Selasa, Desember 10, 2013

Early To Bed

Kau tahu bahwa bukan salahmu bila kau hanya setengah terjaga hari ini. Semalam kau tidur lebih cepat, berharap bahwa dengan begitu pagimu akan sama seperti yang lainnya, ceria dan berwarna dengan semangat menyongsong sesuatu yang baru. Kau selalu berpikir bahwa itulah yang membuat waktumu selalu kelabu. Ketika gelap dan semua makhluk berada di tepi keabadian, menyerahkan diri dalam impian dan kemayaan. Pikiran dan hatimu malah siaga, waspada dengan setiap rencana, pengharapan, dan kalimat-kalimat kosong di genapnya sisi diammu. 

Kau sudah mencoba tidur, ingin berkumpul dengan mereka yang kau sayangi. Tapi kau tersentak di tengah malam gulita, ketakutan dan kesedihan menyelinap dengan diam dari setiap sel tubuhmu. 
Kau tak punya pilihan selain duduk dan menyadarkan diri, susah payah kembali ke kenyataan. Mimpi burukmu yang barusan masih tertinggal lekat di daya ingatmu. Kau gemetaran, duduk memeluk kedua lututmu. Ingin bahwa hari sudah berganti. 

Kau tahu, bahwa tidak ada satupun yang menjadi kesalahanmu..

Kau sudah mencoba untuk berpindah ke tempat terang.

Namun, sekali lagi. Itu bukan salahmu karena sepertinya malammu memang lebih panjang daripada yang lain.

Source :  Pinterest

# Dan aku akan selalu ada disana..

Senin, Desember 09, 2013

Not OK

I am not OK.

Aku ingin berteriak-teriak sampai pita suaraku meradang, ingin menangis sampai kelopak mataku tak dapat lagi membuka. Menjerit di heningnya malam, mengisi hampa, menjadi satu-satunya riuh yang dapat menembus dinding beku ini.

I am not OK.

Seharusnya cukup aku saja yang kacau, nanti juga aku akan bangkit kembali. I am a very strong girl. Tak ada yang bilang " Letakkan saja batu besar yang kau paksakan untuk sendirian memikulnya ". Ah, memangnya ada yang mengerti ? Aku tak dapat membahasakannya dengan baik, mengungkapkan dengan cara yang mudah dipahami oleh orang lain. 

I am not OK. 
And sometimes i need a help.

Source : Pinterest

# Mungkin..Aku hanya mencari cara untuk melarikan diri ? Mencari jalan untuk menyalurkan rasa frustasiku ??

Minggu, Desember 08, 2013

Life Interest

Source : Pinterest

Sejak dulu saya adalah orang yang minatnya mudah sekali teralih oleh hal lain. Punya banyak ketertarikan pada segala macam bidang, tentu saja itu adalah hal yang sangat baik. Hidup jadi seru dan tak membosankan, karena akan ada segudang hal dalam perjalanan hidup yang menarik untuk dipelajari dan diperdalam. Itu akan membuat lupa pada kesedihan, lupa tentang kerikil-kerikil tajam yang berhamburan melukai telapak kaki.

Saat SMP, entah kenapa saya tertarik pada Filateli. Tahu apa itu ? Filateli adalah hobi mengoleksi perangko. Dulu, hobi ini ngetrend sekali. Saya lupa awal mula ketertarikan saya. Yang saya ingat, pada saat itu ada seorang teman saya yang sudah lebih dulu menekuni filatelis meski secara kecil-kecilan. Hebat, lho. Anak SMP sudah punya album perangko sendiri, hampir penuh pula. Yah, isinya perangko-perangko bekas surat biasa sih, nggak ada yang mahal atau antik seperti para kolektor profesional. Saat itu dia mengajak saya mengikuti sebuah acara bazaar Filateli di kantor pos daerah saya, saya ingat saya beli sebuah buku tentang seluk beluk menjadi filatelis pemula. Dan saya juga masih ingat kesan saya saat membaca buku itu. Menyenangkan. Sayangnya, saya lalu berhenti mendalami filateli. Sebagai anak kecil yang uang jajannya terbatas dengan ruang gerak terbatas pula, tentu saja sangat sulit mengumpulkan perangko-perangko. Apalagi rumah saya sangat jarang mendapatkan surat. Kalau tidak salah, saya sempat meminta ibu saya untuk membawa pulang amplop-amplop bekas surat berperangko di kantornya. Cara melepaskan perangkonya, amplop surat bekas itu dicelupkan perlahan ke dalam baskom air lalu ditunggu hingga perangkonya lepas sendiri. 

