Jumat, November 15, 2013

Yui-It's Happy Line

Source : Pinterest

Dare no tame ni ikite iru no?
Saenai hibi wo sugoshite
Who am I living for?
The cloudy days pass me by
Untuk siapa aku hidup ?
Hari-hari yang kelabu melewatiku

Yowasa mo itami mo dono kurai kanjiteru no?
How much weakness and pain do i feel?
Seberapa banyak kelemahan dan kesakitan yang ku rasakan ?

Tarinai kinou ni obore
Yume ni kaita kyou sorowanakutemo yeah yeah
Even if i am lost in an unsatisfying past
And today doesn’t live up to the day i pictured in my dreams, yeah yeah
Bahkan jika aku hilang dalam masa lalu yang tak memuaskan
Dan hari ini tidak berjalan seperti hari yang ku gambarkan dalam impianku, yeah yeah

Yoake mae no mabataku hoshi wa
Kiete itta no? Asu e itta no?
The stars that shine before dawn
Have they gone? Have they gone to tomorrow?
Bintang-bintang yang bersinar sebelum fajar
Sudahkah mereka pergi ? Sudahkah mereka pergi menuju esok hari ?

Tomorrow never knows
It's happy line
Esok tak 'kan pernah diketahui
Inilah kalimat bahagia

Nani wo shinjite ikeba ii?
Mienai hibi wo sugoshite
What should I believe?
As I spend these days I can’t see
Apa yang seharusnya ku percayai ?
Seperti aku menghabiskan hari-hari yang tak dapat ku lihat

Donna yoru wo mitemo mou kurai kao shinaide
No matter what night you’re seeing, don’t look so down anymore
Tak masalah malam seperti apa yang kau lihat, jangan terlihat begitu muram lagi

Daremo ga shiawase wo yobu egao
Miete iru no? Warawanakutemo yeah yeah
Everyone has a smile they call happiness
Can you see it? Even if you don’t smile, yeah yeah
Setiap orang punya senyuman yang mereka sebut kebahagiaan
Dapatkah kau melihatnya ? Bahkan jika kau tak tersenyum, yeah yeah

Asu e no omoi wo mune ni
Akai me wo mite
Waratte mita no
With my feelings for tomorrow in my heart
I tried to see it through rose-tinted glasses
And smile
Dengan perasaan di hatiku untuk esok hari
Ku coba melihatnya lewat kaca berwarna merah muda
Dan tersenyum

Tomorrow never knows
It's happy line
Esok tak 'kan pernah diketahui
Ini kalimat bahagia

Tarinai kinou ni obore
Yume ni kaita kyou sorowanakutemo yeah yeah
Even if i am lost in an unsatisfying past
And today doesn’t live up to the day i pictured in my dreams, yeah yeah
Bahkan jika aku hilang dalam masa lalu yang tak memuaskan
Dan hari ini tak berjalan seperti hari yang ku gambarkan dalam impianku, yeah yeah

Yoake mae no mabataku hoshi wa
Kiete itta no? Asu e itta no?
The stars that shine before dawn
Have they gone? Have they gone to tomorrow?
Bintang-bintang yang bersinar sebelum fajar
Sudahkah mereka pergi ? Sudahkah mereka pergi menuju esok hari ?

Tomorrow never knows
It's happy line
Esok tak 'kan pernah diketahui
Ini kalimat bahagia

Yui-Source : Here

Sebenarnya saya kenal lagu ini sudah agak lama. Dulu, karena belum akrab dengan internet, saya hanya menyukai musiknya saja. Tapi, setelah saya mencari liriknya di internet, saya jadi makin menyukainya. Oh, saya juga baru tahu bahwa Yui juga menyanyikan beberapa soundtrack anime yang saya suka, mungkin saya akan jadi penggemar Yui, nih. Lagunya bagus-bagus karena liriknya selalu mempunyai arti yang dalam tentang hidup dan berjuang.

Kalau lagu It's Happy Line diatas menjadi soundtrack dari sebuah film drama jepang yang dibintangi Yui sendiri. Kalau tak salah ceritanya tentang seorang cewek yang punya penyakit sangat langka, yaitu tak bisa terkena sinar matahari. Kalau terkena, fatal akibatnya untuknya. Oleh karena itu, sepanjang hari dia hanya mengurung diri di rumah dan baru dapat keluar saat malam. Terakhirnya dia meningga dunia. Saya juga belum pernah nonton filmnya sih. Kemarin ada yang punya, cuma saya ya agak malas kalau disuruh nonton live action gitu. Hehehe..

