mudah-mudahan ada yang tembus.

 
3. Mendapat Penghasilan Dari Minat Jurnalistikku

Aku udah sering cerita kan kalau aku punya ketertarikan yang sangat besar dalam bidang jurnalistik dan sudah mengikuti UKM Lembaga Pers Mahasiswa tingkat fakultas. Tapi, namanya aja ekskul ya kita nggak dibayar di dalamnya meski bagaimanapun usahanya. Tapi, ada kesempatan yang terbuka lebar untukku dapet penghasilan sedikit-sedikit dari Jurnalistik. Yaitu, koran universitas. Yups, apalagi koran universitasku itu mulai tahun ini udah punya target mau menaikkan intensitas penerbitannya yang awalnya hanya sebulan sekali menjadi sebulan dua kali. Dan, kalau ku lihat model-model beritanya sih nggak susah-susah amat, ya. Rata-rata berita seremonial.

Lumayan lho honornya. Untuk satu berita dihargai mulai dari Rp. 25.000 s/d Rp. 75.000 tergantung panjang dan isinya. Puisinya temenku aja yang [ menurutku ] biasa banget bisa tembus redaksinya dan dapet bayaran Rp. 30.000. Sebenarnya bukan soal bayarannya yang jadi prioritas utamaku. Aku cuma pengen tahu seberapa sih nilai kemampuan jurnalistikku dihargai dengan angka. Apakah cukup bagus untuk dapet bayaran yang tinggi ? Atau rata-rata aja ?

 
4. Membaca Dan Memiliki Novel Terjemahan Minimal 50 Eksemplar

Udah dari bulan Agustus 2013 lalu aku keranjingan beli novel. Biasanya sih cuma minjem gratisan atau nyewa. Tapi, diitung-hitung jatuhnya mahal juga, udah gitu kalo lagi kepengen baca ulang novel-novel favoritku ya jelas nggak bisa. Jadi, biarpun harganya novel terjemahan tuh mahal banget dan di kotaku sini nggak pernah ada sale, aku usahain beli aja. Sekarang aku baru punya 13 eksemplar. Dan yaa..harus terjemahan dong. Selain itu, dengan membeli hasil karya seorang penulis menunjukkan cara kita menghargai karyanya.

Kalo dihitung-hitung antara pengeluaran dengan pemasukan bulananku, per bulan maksimal aku cuma bisa beli sekitar 3-4 novel. Makanya ini masih berkaitan dengan resolusi nomor 3-ku. Kan lumayan tuh kalo ada dua beritaku yang dimuat dengan, hitunglah dikasih honor rata-rata Rp. 50.000, maka aku udah bisa beli satu buku di luar anggaran yang biasa.

 
5. Bisa Main Gitar

Di lembagaku, banyak yang jago gitar. Nanti aku mau minta diajarin. Soalnya sejak aku nonton anime Nodame Cantabile yang inti ceritanya tentang musik, aku jadi tergerak buat belajar main musik sendiri. Aku juga pengen menyanyikan lagu ciptaanku sendiri, lagu yang aku banget gitu. Suaraku juga nggak jelek-jelek amat kok. Cuma perlu latihan ambil nada aja. Terus aku orangnya juga cepet belajar apalagi kalo lagi niat bener. Buat apa bisa main gitar ? Ya pengen bisa nyanyi sendiri aja pokoknya.

Source : Google Images

6. Menerjemahkan Berita Tiga Eksemplar Majalah Dan Satu Buku Berbahasa Inggris.

Ini sih berkaitan dengan keinginanku menjajaki profesi penerjemah buku yang sepertinya sangat menyenangkan. Diagnostic Test TOEFL-ku dapet skor 535, aku seneng denger lagu berbahasa inggris, suka baca buku terjemahan, dan nggak punya masalah kalo harus nonton film atau anime yang cuma ada subtittle bahasa inggrisnya. Itu semua udah bisa jadi modal dasarku untuk mulai mencoba profesi penerjemah, kan ?

7. Menekuni [ Lagi ] Dunia Fashion Designer

Di profilku aku nulis kalo hobiku adalah fashion designer, kan ? Ya. Aku suka banget merancang baju. Udah tiga tahun aku tekuni mulai dari jadi mahasiswa. Awalnya sih, alasannya karena susah banget nyari baju yang pas buat badanku yang nggak bisa dibilang kecil ini. Apalagi fashion identityku adalah rok. Di kota ini susah banget nyari rok yang modelnya keren dan muat dengan badanku. Akhirnya aku nyoba-nyoba beli kain sendiri ke toko terus lihat-lihat model rok di majalah remaja yang kemudian aku modifikasi agar sesuai untuk muslimah. Akhirnya keterusan deh. Apalagi penjahitnya tuh tetanggaku yang anak SMK jurusan menjahit. Jadi, gampang kalo mau konsultasi masalah model dan desainnya. Ditambah, karena masih penjahit amatir jadi dia bersedia dibayar murah. He..He..He.