Masih di SMP, saya tiba-tiba tertarik pada basket. Saat itu ( dan mungkin sampai saat ini ) pemain basket adalah orang-orang elit dan paling keren di sekolah. Mereka dipuja dan dikenal siswa-siswa dari kelas 1 sampai kelas 3. Kebetulan, sahabat SMP saya merupakan salah satu pemain resmi tim bola basket putri sekolah. Dari dialah sedikit-sedikit saya belajar tentang teknik basket. Seperti lemparan-tiga-poin, cara mendribble bola, menangkap, melempar, berkelit, dan sebagainya meski hanya sepintas-sepintas. Saya tidak mungkin bergabung di tim basket sekolah karena keanggotaannya memang sangat terbatas, dipilih oleh guru olahraga, dan......saya berjilbab. Tapi saya cukup puas hanya denagn bermain sedikit-sedikit saat menemani sahabat saya itu latihan.

Masih di SMP lagi, entah dapat ide darimana tahu-tahu saya tertarik pada dunia jahit-menjahit. Begini-begini waktu SMP saya pernah ikut kursus menjahit dasar selama sebulan, lho. Dan saat itu di SMP saya ada guru biologi yang membuka pelajaran menjahit kecil-kecilan di sekolah. Jadi pada saat jam sekolah usai, beliau mengajarkan menjahit kepada murid-murid yang tertarik, tempatnya di Lab IPA. Saking seringnya saya kesana, guru itu jadi mempercayakan kunci lab satu-satunya pada saya. Saya ingat saya merasa menjadi orang yang sangat penting. Pemegang kunci lab yang dipercaya. Ha..ha..ha. Konyol sekali kalau ingat itu.

Source : Pinterest

Itu hanyalah sedikit cerita dari sebagian kecil hal yang sempat menarik perhatian saya. Kalau diingat-ingat memang sejak SMP itu saya sudah punya ketertarikan aneh-aneh yang tidak lazim untuk ABG seusia saya. Terutama hobi mengoleksi. Entah kenapa saya suka sekali mengoleksi sesuatu. Selain perangko, saya pernah mengoleksi kertas kado. Iya, kertas kado yang dijual di toko-toko itu. Saat lulus SMP. lemari saya penuh gulungan kertas kado. Pada akhirnya, ya...dibuang saja. Soalnya menyimpannya hanya diletakkan begitu saja di dasar lemari. Padahal perjuangannya lumayan lho. Setiap beberapa hari sekali saya rutin mendatangi satu toko kelontong terlengkap yang letaknya sekitar 1 KM dari rumah dengan berjalan kaki hanya demi membeli segulung kertas kado ( Harganya RP.500,- ).

How weird i am.

Udah, ya. Kapan-kapan saya lanjutkan lagi cerita tentang minat saya. Yang diatas itu hanya sekelumit kecil, masih banyak hal di SMP yang tidak teringat. Belum lagi saat SMA dan kuliah sekarang. Akan semakin panjang. 

Hmm.. Kadang saya bertanya, apa saya ini orang yang tak konsisten ? Menyukai dan mempelajari banyak hal namun tak ada satu bidangpun yang benar-benar dikuasai. Hah. Memang. I admit it.