Lagu diatas menceritakan tentang harapan dan optimisme menyambut hari esok. Walau masa lalu serta hari-hari berjalan begitu menyakitkan dan ' unsatisfying ', jangan menyerah dan diam di tempat. Majulah, karena tak ada yang tahu bagaimana hari esok. Keren, ya ?

Dan, romaji serta terjemahan bahasa inggrisnya saya ambil dari sini. Adapun arti dalam bahasa indonesianya kredit dari saya sendiri.

Semangat !!!

Kamis, November 14, 2013

If

Andai dengan berlari aku bisa melepaskan diri dari kesakitan dunia. Andai dengan berteriak kepedihan yang fana dapat memudar. Andai dengan menutup mata segalanya bisa kembali seperti sedia kala. Andai dengan mengacuhkan daya ingatku bisa melupa. Andai dengan melangkah maka belenggu tak kasat mata terbuka dengan sendirinya.

Liar !

Ternyata kau tak cukup baik untuk mengorbankan sesuatu demiku. Ternyata reaksimu tak semanis sugesti katamu. Kau bohong. Kau tinggalkan semua jeritku berdarah di belakangmu.

Tetap saja akulah yang terbodoh. Lemah dengan kebaikan, tutur indah yang memujaku ke angkasa. Sebetulnya aku tahu bahwa tak ada yang boleh ku percayai, paham sekali bahwa rayumu hanya gurau murahan. Kasihan melihatku sendirian ? Penasaran dengan keberadaanku yang memucat diantara lainnya ? Aku mengerti itu semua dari matamu yang mengejekku.

Aau mungkin alasannya bukan karena aku perempuan, melainkan karena kelemahanku yang tak dapat menangani perbuatan dan ucapan yang manis ?

Source : Here

Rabu, November 13, 2013

Scene..

Ini perpisahan, aku sudah tahu sejak lama bahwa hari ini akan tiba. Dia sudah terlalu lama bersamaku, sesuatu yang tak pernah dapat dilakukan oleh orang lain sebelumnya. Aku maklum dengan semua yang sudah terjadi. Jadi, aku tak dapat terus-terusan bergantung padanya. Karena itulah, aku tak boleh lagi memberatkan langkahnya.

Kesadaran ini menyusup ke pemahamanku. Kenapa aku baru mengerti ?

Aku berdiri dari lantai ubin dingin itu. Ku kibas-kibaskan debu di celanaku dengan kedua tangan. Lalu ku hadapi dia. Aku harus menyelesaikan ini. Darin masih menunduk, sepertinya benar-benar merasa bersalah. Aneh sekali, kenapa aku justru ingin tertawa melihat pemandangan ini ? 

" Darin..," Panggilku sambil menjawil lengannya. Dia masih tak bergeming dalam posisinya. Ah, kau menjadikan ini sulit, sayang.
Aku berjongkok di hadapannya lalu meletakkan kedua tanganku di sisi-sisi wajahnya, Ku angkat wajah itu, dan matanya langsung berbenturan denganku. Hatiku bergetar seketika, namun semuanya masih terasa baik-baik saja. Setidaknya, amarahku tidak mengambil alih kali ini. Malahan, aku tak tahu kemana emosi itu bersembunyi.

" Kau tahu ? Aku selalu mencari cahaya itu. Kekuatan dari orang lain yang dapat membebaskanku dari beban itu. Saat pertama kali bertemu denganmu, aku sudah punya firasat " Oh, sepertinya inilah orangnya ". Sejak saat itu aku selalu menggantungkan diri padamu. Padahal itu keistimewaan yang tak seharusnya diperoleh seseorang sepertiku. Jadi, tidak ada masalah. Aku sadar posisiku dan posisimu. Jangan menampakkan wajah seperti itu. Aku tidak dendam atau marah padamu, lho. Kau boleh pergi kemanapun kau ingin, bersama dengan siapapun kau suka. Aku merelakannya. Terima kasih atas semua kenangan indah yang sudah kau berikan padaku. Aku sangat menghargainya. Tak akan ku lupakan."

Keheningan yang menusuk seakan berdering diantara kami menyusul pidato perpisahan dariku.Apa ku bilang ? Aku pandai mendramatisir keadaan. Aku mampu menyelesaikan semuanya dengan cara yang keren. Ah, aku ingin tertawa lagi. Bodoh.