Puncak kreativititasku sebagai perancang busana tuh pas semester 4-6. Tiap bulan aku menjahitkan sekitar 2-3 rok dengan kreasiku sendiri. Untuk baju aku nggak bikin lagi. Soalnya penjahit pribadiku [ Alaaahh ] diatas belum bagus kalau menjahit baju, lagian di kotaku ini masih banyak dijumpai baju yang seukuranku. Waktu itu, kalo ke toko buku aku pasti ngeborong majalah-majalah fashion remaja.

Semua rok hasil desainku baru aku pakai sendiri saja sih. Jadi, aku nggak pernah beli rok atau kerudung buatan toko, semua yang ku pakai adalah hasil desainku sendiri. Tapi, sudah banyak teman-teman maupun orang-orang di sekitarku yang memuji hasil desain dan pilihan corak serta warna kainku. Dulu, tiap kali pake rok baru langsung disamperin terus dipegang-pegang sambil ditanya-tanya dimana beli kain dan harganya bla bla bla.

Sayang, fashion creativityku itu berhenti di semester 7 kemarin. Alasan utamanya karena aku cuma ambil satu mata kuliah. Jadi, nggak ada kebutuhan harus pake baju yang berbeda tiap hari. Karena itu tahun ini aku mau mendesain bajuku lagi. Tapi, sepertinya pertama-tama aku harus cari penjahit pribadi yang murah dulu. Soalnya tetanggaku yang merangkap jadi penjahit amatir pribadiku udah mondok dan nggak nerima jahitan lagi. Huuu... Mudah-mudahan aku juga bisa menampilkan potret hasil kreasi desainku itu di blog ini.

 
8. Menulis Di Blog Setiap Hari

Ini sih sebenarnya udah ku lakukan dari pertengahan tahun 2013 kemarin. Kalo lagi nggak ada hambatan khusus [ kayak laptop yang lagi bermasalah ], aku pasti nulis tiap hari. Bahkan kadang sampe 2-3 postingan dalam sehari. Tapi, yah kadang masih ada bolongnya juga sih. Karena itu tahun ini harus full. Minimal jumlah postingan sama dengan jumlah tanggal. Kalo nggak sempet atau bolong-bolong karena hambatan khusus kayak sekarang, ya mesti ditambal dengan menulis dobel atau tripel saat udah bisa.

Banyak manfaat yang udah ku rasakan dari menulis blog. Meski bisa dilihat kalo postingan-postinganku masih seputar curhat sih. Manfaatnya kerasa banget kalo pas nulis novel atau cerpen, tulisan jadi lebih tertata baik dari segi ide maupun bahasa, penggunaan tanda baca lebih tertib, dan bagus untuk terapi jiwaku.

 
9. Bikin Blog Buku Dan Aktif Di GoodReads

Ini baru angan-angan juga, sih. Aku pengen bikin blog kedua yang khusus untuk blog buku dan gabung di grupnya BBI ( Blogger Buku Indonesia ). Soalnya BBI nggak mau nerima blog yang nggak mengkhususkan dalam bidang buku sih.

Aku suka banget maen-maen ke blognya anggota BBI. Disana ada review buku dan challenge-challenge yang berhubungan dengan buku. Aku jadi bisa milih buku yang sesuai seleraku karena baca review-review mereka. Aku juga pengen memperkenalkan apa yang ku baca dengan mereview buku-buku koleksiku. Kalo perlu ikutan reading challenge. Ih, pokoknya keren deh. Tapi untuk ini aku perlu nyiapin tekad yang kuat. Soalnya aku tuh paling males disuruh nulis panjang-panjang, apalagi review yang notabene harus nonton atau baca ulang film dan bukunya. Ingat review anime Angel Beatsku yang nggak selesai-selesai ? Belum lagi tumpukan buku baru yang belum ku inventarisir di blog ini.

Mengenai Goodreads, Errr...Udah punya akun disana sejak lama, sih. Cuma nggak pernah dibuka, username dan passwordnya aja udah lupa. Langkah pertama sih mungkin harus belajar cara make GoodReads dulu, ya. Hi..Hi..Hi.

 
10. Memperbaiki Dan Meningkatkan Segala Hal Dalam Hidupku

Yang ini sih umum, ya. Kayak tentang murid-murid yang ku ajar di TPA. Aku harus lebih rajin dan peduli lagi sama mereka, lebih sabar menghadapinya. Juga lebih termotivasi untuk membuat mereka jadi lebih baik. Terus soal ibadahku mudah-mudahan bisa lebih rajin lagi. Perkara-perkara remeh macam cuci motor,bersihin kamar, nyuci, masak, dan berhubungan dengan orang lain juga supaya lebih meningkat rajinnya.