# Tadinya mau cerita tentang Pelatihan Jurnalistik yang saya ikuti tiga hari belakangan ini. Kok mlah ga nyambung ya ??

Jumat, Desember 06, 2013

New Comer ( IV )

Bagaimanapun, awal bulan itu selalu agak lebih menyenangkan. Dalam kasus saya, soalnya uang jajan saya nambah sedikit dibanding yang mingguan. Jadi, bisa beli sesuatu yang agak mahal sedikit. Dan seperti biasa, saya membelanjakannya dalam bentuk buku.

Dan....Setelah dua bulan berhasil digoda oleh buku-buku lain, bulan ini saya berhasil membawa satu buku seri Heather Wells yang sudah lama sekali kepingin saya koleksi. Tapi pelan-pelan aja ya, soalnya uang juga sebagian besar masih minta sama orang tua. Jadi, kali ini saya membeli buku kedua dari total empat bukunya. Buku pertama saya sudah baca di tempat persewaan buku langganan saya dulu. Jadi, kalo mau beli ntar terakhir-terakhir saja pas tiga buku terakhirnya udah kebeli. Mudah-mudahan masih keburu. :D

Ini cover depannya. Judulnya Size 14 Is Not Fat Either, terjemahannya Ukuran 14 Pun Tidak Gemuk.

Source : Here

Dan ini sinopsis di belakang buku. Masih malas nulis review sendiri soalnya :P

Mantan bintang pop Heather Wells telah berhasil membiasakan diri dengan kehidupan barunya sebagai asisten direktur asrama di New York College, karir yang tidak memaksa tubuh ukuran rata-ratanya dengan busana mini. Dia bahkan bisa menerima dengan baik rencana pernikahan mantan pacarnya yang selebriti. Tapi dia jelas menghadapi kesulitan saat berurusan dengan masalah di dapur kafetaria asmara, tempat seorang pemandu sorak kehilangan kepalanya, pada hari pertama semester dimulai.

Dikelilingi mahasiswa yang histeris-dengan Ayah mantan narapidana yang tiba-tiba muncul dan menghujaninya dengan telepon yang tak diinginkannya-Heather menyambut kesempatan untuk menjadi detektif.....lagi. Jika kesibukan itu bisa mengalihkan pikirannya dari masalah pribadi-dan menyatukannya kembali dengan detektif swasta tampan pemilik rumah batu-pasir tempatnya tinggal-tidak ada masalah. Tapi jejak pembunuhan itu membawa dia memasuki dunia yang gelap. Dan jika tidak berhati-hati melangkah, tak lama lagi dia akan menyanyikan lagu kematiannya sendiri.

Well..mungkin sedikit informasi saja tentang inti cerita buku serial novel Heather Wells ini.

Buku ini diceritakan dari PoV Hetaher Wells, seorang mantan bintang pop yang sudah memudar masa keemasannya dan memiliki masalah dengan berat badannya yang berukuran 14 ( Kalo di Indonesia mungkin XL ). Dia menangkap basah pacarnya yang tinggal serumah dengannya, Jordan Cartwright, berselingkuh dengan artis pop lain yang sedang naik daun. Jordan ini adalah pewaris perusahaan rekaman besar. Karena perselingkuhan itu, Heather memilih meninggalkan rumah dan saat kebingungan mencari tempat tinggal, dia malah dihubungi oleh Cooper Cartwright, adik Jordan, yang menawarkan tempat tinggal gratis dengan syarat harus membantu pekerjaannya. Pekerjaan Cooper adalah seorang detektif swasta. Di kalangan keluarga Cartwright, Cooper adalah " buah busuk ". Ia bekerja dalam bidang yang sangat berbeda dengan anggota keluarganya yang lain, pun sifatnya sangat berbeda 360 derajat dengan mereka.

Dan, Heather jatuh cinta padanya. Cinta diam-diam yang tak pernah dikatakannya.

Hidden Love bukan merupakan fokus utama cerita serial novel ini. Inti utama kisahnya adalah pengalaman Heather menjadi detektif amatir untuk menangani kasus-kasus yang terjadi di gedung tinggal ( semacam asrama pondokan ) tempatnya bekerja. Iya, setelah tidak jadi bintang pop lagi, Heather melamar pekerjaan di rumah tinggal New Yok College dan mendapat jabatan sebagai asisten rumah tinggal itu.