I Desperately Want To Live !

Source : Pinterest

Ketika kematian terlihat tak begitu buruk. Gagak hitam bertengger di sepanjang jalan kelam yang ku lewati. Seakan memanggil nyawaku tuk kembali ke tempat segalanya bermuara. Hamparan kerikil hilang di bawah kakiku, dan aku terjatuh ke dalam dimensi hampa. Terjun bebas, ku lipat kedua tanganku ke dada, ku pejamkan mata. Dan hal-hal sepele yang semula begitu mengganggu, melintas pelan menjawil kesadaran. Aku sungguh muak dan takut dengan perjalananku. Di atas sana mentari masih bersinar tak peduli. Aku terus meluncur dengan cepat. Tujuan yang pasti, dasar jurang yang begitu jauh di bawah. Lagu perpisahan mendengung di tangkup pendengaranku, wajah-wajah bahagia mencekikku dengan suara tawa.

Aku ingin hidup.

Ku rentangkan tangan untuk menggapai kekuatan tersembunyi dalam hatiku. Ternyata aku tak begitu peduli tentang bagaimana takdirku mengalir. Hal-hal yang menyakitkan, saat-saat yang berat, dan amarah seperti besi panas yang memampatkan rongga pernafasanku. Aku masih tak begitu memahami, namun ku buka kelopak mata dan terangnya kenyataan seketika menghantam kematian jiwaku. Gagak itu bergegas pergi seolah dipecut seseorang. Dan kedua tungkaiku masih berdiri di tempat sebelumnya. Diantara pekikan kendaraan dan lalu lalang orang yang melintas di haribaanku. Inilah hidup, seberapapun aku coba mengerti, pada akhirnya aku hanya dapat termangu dengan bayangan keputusasaan mengelilingi diriku. Namun aku tetap ingin hidup.

Aku mati-matian ingin hidup.

Source : Pinterest

 # Current Mood : Plain
    Current Song : Hataraku Maou Sama's Soundtrack

Selasa, November 12, 2013

Today..

Akhirnya ketemu juga sama dosen waliku. Ada beberapa perubahan dalan struktur kalimat judulku. Apalah, yang penting tandatangan beliau sudah tercetak di form pengajuan judulku. 

Hari ini rasanya sangat beraaat sekali. Sebenarnya sudah beberapa hari, perkara judul itu sih. tapi hari ini tuh paling parah. Aku meletakkan semua harapan dan obsesiku di hari ini, sampai rasanya mau gila saking berharapnya supaya ketemu dosen waliku. Lihat kan ? Masalah seperti ini saja yang masih tergolong " normal " buat orang lain, sanggup untuk membuatku hampir gila. Beneran. Hampir gila.

Bisa membayangkan rasanya ada besi panas yang ditusukkan ke dalam otakmu dan di saat bersamaan hatimu diremas sekuat-kuatnya oleh tangan bertenaga besar tak tampak ? Seperti itulah yang aku rasakan tadi siang. Beberapa anggota lembagaku menjadi saksi betapa terlihat kacaunya aku hari ini. Begitu ada teman yang bilang " Eh, dosen walimu tadi masuk ke ruang ujian lho. Tungguin aja sini, bentar lagi juga ke luar,", Langsung beban 1000 kuintalku terangkat lebih dari separuh. Kepalaku mendingin, hatiku teredam, dan syarafku selamat kali ini. Begitu sudah ditandatangani, seluruh tubuhku rasanya ringan, seperti tidak pernah terjadi apapun. Dan lima menit kemudian ? Aku sudah duduk di atas sepeda motor untuk pulang sambil memikirkan cerita novel baru dan juga rancangan penelitianku. Bener-bener gila deh.




Cells

Menunggu dosen wali ( lagi ). Entah dimana rimbanya beliau. Hal kecil seperti ini saja sudah cukup membuat moodku terjun bebas ga karuan. Akibatnya, jadi males mau ngerjain apapun apalagi yang berhubungan dengan ini. Dari dulu aku benci berurusan yang melibatkan dengan orang lain. Beri aku 100 soal akuntansi yang sulit, beri aku setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan dua malam tanpa tidur. Asal jangan suruh aku mengejar-ngejar orang lain atas suatu persoalan. Jangan. Aku nggak bisa. Aku nggak punya cukup kesabaran dan energi untuk menyelesaikannya.


# Anaknya bilang Ayahnya akan ke kampus hari ini. Setiap sel tubuhku berdoa....