Source : Google Images

Sebenarnya mungkin tahun 2014 ini bakalan jadi tahun yang berat buat aku. Soalnya aku udah kehilangan orang yang selama ini jadi tujuanku untuk menjalani hari demi hari. Seseorang yang jadi sumber inspirasi, pengharapan, kenangan, tawa, dia yang pertama kali mengenalkanku pada mimpi-mimpi yang tinggi, dunia serta orang-orang baru yang belum pernah ku ketahui, orang yang jadi tujuan doa, panggilan, obsesi, dan motivasiku selama enam tahun terakhir. Pendeknya, orang itu adalah hidupku. Benang yang mengikatku tetap di bumi dan tegar menjalani hidup. Sejak mendengar kabar bahwa dia sudah menikah, bukan hanya sekali dua kali aku mempertanyakan arti hidup yang sudah ku jalani. Tidak hanya sekali dua kali aku ingin menyerah dan menghadap Tuhan lewat jalan pintas.

Dan, yaahh..Semua itu pasti masih belum akan berakhir. Belum lagi Bipolar Disorderku yang semakin menjadi-jadi saja.

Aku hanya berharap, bahwa dengan postingan ini, malam ini, yang menjadi bukti bahwa aku ingin terus hidup, aku masih menginginkan banyak hal, aku masih mau melangkah, maka Tuhan akan memberiku kekuatan tak terhingga untuk terus berdiri menapaki waktu. Tak peduli seberapa jatuhnya aku, maka kekuatanNYA akan menopangku untuk bangkit dan bangkit lagi setiap kalinya. Amiiinn...313x.

Source : Here

# Ah..Sekarang sudah jam 4:04. Berarti aku benar-benar tak bisa tidur malam ini...

Sabtu, Januari 04, 2014

Cry And Laugh..

Aku pernah membaca di suatu tempat yang kurang lebih menyebutkan bahwa
Untuk membuat pembaca menangis, bukanlah merupakan hal yang sulit dilakukan oleh banyak penulis
Yang sulit adalah bagaimana membuat pembaca tertawa.

Jumat, Januari 03, 2014

My Punishment

Kabar buruk. Satu dari teman sejatiku, laptop pink lembayung sony-ku, rusak karena terjatuh dari motor. Parah, LCD-nya sudah benar-benar tak tertolong, aku hanya bisa berharap bahwa yah, benar hanya LCD-nya saja yang rusak. Aku tidak sanggup menghadapi kalau ternyata ada sesuatu di dalamnya yang juga rusak. Laptop itu sudah menemaniku selama dua tahun terakhir, beda turunan dari Ibu sih. Dan selama setahun terakhir interaksiku dengan laptop itu lebih intens karena memang pada saat itulah aku mulai menulis dan mengenal anime. 

Karena itulah mulai tanggal 29 Desember tahun lalu, postinganku benar-benar kosong. Untungnya, aku sedang tidak depresi atau manic. Sehingga tidak ada kebutuhan atau dorongan untuk melampiaskan perasaan dan kekalutan dalam bentuk tulisan. Untungnya pula, sekarang sedang masa liburan sehingga aku tidak perlu ke kampus. Sayangnya, karena itulah progress penyelesaian proposalku tertunda lagi entah sampai kapan. Ada baiknya juga mungkin. Sebentar lagi aku akan menghadapi ujian komprehensif dan dengan tidak adanya godaan dari laptop, aku [ mungkin ] bisa lebih berkonsentrasi untuk belajar.

Bagaimanapun, tetap saja ini adalah pukulan berat.

Aku tahu Tuhan sedang menghukumku, sungguh. Aku telah berbuat hal yang jelek, mengecewakan dan menyia-nyiakan sesuatu yang sudah Dia berikan padaku. Bukan soal laptop, tapi Ia memperingatkanku dengan cara menjatuhkan benda penyelamatku itu. Tuhan memang selalu menghukumku dengan cara yang telak, Ia tak pernah menegurku dengan cara halus seperti pada kebanyakan orang, tapi menghantam keras pada sedikit dari hal-hal yang jadi kebutuhan pokokku. Benar, kadang Tuhan memang terlalu kejam, padaku.

Dan yah, itu bukan sarkasme. Tak ada gunanya berpura-pura tak terjadi apa-apa, karena saat ini gejala-gejala depresi mulai muncul dan sepertinya akan membekapku sebetar lagi.

Source : Pinterest

# Sisi gelap yang sama sekali tak ku banggakan...