Di buku pertama, Size 12 Is Not Fat, kasusnya adalah beberapa mahasiswi asrama New York College yang ditemukan tewas terjatuh dari atap lift. Orang lain, bahkan detektif yang menangani kasus ini sekalipun beranggapan bahwa kasus ini hanyalah bunuh diri atau kecelakaan biasa. Namun, Heather mencium indikasi pembunuhan dari kasus ini, yang tak dipercayai oleh orang lain seberapa keraspun ia berusaha menjelaskan. Pada akhirnya, Heather berhasil mengungkap kasus ini lengkap dengan pelakunya, meskipun ia sendiri hampir mati mengenaskan.

Kalau di buku kedua ini, kasusnya dimulai dari ditemukannya sebuah kepala yang terapung di dalam panci di atas kompor di ruang kafetaria kampus pada saat malam hari pertama kuliah. Kepala itu adalah milik seorang mahasiswi pemandu sorak yang populer dan terkenal.

Seperti ciri khas dari karya-karya Meg Cabot, sudut pandang ornag pertama yang digunakan untuk menceritakan kisah ini sangat kuat. Beliau memang ahlinya deh. Cara berceritanya itu enak, kadang agak sarkastik gitu. Hehehe.

Udah dulu, ya. Sebenarnya saya membeli dua buku yang dua-duanya merupakan karya dari sensei Meg Cabot. Tapi berhubung saya sudah terlalu lelah karena seharian ini mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik, maka cerita bukunya saya tunda saja dulu, ya.

Source : Pinterest

# Tak ada makanan yang lebih bisa melemaskan ketegangan urat syaraf dibandingkan semangkuk bakso panas yang enak ( menurutku ). Hehehe.

Rabu, Desember 04, 2013

I Have

Apa sih yang aku lakukan seharian ini ?
Membiarkan diri terseret depresi, setengah mati memikirkan hal kecil yang kalau dipikir-pikir dengan benar, aku tak membutuhkannya lagi ?
Memancarkan aura negatif ke sekeliling sehingga ada seorang yang menegurku " Ada apa denganmu hari ini ? Ekspresi wajahmu tidak seperti biasa,"
Betapa bodohnya diriku ini. Egois, bahkan kepada diri sendiri. Bahkan aku sempat sekelebat membenci Tuhan, merasa bahwa Dia mempermainkanku dengan takdirnya, tertawa mengejek atas setiap detak kecil harapan yang mati-matian ku tumbuhkan. Harapan kosong atas sesuatu yang tak ada harganya.

Pasti ada rencana lain untukku. Satu paket dengan aliran waktu yang seharusnya menjadi tempatku berpijak, yaitu hari-hari yang nyata ini.

Apa lagi yang ku keluhkan ? Seharusnya aku menjadi salah satu orang yang bahagia malam ini. 

Aku punya dua buku baru yang belum ku baca dari Meg Cabot, salah satu pengarang favoritku.
Aku punya puluhan judul anime bagus di laptop yang belum ku tonton.
Aku punya sebatang cokelat kesukaanku di atas meja.
Aku merasa kenyang karena baru saja makan gado-gado dari warung langgananku.
Aku punya secangkir besar cappuccino panas di sebelahku
Aku punya kuota modem yang cukup untuk berselancar kemanapun aku mau
Aku punya pulsa handphone yang lumayan banyak
Aku punya uang yang cukup di dompet
Aku punya segudang ide di kepala untuk dituliskan dalam bentuk apapun
Aku punya proposal skripsi yang harus ku pelajari baik-baik dan ku susun
Aku punya hal yang harus ku selesaikan, yaitu mengoreksi buku pegon murid-muridku, menyusun program      belajar caberawit dan pra remaja untuk bulan depan, memikirkan design puzzle dan games untuk                  caberawit, memikirkan rencana kegiatan untuk tahun baru.
Aku punya rencana lengkap yang asyik untuk seharian esok.
Aku punya tiga surat yang harus ku buat untuk lembaga kampus yang ku ikuti

Masih begitu banyak lagi. Aku ragu apakah ada orang lain yang hidupnya lebih seru daripadaku. 

Jadi, kalau aku diberikan begitu banyak hal hebat untuk ku tangani, kenapa aku harus bersedih dan mengutuki nasib hanya karena satu hal tak penting yang tak dapat ku raih ? Toh aku bukan orang yang serakus itu. Beri kesempatan pada orang lain. 

Ada banyak hal dalam hidup yang lebih layak untuk membuatku tersandung dan terjatuh lebih dari ini. 

AYO BANGKIT. LIVE YOUR LIFE.

Source : Pinterest

# Dan di tengah perjalanan pulang, aku bisa tersenyum kepada dunia. Aku adalah orang yang kuat, orang yang mampu untuk bangkit kembali ketika terjatuh tanpa bantuan siapapun.

Ask You

Hei..Hei, aku bisa mengandalkanmu kan ?
Mengandalkanmu ?

Bergantung padamu ?
Kau janji tak akan meninggalkanku sendirian di belakangmu ?



Kau yakin kau mampu ?
Kau percaya kau bisa menyelamatkanku ?

Apakah aku bisa memegang setiap kalimatmu ?

Karena, jika suatu saat nanti aku menemukanmu mengkhianatiku.
Aku pasti hancur
Dan saat itu yang pertama kali akan ku lakukan adalah
Membunuhmu.
Lalu membunuh diriku sendiri.

Source : Pinterest

Selasa, Desember 03, 2013

Hallucination

Tak apa sih, jadi sedikit egois kalau kau merasa bahwa kaulah yang mngerjakan segala hal, kau mrasa bahwa dunialah yang mengitarimu.
Tapi smua ada batasnya, Jangan smpai keangkuhanmu melukai orang2 di sekelilingmu, terutama mereka yang mencintaimu.

( My Last Fb's Status )

Source : Pinterest

Ku pikir aku berhalusinasi, ada seseorang yang datang dan mengulurkan tangannya.

Sepertinya aku sudah terlalu lama berdiam dengan nyaman di palungku yang sunyi dan aman ini, hanya berteman dengan segala rupa yang bermonokrom, namun tetap saja pasif. Mungkin itulah sebabnya halusinasi ini muncul. Benarkah ini hanya sekedar khayalan ?

Lihat, sekarang dia masih menawarkan tangannya. Apakah ini kenyataan ? Bagaimana aku mengatakannya ya..Tak ada yang pernah tertarik datang kemari sebelumnya, tak peduli seberapa kuat aku memanggil. Lagipula, aku sudah menyerah melakukan hal bodoh seperti itu. Toh aku sama sekali tak pernah merasa kesepian. Tak ada yang salah untuk menjadi sendirian, mengandalkan kedua kaki untuk tegak menghadapi segalanya.

Kini, dia memanggil namaku dengan lirih. Itu berarti dia menyadari keberadaanku.

Ah, sepertinya palung kecil ini sudah bergeser dari tempat gelap. Hanya itu penjelasan satu-satunya. Tidak mungkin karenaku. Aku terlalu semu untuk dapat tertangkap mata, cahaya temaram yang jatuh bangun untuk dapat terus menyala. Jadi, bagaimana bisa ada makhluk berjiwa dan berakal tertarik memyambangi tempat ini ?

Oh, terserahlah. Aku tak terlalu peduli. Mungkin dia hanya tersesat dan salah jalan. Aku yakin ini hanya mimpi, bunga tidur belaka. Aku ingin memejamkan mata dan tertidur lagi. Bangunkan aku jika semua sudah kembali seperti biasa. Saat itu aku akan memindahkan palungku ke ceruk yang lebih dalam.

Source : Pinterest

# Nonton anime baru, Nodame Contabile. Lucu amat deh ini filmnya :D